
Makan malam kali ini semua yang ada di meja makan tampak canggung . Dela yang bingung menghadapi situasi semacam ini . Biasa nya ada gurauan mereka tapi kali ini
hening . Hanya terdengar suara sendok dan garpu .
Ilham melirik Zahra yang ada di sampingnya . Zahra pun bahkan tak menyentuh makanannya sama sepertinya . Ilham yang tak tau bahwa Zahra mendengar pertengkarannya dengan kedua orang tuanya pun mengira Zahra hanya tak enak badan .
Ia sentuh lembut tangan Zahra . Zahra yang kala itu fikirannya melayang entah kemana jadi tersentak tatkala tangan kasar suaminya menyentuhnya . jemari Ilham mengusap punggung tangan Zahra .
Zahra menatap mata kuyu suaminya dan menyunggingkan sekilas senyum . Ilham menarik Zahra dan beranjak dari meja makan . Kedua orang tuanya merasa kesal karna Ilham mengabaikannya .
Ilham mengunci pintu kamar dan duduk di bibir ranjang . Sampai saat ini belum ada satu kata pun yang terucap .
" Mas " Zahra membuka suaranya pelan . Seperti bergumam hingga Ilham hampir tak mendengar suaranya .
Ia genggam lembut tangan Ilham dan menatap Ilham lekat . Ilham mencium puncak kepala Zahra penuh perasaan . Ia masih kecewa atas apa yang telah diucapkan orang tuanya tadi . Zahra gak salah . Bahkan Iapun tak ingin seperti ini .
" Mas kamu harus minta maaf sama Mama atas apa yang udah kamu lakuin tadi siang " Ilham kaget memdengar omongan Zahra . Ia menatap Zahra seakan bertanya darimana Ia tau .
" Maaf Mas . Tapi aku tadi siang gak sengaja denger omongan kalian . "
" Sayang , aku . " Ilham mencoba menjelaskannya tapi tertahan oleh Zahra .
__ADS_1
" Aku gak apa apa mas . Apa yang Mama kamu bilang itu bener kok . Siapa yang akan jadi penerus keluarga Kertanegara kalo kamu gak punya keturunan . "
"Kita bisa adopsi anak kan "
"Kalo kita adopsi anak itu bukan keturunan kamu Mas . Bukan darah daging Kamu . "
" Mungkin lebih baik kalo kamu ninggalin aku dan menikah lagi Mas . " Ucapan Zahra kali ini membuat Ilham menarik tangannya keras . Ia tak terima berpisah dari Zahra apapun alasannya .
" Kamu ini apa apaan si Ra ? Kamu fikir aku ini apa , sampek seenak kamu nyuruh aku nikah lagi ? " Teriak Ilham marah .
Zahra hanya mampu menangis . Ia tak tau harus apa saat ini . Sejenak mereka terdiam dan termenung dalam fikiran masing masing . Cobaan dalam rumah tangga kini sudah di mulai .
Ilham memeluk Zahra erat sambil terus berkata
~ ~ ~
Orang tua Ilham begitu memperlihatkan rasa tak sukanya pada Zahra setelah tau bahwa Zahra mandul . Bahkan saat hendak pulang pun , Mereka hanya pamit pada Ilham dan langsung melewati Zahra .
Hati Zahra benar benar teriris karna sikap mertuanya . Zahra pulang kerumah orang tuanya bersama Ilham . Ia rindu katanya . Ia hanya ingin memeluk Ibunya dan menumpahkan semua keluh kesah nya .
Saat Mamanya menyambutnya di depan pintu , Zahra langsung menghambur memeluk Mamanya dan menangis disana . Suara isakan tangisnya membuat Mamanya bingung apa sebenarnya duka anaknya ini .
__ADS_1
Setelah masuk , Ilham berdua dengan Ayah mertuanya sementara Zahra memilih untuk bersandar di pangkuan Mamanya .
Susanti mengelus lembut rambut putri semata wayangnya . Hatinya trenyuh melihat kesedihan putrinya . Entah apa yang kini dirasakan oleh putrinya .
" Apa kamu mau berbagi dukamu sama Mama sayang ? " tanya ibunya hati hati .
Zahra menatap ibunya dalam . Tangisnya pecah lagi .
" Ma !" Suaranya pelan namun menusuk hati orang yang begitu sangat menyayangnya .
" Ceritalah sama Mama Nak " Zahra pun menarik nafas panjang lalu menceritakan segalanya pada Mamanya tanpa ada yang dikurangin ataupun ditambahi . Ia bercerita mulai saat Ia mengeluh karna tak kunjung hamil , sampai saat Ia mendapat perlakuan tak enak dari orang tua Ilham .
" Itulah kehidupan Sayang . Hidup ini tak akan selalu mulus . Selalu ada lika liku untuk menguji keimanan kita . Terkadang harapan memang tak selalu menjadi kenyataan . Tapi dibalik semua ini pasti ada sesuatu yang lebih baiknya . Zahra Uda dewasa , Kamu bisa menentukan apa yang terbaik untuk rumah tanggamu . Saat ini rumah tanggamu sedang di uji nak . Yang penting Kalian berdua tetap bersatu dan jangan sampai ada yang tergoda . " ibunya memberi nasihat panjang lebar .
" Tapi Mas Ilham Ma ? Zahra kasian liat Mas Ilham menderita . Zahra yakin Mas Ilhan udah ingin punya baby . "
" Untuk itu hanya kalian berdua yang bisa memutuskannya nak . Kamu bicarakan baik baik dengan Ilham . "
Susanti mengecup kening anaknya yang sangat dicintainya dan meninggalkannya untuk menenangkan fikirannya .
# BERSAMBUNG
__ADS_1
Like dan komen ya kak