
Rama sedang fokus dengan ponselnya, setelah mendapat video call dari pak Jo, Rama menyuruh Dimas untuk menggantikannya memimpin rapat.
Rama bisa melihat dengan jelas kedua wanita beda usia yang sedang duduk berdua itu. Meskipun wanita muda itu membelakanginya, ia masih bisa mengenalinya. Dia Nana mantan istrinya, menyebut mantan membuat Rama aneh.
"Kapan mama berangkat ke kampung halaman Nana, kenapa tidak memberitahuku, aku kan bisa mengantarkannya" ucap Rama seraya menatap ponselnya.
Rama mendengarkan dengan seksama setelah mereka membuka pembicaraan. Raut wajahnya terlihat tegang mendengar obrolan mereka, sesekali mengerutkan keningnya, tersenyum, sedih.
"Mencintai tanpa dicintai? Kamu salah, sepertinya kamu sudah masuk ke dalam hatiku, kau membuatku gelisah" gumam Rama lirih.
Rama lebih fokus lagi ke ponselnya, melihat mamanya ingin bertanya namun terlihat ragu.
"Apa yang ingin mama tanyakan kenapa tidak langsung bertanya saja?" gumam Rama.
*
*
"Sayang bolehkah mama bertanya sesuatu? " tanya mama sedikit ragu. Lebih tepatnya merasa tidak enak karena yang akan mama tanyakan adalah hal yang sangat pribadi.
"Tentu, mama boleh menanyakan apapun pada Nana asal jangan meminta uang" ujar Nana sembari menggoda mertuanya itu, agar tidak bersedih lagi. Mertuanya pun tersenyum.
"Apa kau meminum vitamian yang diberikan Rama padamu? " tanya mama pelan namun jelas ditelinga Nana, dan juga di pendengaran seseorang yang sedang menonton mereka live.
Diam sejenak, beralih menatap mamanya sebelum menjawab."Ya, Nana selalu meminumnya ma" Nana terlihat sendu, mendadak hatinya merasa sedih. Mengingat setelah berhubungan ia selalu meminun vitamin itu atas perintah suaminya. Suami yang pernah ia cintai.
"Apa Nana tahu itu obat apa? " tanya mama lagi sedikit tegang menunggu jawaban Nana.
"Tentu saja Nana tahu ma, itu obat supaya Nana tidak hamil" jawab Nana jujur, toh dia sudah bukan seorang istri lagi yang harus menjaga nama baik suaminya.
Dari mana Nana tahu meskipun dia tidak pernah pacaran, dia selalu browsing bagaimana menjadi istri yang baik dan salah satunya dengan menjaga nama baik suami.
"Kalau kau tahu kenapa meminumnya sayang?" mama heran dengan wanita muda di depannya ini, terlalu polos mendekati bodoh.
Meskipun mereka bernasib sama, dulu mama memang tidak tahu obat apa yang diminumnya dan juga mama tidak terlalu peduli, karena tidak ada cinta diantara mama dan papa dulu. Berbeda dengan Nana, dia tahu itu obat apa, dan dia juga mencintai suaminya meskipun bertepuk sebelah tangan.
"Nana hanya berusaha menjalankan nasehat terakhir ayah ma. Ayah bilang Nana harus nurut sama suami, taat pada suami, dan jadi wanita yang lebih baik" menjedda perkataannya, matanya sudah berkaca - kaca, sekali saja berkedip air mata itu akan jatuh.
__ADS_1
"Nana dulu tuh pecicilan, gak mau dengerin nasehat ayah, semaunya sendiri. Nana belum bisa membahagiakan ayah apalagi membanggakan ayah, Nana bukan murit yang berprestasi, Nana tidak pintar" lanjut Nana mulai terisak.
Ada penyesalan dihatinya kenapa dia tidak jadi anak yang baik semasa ayahnya masih hidup sekarang hanya penyesalan yang ia rasakan.
"Maka dari itu, Nana ingin menjadi anak yang berbakti pada orangtua , mengikuti semua nasehat terakhir ayah" ucap Nana air matanya sudah jatuh namun tangannya sigap menghapus air mata yang turun itu.
"Apa Nana juga tahu apa akibat meminum pil itu sebelum punya anak" mama bertanya lagi. Nana pun mengangguk. Hati mama Silvi semakin terenyuh.
Bagaimana bisa ada anak sebaik ini, kalian sangat beruntung memiliki putri sepertinya. Meskipun dia bukan menantuku lagi aku akan menjaganya seperti putriku sendiri. Percayalah padaku.
"Jika kamu menikah lagi nanti, mungkin akan lama untuk hamil dan kemungkinan terburuknya tidak bisa hamil" mama menjelaskan secara rinci.
"Ya, Nana tahu ma"
"Maafin putra mama sayang" mama merasa menyesal kenapa harus menjodohkan mereka dulu. Bagaimanapun hubungan mereka akan renggang setelah itu.
"Apa mama sedih karena takut Nana tidak bisa punya anak? "tanya Nana.
" Iya.... " jawab Mama jujur.
"Mama jangan sedih lagi, karena semua sudah ada yang ngatur, itu adalah kuasa Allah" Nana pasrah karena Allah yang berkuasa atas segalanya.
"Mama tidak perlu khawatir, kalau itu terjadi, Nana hanya perlu mencari duda hot beranak satu, dua juga boleh" jawab Nana enteng dengan senyum yang mengembang dibbibirnya.
"Hahhhhh....... " Mama merasa tercengang dengan jawaban Nana. Jawaban santai yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Tidak ada kebohongan dari ucapannya maupun tatapan matanya, itu tulus keluar dari hatinya.
"Kamu anak yang baik, kamu mau kan menganggap mama seperti ibumu sendiri" akhirnya itulah pujian yang keluar dari mulut mama.
"Apa mama masih mau punya putri seperti Nana"
"Memangnya Nana kenapa? " tanya mama.
"Nana jadi malas kerja kalau punya mama kaya raya" celetuk Nana polos.
ucapan yang membuat perut terasa geli. Mama terbahak mendengar jawaban Nana.
__ADS_1
"Kalau begitu mama akan menampungmu"
"Benarkah? apa sekarang mama hendak memberi Nana uang jajan"
"Belum apa - apa, kamu sudah malak mama" ucap mama berpura pura kesal. Seraya membuka tasnya lalu mencari dompetnya. Nana terkekeh kecil.
"Wau..... mama yang terbaik" Nana memberikan jempolnya ketika mama menyerahkan uang merah ke hadapannya. Tanpa rasa sungkan Nana mengambil uang itu. " Lima lembar, terima kasih ma, kalau begini Nana mau saja jadi anak mama, Mendadak jadi anak orang kaya" Nana tersenyum bahagia.
Kenapa tidak ada sedikitpun kesedihan dimatamu.
"Dikasih segitu aja sudah bahagia" sindir mama.
"Ya dong ma, lumayan buat beli skincare dan perawatan ma, Nana selalu melakukan perawatan, ini wajah Nana kenyal kan" memunjukkan pipinya ke mama. " Nana harus cantik ma untuk menarik hot duda"
"Memang sudah ada?" tanya mama penasaran, apa Nana sudah punya calon pikirnya.
"Masih menunggu ma, doakan saja ya ma, semoga putri mama ini dapat jodoh hot duda kaya dan tampan" doa Nana yang membuatnya merasa geli, mana ada permintaan selengkap itu.
Mama masih tidak percaya melihat tingkah wanita di hadapannya, selama menjadi menantunya, dia selalu menjaga perkataan dan sikapnya. Sekarang malah berani malak mantan mertuanya. Mama geleng - geleng kepala.
*
*
Sedangkan Rama seperti kebakaran jenggot, dia kesal sendiri, entah apa yang ia rasakan mendengar mantan istrinya akan mencari hot duda.
"Ahhhhhh........ " teriaknya. "Bilangnya cinta tapi baru beberapa bulan sudah genit.
Sambungan pun dimatikan setelah mama meninggalkan restoran bersama Nana dengan tujuan yang berbeda. Nana kembali bekerja sementara mama masuk ke dalam mobil untuk melakukan perjalanan pulang.
.
Mendengar teriakan bosnya, Dimas yang sudah selesai dengan rapatnya segera masuk ke dalam ruangan Rama.
" Ada apa tuan? " tanya Dimas sesikit khawatir.
"Keluar!"
__ADS_1
Nah kena semprot kan. Dimas segera membuka pintu kembali setelah mendapat perintah untuk keluar dari ruangan itu.
Ada apa lagi denganmu bos . Apa orang kaya selalu seperti itu.