
Zahra sedang berbaring di atas ranjang dengan berbantalkan paha Ilham . Ia asyik memainkan rambutnya . Sesekali Ia menggoda Ilham dengan menekannkan kepalanya .
Ilham sibuk memainkan ponselnya dan mengabaikan Zahra yang ada di dekatnya . Sebelum Zahra hamil , Ia memang sering ngambek bila di acuhkan . Apalagi saat Ia tengah hamil sekarang . Ia lebih rewel dan cerewet . Ia sekarang jadi lebih gampang ngambek .
" Mas !" Ia menarik wajah Ilham agar mendekat ke wajahnya .
" Hmm" Ilham hanya menggumam tanpa menoleh .
" Iss . Terserah lah . " Zahra langsung menjauh . Ia membaringkan badannya membelakangi Ilham .
Padahal Ilham hanya bermaksud untuk menggodanya . Tapi malah seperti ini . Zahra malah ngambek dàn yang lebih parahnya lagi Zahra malah menangis .
" Sayang Maaf " Ilham menarik tubuh Zahra agar mau melihatnya tapi Zahra tak menggubrisnya . Ia kesal karna Ilham begitu sering menggodanya seperti ini .
" Awas " Sentak Zahra dan menyingkirkan tangan Ilham . Ia langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut .
Ilham merasa sangat bersalah . Ia pun masuk ke dalam selimut dan memeluk istrinya . Ia usap lembut perut Zahra .
" Sayang , bilangin sama Mama ya . Papa minta maaf . Papa gak maksud buat mama sedih kok " Iya seakan akan sedang berbicara dengan bayi yang ada di kandungan Zahra .
Zahra menghentikan tangisnya . Ia tangkap tangan kasar Ilham yang ada di perutnya . Ia cium penuh perasaan tangan seorang lelaki yang sudah berjuang begitu keras untuk hidupnya .
Zahra membalikkan badannya . Ia tatap mata suaminya penuh cinta .
" Aku maafin tapi ada syaratnya " Kata Zahra .
__ADS_1
" Apa syarat nya sayang ? Harus cium kamu ? Sini aku cium !"
" Iss . Dasar mesum . Bukan cium . Aku maunya " Zahra menggantung ucapannya sembari mengerling nakal .
" Heheh . Gak jadi deh Mas . Peluk aku aja . Aku ingin terlelap di pelukanmu " Zahra pun memejamkan matanya perlahan . dan menikmati sentuhan dan kehangatan dari Ilham .
~ ~ ~
Pukul 01.00 dini hari Zahra terbangun dan menggoyang goyangkan tubuh Ilham . Tapi Ilham yang tidurnya seperti kebo tak bergeming sama sekali .
" Mas bangun " rengek nya . Zahra tetap berusaha membangunkannya .
" enggg" Ilham menggeliatkan tubuhnya .
" Mas mau makan sate " Ucapnya saat Ilham masih berusaha membuka matanya . Mana lah Ia dengar . Ia masih sibuk membuka matanya yang terasa berat .
" awww . " Ia bangkit dan mengusap usap bibirnya . Zahra melotot di samping nya .
" Rasain . Dari tadi gak bangun bangun . sebel Zahra jadinya "
" Ya lagian kamu bangunin aku jam segini itu ada apa si Sayang ?"
" Beliin sate Kambing " Ucapnya .
" Hah . Tengah malam gini aku cari sate dimana Sayang ? "
__ADS_1
" Gak mau tau . Cari Mas . Aku pengen sekarang . Ini juga permintaan anak kamu loh " sedihnya .
" Besok aja ya sayang . ini uda malam banget loh " tolaknya .
Zahra mengusap perutnya . " Papa nya gak mau nurutin Sayang . Kita cari sendiri aja ya " Sambil mengatakan itu Zahra turun dari ranjang . Ilham kelabakan .
" Iya iya . Kamu tunggu di rumah ya . Aku beliin . " Katanya akhirnyaa .
Zahra mengangguk .
Selang 20 menit kemudian Ilham kembali dengan bungkusan sate di tangannya . Ia memberikannya pada Zahra .
Namun saat membukanya Zahra kembali protes .
" Kok sate kambing Mas ?" Tanya nya .
" Lah jelas jelas tadi kamu mintak nya itu sate kambing . Ya aku beliin sate kambing la Sayang " Jawab Ilham lembut .
" Enggak . Aku maunya sate ayam . " Ilham membelalakkan matanya . Apa apaan ini ? Zahra mengerjainnya ?
" Tapi sayang "
" Aku mau sate ayam Mas . Balik . Beliin lagi . " Kalo aja Zahra gak sedang hamil sudah pasti Ilham akan marah . Tapi Ia tau ini bawaan bayinya maka ia menurut .
" Ia ia . Aku beliin ya sayang . " Ilham mencium puncak kepala Zahra dan beranjak untuk membeli sate ayam . Untung saja jam segini masih banyak yang jualan . Kalo gak ada gimana lagi ceritanya ?
__ADS_1
#bersambung