
"Maafkan mama sayang" mama Silvi berucap dengan tatapan sendu menatap ke arah Rama, terlihat sorot penyesalan dari kedua matanya. beralih menatap Arabella.
Meskipun ini adalah pertemuan pertamanya dengan Arabella, mama Silvi tahu dia wanita yang baik. Rama tidak pernah membawanya kerumah untuk memperkenalkannya.
"Maafkan tante sayang, waktu itu tante yang memaksa Rama untuk menikahi putri dari sahabat mama, mama memohon padanya yang akhirnya membuat Rama setuju. Maafkan tante sayang" mama ikut menangis, ia tidak mengira perbuatannya dulu yang tujuannya untuk membalas budi pada kedua sahabatnya akan berakibat seperti ini. Menghancurkan hati tiga orang sekaligus.
Papa memegang pundak mama untuk memberi ketenangan pada istrinya itu. Semua sudah terjadi tidak ada yang perlu disesali lagi.
Semuanya tidak luput dari kehendak yang Maha kuasa.
Dari tadi para orangtua hanya mendengarkan kedua anaknya berbicara. Sebelum mama Silvi membuka suara.
"Kami minta maaf atas kelakuan putra kami, seharusnya pertemuan yang akan mengikat dua keluarga malah seperti ini, saya sungguh meminta maaf tuan dan nyonya Sudrajat" ucap papa tulus, dia akan menerima apa yang akan dilakukan keluarga Arabella karena kesalahan memang di pihak putranya yang tidak bisa tegas.
Menghela nafas berat. "Saya juga tidak bisa melakukan apapun jika mereka berdua sudah memutuskan, tidak semua hal bisa dipaksakan" jawab tuan Sudrajad bijak, bukannya ia tidak ingin membela putrinya namun untuk apa suatu hubungan itu dipaksakan jika memang sudah tidak sehati, itu hanya akan membuat kita menderita, dan ia tidak mau kehidupan rumah tangga putrinya hancur. " Semua itu sudah ditetapkan termasuk tentang jodoh, sejauh apapaun melangkah jika memang tidak berjodoh pasti akan ada saja halangannya" lanjut tuan Sudrajad membuat keluarga Rama tenang mendengar ucapannya.
Papa Yusuf sudah was - was keluarga Arabella tidak bisa menerima kenyataan karena telah membuat putrinya menangis dan pastinya terluka. Orang tua mana yang tega melihat putrinya dicampakkan. Mereka keluarga yang baik, tidak semua orang bisa menerima dengan hati yang terbuka.
"Ara putriku, ikhlaslah, luaskan hatimu, insyaAllah kau akan mendapatkan kebahagiaan jauh lebih baik dari apa yang kau bayangkan" nasehat ayah Ara sungguh menyejukkan hati.
Arabella mengangguk dalam tangisannya. Dia akan mencoba untuk ikhlas meskipun akan sangat sulit.
*
*
Kembali ke Rama.
Setelah lama melamun, Rama meninggalkan tempat makan itu dan keluar dari mall menuju mobil yang disewanya. Segera ia menghubungi pak Jo agar menemuinya. Rama menyuruhnya untuk datang ke hotel tempatnya menginap.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Rama sampai di hotel tempatnya menginap untuk beberapa hari ke depan. Pak Jo sudah menunggunya di loby. Setelah mendapat isyarat dari Rama, pak Jo mengikutinya berjalan menuju kamar yang sudah dipesannya. Mereka memasuki kamar itu.
"Tugasmu yang baru, carikan toko dekat tempat Nana bekerja, jika tidak ada yang kosong, paksa mereka untuk menjual beserta isinya, harga tidak menjadi masalah" titah Rama setelah menyuruh pak Jo untuk duduk.
"Usaha apa yang bos inginkan? " tanya pak Jo, bos barunya ini benar - benar niat untuk mengejar wanita batinnya. Pak Jo adalah kenalan asisten Dimas. Ia pernah menggunakan jasanya untuk tugas yang berbeda, dan karena sudah tahu sepak terjangnya Dimas menggunakan jasanya lagi.
"Terserah, yang penting aku bisa melihatnya setiap saat" jawab Rama.
Pak Jo yang sudah mengerti siapa yang dimaksud Rama segera melaksanakan tugas yang diberikan laki - laki yang saat ini menjadi bosnya itu.
"Baiklah bos" Pak Jo segera meninggalkan kamar yang ditempati Rama untuk segera melaksanakan tugas barunya yang kelihatannya mudah namun sepertinya sulit karena waktu yang diberikan Rama hanya dua hari.
*
*
Dua hari kemudian. Rama dengan penuh semangat mengemudikan mobilnya menuju toko yang sudah didapatkan pak Jo dengan harga yang fanstastis. Tapi itu tidak akan membuatnya miskin.
Ia sudah menganggap mantan istrinya sebagai wanitanya, karena ia memutuskan untuk mengejar cinta mantan istrinya itu. Setelah ia mengakhiri hubungannya dengan wanita yang pernah menjadi kekasihnya, Arabella. Ia tidak mau menyesal untuk yang kedua kalinya. Rujuk dengan Nana itulah keinginan terbesarnya saat ini.
Papanya sudah bersedia untuk menggantikannya di perusahaan selama Rama mengejar wanitanya, namun tidak boleh lebih dari tiga bulan dan kalau bisa harus lebih cepat dari itu. Dimas tidak ikut dengannya karena harus menghandle perusahaan membantu papanya.
Mama Silvi sudah memberinya restu, bukankah doa orangtua sangat manjur, dengan mengantongi doa orangtua dan usaha keras ia pasti bisa mendapatkan wanitanya kembali.
"Ini tuan toko yang anda inginkan" kata Pak Jo sambil membuka pintu toko, menariknya ke atas membuat isi toko terlihat dengan jelas, hanya terhalang pintu kaca.
"Boneka" ucap Rama kaget. Toko yang dibeli pak Jo dengan uangnya ternyata toko mainan.
Rama mendengus kecil, Dia sekarang pemilik toko mainan yang berisi banyak sekali boneka. Apa tidak salah seorang Ceo harus menjaga toko mainan meskipun ia adalah pemiliknya.
__ADS_1
Mengerti dengan keterkejutan bosnya, Pak Jo berucap. " Hanya ini yang mau menjual tokonya bos, karena disini merupakan tempat yang sangat strategis, dan tidak ada toko yang akan bangkrut untuk waktu dekat, jadi sedikit susah untuk mendapatkannya bos" Pak Jo menjelaskan.
Menghembuskan nafasnya pelan "Mau bagaimana lagi, buka tokonya!" perintah Rama yang langsung dibuka oleh pak Jo.
Rama melangkah masuk diikuti pak Jo. "Berapa karyawan yang bekerja disini? " tanya Rama.
"Delapan orang bos"
"Apa semuanya wanita?" tanyanya lagi.
"Ya bos" jawabnya singkat.
"Mulai hari ini kau bekerja disini sebagai asistenku"
"Baik bos"
Ini masih pagi biasanya toko akan buka jam delapan, tapi khusus hari ini toko akan buka lebih pagi. Melihat keadaan toko, Rama sedikit tersenyum. Membayangkan dia punya putra dan putri yang berlarian dan bermain ditoko yang sekarang menjadi miliknya, tiba - tiba tatapannya sendu mengingat apa yang telah ia lakukan. Ia sempat tidak ingin memiliki keturunan dari istrinya.
Para karyawan mulai datang, mereka langsung melaksanakan tugas paginya, setelah absen mereka mengambil sapu untuk menyapu dan setelahnya mengepel lantai, yang lain juga sudah membersihkan mainan agar bersih dari debu dan menata mainan agar tampak rapi kembali.
Pak Jo memperkenalkan Rama sebagai pemilik baru toko itu.
"Tuan Rama yang berada dihadapan kalian adalah pemilik toko yang baru"
Rama menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan asisten barunya itu.
"Saya sebagai pemilik toko saat ini berharap kerja samanya, semoga kita bisa bekerja dengan baik kedepannya" ucap Rama merendah. Tidak akan ada yang menyangka kalau dia Ceo dari perusahaan besar.
"Baik bos" jawab mereka serempak.
__ADS_1
Mereka terlihat senang dengan bos baru mereka yang tampan, tinggi dan jangan lupakan pesonanya yang mampu menggetarkan hati.
"Saya sudah menikah, tapi istri saya pergi karena kesalahan saya, dan sekarang saya berada disini karena ingin membawanya kembali, mohon doanya" ucap Rama tidak ingin membuat karyawannya berpikir ia single. Ia sangat hafal dengan tatapan memuja dari kaum wanita, karena ini bukan pertama kalinya terjadi padanya.