Aku Kekasih Suamiku

Aku Kekasih Suamiku
Bab 28 Bisakah kita bicara


__ADS_3

Matahari sudah mulai berjalan ke arah barat. Menempuh perjalanan berjam - jam membuat lehernya pegal. Rama masih setia di dalam mobil, perhatiannya tak pernah lepas dari seorang wanita yang tak putus asa menawarkan ponselnya pada setiap orang yang lewat dekat tokonya.


Nana memberikan brosur pada setiap orang yang lewat. Dia juga menjawab dengan telaten jika ada yang bertanya tentang ponsel padanya. Ada juga laki - laki yang menggodanya.


"Dia senang sekali digoda seperti itu" kata Rama merasa tidak suka dengan respon yang Nana berikan.


"Lihatlah senyumnya itu, apa dia sengaja ingin digoda"


"Siapa anak kecil itu, kenapa mereka terlihat akrab" gumam Rama melihat anak kecil menghampiri Nana.


Setelah itu mereka melakukan tos, lalu anak kecil itu masuk ke restoran sebelah toko tempat Nana bekerja. Rama masih memperhatikan pergerakan mereka.


Rama turun dari mobil, ia akan menemui Nana. ia lewat dari samping, namun kakinya terhenti ketika mendengar suara cempreng seorang wanita.


"Hey..... ternyata pemilik restoran sebelah seorang duda dengan satu putri, Nana sepertinya April menyukaimu mungkin kau bisa menjadi kandidat calon istri" kata Ola semangat.


Deg


Rama terpaku mendengar suara wanita itu.


"Kalau dudanya sekeren itu siapa yang bakalan nolak" sahut Nana.


Rama semakin terdiam mendengar suara yang lain, suara mantan istrinya.


"Wah bakalan cepet move on dong, selamat tinggal mantan suami....." Ola mengoda Nana. Semua rekan Nana tahu kalau dia seorang janda muda.


Kalau begini Nana bakalan merasa tidak nyaman dekat sama April, bisa - bisa dibilang janda kegatelan, belum apa - apa aja sudah dibilang janda kegatelan sama emak emak komplek. Apalagi ini yang udah jelas - jelas duda.


Sementara laki - laki yang hampir masuk ke toko seketika mengurungkan niatnya, berbalik lalu pergi dari sana menuju mobilnya kembali.


Menatap wanitanya kembali dari dalam mobil, dengan pikiran yang entahlah. Ada kekecewaan dari sorit matanya.


"Apa semudah itu untuk melupakanku, meskipun aku sadar telah menyakitimu, tapi apa itu tidak terlalu cepat" gumamnya lirih setelah lama memandangi mantan istrinya.


*


*


"Maaf merepotkanmu, April rewel minta diantar ke tante cantik" kata Abinya April.


"Gimana ya..... emmm pak"

__ADS_1


"Panggil saja Alfa"


"Gimana ya Alfa, aku masih ada jam kerja disini tidak boleh membawa anak saat bekerja, saya bukan pemilik toko seperti kamu yang pemilik restoran" sahut Nana jujur namun terdengar lucu ditelinga duda dengan satu anak itu.


April terlihat cemberut mendengar perkataan tante cantiknya.


"Ya sudah, nanti aku yang jelaskan ke April, maaf ya April selalu mengganggumu"


"Tidak, dia anak yang manis" jawab Nana lalu beralih menatap April. "Maaf ya tante tidak bisa menemani April, tapi tante janji besok waktu istirahat tante akan mentraktir April eskrim, ok. Jangan cemberut lagi dong" bujuk Nana, membuat April tersenyum.


"Janji ya tante"


"Ok" lalu mereka melakukan tos.


Laki - laki di dalam mobil masih meemoerhatikan mereka.


.


"Belum setahun kita berpisah kau sudah mencari penggantiku, apa ini yang kau rasakan saat aku memberimu surat cerai dulu, apa lebih sakit dari ini? " ucap Rama pelan.


Menghembuskan nafas kasar. " Benar ucapan adalah doa dan sekarang ada hot duda dengan satu anak di dekatmu " lirihnya sendu.


Rama kembali keluar dari mobil, saat ini ia harus berjumpa dengan Nana. Melangkah kembali menuju toko tempat Nana menjual ponsel.


"Mau lihat - lihat dulu mas, kami bayak produk baru, mas mencari merk apa?" tanya Ola kembali karena melihat Rama yang melihat ke sekeliling. Namun bukan ponsel yang Rama cari melainkan sang mantan.


Kemana dia?


"Ippi dengan fitur yang lengkap dan yang termahal" sahut Rama tanpa melihat pelayan yang melayaninya, pandangannya masih mencari wanita yang membuatnya resah.


"Sebentar ya mas, bisa ditunggu disana dulu" Ola menunjuk tempat duduk, Rama mengikuti arah tangan wanita di hadapannya, melangkah ke sana lalu duduk.


Ola yang ingin mengambil beberapa merk ponsel yang diminta Rama mengurungkan niatnya ketika dia tiba - tiba sakit perut. Ia melihat ke arah belakang, lalu berucap syukur ketika melihat Nana yang keluar, sepertinya ia baru dari toilet.


"Na, tolongin dong gantiin aku melayani pelanggan, perutku tiba - tiba sakit, nih barangnya, dia minta merk ippi yang paling mahal dan fitur yang paling lengkap, kamu jelasin dah jangan sampai gagal, ok"


"Ok" Ola langsung kabur setelah meyerahkan barangnya ke Nana, perutnya sudah meronta, tak mampu untuk menahannya lagi.


Sementara Nana melangkah ke arah laki - laki yang menjadi pelanggan rekannya itu. Ola sudah memberi tahu ciri - ciri pelanggannya, dan untungnya pria itu masih duduk ditempat semula membuat Nana mudah menemukannya diantara banyaknya pengunjung. Melangkah lebih dekat. Laki - laki itu membelakanginya.


Kenapa punggungnya tampak familiar.

__ADS_1


"Permisi anda yang mencari Ippi dengan fitur yang paling lengkap dan yang paling mahal? " tanya Nana, laki -laki itu belum berbalik.


Deg


Nana


Mendengar suara mantan istrinya membuatnya gugup padahal tadi dengan berani ia mencari keberadaan mantan istrinya itu. Sekarang kenapa ia jadi grogi.


Tak lama Rama pun berbalik, membuat Nana membola saking terkejutnya. Ekspresinya seperti melihat setan saja.


"Mas Rama" panggilnya.


"Hemmmm..... Mana ponselnya? " bukannya bertanya kabar Rama malah bertanya ponsel padahal itu hanya alasan saja untuk membeli ponsel. Jadi rencananya pertemuan secara kebetulan itu isi kepala Rama. Tapi mana mungkin Nana akan percaya.


Nana sempat terdiam. "Mari ikuti saya" ajak Nana setelah kesadarannya kembali ketempat duduk khusus untuk menjelaskan pada pelanggan. Mereka duduk berhadapan dengan sebuah meja yang memisahkan mereka. Nana bersikap profesional.


Jangan gugup Nana dia adalah pelangganmu, dia datang sebagai pembeli bukan sebagai mantan suami, tadi dia tidak menanyakan kabarmu kan, jadi harus profesional.


Nana bersikap tenang meskipun hatinya berkecamuk.


"Ini ponselnya mas, yang ini fiturnya lengkap, bisa anda baca sendiri, sedangkan yang ini sama lengkapanya hanya saja yang ini lebih digunakan untuk game" jelas Nana.


"Mana yang cocok untuk saya? " tanya Rama, padahal ia tidak terlalu peduli dengan ponselnya.


"Anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan anda"


"Baiklah saya ambil yang ini" tunjuk Rama sekenanya karena tatapannya tidak lepas dari wajah wanita dihadapannya itu.


"Ippi A87 yang anda pilih, saya akan membukanya" ucap Nana memastikan.


"Ya" jawab Rama.


Lalu Nana memanggil rekannya untuk mengaktifkan ponsel, karena bagiannya hanya untuk menawarkan.


"Ditunggu sebentar ya mas" Nana hendak beranjak dari tempat duduknya, namun tangannya di cekal Rama.


"Bisakah kita bicara? " tanya Rama mereka saling menatap.


Nana mengangguk, mungkin ada yang ingin Rama sampaikan.


"Aku akan mengambil tas dulu, aku sudah selesai bekerja"

__ADS_1


"Baiklah aku tunggu diluar"


Setelah itu Rama melakukan pembayaran, lalu keluar dari toko tersebut.


__ADS_2