
"Tunggu aku sayang" Desis Ilham seraya memandang foto Zahra yang ada di dompetnya . Ia kemudian melajukan mobil dengan kecepatan tinggi .
Sebelumnya Ilham sudah menyuruh Dimas untuk menahan Zahra agar tetap dirumah . Ia ingin segera bertemu Zahra , Ingin memeluknya dan mengucapkan ribuan maaf padanya .
Ilham telah melakukan kesalahan besar dengan menyakiti hati Zahra dan membuatnya menangis sedemikian sedihnya . Maafkan aku sayang , Gumamnya .
Ia semakin kencang membawa mobilnya . Ia takut Zahra keburu meninggalkan rumah . Ia lega saat sudah memasuki halaman rumah nya .
" Tuan Muda " Sapa para Pelayan .
"Zahra dimana Mbak An ? " Tanya Ilham .
"Nyonya ada di kamarnya Tuan . Dari tadi Nyonya berontak mau meninggalkan rumah . Semua barang barang sudah dikemasinya . Tapi kami menahannya sesuai perintah Tuan Dimas . " Jelas Ana .
" Iya bagus kalo gitu . Sekarang Mbak Anna uda bisa lanjut kerja . " Balas Ilham seraya melambaikan tangannya menyuruh pergi .
Setelah Mbak Anna memberikan kunci Kamar , Ilham pun segera ke atas untuk memeriksa keadaan Istrinya . Istrinya kini sudah tak bersuara lagi . Mungkin Ia sudah lelah berteriak dan menangis dari tadi .
__ADS_1
Ilham membuka pintu Kamar . Ckrek! Spontan Zahra mengarahkan pandangannya ke arah pintu . Ia kaget melihat Ilham disana . Ia hendak menerobos Ilham untuk keluar kamar . Tapi tak mungkin Ilham membiarkannya . Ia menarik tangan Zahra kuat agar Zahra tetap disisinya .
" Lepasin aku brengsek" Zarah merasa muak melihat Ilham .
Ilham kaget mendengar ucapan Zahra .
" Kamu bilang apa Sayang ?" Tanyanya mendekatkan wajahnya ke arah Zahra .
" Gak usah panggil aku Sayang lagi . Bukannya kamu bilang kalo aku ini bukan Istri Kamu ? "
"Kamu itu memang gak tau malu ya Mas . Udah khianatin aku dan sekarang masih berani nemuin aku dan manggil manggil aku Sayang . Fikiran kamu itu sebenernya gimana sih ? " Bentak Zahra . Ilham terbengong mendengar omelan Istrinya . Tak apalah . Dia pantas mendapatkannya karna memang dia salah .
" Sayang maafin aku ya " Ilham membuka suaranya lembut . Lembut sekali sampai Zahra yang semula marah mendadak terdiam dan menatap lekat mata suaminya .
Ilham jongkok dan meraih tangan Zahra untuk di genggam dan di kecupnya . Zahra tergegun .
" Aku mintak maaf ya Sayang . Aku uda salah . Aku gak seharusnya ngelakuin semua ini . Aku ..."
__ADS_1
" Stop Mas . " Zahra memotong ucapan Ilham . " Aku gak apa apa kalo Mas sama perempuan itu . Tapi kamu harus menceraikan aku . Aku gak mau di madu Mas . Aku gak mau berbagi suamiku dengan wanita lain . "Ucap Zahra .
" Aku benci sama Kamu Mas . Kamu udah menghancurkan kepercayaan aku sama kamu Mas . Aku ..."
" syuut . " Ilham meletakkan jarinya di bibir Zahra . " Jangan pernah benci sama aku Sayang . Aku gak ingin itu terjadi . Aku salah karna dengerin omongan Mama . Tapi sekarang , apapun yang terjadi aku akan tetap ngedukung kamu . "
" Terus gimana sama tunangan kamu itu ? Aku gak mau di madu . Kalo mau kamu harus pilih salah satu diantara kami . "
" Aku uda putusin pertunangan aku sama Vany sayang . Aku gak mungkin bisa bahagia sama orang lain karna aku tau kebahagiaan aku itu ada sama kamu . Kamu percaya sama aku kan Sayang . " Ilham memohon Zahra untuk memberinya kesempatan lagi .
" Aku belum bisa percaya sama kamu Mas " Desis Zahra ragu .
" Kamu hanya perlu buktiin kebenaran dari omongan kamu . Jangan kamu fikir setelah apa yang udah kamu perbuat ke aku , lantas aku akan dengan begitu mudah percaya sama kamu . Mimpi kamu Mas . " Xahra melepaskan tangan Ilham secara kasar dan beranjak meninggalkan kamar dimana Ilham berada .
#BERSAMBUNG
lanjut baca ya kak
__ADS_1