
Akhirnya pernikahan itupun terjadi antara Zahra Assyifa Wijaya dengan Ilham Danu Kertanegara . Mereka bukanlah sepasang kekasih yang menikah karna saling mencintai . Mereka korban perjodohan orang tua .
Pesta pernikahan itu tampak ramai dihadiri oleh para kerabat dari keluarga Wijaya maupun keluarga Kertanegara .
kedua orang yang sudah lama bersahabat ini memutuskan untuk menguatkan hubungan mereka dengan menjodohkan anak anak nya . Mereka tampak begitu bahagia .
Di lain sisi , sepasang pengantin yang saat ini tengah duduk di pelaminan hanya mampu senyum sewajarnya saja . Sehingga harus berulang kali mendapat teguran dari sang ibu .
Pesta akhirnya pun usai . Tamu tamu sudah meninggalkan area pesta . Sedang kan pengantin pun sudah mulai memasuki kamar . Zahra tampak canggung berada di kamar berdua dengan lelaki asing . Walaupun lelaki itu adalah suaminya sendiri . Lain halnya jika lelaki itu memang lah pilihannya sendiri .
Usai membersihkan diri , Zahra duduk di pinggir ranjang . Hatinya terus merasakan ketakutan .
" Aduh gimana ini ? masa aku harus tidur sama Ilham . Aku belum siap kalo harus melakukan malam pertama dengannya " Rutuk hatinya kalut .
Ilham merasakan hal demikian juga . Ia memandang Zahra sekilas . Zahra memang tidak Bisa menyembunyikan Kegelisahannya .
"Hey ! Sampai kapan kamu bakalan duduk disitu ? Emang nya gak ngantuk ? " Tanya Ilham mengejutkan Zahra .
" Eh aku tidur di sofa " Zahra langsung menarik selimut dan merebahkan badannya di sofa .
"Zahra ! " panggil Ilham lembut."Dengar , kamu tidur aja disini di samping aku "
"Aku gak mau "Balas Zahra cepat .
"Kamu tenang aja lah . Aku gak bakal ngapa ngapain kamu kok . Kamu itu bukan tipe aku . Bukan seleraku . Jadi gak perlu takut " Ujar Ilham meledekku
"Dasar cowok nyebelin"Rutukku dalam hati .
Tanpa mempedulikan Ilham, Zahra menutup seluruh tubuhnya dengan selimut .
Ilham bangkit dan mengangkan tubuh istrinya ke ranjang .
"Aahhh kamu mau ngapain ? Turunin aku ! " Teriak Zahra . Ilham langsung meletakkan tubuh Zahra ke ranjang dengan lembut . Seketika Zahra terpaku . Kini jaraknya dengan Ilham sangatlah dekat .
" Awas kalo kamu berani turun dari ranjang ini ya , aku gantung kamu " Ucap Ilham .
~
Zahra mengerjabkan matanya berkali kali . Ia mengalihkan pandangannya pada sosok tubuh di sebelah nya . Ia langsung mengambil handphone nya . pukul 04.30 .
Ia bangkit dan langsung bergegas mandi .
Setelah ia selesai mandi , ternyata Ilham sudah bangun .
"Udah selesai kan ?" Tanya Ilham lembut
"Udah " Jawab Zahra singkat .
"Aku mandi dulu , tunggu aku . Setelah itu kita shalat berjamaah " Zahra mengangguk .
Mereka pun solat berjamaah .
Zahra dan Ilham keluar dari kamar untuk sarapan . Semua mata yang ada di mrja makan mrngarahkan pandangan mereka ke arah pengantin baru itu .
"Lama banget turunnya Mas , Mbak " Goda Dela , Adik dari Ilham .
Wajah Ilham dan Zahra bersemu merah .
"Syut Dela , berhenti menggoda Mas mu " Nasihat ibunya . " Ayo Zahra sayang , ambilkan sarapan untuk suamimu . "
" Iya Ma "
Zahra menyiapkan sarapan untuk suaminya . Baru kemudian mengambil sarapannya sendiri .
__ADS_1
" Mulai sekarang , kamu akan tinggal disini nak Zahra . Jadi jangan sungkan ya " Ucap Papa .
" Iya Pa "
~
Sudah berhari hari mereka menikah . Tapi mereka hanya saling berbicara apabila ada yang penting saja . Zahra sedang menyusun baju di lemari dan Ilham mengotak atik komputernya saat pelayan rumah datang .
" Tuan dan Nyonya Muda , Tuan besar memanggil ! "
" Iya kami akan segera turun . " Jawab Ilham .
Ilham langsung menemui Papanya dengan diikuti oleh Zahra . Mereka langsung menghentakkan pantat di sofa .
" Ada apa , Pa ? " Tanya Ilham sopan .
Sementara ruangan hening .
" Ini adalah hadiah pernikahan dari Papa dan Mama . " Hastomo memberikan amplop kepada Ilham .
Ilham sekilas milirik ke arah Zahra lalu membuka amplop yang diberikan oleh Papanya .
" Tiket apa ini Pa ? " Ilham tampak bingung karna yang di dalam amplop itu adalah dua buah tiket pesawat .
" Itu tiket bulan madu untuk kalian berdua sayang " Ernawati , Mamanya Ilham yang menanggapi .
Zahra yang saat itu sedang mengunyah biskuit jadi tersedak .
Dela langsung mengulurkan air putih kepada Zahra .
" Kalian bisa berangkat hari ini " Senyum merekah di bibir kedua orang tua itu .
" Tapi Pa , Ilham banyak kerjaan di kantor" Ilham mencoba mencari alasan .
" Dimas yang akan mengurus urusan kantor selama kamu dan Zahra pergi nerbulan madu ." Hastomo meyakinkan bahwa urusan kantor akan aman di tangan sahabat sekaligus kepercayaan Ilham yaitu Dimas .
" Zahra pasti setuju kan sayang ? " Ernawati mencoba meminta persetujuan dari menantunya .
Erna kaget mendengar jawaban dari Zahra .
" Kalian berdua ini gimana sih ? Kalian kan baru aja menikah ya harus ada bulan madu dong . Pokoknya Mama sama Papa udah gak mau lagi denger alasan apapun dari kalian berdua ya . Ini tiket uda dipesan dan kalian akan berangkat hari ini juga . " Tegas Erna .
Mereka hanya diam tanpa berani membantah .
~
" Pokoknya saat nanti kalian pulang HoneyMoon , kami semua ingin segera mendengar kabar gembira . "
mereka mengantarkan pasangan itu ke bandara . bahkan orangtua Zahra pun ikut mengantarkan mereka di bandara .
Huft. Zahra merebahkan badannya di ranjang hotel yang sudah disiapkan oleh keluarganya . Setelah melalui perjalanan yang sangat melelahkan .
" Kamu mau makan apa Ra ??? " Ilham menawarkan makanan kepada Zahra .
"Aku nanti ajah deh Mas , belum lapar . Lagian aku mau tidur dulu . "
" Oh yaudah . " Ilham pun ikut merebahkan badannya disamping Zahra .
~
Mereka menyewa mobil untuk jalan jalan . Mereka disuguhkan pemandangan alam yang luar biasa indah . Bukit hijau yabg menjulang indah . Banyak pedangang yang berjualan di sepanjang jalan .
"Wah mas itu ada es tebu . Berhenti dulu deh . Ayo kita minum es tebu dulu . " Seru Zahra antusias .
__ADS_1
Ilham tetap melajukan mobilnya sehingga Zahra cemberut .
" Kamu itu gak usah yang enggak enggak deh . Itu gak sehat udah kena banyak polusi " Zahra tidak menggubris omongan Ilham . Dia masih saja mengerucutkan bibirnya pertanda ia masih begitu kesal karna Ilham tidak menuruti keinginannya .
cyiiiitttt
Tiba tiba mobilnya mati .
" Ah sial pake mogok lagi " Ilham memukul stir dengan kuat .
" Kualat kamu Mas " Ejek Zahra .
Ilham mengalihkan pandangannya ke arah Zahra . Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Zahra . Zahra blingsatan sendiri menghadapi perlakuan Ilham .
"Mau apa kamu Mas ?" sentak Zahra .
" Kamu bilang aku kualat apaan tadi , hah ?? "
Ilham semakin mendekatkan wajahnya . Detak jantung Zahra sudah semakin tak menentu . Zahra langsung mengalihkan pandangannya . Ilham keluar lalu memeriksa mesin mobil . Tapi karna dia memang sama sekali tidak punya keahlian dibidang itu , ia hanya mampu berdecak kesal .
" Kita mau gimana ini ? "
" Aku juga gak tau " Jawab Ilham pasrah .
~
Kebetulan ada seorang yang lewat . Ilham pun menghentikan orang itu .
" Dimana ada bengkel disini Mas ? " tanya Ilham .
" Kira kira 3km dari sini Mas " Jawab Mas Mas tersebut .
Aisshhh jauh banget .
" Kamu pilih kita cari bengkel yang jauhnya 3km dari sini atau kita cari es tebu tadi yang cuma 1kilo dari sini " Sungut Zahra
" Saya pinjam sepedanya ya mas ! " seru Ilham seraya menarik paksa sepedanya .
" Tapi saya buru buru mas " orang tersebut berusaha menolak .
Ilham mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu dan memberikannya kepada orang tersebut .
" Ini jaminan nya deh mas ya . itu sekalian sama mobil saya . "
Saat pemilik sepeda itu hendak protes lagi , Ilham dan Zahra sudah melajukan sepedanya . Mereka berdua tertawa kencang .
Akhirnya sampailah mereka ditempat pedagang es tebu tadi . Zahra langsung mengambil tempat duduk dan memesan .
Mereka menikmati minuman dan juga menikmati pemandangan yang terhampar di depannya . Hamparan kebun teh nan hijau .
Tak habis habisnya Zahra tersenyum yang semakin memancarkan wajah cantiknya . Gelak tawa mengiringi kebersamaan mereka .
Mereka melanjutkan perjalanan dengan menelusuri kebun teh .
" Aku gak mau pulang . Ini tu bener bener indah banget . " teriak Zahra
Ilham tidak menyadari ada batu didepan mereka sehingga sepeda yang mereka kendarai pun terjerembab di antara gang di kebun itu . Ilham meletakkan tangannya dibelakang kepala Zahra agar istrinya itu tidak terluka . Aksi guling guling itu pun berakhir karna sudah terhalangi oleh sebongkah batu besar . Kini posisi Ilham sudah menindih tubuh cantik istrinya .
Degup jantung mereka sudah tidak teratur lagi . Mereka saling memandang sampai akhirnya mereka pun sama sama tertawa lepas .
" Kamu gak apa apa kan Ra ? " tanya Ilham memastikan .
" Aku gak apa apa kok mas "
'Duh kenapa jantungku berdetak kencang sekali' gumam hati Zahra
#BERSAMSUNG
__ADS_1
jangan lupa like dan coment ya kak akak😘