
Mama Silvi membawa Nana ke kamar hotel. Nana hanya menurut saja tanpa bertanya apapun. Saat pintu kamar terbuka, terlihat beberapa orang disana dan juga sebuah gaun pengantin yang sangat cantik yang terpajang indah pada sebuah manekin. Mama menyuruh Nana untuk duduk di depan meja rias. Nana langsung duduk di depan meja rias dengan perasaan bingung.
"Ini calon pengantinnya, silahkan lakukan pekerjaan kalian"
Deg
Seketika Nana menatap mama mertuanya seraya bertanya, 'Maksud mama? '
"Sayang malam ini adalah pesta pernikahan kalian. Setelah menikah Rama meminta bantuan mama untuk mempersiapkan pesta pernikahan setelah kalian kembali dari bulan madu, dia jahat sekali tidak mengijinkan mama datang saat akad kedua kalian, tapi mama bahagia kalian bersama"
Nana berkaca- kaca, sungguh ini kejutan yang luar biasa, pernikahan yang ia impikan sejak dulu. Pesta pernikahan seorang putri, namun ia mengubur semua itu saat ia tiba - tiba harus menikah dengan Rama.
"Makasih ma, Nana bahagia" ucap Nana terharu. Matanya sudah berkaca - kaca.
"Mama tahu putra mama pernah menyakitimu, percayalah dia sangat mencintaimu, meskipun dia bukan putra kandung mama tapi mama sangat menyayanginya, mama titip putra mama padamu"
"Mas Rama..... " seru Nana terjeda ia tak mampu untuk meneruskan pertanyaannya.
"Ya, Rama anak tiri mama, Rama anak dari istri pertama papa yang sudah meninggal, mama bahagia memiliki mereka"
"Nana akan menjaga putra mama dengan sangat baik" Nana menggenggam erat tangan mama Silvi.
*
*
Pasangan pengantin terlihat bahagia di atas pelaminan.
"Mas terima kasih" ucap Nana bahagia.
"Kau suka? " tanya Rama menatap intens ke arah wanita cantik disampingnya.
"Ya, sangat suka, ini pernikahan impianku" sahut Nana lagi.
"Maaf terlambat untuk mewujudkannya"
"Jangan terus meminta maaf, aku bosan mendengarnya, aku lebih suka kau mengajakku ke kamar" ucap Nana keceplosan lalu menutup mulutnya dengan satu tangannya.
Rama yang mendengarnya tersenyum nakal. "Kau sudah tak sabar, tunggulah beberapa jam lagi" bisiknya ke telinga wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
Dua orang yang berbeda jenis kelamin berjalan masuk ke dalam ballroom hotel.
__ADS_1
"Wauuuuww...... pernikahannya megah sekali, benarkah ini pernikahan Nana, dia beruntung sekali punya suami yang tajir melintir" ucap Kity pada Anton yang berada disebelahnya.
"Ya dia sangat beruntung" sahut Anton datar berbeda dengan wajah ceria Kiti.
"Seandainya aku juga dapat laki - laki tajir melintir, duda pun gak papa" ucap Kiti berkhayal tanpa memikirkan perasaan laki - laki disampingnya.
Mereka melangkah masuk lebih kedalam, terlihat sepasang pengantin di atas pelaminan, gurat kebahagiaan terpancar dari wajah keduanya.
"Nana.... " panggil Kity setelah mereka cukup dekat, ia berbaris dibelakang para tamu yang lain untuk mengucapkan selamat. "Selamat ya, semoga selalu bahagia, dan segera dapat momongan" ucapnya setelah mereka berhadapan.
"Makasih.... Mbak Kity, mas Anton kalian datang, bagaimana kalian bisa tahu kalau aku menikah" tanya Nana penasaran, bagaimanapun mereka hanya sekitar sebulan berteman, siapa yang mengundangnya pikir Nana.
"Jadi bukan kamu yang ngundang kita, wah jadi kecewa, kita tidak diharapkan" ucapnya berpura - pura sedih.
"Aku juga tidak tahu kalau akan ada pesta pernikahan, tiba - tiba aku dibawa ke hotel" jelas Nana.
"Wah, kau dapat pangeran berkuda putih" bisiknya ke telinga Nana. "O... ya datangkah ke restoran" ucapnya lagi setelah itubturun daribatas pelaminan karena masih banyak tanu yang lain dibelakangnya.
"Tentu"
Tidak banyak yang mereka obrolkan karena banyaknya tamu undangan yang mengantri dibelakang mereka.
"Pesta orang kaya beda ya, kenapa kau hanya diam saja, jangan bilang kau patah hati melihat Nana menikah, kau menyukainya? " ucap Kity sembari menatap Anton yang masih enggan untuk mengeluarkan suaranya. "Benar kau patah hati? " tanyanha lagi.
"Ck... Kau tahu aku menyukai siapa" sahutnya.
"Mana ku tahu, kau belum mengatakannya, kau membuat pusing saja, lebih baik kita nikmati hidangan lezat ini, duh perutku sudah tak tahan" sambil menyuapi makanan ke dalam mulutnya.
Seorang wanita menatap sedih pada pasangan pengantin itu, namun ia tidak membencinya, ia tulus mengucapkan selamat pada keduanya, meskipun tak mengucapkannya secara langsung.
Setelah lama menatap pasangan yang dipenuhi kebahagiaan itu, ia pergi meninggalkan Ballroom tempat diselenggarakannya pesta pernikahan itu. Ia melangkahkan kakinya keluar.
*
*
Di dalam kamar hotel.
"Kau lelah? " tanya Rama pada sang istri yang duduk di tepi ranjang.
"Ya, tapi aku bahagia, terimakasih" sahut Nana yang merasa bahagia dengan pesta pernikahan yang tak pernah ia bayangkan akan menjadi kenyataan. "Apa mas Rama yang mengundang mereka"
__ADS_1
"Ya, kau senang? "
"Bagaiamana mas tahu kalau mereka teman Nana" tanya Nana penasaran.
"Apa yang tidak ku ketahui tentang dirimu? " somong Rama.
"Ck, sombong sekali" Nana mencebik.
Mereka tidak melakukan kegiatan apapun setelah berada di dalam kamar karena kelelahan. Setelah membersihkan diri mereka melangkah ke alam mimpi.
*
Mereka kembali tinggal di rumah mereka yang dulu.
"Tidak ada yang berubah" lirihnya, Nana melangkah masuk ke dalam kamar setelah sampai dirumah mereka. Tidak ada perubahan disana, barang- barangnya masih tetap sama. Rama masih menyimpan barang - barangnya.
Rama menyusul istrinya ke kamar. Wanitanya sedang melamun di dekat jendela. Rama melangkah lebih dekat, memeluk wanitanya dari belakang lalu mencium telinga istrinya, membuat ******* kecil keluar dari mulutnya. Rama tidak membuang kesempatan yang ada, dia langsung menciumi sang istri. Lalu terjadilah hubungan itu.
*
*
.
Sesuai janjinya dan sudah meminta ijin pada sang suami, hari ini Nana akan berkunjung ke restoran tempat ia bekerja dulu.
"Na, bagaiaman kau menikah dengan orang kaya? Bagaimana pertemuan kalian? Bagaimana rasanya jadi istri orang kaya? aku ingat dulu dia pernah mencarimu, tapi kau sudah keburu pulang kampung" tanya Kity melontarkan banyak perrtanyaan ketika sampai di restoran itu.
"Sebenarnya dia mantan suamiku mbak, pernikahan kemarin itu adalah pernikahan keduaku dengan laki - laki yang sama" jelas Nana.
"Jadi dulu kau sudah menikah, bagaimana ceritanya? " Kity semakin penasaran saja dengan kisah cinta Nana.
"Dulu kami tidak saling mengenal tapi kami harus menikah, kami hanya dua orang asing yang harus menikah karena permintaan orangtua. Orangtua kami ternyata sahabat lama. Setelah menikah suamiku membawaku ke kota ini. Setahun pernikahan kami suamiku memberiku surat cerai"
"Aku sudah mencintainya dan terkejut saat itu, aku ingin mempertahankan rumahtanggaku meskipun harapannya kecil. Aku meminta waktu padanya dengan tujuan untuk membuatnya jatuh cinta padaku, namun aku gagal, akhirnya aku menyetujui perceraian itu dan aku harus pulang kampung"
"Dan sekarang aku menikah lagi dengannya karena ternyata kami saling mencintai" sebenarnya karena di grebek orang sekampung lanjutnya dalam hati. Memalukan sekali kalau sampai temannya itu tahu, ia akan di buli habis habisan.
Ini dia yang dinamakan berbohong demi kebaikan. jangan ditiru ya readers.
"Ceritamu drama sekali, seperti di novel saja"
__ADS_1