Aku Kekasih Suamiku

Aku Kekasih Suamiku
Bab 56 Ada yang bergerak


__ADS_3

Nana melangkah ke dalam kamar mandi yang ada dikamarnya, sementara suaminya sudah masuk ke kamar lain untuk membersihkan dirinya.


Dikamar mandi itu juga ada cermin lumayan besar. Setelah membersihkan diri Nana menatap pantulan dirinya di depan cermin. Bentuk tubuhnya memang sedikit berubah.


"Perutku memang buncit, aku lupa untuk merawat diri, terlalu terlena dengan makanan lezat. Aku harus mulai diet" gumamnya sembari menyentuh bagian perutnya.


"Aaaaaaa.......... " jeritnya.


Tubuhnya sampai mundur ke belakang karena terkejut. Bagaimana tidak terkejut, saat ia menyentuh perutnya ada yang bergerak di dalam sana, gerakannya samar namun dapat ia rasakan. seketika Nana teringat dengan film yang ditontonnya. Seram sekali.


Kembali Nana menatap perutnya lalu menyentuhnya kembali dengan ragu, sebenarnya ia sedikit takut.


Tidak ada. Tidak ada yang bergerak, mungkin aku hanya reflek saja.


Lalu ia berjalan untuk menganbil handuk sambil satu tangannya tetap mengelus perutnya.


"Aaaaaaa....... " jeritnya kembali. Nana berlari keluar dari dalam kamar mandi dengan satu tangannya memegang handuk.


Ya Nana belum sempat memakai handuk, tubuhnya masih polos ia berlari dengan handuk ditangannya.


Rama membuka pintu kamar, ia terkejut saat mendengar teriakan sang istri. Ia berjalan cepat ke arah kamar mandi, saat dia akan mengetuk pintu wanitanya membuka pintu dari dalam dalam keadaaan polos dan berlari.


Malah Nana tidak melihat dirinya yang berdiri di depan pintu. Dengan gerakan cepat Rama menarik tangan sang istri.


"Ada apa? Kenapa kau berlari tanpa memakai handuk" tanya Rama sembari memperhatikan tubuh polos istrinya. Dan untuk kali ini ia mengenyampingkan hasratnya meskipun pedangnya sedang on, ia lebih fokus pada wajah ketakutan istrinya.


Rama mengambil handuk dari tangan sang istri lalu menutupi tubuh sang istri dengan handuk itu.


"Aku.... tolong..... tolong aku... " ucapnya terbata terlihat sekali ketakutan diwajahnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Rama yang terkihat khawatir.


"Aku takut, ayo bawa aku kerumah sakit" pinta Nana kembali, ia juga takut untuk menceritakannya pada suaminya.


"Ceritakan padaku, kau terlihat aneh belakangan ini, apa yang sebenarnya terjadi padamu? "


"Tadi....." Nana sedikit ragu untuk menceritakannya namun ia tidak punya pilihan lain. "Aku nonton film, dan di film itu tubuh manusia dimasuki oleh hewan kecil yang memakan tubuhnya dari dalam" lanjutnya, ia tahu Rama pasti berpikir ia sedang berkhayal karena terbawa suasana film.


"Untuk apa kau melihat film seperti itu? " tanya Rama tak habis pikir, karena ia tahu Nana takut melihat film horor.


"Aku tak sengaja"


Huft.. Rama menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.


"Sekarang pakai bajumu terlebih dahulu" perintah Rama.

__ADS_1


"Tapi aku mau kerumah sakit" Nana masih tetap pada pendiriannya.


"Hanya dengan handuk" Rama melihat penampilan sang istri.


"Baiklah" akhirnya Nana bersabar dulu untuk kerumah sakit.


Lalu Nana melangkah ke walk in closet untuk mengambil pakaian ganti sekaligus berganti disana. Ia ingin cepat ke rumah sakit untuk memastikan keadaannya.


"Ayo kita kerumah sakit" ajak Nana lagi setelah selesai memakai baju.


"Apa ada yang sakit?" tanya Rama yang dijawab dengan gelengan kepala oleh wanitanya. "kau hanya terbawa cerita film, apa yang akan kau keluhkan jika kita kesana" jelas Rama. Nana tampak berpikir.


"Tapi aku.... "


"Lebih baik sekarang kau tenangkan dirimu dulu, ayo duduk" Rama membawa istrinya duduk disofa yang ada dikamar mereka.


Nana masih terlihat pucat, ia merasa tidak puas dengan sikap suaminya.


"Aku mau ke dokter, aku nemang tidak sakit tapi aku ingin memeriksa keadaanku"


"Baiklah kita tidak perlu ke rumah sakit, aku akan memanggil dokter kemari"


Nana mengangguk, sekarang dia sudah merasa lebih tenang.


Nana menggeleng. "Aku tidak yakin tapi........ ada yang bergerak di perutku, aku terkejut lalu teringat akan film yang aku tonton tadi, aku jadi takut" jelas Nana sambil memegang perutnya.


"Kau sudah makan" tanya Rama.


"Aku sudah makan buah"


"Apa sekarang perutmu bergerak lagi? "


"Sepertinya tidak, tapi aku takut akan bergerak lagi"


Rama menatap wajah sang istri. Lalu memeluknya. "Tenanglah, semua akan baik baik saja"


Setengah jam berlalu. Dokter pun sudah datang.


Lalu dokter memeriksa Nana.


"Bagaimana dokter, apa yang terjadi pada istriku?" tanya Rama setelah dokter memeriksa istrinya.


"Tidak apa - apa, istri anda hanya terkejut, istri anda sehat dan kandungannya juga tidak apa - apa, tidak ada yang perlu dikhawatirkan" penjelasan dokter membuat Rama membulatkan kedua bola matanya.


"Kandungan?" Tanya Rama bingung sekaligus terkejut.

__ADS_1


"Ya, istri anda hamil, apa anda tidak tahu kalau istri anda hamil"


Melihat wajah Rama yang shock dan kebingungan dokter sudah memastikan kalau pasanagn suami istri itu tidak ada yang menyadari keberadaan bayi dalam kandungan istrinya.


"Lebih baik anda membawa istri anda ke dokter kandungan"


"Baiklah, terima kasih dokter" ucap Rama datar, ia tidak tahu harus bersikap bagaimana, ia terkejut dan bahagia sekaligus.


Setelah mengantar kepergian dokter, Rama kembali masuk ke dalam kamar mereka. Rama melihat istrinya masih berbaring si atas ranjang. Rama menghampiri sang istri lalu duduk di sampingnya.


Tiba - tiba Rama mengecup kening Istrinya penuh kasih.


Pikiran Nana sudah negatif. Matanya sudah berkaca- kaca ia merasa takut untuk mendengar penjelasan suaminya.


"Apa aku sakit? " tanya Nana dengan suara yang bergetar. Rama masih diam sambil menatapnya dengan tatapan yang tak bisa ia artikan "Apa sangat parah?" tanyanya lagi. Namun Rama masih belum menjawabnya.


Rama mengelus punggung tangannya, lalu mengangkat kaos yang dipakainya. Rama mengelus perut istrinya yang memang buncit.


Kenapa papi tidak menyadari keberadaanmu sayang.


ucap Rama dalam hati sambil mengelus perut istrinya bahagia, lalu ia menitikkan air mata tanpa ia sadari.


Nama menyadari suaminya terisak. Nana ikutan terisak karean ia pikir ia sakit parah.


Tangisnya semakin keras membuat Rama yang tadi bahagia dan terharu menjadi bingung. Apa yang terjadi pada istrinya batin Rama.


"Kenapa? Apa ada yang sakit? Mana yang sakit sayang? " tanya Rama sembari menghujani wanitanya dengan banyak ciuman.


"Apa aku akan mati?" balas Nana dengan pertanyaan, ia mengabaikan pertanyaan suaminya.


"Hah? " Rama terkejut. Lalu tertawa bahagia. "Kau berpikir kalau kau sakit" tanya Rama kemudian.


Nana pun mengangguk dengan air mata yang membasahi pipinya.


Rama kembali menciumi wajah sang istri. "Kau tidak sakit sayang, tapi disini.... " Rama menyentuh perut sang istri. "Ada bayi kita" kata Rama dengan binar Kebahagiaan.


Nana diam terpaku, ia butuh waktu untuk mencerna perkataan sang suami.


"Itu artinya, aku hamil" ucapnya dengan suara yang bergetar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yuk mampir ke novel teman author


__ADS_1


__ADS_2