Aku Kekasih Suamiku

Aku Kekasih Suamiku
Bab 12 Melakukannya lagi


__ADS_3

Pasangan suami istri itu masih mengukir senyum di bibir mereka, meskipun ini bukan pertama kalinya bagi mereka, entah kenapa kali ini memberikan kesan yang berbeda untuk keduanya.


Rama mengusap keringat di kening wanita yang masih berada dakam dekapannya, mengecup keningnya cukup lama, memeluknya lebih erat lagi.


Selama menikah ini pertama kalinya suamiku bersikap manis, ya Allah jika memang kami masih berjodoh jauhkan pernikahan kami dari perceraian itu, bukankah Engkau membenci perceraian.


Nana semakin mengeratkan pelukannya sembari berdoa. Dia sangat menyukai pelukan hangat suaminya.


"Mau ke taman? " Tanya Rama melonggarkan pelukannya.


"Biarkan seperti ini dulu" Jawab Nana, aku takut kemesraan ini adalah yang terakhir kalinya, aku ingin merasakan kehangatan ini lebih lama lanjutnya dalam hati.


Rama membiarkan istrinya semakin memeluknya erat, ia suka keagresifan istrinya itu. "Kau ingin lagi?" tanya Rama berbisik di telinga Nana.


"Ck... Aku hanya suka sikap manismu" yang baru kali ini aku merasakannya batin Nana.


"Baiklah aku akan selalu bersikap manis padamu"seru Rama


"Benarkah?"tanya Nana tidak percaya.


Apa itu artinya kita akan gagal bercerai.


"Hemmm.... "


"Ayo kita olahraga, aku mau kita memakai baju pasangan" ujar Nana penuh semangat.


Setelah itu mereka bergegas ke kamar mandi, mereka mandi bersama untuk mempersingkat waktu, namun bukannya cepat malah sebaliknya.


Meskipun mereka tidak melakukannya lagi tapi Rama selalu menggodanya, membuatnya malu - malu senang.


Akhirnya mereka keluar dari dalam kamar mandi, Nana mengambil bajunya kembali yang tergeletak diatas ranjang sebagian juga ada yang dibawah, lalu membawanya ke kamar yang selama ini ditempati Nana.


"Ganti disini saja" ucap Rama santai.


"Kau menyebalkan" Jawab Nana dengan kesal, sembari menutup pintu kamar kembali. Rama tiada henti menggodanya.


Apa dia tidak tahu kalau aku malu setengah hidup, karena aku belum mati.


Setelah siap mereka keluar dari dalam kamar masing - masing secara bersamaan.


"Ayo sayang" Seru Rama sembari memeluk wanitanya dengan mesra. Tentu saja Nana tidak menyiakan kesempatan itu, bukankah ini yang ia inginkan, menjadi kekasih yang dicintai Rama meskipun hanya satu bulan.


Nana membalasnya dengan tersenyum lembut.


"Apa kau sudah meminum vitamin yang aku berikan" Tanya Rama lagi.


"Ya aku sudah meminumnya, agar tubuhku tidak terlalu lelah setelah melakukannya, ya kan" Jawab Nana polos yang seketika membuat hati Rama tercubit.

__ADS_1


Menatap wanita yang tersenyum tulus ke arahnya, Rama membalas senyuman itu dengan pikiran yang membuatnya merasa bersalah.


*


*


"Dari tadi kenapa kita hanya berfoto" Tanya Rama merasa kesal. Pasalnya mereka belum berlari mengirari taman, mereka hanya berfoto ketika ada view yang bagus.


Dari tadi Nana hanya berselfi ria, bukankah mereka ke taman untuk olahraga apalagi sudah lengkap dengan outfit copule.


"Ayolah, kita belum pernah melakukannya, kita selfi sebanyak mungkin" Jawab Nana yang masih memaksa Rama untuk berpose. "Lagian kita tadi kan sudah olahraga" Bisiknya ke telinga Rama.


"Nakal... " Rama menggelitik pinggang kekasihnya itu, Nana berusaha untuk melepaskan diri, akhirnya terjadilah kejar mengejar.


"Aku menyerah.... " Seru Nana sembari mengangkat tangannya. Dia sudah kelelahan. Rama tak menghiraukannya, lalu menangkap Nana.


"Kena kau.... " teriak Rama.


"Aaaaa........ " Nafas Nana ngos - ngosan. " Aku lelah"


Rama mengangkat tubuh Nana lalu membawanya ke dalam gendongannya.


"Auuuwwww.... " Nana menatap wajah Rama yang hanya berjarak beberapa centi.


"Apa aku tampan?" tanya Rama tanpa menatap ke arah mata Nana.


"Aku akan menghabisimu"


"Ampun..... Ampun.... " Teriak Nana.


Dari kejauhan dua orang dari tempat yang berbeda memperhatikan kemesraan pasangan kekasih yang sedang dimabuk cinta itu. Yang satu menatapnya dengan perasaan yang entahlah, dan yang satu lagi menatap dengan senyum yang mengerikan.


*


*


"Enak kan... ? " Tanya Nana yang melihat Rama makan dengan lahap. Nana membawanya sarapan dipinggir jalan yang menjadi warung favoritnya ketika tinggal di apartemen. Dia harus tahu diri untuk menggunakan uang Rama, Meskipun jumlah uang yang ada di kartu atmnya tidak pernah berkurang.


"Ya enak sekali" Jawab Rama di sela kunyahannya.


"Nasi pecel lele ini adalah makanan kesukaanku"


"Sepertinya juga akan menjadi kesukaanku" Jawab Rama, baru kali ini ia makan nasi dalam porsi besar, mungkin karena kelaparan pikirnya.


Seharian ini mereka menghabiskan waktu bersama, mereka sudah seperti pasangan kekasih sungguhan.


"Aku akan pulang, mau ikut? "Tanya Rama sembari memeluk kekasihnya dari belakang.

__ADS_1


"Pulanglah, aku tidak apa - apa sendiri"


"Aku yang berat meninggalkanmu sendiri" sergah Rama.


"Apa kau sudah merasa merindukanku" tanya Nana membuang rasa gugupnya.


"Ya, aku merindukanmu, jadi ikut? "Rama menciumi daun telinganya, membuat Nana seperti tersengat aliran listrik.


"Jangan seperti ini, geli" Tanpa sadar Nana mendesah pelan, membuat hasrat Rama muncul ke permukaan. Akhirny mereka melakukannya lagi untuk kedua kalinya.


*


*


Drt drt.


Dering suara ponsel membuat Rama terbangun. Menatap kerah sampingnya. Nana masih tertidur pulas. Mengambil ponselnya, ada pesan dari sahabatnya.


Sejenak menatap wanita yang masih terlelap disampingnya. Tidak tega untuk membangunkan wanita yang tampak kelelahan itu.


Rama bangkit dari atas ranjang lalu menuju ke kamar mandi. Rama mengambil bajunya di lemari setelah keluar dari dalam kamar mandi.


Pakaian casual sudah melekat ditubuhnya, namun wanitanya tak kunjung bangun. Terpaksa Rama pergi tanpa berpamitan, dikecup keningnya dengan perasaan yang juga tidak Rama mengerti. Setelah itu Rama melangkah keluar menuju tempat yang sudah dikirim sahabatnya.


Tak lupa ia meletakkan makanan yang sudah ia pesan sebelum tadi masuk ke dalam kamar mandi.


Rama : [Sayang, ada makanan di atas meja, makanlah dan jangan lupa untuk meminum vitamin] begitulah isi pesan Rama.


*


*


Hari sudah sore ketika Nana membuka matanya. Melihat ke arah samping. Ia mendengus pelan.


"Seperti ini lagi" Lirihnya, matanya tiba - tiba berair hanya tadi pagi ia merasakan kemanisan Rama, sekarang apa yang selama ini dialaminya terjadi lagi. Rama selalu pergi tanpa membangunkannya. Meninggalkannya dalam keadaan polos, bahkan sewaktu pertama kali mereka melakukan hubungan suami istri. .


Menurunkan kakinya dari atas ranjang, berjalan menuju kamar mandi. Setelah itu Nana melaksanakan kewajibannya untuk menunaikan sholat ashar.


Nana memgambil ponselnya di atas nakas. Melihat apakah ada telepon ataupun pesan dari kekasih hatinya.


"Ternyata yang aku pikirkan salah,, dia tidak seburuk itu" Gumam Nana ketika melihat ponsel lalu membaca pesan yang dikirim kekasih hatinya. Wajahnya kembali ceria, lalu berjalan keluar kamar untuk mencari makanan yang disiapkan Rama, perutnya sudah terasa lapar.


Nana menghabiskannya hanya dalam beberapa menit. Makanannya sungguh enak.


cekrek


"Terima kasih suamiku? " Nana mengirim gambar ia tengah memakan makanannya

__ADS_1


__ADS_2