Aku Kekasih Suamiku

Aku Kekasih Suamiku
Bab 41 Salah putar


__ADS_3

"Aku sakit" pesan yang dibaca Nana, siapa lagi pengirimnya kalau bukan Rama.


"Ah manja sekali, kenapa tidak ke dokter" ucap Nana malas. Dulu Rama tidak mau berdekatan dengannya ketika sakit, bahkan Rama memilih untuk pindah kamar dari pada dirawat olehnya, bahkan sampai menginap dirumah mama Silvi. "Tapi sekarang malah memanggilku, tidak ada siapa - siapa di rumahnya, ia sendirian. ah.... sangat menyebalkan"


Dengan langkah gontai ia keluar rumah dengan sepeda motornya untuk membeli bubur dan obat penurun panas, dia berpikir Rama pasti demam.


Setelah mendapatkan apa yang ia cari Nana segera meluncur kerumah Rama. Ia membuka pintu pagar lalu memarkirkan sepedanya.


Setelah itu mengetuk pintu, tak ada sahutan dari dalam. Nana mencoba untuk membuka pintu yang ternyata tidak terkunci, melangkah masuk kedalam lalu menutup pintu kembali.


Nana mencari sosok yang mengiriminya pesan, namun yang dicari tak kunjung terlihat. Melangkah ke arah dapur lalu meletakkan bungkusan yang ia bawa, lalu mengambil piring untuk bubur yang ia beli tadi.


Menatap kamar Rama sejenak, ia merasa ragu untuk masuk, namun tak ada pilihan lain.


"Mas..... aku masuk ya.... " membuka pintu lalu masuk lebih kedalam. Terlihat Rama terbaring diatas ranjang dengan mata tertutup. Nana melangkah mendekat, berhenti tepat di sampingnya.


"Mas..... " panggilnya namun Rama tak membuka matanya mungkin Rama benar tertidur.


Nana meletakkan bubur dan obatnya diatas nakas, ia juga membawa minuman untuk Rama minum obat.


Nana mengulurkan tangannya untuk menyentuh kening Rama. Panas.


"Mas.... bangun dulu" menggerakkan sedikit tubuh Rama. Namun Rama masih setia dalam tidurnya.


Ia menatap Rama sebentar, lalu duduk di tepi ranjang, sedikit mendekatkan waiahnya.


Deg


Seketika Rama membuka matanya membuat Nana terkejut spontan ia menarik tubuhnya, namun tiba - tiba Rama menarik tengkuknya, Rama juga mengangkat kepalanya untuk meraih bibir yang sangat ia rindukan itu.


Sebenarnya Rama sudah terbangun sejak pintu kamarnya terbuka. Ia berpura - pura tidur sampai ia merasa pergerakan di atas ranjangnya. Ingatannya menerawang jauh saat Nana duduk di tepi ranjang, bayangan kegiatan panas mereka dulu berputar di otaknya. Meskipun sakit otaknya masih bisa mesum.


Saat Nana mendekatinya ia merasa ada kesempatan untuk meluapkan rasa rindunya. Rama memberikan ******* kecil pada bibir yang membuatnya candu. Ia tidak mendapat penolakan dan juga tidak mendapat balasan. Beberapa detik kemudian Rama melepaskan pagutannya.


Nana yang terkejut tidak bisa berbuat apa - apa meskipun ia tak membalas tapi ia juga menikmati ciuman mantan suaminya.

__ADS_1


Eh.. bukankah ini salah. Mereka tidak dalam hubungan apapun. Aku rindu ciuman ini.


Nana menjauh dari Rama, lalu beranjak berdiri, melangkahkan kakinya untuk keluar darai kamar itu ia tak mampu untuk menatap laki - laki yang saat ini sedang menatapnya.


"Jangan pergi.... Maaf.... " cegah Rama membuat langkah Nana terhenti.


Nana masih diam terpaku, untuk berbakik pun rasanya berat. Ia melangkah kembali dan memegang gagang pintu namun pintu itu belum terbuka Rama menghentikannya kembali dengan ucapannya.


"Tolong suapi aku, aku belum makan, kau membawa makanan kan? " pintanya pada wanita yang hendak pergi dari kamarnya karena perbuatannya.


Nana menghembusakan nafasnya berat lalu berbalik melihat ke arah Rama yang terlihat pucat.


Tadi saat menciumku sepertinya tidak sakit, kenapa sekarang sakit lagi.


Ia melangkah kembali mendekat ke arah Rama. Tanpa bicara ia duduk ditepi ranjang lalu mengambil bubur diatas nakas. Menatap laki - laki yang terlihat lemah itu lalu menyuapinya bubur yang ia beli sebelum kerumah Rama.


Beberapa menit kemudian bubur yang ada ditangannya hanya tinggal piringnya saja.


Sakit tapi selera makannya masih bagus ya, sampai buburnya habis tak bersisa.


Rama merasa tertampar hatinya, dulu ia tak mau dirawat Nana saat sakit bahkan ia mengatakannnya secara langsung.


Setelah minum obat Rama berbaring kembali ke atas ranjang.


"Bolehkah aku memelukmu sebentar saja" pintanya setelah merebahkan tubuhnya, Nana menarik selimutnya sampai diatas perut.


"Kita sudah bercerai" ucap Nana datar. Setelah ciuman tadi ia ingin segera pergi dari sana.


"Hanya sebentar, jika sakit mama selalu memelukku dan saat uni aku tidak bisa memintanya untuk memelukku" bohong Rama, ia hanya mencari kesempatan. Padahal jika sakit ia tidak pernah meminta mama Silvi untuk memeluknya.


Nana nampak berpikir, ia ragu untuk melakukannya.


Haruskah aku memeluknya, kalau aku menolak kenapa aku merasa kasihan ya.


"Baiklah, sini aku peluk" akhirnya Nana menyetujuinya. Lalu merentangkan kedua tangannya pada Rama.

__ADS_1


Rama hanya menatap uluran tangan mantan istrinya. " Aku sakit, aku tidak bisa memelukmu, berbaringlah agar aku bisa memelukmu"


"Tidak. Kau mau ambil kesempatan ya, otakmu itu mesum sekali, aku mau pulang saja" ketus Nana.


"Aku sedang sakit apa yang bisa aku lakukan padamu, tubuhku lemas, kepalaku pusing" ucap Rama sambil memegang kepalanya.


Sepertinya dia lupa sudah menciumku.


Terpaksa Nana mengiyakan pernintaan Rama, entahlah kenapa ia begitu mudah menerima permintaan Rama.


Nana naik ke atas ranjang lalu berbaring disamping laki - laki yang masih kelihatan tampan dengann wajah pucatnya.


Seperti si vampir Edward saja.


Ia hendak memeluk Rama namun laki - laki itu memeluknya terlebuh dahulu dengan tubuh Nana menghadap ke arahnya.


Mereka saling bertatapan. Rama mendekatkan wajahnya mencium kening Nana lalu mengecup benda kenyal dihadapannya sekilas.


Cup


Tangannya semakin erat memeluk Nana. Tak lama tangan yang tadinya hanya memeluk sekarang berjalan kemana - mana. Nana yang merasa geli menghentikan tangan Rama.


"Jangan melebihi batas atau aku akan pergi saat ini juga" tegas Nana membuat tangan pria itu berhenti.


"Maaf... aku lepas kendali" ucapnya padahal ia hanya mencoba siapa tahu wanitanya mau menerima sentuhannya. Mereka masih berpelukan, Nana juga merasa nyaman dengan pelukan mantan suaminya itu membuatnya ikut terlelap. Akhirnya mereka tidur bersama di atas satu ranjang.


Tak lama Nana terbangun, mencoba untuk menggerakkan tubuhnya karena merasa sesak nafas dengan tangan yang melingkar erat ditubuhnya. Nana bangkit dari tidurnya karena panggilan alam. Ia melangkah ke kamar mandi yang ada di kamar itu.


Setelah menuntaskan panggilan alamnya Nana mencuci tangannya terlebih dahulu, tapi ia salah memutar kran air sehingga yang ia buka adalah shower yang ada diatas kepalanya. Membuat tubuhnya basah, bajunya basah.


"Ah..... aku salah putar, bagaimana ini, basah semua" tidak mungkin ia keluar dari rumah Rama dalam keadaan basah, apa kata orang nanti, yang pasti itu tidak akan baik.


Padahal rencananya ia akan segera pergi setelah dari kamar mandi. Terpaksa ia membuka pakaiannya lalu memakai bathroobe yang ada di kamar mandi itu.


Nana melangkah keluar dari dalam kamar mandi. Samar ia seperti mendengar orang berbicara.

__ADS_1


__ADS_2