
Ditatapnya wanita yang saat ini sedang tersenyum manis padanya. Senyum yang membuat dadanya sesak.
"Beri aku kesempatan sekali lagi, bisakah? " tanya Rama yang terdengar seperti bisikan.
Nana tersenyum lembut meskipun hatinya tidak sejalan dengan senyum yang ia perlihatkan.
"Kita sudah berakhir sejak nama kita sudah tercetak di atas kertas yang bernama surat cerai, kebersamaan kita setelahnya hanyalah bonus yang kau berikan padaku, dan aku bahagia dengan kebersamaan kita waktu itu" sahut Nana dengan hati yang terluka namun ia tetap tenang.
"Aku belum berterima kasih padamu secara langsung, terima kasih aku bahagia selama menjadi istrimu, terima kasih satu bulan yang kau berikan padaku. Kau pacar pertama ku, sebelumnya aku belum pernah pacaran" ucapnya seraya terkekeh kecil, merasa lucu sendiri ia belum pernah pacaran.
Rama tersenyum senang mendengar ia adalah pacar pertamanya, namun seketika senyum itu luntur.
"Dan itu sudah sangat cukup, aku tidak mau serakah, kau memang bukan untukku, takdir tidak menginginkan kita bersama. Mas.... kita sudah berakhir tidak bisa kembali lagi setelah aku memberikan tanda tanganku diatas kertas itu"
Rama menggeleng, terlihat raut keputus-asaan diwajahnya, tapi ia tidak mau menyerah.
"Kita bisa rujuk kembali" Rama masih saja usaha.
"Aku tidak bisa mempermainkan pernikahan lagi, cukup sekali aku melakukannya"
"Tapi kali ini aku bersungguh - sungguh, tidak ada paksaan lagi seperti dulu dan aku sudah putus dengannya, hubungan kami sudah berakhir sebelum aku datang kesini untukmu"
"Kau mencampakkan wanita yang lain untuk mendapatkan yang lainnya, maaf aku tidak bisa bahagia di atas penderitaan orang lain, maaf.... " Nana tetap pada pendiriannya ia tidak mau mencoba hubungan untuk kedua kalinya, itu artinya Rama bukanlah jodohnya.
"Aku mohon beri aku kesempatan "
Nana menggeleng. "Maaf..... semuanya sudah berakhir" mata mereka sudah berkaca - kaca. Rama tidak mau kehilangan wanita dihadapannya namun sepertinya ia harus menyerah karena penolakan wanitanya. Sementara Nana merasa semuanya sudah terlambat, kenapa baru sekarang mantan suaminya itu menyadari perasaannya setelah mereka resmi bercerai.
"Mas Rama kembalilah, mama pasti lebih membutuhkan mas Rama di sisinya" sambung Nana yang merasa prihatin dengan keadaan mamanya, ia masih berpikir kalau keluarga mantan suaminya itu bangkrut.
Rama tidak mau memaksa wanitanya lebih jauh lagi tapi bukan berarti ia menyerah, ia kembali saat ini karena tidak ingin mmbuat wanitanya tertekan.
Maaf sayang, aku tidak akan pergi sesuai permintaanmu, aku akan tetap berjuang untuk mendapatkanmu kembali, kalau kau saja dulu mampu berjuang untuk hubungan kita kenapa aku tidak bisa, aku hanya butuh waktu lebih banyak lagi. Kita akan bersama kembali. Aku pastikan itu.
"Baiklah aku pulang" melangkahkan kakinya keluar setelah sejenak menatap wanita yang hanya memakai daster rumahan namun tetap cantik.
Pintu tertutup setelah Rama keluar dari rumahnya. Nana berlari menuju kamarnya lalu merebahkan tubuhnya asal ke atas ranjang, ia menangis, menumpahkan segala emosi dihatinya.
__ADS_1
Mas kenapa kau begitu mudah mengatakan cinta setelah kita bercerai, kenapa kau baru menyadarinya, kenapa kau harus datang lagi dengan membawa kata cinta, kau membuatku semakin terluka, selama ini aku sudah baik - baik saja tanpamu, tapi sekarang aku harus bagaimana?
Tangisnya semakin menjadi. Sampai akhirnya ia terlelap karena kelelahan menangis.
*
*
Pagi hari.
Nana sudah membersihkan tubuhnya dan ia juga sudah memakai baju santai, rumah juga sudah bersih setelah sholat subuh tadi ia segera membersihkan rumahnya. Hari ini ia masuk siang jadi ia bisa istirahat dulu lebih tepatnya rebahan di kasur.
Mengambil ponselnya dari dalam tas, semalam ia tak sempat untuk membuka ponselnya. Ada pesan kemarin dari Rama. ia hanya membacanya tanpa membalasnya.
Ting
Masuk pesan baru yang ternyata dari Rama lagi, Nana membacanya.
Rama : [Tolong bawakan aku sarapan ya] begitulah bunyi pesan dari Rama.
"Sarapan apa? aku aja belum masak, ini mau beli ntar lagi"
Rama : [Kalau mau beli, aku juga belikan ya, lagi gak enak badan mau keluar]
"Hah? apa dia cenayang bisa mendengar ucapanku"
Rama : [Jangan lupa belikan aku sarapan]
"Memangnya mau diantar kemana, dia tinggal dimana ya? "
Ting. Rama mengirimkan alamatnya.
"Dia sungguh bisa mendengar ucapanku, bagaimana bisa? " Nana melihat ke sekitar, apa ada kamera pikirnya. Ia merasa heran apa yang ia pikirkan rasanya Rama mengetahuinya.
Nana membaca lagi alamatnya. "Kenapa alamatnya tampak familiar" ia menutup mulutnya setelah menyadari tempat tinggal Rama. "Ini kan.... "
Nana bangun dari rebahannya, lalu keluar dari rumah untuk membeli sarapan di gang depan. Ia memesan dua bungkus nasi pecel lele kesukaannya. Lalu melanjutkan langkahnya menuju alamat yang dikirim Rama, alamat yang tidak jauh dari rumahnya, hanya beda gang saja.
__ADS_1
Ia sampai di depan pagar bercat putih itu, rumah yang paling besar diantara sekitarnya. Pagarnya tidak terkunci, Nana langsung membuka pagar itu lalu masuk kedalam.
Tok
Tok
Tok
Mengetuk pintu dengan tak sabar, ia penasaran ingin melihat mantan suaminya itu.
Krek
Pintu terbuka, ia sempat terkejut sebentar.
Ternyata benar mas Rama tinggal disini.
"Masuklah" Rama melangkah masuk setelah mengucapkannya tanpa menunggu jawaban wanita yang mengetuk pintunya.
Nana menyusulnya dari belakang tanpa menutup pintunya kembali, ia membiarkan pintu itu terbuka karena tidak enak dengan tetangga, apalagi statusnya yang janda muda akan membuat gosip menyala.
"Terima kasih" ucap Rama melihat bungkusan di tangan Nana.
"Aku akan ambilkan piring" kata Nana untuk memecah kecanggungan, mereka melangkah ke arah meja makan, Rama duduk terlebih dahulu sementara Nana mengambil piring di dapur dan juga air minum.
"Makanlah" kata Nana setelah ia selesai membuka bungkusan di piringnya.
"Hemmm..... " lalu mereka menyantap sarapan pagi mereka untuk pertama kalinya setelah perceraian itu.
Rama tersenyum dalam hati, ia merindukan kebersamaan mereka seperti ini, sungguh ia sangat bodoh baru menyadari perasaannya setelah bercerai. Memang benar kata orang kita akan merasa kehilangan setelah seseorang itu pergi meninggalkan kita.
Nana teringat kejadian heboh beberapa hari yang lalu. Ingin bertanya tapi gimana, tidak bertanya membuatnya penasaran. Nana sesekali menatap laki - laki yang sedang makan di depannya. Rama dapat merasakan jika Nana sesekali menatapnya, seperti ada sesuatu yang ingin disampaikan namun wanitanya terlihat ragu.
"Tanyakan saja jika ada yang ingin kau tanyakan" ucap Rama setelah ia merasa geli sendiri melihat tatapan mantan istrinya itu.
Setelah berpikir cukup lama akhirnya Nana memilih tidak mau mati penasaran. "Jangan bilang kalau mas Rama yang kemarin membagikan perabotan rumah secara gratis pada semua tetangga dan menggantinya dengan perabot yang baru" tanya Nana sembari memperhatikan keadaan sekitar, semuanya nampak baru.
"Ya"
__ADS_1
Nana merasa terkejut lalu menghela nafas panjang.
Ya katanya, orang kaya meskipun bangkrut masih bisa hidup enak.