Aku Kekasih Suamiku

Aku Kekasih Suamiku
Bab 51 As you wish


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu bersama teman-temannya di Restoran tempat kerjanya dulu Nana langsung pulang kerumah. Ia akan menyiapkan makan malam untuk suaminya tersayang.


Nana masih berkutat di dapur, karena terlalu fokus sampai - sampai ia tidak tahu ada seseorang yang mendekat ke arahnya. Rama tepat berdiri dibelakangnya.


Hap


Tiba - tiba ia ia dikejutkan oleh kedua tangan yang melingkar di perutnya. Rama memeluknya dari belakang. ia hanya tersenyum tanpa menoleh, dari aromanya saja ia sudah tahu siapa yang memeluknya. Suami yang ditunggunya sudah pulang.


"Kau tidak terkejut, bagaimana kalau bukan aku yang memelukmu, hemmm.... "


"Tanpa menoleh pun, aku sudah hafal bau mas Rama" sahut Nana tersenyum lebar.


"Bau....???? " tanya Rama.


"Ya.... asem - asem gimana gitu" goda Nana padahal dia tahu suaminya tetap wangi meskipun pulang kerja.


"Mulai berani ya..... " Rama menggelitik perut Nana membuatnya terbahak.


Mereka tertawa bersama, dan berakhir dengan ciuman yang memabukkan, Rama yang memulainya lebih dahulu. Untung saja tadi Rama sempat mematikan kompor.


"Aku mau lanjut masak, mas Rama mandi dulu sana" ucap Nana dengan nafas yang masih memburu ketika Rama melepaskan tautan bibirnya.


Sebelum pergi Rama mengecup bibir itu lagi sekilas. "Kita lanjut nanti malam" bisiknya sensual ke telinga wanitanya membuat Nana tersipu malu. Wajahnya memerah, begitu saja sudah membuatnya panas dingin. Nana merasa suaminya yang sekarang lebih hot.


Lalu Rama pergi meninggalkan Nana yang kembali melanjutkan acara memasaknya.


"Duh.... hatiku berdebar, untung saja jantung ini buatan Allah, kalau buatan manusia mungkin salah satu murnya lepas karena terlalu mekar, seperti bunga saja bermekaran" gumam Nana lalu terkekeh pelan.


Setelah selesai menyelesaikan acara masaknya, Nana menyusul Rama ke dalam kamar. Rama sudah terlihat lebih segar dengan baju rumahan.


Saat melewati suaminya, Rama menarik pinggangnya lalu mengecup pipinya, berpelukan sejenak kemudian tanpa berkata lagi Nana melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi. Itu adalah kebiasan baru yang mereka lakukan jika berpapasan.


Tak lama Nana keluar dari dalam kamar mandi. Suaminya sudah tak terlihat lagi mungkin sudah menunggu diluar. Nana melangkah menuju walk in closet lalu mengambil baju rumahan dan memakainya. Setelah itu ia pun keluar dari dalam kamar untuk makan malam.


Benar saja suaminya sudah menunggunya di ruang tengah. Ia melanjutkan langkahnya menuju meja makan setelah Rama melihatnya, tanpa bersuara suaminya langsung menyusulnya ke meja makan.


Nana sudah menyiapkan semuanya di meja makan. Rama pun duduk dihadapan Nana. Seperti biasa Nana akan melayani suaminya, mengambilkan nasi dan lauk yang ia masak, setahun bersama ia sudah menghafal masakan kesuakaan suaminya itu.


Mereka makan dengan tenang, tidak ada obrolan selama makan. Setelah selesai mereka kembali duduk diruang tengah. Sebelumnya Nana membawa piring kotor ke dapur lalu mencucinya. Tidak ada yang membantunya karena mulai kemarin pembantunya mengajukan cuti karena saudaranya sakit. Setelah selesai Nana menyusul suaminya ke ruang tengah.

__ADS_1


"Kenapa melihatku seperti itu" tanya Rama melihat sang istri menatapnya aneh.


Sebenarnya Nana ingin bertanya soal hubungan Rama dan mama mertuanya namun ia ragu.


"Tanyakanlah! jangan menyimpannya sendiri, ntar malah kesambet setan" tanya Rama lagi melihat istrinya tak kunjung bicara.


Rama menarik hidung Nana gemas.


"Ihh.... kebiasaan deh" gerutunya cemberut.


"Kalau aku bertanya tentang masalah yang pribadi, apa boleh? " tanya Nana hati - hati. Dia takut pertanyaannya akan menyinggung perasaan sang suami.


"Akan aku pikirkan, kalau pertanyaanmu membuatku marah aku akan menghukummu" jawab Rama santai.


"Kok malah dihukum, aku lebih suka dikasih hadiah"


"Mana ada hukuman dikasih hadiah" elak Rama istrinya itu aneh - aneh saja. "Aku akan menjawab semua pertanyaanmu"


"Jangan tersinggung ya, ehmmm.... Mama Silvi bilang dia bukan...... "


"Ibu kandungku? " potong Rama cepat Sepertinya mamanya sudah mengatakan semuanya pada sang istri.


"Ya itu benar dan aku baru mengetahuinya setelah sekian tahun. Mama sangat menyayangiku, tidak ada sikap mama yang membuatku curiga kalau dia bukan wanita yang melahirkanku. Malah papa yang kemungkinan ayah tiriku malah ayah kandungku" ucap Rama sembari bercanda namun ada sedikit kesedihan dimatanya


"Kau tahu aku mengetahui kabar itu setelah perceraian kita. Mama sangat terluka setelah tahu tentang perceraian kita, ia merasa kecewa padaku dan akhirnya rahasia besar itu pun terbongkar" lanjutnya.


"Nasibku malang sekali waktu itu, sudah ditinggal istri. Rahasia besar yang lama tersimpan terbongkar begitu saja. Wanita yang kuanggap telah melahirkanku ternyata bukan ibu kandungku. Dan yang paling membuatku sedih waktu itu sudah membuatnya kecewa karena perceraian kita" ucap Rama sedih.


Cuit......


"Auuuu..... " Nana mencubit pinggang suaminya. Ucapan sedih Rama terdengar menyebalkan ditelinga Nana.


"Jangan sok sedih, waktu itu yang kau lakukan hanya menemani kekasihmu itu" ucapnya ketus padahal tadi Nana merasa kasian pada Rama tapi sekarang malah membuat suasana hatinya rusak.


"Hah.... kau membuatku bad mood saja, padahal tadi aku merasa bersimpati sekarang malah merusak suasana, aku tidur saja" ketus Nana lalu berdiri hendak melangkah pergi setelah mengucapkannya namun belum selangkah tangannya sudah ditarik sang suami membuatnya terjatuh dalam pangkuan suaminya.


Rama mengusap bibir sang istri yang mendadak manyun tak jelas, namun dalam hati Rama bersorak gembira, istrinya cemburu, itu artinya masih ada Rama di hatinya.


"Kau cemburu? " tanya Rama menatap ke dalam bola mata istrinya.

__ADS_1


"Hanya tidak suka saja" jawabnya masih ketus.


"Itu artinya cemburu"


"Biasa saja"


"Benarkah? kalau begitu aku akan menghubunginya"


"Berani kau melakukannya, aku tidak mau disentuh lagi"


Rama tertawa bahagia. "Menyentuh bagaimana?" bisiknya ditelinga wanita yang saat ini terdiam di pangkuannya. "Apa seperti ini? " Rama menyentuh dada istrinya lalu sedikit mere***nya sedikit. Membuat Nana mendesah lembut. "Apa yang ini? " Rama menyentuh bagian bawahnya.


"Kau menyukainya? " tanya Rama menatap wanitanya yang sudah bergairah. "Katakan kau menyukainya?" Lalu Rama menyentuhnya lagi.


"Aku menyukainya mas, aku ingin, sentuhlah aku" Nana sudah meracau di sela desahannya, tangan Rama tidak berhenti menyentuh area sensitifnya membuat Nana tak bisa lagi menahannya.


Apa yang telah aku katakan, kenapa mulut ini terlalu jujur, aku malu tapi mau, oh..... enak sekali.


"Tapi kau melarangku untuk menyentuhmu, aku tidak bisa melakukanya"


Lalu tanganmu sedang apa di dalam bajuku. Dan lihatlah pakaianku sudah terbuka. Aku sendiri malu melihat posisiku, sudah seperti wanita penggoda saja.


"Sentuhlah aku, aku menarik kata - kataku" ucap Nana mendayu, tubuhnya terasa panas ingin segera dimakan.


"As you wish baby" Lalu Rama ******* habis benda kenyal yang dari tadi dipenganya. "Katakan kalau kau ingin dipuaskan" bisiknya yang terdengar seperti perintah.


"Puaskan aku mas....." ucapnya terbata, Rama membuatnya melambung tinggi. Rama tersenyum senang bisa menguasai sang istri.


Rama melakukannya perlahan dan selembut mungkin ia ingin menikmati setiap jengkal tubuh sang istri. Kegiatan itu berlangsung lama sampai terdengar erangan kenikmatan dari mulut keduanya. Mereka melakukannya diruang tengah tepatnya di atas sofa dan juga dibawah sofa.


****


*******


Terima kasi sudah membaca.


Sambil menunggu bab selanjutnya yuk mampir ke novel author Ayi.... seru loh...


__ADS_1


__ADS_2