
Ilham keluar kota untuk beberapa hari sehingga Zahra merasa benar benar jenuh di rumah sendiri tanpa ada yang bisa di ajak nya berbicara . Dirumah mereka memang ada beberapa pelayan , tapi tak mungkin Zahra mengajak mereka ngobrol karna mereka pun sibuk dengan pekerjaannya masing masing .
Zahra pun menelpon Nadya dan mengajaknya untuk jalan jalan keluar . Mereka pergi ke Mall untuk berbelanja kebutuhan .
" Ra kenapa Loe gak ikut ajah sama Mas Ilham keluar kota ? " Tanya Nadya sembari memilih memilah baju .
" Ya gak mungkin lah Gue ikut dia tugas kemana mana Nad . Lagian ada Dimas kok yang nemenin dia . "
" Eh gue penasaran sama si Dimas itu deh , kayak gimana si orangnya ? " Memang Nadya sama sekali belum pernah bertemu dengan Dimas hingga dia benar benar penasaran dengan sosok Dimas .
" Nanti deh ya kalo mereka udah pulang bakalan gue kenalin "
Mereka melanjutkan belanjaan nya hingga ada seseorang yang menegur
" Zahra ! " Zahra menoleh ke asal suara . Ia mendongakkan kepalanya dan tercengang setelah tau siapa yang memanggilnya tadi .
" Mama !" Zahra berlari memeluknya . Ternyata orang yang memanggilnya adalah Susanti , Ibunya Zahra .
" Anak ini ya , udah berkeluarga malah lupa sama Orang tuanya . " tegus mamanya sembari menjewer telinganya .
" Aissh Mama malu ikh . Zahra udah gedek masak dijewer sih " Zahra bersungut sungut lucu .
" Iyah tante jewer aja . Nakal dia emang Tante . Nadya ajah di lupain tante . " Nadya terkekeh geli melihat Zahra dihukum . Ia malab membumbui Mamanya Zahra .
__ADS_1
" Elo Nad seneng banget liat gue menderita . " Sungut Zahra .
" Ilham gak Ikut sayang ? " Tanya Mamanya yang baru menyadari ketidakadaan Ilham .
" Mas Ilham keluar kota Ma . "
" Kalo gitu kamu ikut pulang sama Mama .
Akhirnya Zahra pun ikut pulang ke rumah orang tua nya . Ia berpisab dengan Nadya . Tak lupa Zahra menelpon orang di rumahnya untum mengabari ketidakpulangannya .
Kring ! Ponsel Zahra berdering nyaring .
" Siapa si ganggu aja " Zahra menilik ke layar ponselnya dan tertera " My Husband " disana . Dengan cepat Ia langsung menggeser layar ponselnya untuk mengangkat .
" Halo sayang kenapa diam ?" Ilham memanggil lagi karna Zahra tak kunjung menjawab .
" I iya Mas . " Duh Dia sampai bengong .
" Kamu lagi ngapain si Ra ? " Tanya Ilham .
"Huhuhu" Tiba tiba Zahra merengek seperti orang menangis .
" Lah kok nangis Sayang ? Kenapa ? " Ilham begitu khawatir mendengar Zahra menangis . Ya tangisan Zahra adalah kelemahannya .
__ADS_1
Zahra diam . Ia melanjutkan tangisnya . Bahkan kali ini lebih dalam lagi .
" Sayang ! Kamu kenapa sih sebenernya . Jawab lah " Ilham mulai emosi .
" Huhuhu . Aku kangen Mas . Cepat pulang . " Ilham yang semula begitu khawatir jadi tertawa mendengar jawaban Zahra . Lucu sekali istrinya ini . Batinnya .
" Ah Kamu sayang , Kenapa suka sekali buat orang khawatir , hah ? Aku kira kamu kenapa Loh . "
Zahra hanya mampu cengengesan dan mengulang kata kata rindunya berulang kali yang membuat hati Ilham jadi trenyuh .
" Kamu pulang Mas . Aku tidur sendirian beberapa hari ini . Huhuhu . " Zahra memulai aktingnya di seberang sana .
" Iya iya aku lusa uda balik kok . Uda ah jangan nangis kayak gitu . Jelek loh . Nanti ajah kalo mau manja manjaan waktu aku uda disana aja . " ledek Ilham .
Zahra tersenyum walau Ia tau Ilham taj melihatnya . Aktingnya berhasil dan Ilham akan segera pulang .
" Berhenti nangis dan tidurlah . Love you Sayang . Mimpi indah ya . See you Istriku "
" Love you too Mas . See you suamiku . Muach . Night kiss " Zahra pun mengakhiri panggilannya .
# BERSAMBUNG
Ikutin terus ya kak .
__ADS_1