Aku Kekasih Suamiku

Aku Kekasih Suamiku
Bab 10 Kiss bye


__ADS_3

Di depan Televisi sudah tergeletak karpet tebal, meja di depannya sudah di pindah ke samping. Diatas meja sudah lenngkap dengan dua minuman hangat, air mineral, berbagai cemilan dan kue basah. Ketika Rama masih di dalam kamar, Nana keluar dari apartemen untuk membeli berbagai cemilan.


Tinggal menunggu pasangan untuk nonton film. Nonton bioskop gagal, di rumah pun jadi. 10 menit kemudian Rama keluar dari dalam kamar dengan pakaian rumahan kaos putih dan celana pendek warna hitam.


"Taaaaraaaaa...... yuk kita nonton" teriak Nana semangat.


"Ide bagus" Rama menyetujui ide Nana,


"Kau suka film apa?" tanya Nana.


"Horor"


"Film hantu?" tanya Nana sedikit meringis, apa iya malam ini mereka akan menonton film horor.


"Ya, sangat menegangkan, aku suka" jawab Rama santai.


Apa ini saatnya melakukan langkah ke empat, 'Gunakan kepribadianmu' dengan menyamakan hobi. Tapi aku tidak suka horor, aku takut.


"Aku juga..... lumayan... suka" jawabnya sedikit ragu.


"Kalau begitu, ayo putar filmnya"


"Baiklah" dengan lemas Nana memutar film yang akan mereka tonton.


Film pun di mulai, dari suara pembukaan saja sudah membuat Nana merinding, apalagi melihat filmnya. Nana memejamkan matanya.


"Kau takut, apa perlu aku ganti" tanya Rama melihat Nana yang seperti ketakutan.


"Tidak, aku hanya kaget saja" jawabnya sembari menutup sedikit matanya.


Bagaimana ini, tubuhku sudah gemetar, hobi kita berbeda, aku suka film lucu. Padahal tadi aku mau nonton warkop DKI.


Rama fokus menonton lagi, ia dapat merasakan tubuh Nana yang bergetar.


Sampai kapan kau akan bertahan, kenapa tidak jujur saja kalau kau takut.


"Aaaaaaaa....... " jerit Nana ketika hantunya tiba - tiba muncul.


"Kita ganti saja ya?"


"Tidak perlu, aku suka, aku memang seperti ini, suka kaget" jawab Nana gugup, keringat sudah membasahi tubuhnya.


Dua jam berlalu, memonton dengan jeritan Nana yang mengalahkan jeritan para aktornya.


"Ternyata kita punya hobi yang sama ya" ungkap Nana


Rama menatap wajah Nana lama. "Ya" sampai kau berkeringat dingin lanjutnya dalam hati.


"Lain kali kita bisa menontonnya kembali"


"Tentu, aku tunggu "


Kenapa harus memaksa kalau tidak suka.

__ADS_1


*


*


Sarapan pagi itu penting, kebanyakan orang meremehkan sarapan, kadang mereka enggan untuk sarapan, karena alasan malas, mual kalau makan pagi. Padahal dengan sarapan bisa menambah tingkat kefokusan.


Setelah sholat subuh, Nana berkutat untuk menyiapkan sarapan pagi untuknya sendiri. Tidak ada Rama disana, setelah semalam Rama terusir. Rama bersikukuh ingin menginap namun Nana memaksanya untuk pulang dengan alasan status mereka.


"Pulanglah! " usir Nana.


"Aku akan tidur disini, kita ini pasangan kekasih yang sudah sah kalau kau lupa"


"Jika kau disini, kau akan jatuh cinta padaku lebih cepat"


"Kenapa bisa begitu, setahun bersama saja aku belum jatuh cinta padamu"


Kenapa harus diucapkan sih, bikin sakit hati saja.


"Maka dari itu, pulanglah agar disini" memegang dada Rama. "Ada rasa rindu untukku"


Deg


Jantung Rama berdetak cepat saat Nana menyentuh dadanya.


"Baiklah aku akan pulang dengan syarat" Rama mendekatkan wajahnya ke wajah Nana lalu Cup. "Dengan ini" mendadak Nana tersipu malu dengan kecupan Rama.


Dengan keberanian yang baru saja terkumpul, Nana memegang wajah Rama dengan kedua tangannya, untuk pertama kalinya ia mengecup bibir suaminya terlebih dahulu. Saat Nana ingin melepaskan bibirnya, Rama dengan cepat menarik tengkuknya, ******* habis hidangan di depannya, nafas mereka memburu, tangan Rama sudah kemana - mana, entahlah setiap berdekatan seperti itu dengan istrinya, Rama tidak bisa menahan hasratnya.


Ingin rasanya aku membawamu ke kamar, tapi aku menghormati keinginanmu.


Nana teringat dengan kejadian semalam.


*


*


Setelah selesai sarapan, saatnya untuk bekerja, Nana sengaja berangkat lebih pagi untuk lebih mengenal tempat kerjanya. Restoran itu buka jam tujuh pagi sampai jam sembilan malam.


"Selamat pagi, saya Nana, hari ini hari pertama saya bekerja, mohon bimbingannya" sapa Nana pada beberapa karyawan disana. Mereka membalas sapaan Nana dengan ramah.


"Kau karyawan baru itu?" Nana mengangguk. " Ikut denganku"


"Baiklah kak" Nana mengikuti seniornya itu.


"Apa kau punya pengalaman bekeja di rumah makan"


"Tidak kak, ini adalah pekerjaan pertamaku"


Nana mendapatkan pengarahan bagaimana bekerja disana. Ia ditempatkan dibagian depan, yang tugasnya Mencatat pesanan dan mengirim pesanan. Kelihatannya mudah tapi butuh kesabaran untuk menghadapi pelanggan yang rewel dan yang penting kekuatan kaki.


Setelah restoran buka, pelanggan satu persatu masuk, tak terasa restoran sudah penuh. Banyak yang sarapan disana dan ini belum makan siang. Nana merasa kewalahan apalagi ini pertama kalinya ia bekerja.


"Oh.... kakiku.... cari uang susah sekali" keluhnya di sela waktu istirahat. Jam istirahat mereka bergantian, karena di waktu makan siang akan lebih banyak lagi Pelanggan.

__ADS_1


.


Drt Drt Drt


Ponselnya bergetar menandakan ada seseorang yang menghubunginya.


Mas Rama


Seketika tenaganya terisi penuh kembali, Rama bisa membangkitkan semangatnya.


"Mas Rama" sapanya tanpa mengucapkan salam dulu karena terlalu bersemangat.


"Bagaimana hari pertamamu bekerja?" tanya Rama.


"Oh... kakiku pegal, aku harus kesana kemari mencatat pesanan, mengirim pesanan, ternyata cari duit itu tidak mudah" tanpa sadar Nana mengeluhkan keadaannya pada suaminya itu. Rama terkekeh kecil.


"Aku akan kesana untuk memijatmu" seru Rama.


"Mas Rama tahu tempat kerjaku?"


"Itu mudah"


"Yah, padahal aku mau merahasiakannya, terus nanti kita ketemu secara tidak sengaja gitu kayak di film - film" tutur Nana.


"Baiklah aku tidak akan mencari tahu tempat kerjamu, kalua kita bertemu apa yang akan kau lakukan"


"Tidak ada, itu artinya kita berjodoh"


*


*


Sudah seminggu Nana bekerja, rencana weekend yang akan mereka lakukan di taman sembari memakai baju olahraga couple harus gagal, Nana tidak bisa libur karena belum seminggu bekerja.


Waktu makan siang telah tiba, kesibukan akan segera dimulai kembali setelah rehat sejenak. Terlihat empat orang berjas rapi memasuki restoran itu. Nana dengan sigap membawa buku menu ke arah meja orang berjas tadi. Setelah dekat Nana menyadari ada dua orang yang dikenal. Awalnya mereka sama - sama terkejut.


"Ini buku menunya tuan, silahkan di pesan" ucap Nana ramah pada para pelanggannya. Mencatat dengan cepat tanpa ada yang tertinggal semua pesanan pelanggan, dengan membaca kembali menu yang dipesan.


"Terima kasih, ditunggu sebentar" ucapnya setelah pesanan yang dicatat semuanya benar.


Saat hendak berbalik meninggalkan meja itu, Nana sempat - sempatnya mengerlingkan satu matanya ke arah Rama kekasihnya. Rama hanya tersenyum tipis melihat tingkah kekasihnya itu, yang semakin hari semakin manja padanya.


Setelah itu Nana ke meja pelanggan lain yang baru datang. Sesekali Nana mencuri pandang pada kekasihnya itu yang sejak tadi menatapnya bekerja.


Apa dia mau jadi pengawas, dari tadi melihatku, membuat gugup saja, jadi takut tidak bisa bekerja dengan baik.


Merasa ditatap terus, akhirnya Nana mengeluarkan jurusnya. Saat mereka saling tatap, Nana memberinya kiss bye dari jauh.


Muacchhh....


Rama melihatnya, namun bukan Rama yang membalas tapi laki - laki paruh baya yang duduk di depan Rama yang membalasnya sembari tersenyum pada Nana.


Nana gelagapan, kemudian memundurkan langkahnya untuk menghindari laki - laki paruh baya yang akan berdiri untuk menghampirinya.

__ADS_1


Rama tertawa melihat tingkah lucu kekasihnya itu, membuat tiga orang di depannya menatapnya heran.


"Apa yang membuatmu tertawa dude" tanya sahabat Rama. Ya, Rama makan siang bersama para sahanatnya.


__ADS_2