AKU KAU DAN KITA

AKU KAU DAN KITA
EPISODE 4


__ADS_3

Akhirnya pernikahan itupun terjadi antara Zahra Assyifa Wijaya dengan Ilham Danu Kertanegara . Mereka bukanlah sepasang kekasih yang menikah karna saling mencintai . Mereka korban perjodohan orang tua .


Pesta pernikahan itu tampak ramai dihadiri oleh para kerabat dari keluarga Wijaya maupun keluarga Kertanegara .


 


kedua orang yang sudah lama bersahabat ini memutuskan untuk menguatkan hubungan mereka dengan menjodohkan anak anak nya . Mereka tampak begitu bahagia .


Di lain sisi , sepasang pengantin yang saat ini tengah duduk di pelaminan hanya mampu senyum sewajarnya saja . Sehingga harus berulang kali mendapat teguran dari sang ibu .


Pesta akhirnya pun usai . Tamu tamu sudah meninggalkan area pesta . Sedang kan pengantin pun sudah mulai memasuki kamar . Zahra tampak canggung berada di kamar berdua dengan lelaki asing . Walaupun lelaki itu adalah suaminya sendiri . Lain halnya jika lelaki itu memang lah pilihannya sendiri .


Usai membersihkan diri , Zahra duduk di pinggir ranjang . Hatinya terus merasakan ketakutan .


" Aduh gimana ini ? masa aku harus tidur sama Ilham . Aku belum siap kalo harus melakukan malam pertama dengannya " Rutuk hatinya kalut .


Ilham merasakan hal demikian juga . Ia memandang Zahra sekilas . Zahra memang tidak Bisa menyembunyikan Kegelisahannya .


"Hey ! Sampai kapan kamu bakalan duduk disitu ? Emang nya gak ngantuk ? " Tanya Ilham mengejutkan Zahra .


" Eh aku tidur di sofa " Zahra langsung menarik selimut dan merebahkan badannya di sofa .


"Zahra ! " panggil Ilham lembut."Dengar , kamu tidur aja disini di samping aku "


"Aku gak mau "Balas Zahra cepat .


"Kamu tenang aja lah . Aku gak bakal ngapa ngapain kamu kok . Kamu itu bukan tipe aku . Bukan seleraku . Jadi gak perlu takut " Ujar Ilham meledekku


"Dasar cowok nyebelin"Rutukku dalam hati .


Tanpa mempedulikan Ilham, Zahra menutup seluruh tubuhnya dengan selimut .


Ilham bangkit dan mengangkan tubuh istrinya ke ranjang .


"Aahhh kamu mau ngapain ? Turunin aku ! " Teriak Zahra . Ilham langsung meletakkan tubuh Zahra ke ranjang dengan lembut . Seketika Zahra terpaku . Kini jaraknya dengan Ilham sangatlah dekat .


" Awas kalo kamu berani turun dari ranjang ini ya , aku gantung kamu " Ucap Ilham .


~


 


Zahra mengerjabkan matanya berkali kali . Ia mengalihkan pandangannya pada sosok tubuh di sebelah nya . Ia langsung mengambil handphone nya . pukul 04.30 .


 


Ia bangkit dan langsung bergegas mandi .


Setelah ia selesai mandi , ternyata Ilham sudah bangun .


"Udah selesai kan ?" Tanya Ilham lembut


"Udah " Jawab Zahra singkat .


"Aku mandi dulu , tunggu aku . Setelah itu kita shalat berjamaah " Zahra mengangguk .


Mereka pun solat berjamaah .


Zahra dan Ilham keluar dari kamar untuk sarapan . Semua mata yang ada di mrja makan mrngarahkan pandangan mereka ke arah pengantin baru itu .


"Lama banget turunnya Mas , Mbak " Goda Dela , Adik dari Ilham .


Wajah Ilham dan Zahra bersemu merah .


"Syut Dela , berhenti menggoda Mas mu " Nasihat ibunya . " Ayo Zahra sayang , ambilkan sarapan untuk suamimu . "


" Iya Ma "


Zahra menyiapkan sarapan untuk suaminya . Baru kemudian mengambil sarapannya sendiri .

__ADS_1


" Mulai sekarang , kamu akan tinggal disini nak Zahra . Jadi jangan sungkan ya " Ucap Papa .


" Iya Pa "


~


Sudah berhari hari mereka menikah . Tapi mereka hanya saling berbicara apabila ada yang penting saja . Zahra sedang menyusun baju di lemari dan Ilham mengotak atik komputernya saat pelayan rumah datang .


" Tuan dan Nyonya Muda , Tuan besar memanggil ! "


" Iya kami akan segera turun . " Jawab Ilham .


Ilham langsung menemui Papanya dengan diikuti oleh Zahra . Mereka langsung menghentakkan pantat di sofa .


" Ada apa , Pa ? " Tanya Ilham sopan .


Sementara ruangan hening .


" Ini adalah hadiah pernikahan dari Papa dan Mama . " Hastomo memberikan amplop kepada Ilham .


Ilham sekilas milirik ke arah Zahra lalu membuka amplop yang diberikan oleh Papanya .


" Tiket apa ini Pa ? " Ilham tampak bingung karna yang di dalam amplop itu adalah dua buah tiket pesawat .


" Itu tiket bulan madu untuk kalian berdua sayang " Ernawati , Mamanya Ilham yang menanggapi .


Zahra yang saat itu sedang mengunyah biskuit jadi tersedak .


Dela langsung mengulurkan air putih kepada Zahra .


" Kalian bisa berangkat hari ini " Senyum merekah di bibir kedua orang tua itu .


" Tapi Pa , Ilham banyak kerjaan di kantor" Ilham mencoba mencari alasan .


" Dimas yang akan mengurus urusan kantor selama kamu dan Zahra pergi nerbulan madu ." Hastomo meyakinkan bahwa urusan kantor akan aman di tangan sahabat sekaligus kepercayaan Ilham yaitu Dimas .


" Zahra pasti setuju kan sayang ? " Ernawati mencoba meminta persetujuan dari menantunya .


Erna kaget mendengar jawaban dari Zahra .


" Kalian berdua ini gimana sih ? Kalian kan baru aja menikah ya harus ada bulan madu dong . Pokoknya Mama sama Papa udah gak mau lagi denger alasan apapun dari kalian berdua ya . Ini tiket uda dipesan dan kalian akan berangkat hari ini juga . " Tegas Erna .


Mereka hanya diam tanpa berani membantah .


~


 


" Pokoknya saat nanti kalian pulang HoneyMoon , kami semua ingin segera mendengar kabar gembira . "


 


mereka mengantarkan pasangan itu ke bandara . bahkan orangtua Zahra pun ikut mengantarkan mereka di bandara .


Huft. Zahra merebahkan badannya di ranjang hotel yang sudah disiapkan oleh keluarganya . Setelah melalui perjalanan yang sangat melelahkan .


" Kamu mau makan apa Ra ??? " Ilham menawarkan makanan kepada Zahra .


"Aku nanti ajah deh Mas , belum lapar . Lagian aku mau tidur dulu . "


" Oh yaudah . " Ilham pun ikut merebahkan badannya disamping Zahra .


~


 


Mereka menyewa mobil untuk jalan jalan . Mereka disuguhkan pemandangan alam yang luar biasa indah . Bukit hijau yabg menjulang indah . Banyak pedangang yang berjualan di sepanjang jalan .


"Wah mas itu ada es tebu . Berhenti dulu deh . Ayo kita minum es tebu dulu . " Seru Zahra antusias .

__ADS_1


 


Ilham tetap melajukan mobilnya sehingga Zahra cemberut .


" Kamu itu gak usah yang enggak enggak deh . Itu gak sehat udah kena banyak polusi " Zahra tidak menggubris omongan Ilham . Dia masih saja mengerucutkan bibirnya pertanda ia masih begitu kesal karna Ilham tidak menuruti keinginannya .


cyiiiitttt


Tiba tiba mobilnya mati .


" Ah sial pake mogok lagi " Ilham memukul stir dengan kuat .


" Kualat kamu Mas " Ejek Zahra .


Ilham mengalihkan pandangannya ke arah Zahra . Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Zahra . Zahra blingsatan sendiri menghadapi perlakuan Ilham .


"Mau apa kamu Mas ?" sentak Zahra .


" Kamu bilang aku kualat apaan tadi , hah ?? "


Ilham semakin mendekatkan wajahnya . Detak jantung Zahra sudah semakin tak menentu . Zahra langsung mengalihkan pandangannya . Ilham keluar lalu memeriksa mesin mobil . Tapi karna dia memang sama sekali tidak punya keahlian dibidang itu , ia hanya mampu berdecak kesal .


" Kita mau gimana ini ? "


" Aku juga gak tau " Jawab Ilham pasrah .


~


Kebetulan ada seorang yang lewat . Ilham pun menghentikan orang itu .


" Dimana ada bengkel disini Mas ? " tanya Ilham .


" Kira kira 3km dari sini Mas " Jawab Mas Mas tersebut .


Aisshhh jauh banget .


" Kamu pilih kita cari bengkel yang jauhnya 3km dari sini atau kita cari es tebu tadi yang cuma 1kilo dari sini " Sungut Zahra


" Saya pinjam sepedanya ya mas ! " seru Ilham seraya menarik paksa sepedanya .


" Tapi saya buru buru mas " orang tersebut berusaha menolak .


Ilham mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu dan memberikannya kepada orang tersebut .


" Ini jaminan nya deh mas ya . itu sekalian sama mobil saya . "


Saat pemilik sepeda itu hendak protes lagi , Ilham dan Zahra sudah melajukan sepedanya . Mereka berdua tertawa kencang .


Akhirnya sampailah mereka ditempat pedagang es tebu tadi . Zahra langsung mengambil tempat duduk dan memesan .


Mereka menikmati minuman dan juga menikmati pemandangan yang terhampar di depannya . Hamparan kebun teh nan hijau .


Tak habis habisnya Zahra tersenyum yang semakin memancarkan wajah cantiknya . Gelak tawa mengiringi kebersamaan mereka .


Mereka melanjutkan perjalanan dengan menelusuri kebun teh .


" Aku gak mau pulang . Ini tu bener bener indah banget . " teriak Zahra


Ilham tidak menyadari ada batu didepan mereka sehingga sepeda yang mereka kendarai pun terjerembab di antara gang di kebun itu . Ilham meletakkan tangannya dibelakang kepala Zahra agar istrinya itu tidak terluka . Aksi guling guling itu pun berakhir karna sudah terhalangi oleh sebongkah batu besar . Kini posisi Ilham sudah menindih tubuh cantik istrinya .


Degup jantung mereka sudah tidak teratur lagi . Mereka saling memandang sampai akhirnya mereka pun sama sama tertawa lepas .


" Kamu gak apa apa kan Ra ? " tanya Ilham memastikan .


" Aku gak apa apa kok mas "


'Duh kenapa jantungku berdetak kencang sekali' gumam hati Zahra


#BERSAMSUNG

__ADS_1


jangan lupa like dan coment ya kak akak😘


__ADS_2