Aku Kekasih Suamiku

Aku Kekasih Suamiku
Bab 20 Dia istriku


__ADS_3

Malam ini Rama akan pulang kerumah orangtuanya. Rumah masa kecilnya bersama kedua orangtuanya. Papanya selalu sibuk, namum ia tidak pernah kesepian ataupun kekurangan kasih sayang karena ada mamanya yang selalu menemaninya.


Mama Silvi tidak pernah melewatkan waktu untuk mengantar jemputnya sekolah padahal mereka berasal dari keluarga yang cukup terpandang. Dia masih mengingat perkataan mamanya dulu. 'Dia anakku bukan anak sopir'. Baginya mamanya adalah wonder woman.


"Kalau dia memang harus tahu, biarlah dia tahu, jangan menyembunyikannya lagi, dia tetap milikmu tidak akan ada yang mengambilnya darimu"


Rama menghentikan langkahnya mendengar perkataan papanya. Kedua orangtuanya berada ditamann belakang. Rama melangkahkan kaki kesana setelah salah saatu pembantu disana memberitahunya.


Deg


Apa yang mereka sembunyikan. Apa yang akan diambil? Siapa?


"Apa ini sudah waktunya? " tanya Mama sudah siap dengan segala konsekuensinya. Dia harus ikhlas.


Papa memegang tangan mama, berusaha untuk memberikan ketenangan. Mereka saling menatap memberikan dukungan batin lebih tepatnya.


"Apa yang kalian sembunyikan? " ucap Rama dari arah belakang mereka. Mama Silvi sudah tidak bisa menghindar lagi. Memberikan senyum tulusnya pada putranya itu.


"Kemarilah... " panggil mama Silvi. Rama pun mendekat dan duduk disamping mamanya. "Kau sudah besar dan sudah bisa mengambil keputusan sendiri, rasanya baru kemarin mama menimangmu, kau sudah sebesar ini" ucap mama terkekeh pelan. Mama berusaha untuk mencairkan suasana seblum ia menceritakan kejadian yang sebenarnya.


"Seorang wanita kampung yang mungkin saat ini bisa di bilang sangat beruntung dan bahagia. Namun ada kisah dibalik itu semua. Wanita itu menikah dengan pria yang tidak mencintainya, dan wanita itupun juga tidak mencintainya" mama memulai ceritanya.


"Entah bagaimana pernikahan tanpa cinta itu terjadi, yang pasti mereka sudah menikah saat ini dan bahagia bersama keluarga kecil mereka" mama tertunduk, menghela nafas pelan sebelum melanjutkan kembali ceritanya. Menatap Rama kembali.


"Namun di awal pernikahan suaminya selalu menyuruhnya minum vitamin dalam waktu yang lama alasannya untuk kesehatan, tapi ternyata itu bukan vitamin melainkan obat penunda kehamilan, mungkin karena belum ada cinta di hati sang suami jadi dia tidak mau istrinya mengandung benihnya"


"Dan si wanita itu percaya suatu mitos jika mengkonsumsi obat itu maka dia akan lama untuk hamil bahkan bisa sampai tidak punya anak, mungkin karena ketakutan terhadap mitos dan juga bercampur rasa kecewa pada sang suami. Wanita itu tidak bisa hamil, dia tidak bisa mengandung apalagi melahirkan" mama sudah terisak. Rama masih setia mendengarkan mamanya, namun ada rasa yang membuatnya tak nyaman.


"Dan wanita itu adalah mama yang saat ini berada di sampingmu" lanjut mama lalu tertunduk kembali setelah mengucapkannya. ia tak mampu untuk melihat kebencian dari tatapan putranya.


Deg


"Maksud mama? " tanyanya terbata....


"Ya, yang kau pikirkan itu benar, mama bukan wanita yang melahirkanmu, mama hanya wanita yang merawatmu"


Matanya berkaca - kaca. "Lalu siapa orangtuaku jika aku bukan anak kalian" tanya Rama.


Sungguh kenyataan ini membuat Rama terpukul. Orang tua yang begitu menyayanginya bukanlah orangtua kandungnya.

__ADS_1


"Kamu anak papa, hanya mama Silvi yang tidak melahirkanmu,, kamu terlahir dari benih unggul papa" sambung papa. disaat seperti ini papa masih bisa bersikap sombong.


Rama mengalihkan tatapannya pada laki - laki yang sebenarnya mirip dengannya, jadi pasti dia adalah anaknya.


Mengerti dengan kebingungan anaknya, papa berucap kembali. " Ibumu meninggal saat kau lahir, dan makam yang biasa kau kunjungi adalah makam ibumu" jelas papa.


"Maaf, mama merahasiakan semua ini, mama terlalu serakah untuk memilikimu" ucap mama Silvi sembari terisak.


Rama merasa bingung dengan kenyataan ini, bagaimanapun mama Silvi menyayanginya tanpa syarat, tidak akan ada yang tahu kalau mereka bukanlah anak dan ibu kandung.


"Mama akan terima jika kamu membenci mama"


Rama berdiri dari duduknya lalu duduk dibawah kaki mama yang selama ini merawatnya.


"Rama terkejut dengan kenyataan ini, tapi mama menyayangi Rama seperti anak sendiri, terima kasih ma, sudah menjadi mama yang terbaik buat Rama"


"Kamu tidak marah?"


Rama menggelengkan kepalanya, untuk apa dia marah, dia bukan remaja lagi yang tidak bisa memerima kenyataan.


"Mama minta maaf, karena mama memaksamu menikahi Nana, maaf seharusnya mama sadar mama bukan yang melahirkanmu"


"Jangan katakan itu lagi ma, mama tetap mama Rama meskipun bukan yang melahirkan Rama"


Papa yang melihat adegan di depannya juga terharu, ia sangat menyayangi mereka berdua, meskipun dia pernah melakukan kesalahan dengan menyiakan wanita yang sedang dipeluk oleh putranya itu.


Mama sudah lebih tenang. Menatap putranya kembali.


"Dan mungkin Nana akan bernasib sama dengan mama, tapi mama berdoa semoga dia bisa mengandung di masa depan" ucap mama lagi membuat Rama terdiam mencoba untuk mencerna ucapan mamanya.


"Nana mencintaimu, tidak mudah baginya untuk melepasmu. Bolehkah mama meminta sesuatu lagi"


Rama nampak berpikir, apa yang akan diminta mamanya, apa mamanya akan menyuruhnya rujuk. Setelah itu Rama menganggukkan kepalanya.


"Jangan pernah lagi muncul dihadapannya, jauhi dia, itu akan lebih baik untuknya"


Deg


Rama tidak menyangka itu adalah permintaan mamanya. Entah kenapa ada rasa tidak suka di hatinya. Sebenarnya apa yang Rama harapkan.

__ADS_1


Tiba - tiba tatapannya berubah sendu. "Baiklah"


*


*


Seorang wanita duduk termenung sendirian, tatapannya jauh.


"Ternyata rindu itu berat, apa kabarmu mas, apa kau memikirkanku. Hah apa yang aku pikirkan, mana mungkin dia memikirkanku, dia pasti sibuk dengan wanita yang dicintainya itu" gumam Nana lirih.


"Apa dia akan menikah? Aku berharap kau selalu bahagia mas"


*


*


Disisi lain.


Rama menatap sendu ponselnya, seorang wanita dengan seragam kerjanya yang terlihat cantik. Ya Rama melihat video Nana sedang bekerja dan sedang duduk melamun yang dikirim anak buahnya.


Meskipun mamanya meminta untuk tidak menemui Nana, ia tetap menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Nana.


*


*


Sudah seminggu ini dia mengabaikan kekasihnya. Dia ingin menenangkan hatinya terlebih dahulu.


.


Tiba - tiba ada yang masuk keruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Rama sudah merasa biasa melihat sahabatnya masuk begitu saja. Damar memasuki ruangannya dengan wajah tidak ramah.


"Selama ini aku diam karena aku menghargaimu. Kenapa kau harus menjadi pria brengsek? Tentukan pilihanmu, jangan mengabaikannya atau lepaskan saja" ucap Damar dengan suara tinggi.


"Ternyata kau mengetahuinya, tidak ada yang bisa aku sembunyikan darimu" jawab Rama santai, tatapan mata Damar tidak bersahabat, sahabatnya itu marah padanya.


"Kau selingkuh? apa wanita itu memberikan tubuhnya padamu" teriak Damar.


"Dia wanita yang baik" bela Rama.

__ADS_1


"Dengan memberikan tubuhnya padamu" sergah Damar.


"Dia istriku" jawab Rama tegas


__ADS_2