
Hari ini Zahra keluar dari rumah sakit . Ilham sudah mengurus semua administrasi . Zahra sudah bersiap saat Ilham kembali .
"Bisa kita berangkat sekarang , Sayang ? " Tanya Ilham yang sudah duduk di pinggir ranjang menghadap ke arah Zahra .
" Uda . Ayo Mas . Aku udah selesai Kok . " Mereka beranjak keluar rumah sakit . Ilham menenteng tas yang berisi pakaian ganti Zahra dan tangan satunya menggandeng mesra tangan Zahra .
" Orang tua kamu juga udah nunggu di rumah sayang " Merka tadi hendak menjemput tapi di tolak Ilham dengan halus karna Ilham saja yang ingin membawa Zahra keluar rumah sakit .
Mobil pun melaju . Sambil mengendarai mobil , tangan Ilham tetap menggenggam tangan Zahra . Ilham seperti takut kehilangan Zahra hingga Ia tak mau melepaskan tangannya .
Mereka disambut dengan bahagia dirumah . Mereka memeluk Zahra satu persatu karna bahagia akhirnya Zahra sembuh dan bisa pulang ke rumah .
" Zahra duduk Nak . Zahra kan baru sembuh jadi gak boleh capek capek ya sayang . " Ungkap kedua orang tua itu tulus .
Ilham sangat bahagia melihat kedua orang tuanya memperlakukan Zahra dengan sangat baik . Setelah puas mereka berbincang , mereka langsung meminta Zahra untuk beristirahat .
" Ilham , bawa Zahra istirahat . Dia belum sembuh total . " Ucap Mamanya .
__ADS_1
" Iya ma . Ayo Ra . " Ilham menuntun Zahra ke kamarnya yang ada di lantai atas . Sesampainya disana , Zahra membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan Ilham menyelimutinya .
" Istirahat ya Istriku " Ilham menegecup lama kening Zahra . Hanya hanya tersenyum mendapatkan perlakuan yang sangat baiak dari Ilham .
Memang setelah pernyataan cinta mereka di rumah sakit kala itu , kini mereka bersikap sudah seperti pasangan suami istri seharusnya . Walaupun yang paling utama belum dilakukan mereka .
Sebenarnya Ilham ingin meminta hak nya , tapi karna Zahra masih kurang sehat jadi Ilham mengurungkan niatnya dan beraabat menunggu di waktu yang tepat .
~ ~ ~
" Mas !" panggil Zahra kala Ilham sedang menikmati sore harinya di samping kolam renang .
" Kenapa Ra ? "
" Mas menurut aku , Gimana kalo sebaiknya kita tinggal di rumah sendiri ajah . Maksud aku gak numpang sama orang tua kamu atau orang tua aku Mas ." Zahra memulai ucapannya dengan hati hati . Jujur Ia takut Ilham tersinggung .
Ilham tampak menyinggingkan senyum . Ia merengkuh tubuh sintal Zahra . Kemudian berkata
__ADS_1
"Ternyata fikiran kita sejalan ya Sayang . Aku juga udah sempet berfikiran kayak gitu si . Gak nyangka tetnyata malah kamu duluan yang nyampein ke aku . "
" Jadi kamu setuju Mas ? " Tanya Zahra antusias . Ia senang mendengar jabawan Ilham .
" Iya aku setuju dong . Aku memang mau tunjukin ke kamu rumah yang ingin aku beli . Sebenernya aku pengen kasih kejutan ke kamu . "
Ilham menyentuh pipi Zahra lembut .
" Kalo kita udah tinggal dirumah kita sendiri memang lebih leluasa ya . Aku jadi gak perlu takut kepergok papa dan mama kalo ingin nakalin kamu . Kita sejalan ya sayang . " Bisik Ilham di telinga Zahra yang membuat Zahra tersipu .
" Apaan si Kamu Mas . Dasar otak mesum . Maksud aku itu supaya kita belajar mandiri . Bukan begituan " sungut Zahra .
" Ahaha " Ilham terkekeh geli melihat reaksi Zahra .
" Ya kan itu termasuk salah satu amtivitas kita juga loh sayang . Soalnya , kamu harus ingat kalo kamu masih punya hutang sama aku . " Ilham coba mengingatkan Zahra tentang hak yang belum di dapatnya .
" Kapan aku pernah hutang sama kamu Mas ?" Tanya Zahra polos .
__ADS_1
" Malam pertama ku sayang . " Zahra mencuri ciuman kilat di bibir Zahra dan meninggalkannya yang terbengong di kolam . Ilham masih tertawa berderai melihat kepolosan istri tersayangnya .