
"Jadi kalian punya hubungan" gumamnya.
Seorang laki - laki yang dari tadi melihat Nana dan Rama bertanya pada dirinya sendiri.
Laki - laki itu menyeringai tipis, entah apa yang ia rencanakan.
*
*
Pasangan suami istri itu masih setia dibawah selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
Setelah kegiatan panas mereka di kolam renang, mereka berpindah tempat ke dalam kamar untuk melanjutkan sesi berikutnya. Nana menerima serangan bertubi - tubi dari suami barunya itu. Untuk urusan ranjang suaminya itu tidak perlu diragukan lagi, ia sampai lemas.
Nana yang terbangun terlebuh dulu, bangkit secara perlahan dari atas ranjang.
Jangan sampai mas Rama bangun lebih dulu, bisa - bisa pedangnya akan menghabisiku kembali. Aku lelah. Aku akui mas Rama semakin hot.
Nana terkekeh pelan dengan apa yang ia pikirkan. Ia jadi ikutan mesum.
Lima belas menit ia keluar dari dalam kamar mandi setelah membersihkan dirinya. Melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaian gantinya. Sekilas melihat ke arah ranjang dimana suaminya masih terlelap.
Nana mengambil ponselnya untuk memesan makanan. Sekitar dua puluh menitan pesanannya datang. Ia menata makanannya di meja dekat kolam renang sebelum ia membangunkan suaminya.
Namun saat ia mau membangunkan suaminya, ia melihat laki - laki yang begitu mempesona keluar dari dalam kamar mandi. Ia menatap suaminya tanpa berkedip tanpa ia sadari laki - laki yang berstatus suaminya itu sudah berdiri tepat dihadapannya.
Menyentuh dagunya lalu mmberikan kecupan singkat di bibir. Seketika wanita di hadapannya tersadar.
"Apa pesona suamimu ini begitu mendebarkan? liurmu hampir saja menetes" ucap Rama menggoda dengan tersenyum jahil.
Seketika tangannya menghapus liur di bibirnya, suaminya membohonginya, tidak ada air apapun disana. Nana tersipu malu, ia ketahuan mengagumi suaminya itu.
"Cepatlah pakai baju, ayo kita makan" ucap Nana mengalihkan pembicaraan. Rasanya malu sekali pikirnya.
Rama masih dengan senyum jahilnya, berjalan mundur tanpa mengalihkan tatapannya pada sang istri. Melangkah menuju lemari setelah memberikan kiss bye pada sang istri. Nana sigap menangkap kecuoan suaminya lalu memasukkannya ke dalam kaos yang dipakainya.
Rama terbahak melihat tingkah istrinya.
"Aku tunggu di kolam renang" ucapnya sedikit lebih keras.
"Oke" jawab Rama.
Tak lama Rama keluar menghampiri wanitanya.
"Sepertinya enak, ayo kita makan" ucap Rama setelah duduk di kursi di depan istrinya.
__ADS_1
"Cobalah! " Nana menyuapi suaminya. Lalu menyuapi mulutnya sendiri.
Nana menyuapi suami dan juga dirinya sendiri sampai makanan di atas meja itu habis. Nana membawa piring kotornya ke dalam untuk ia cuci. Dikamarnya juga tersedia dapur kecil.
*
*
Sudah empat hari mereka berada di Bali rencananya mereka akan menghabiskan waktu seminggu disana.
"Sayang aku mau keluar sebentar ya, hanya ke supermarket di samping hotel" ijin Nana pada suaminya yang sedang sibuk dengan laptop yang dipangkunya.
"Aku akan menemanimu" sahut Rama.
"Aku hanya sebentar tidak perlu mengantarku, aku tidak akan hilang"
"Aku takut istriku ini diculik orang"
"Siapa yang akan menculikku, mereka harus berpikir dua kali untuk melakukannya, makanku banyak"
Tuk
Rama menyentil kening istrinya.
"Jangan bicara sembarangan, ayo aku akan mengantarmu" menutup laptopnya lalu meletakkannya di atas nakas samping tempat tidur.
*
*
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang dari kemarin mengikuti mereka.
"Akhirnya kalian keluar juga" gumamnya lirih dengan senyuman aneh.
*
*
Rama dan Nana sampai di supermarket lalu masuk kedalam untuk membeli keperluan mereka.
Rama mendorong troli sementara Nana memilih barang yang akan ia beli lalu memasukkannya ke dalam troli.
Drt Drt Drt
Ponsel Rama berdering. Tertera nama asistennya disana. Rama mengangkat ponselnya tanpa menjawab. Rama memberi isyarat pada istrinya untuk keluar sebentar karena menerima telepon.
__ADS_1
Rama pun keluar dari supermarket, dan duduk di kursi depan supermarket. Fasilitas yang memang disediakan untuk menunggu istri berbelanja. Sepertinya Rama terlibat percakapan serius.
Sementara Nana masih asik berbelanja, tanpa memperhatikan orang disekitarnya.
"Emmppphhhhh.......... " Nana ingin bersuara saat sebuah tangan dengan sapu tangan menyentuh mulutnya, beberapa detik kemudian kesadarannya pun menghilang. Seseorang yang berada dibelakangnya dengan cekatan menangkap tubuh Nana lalu menggendongnya setelah memakaikan jaket yang dipegangnya.
Ya tadi si pelaku sempat membuka jaketnya untuk menutupi tubuh Nana.
"Maaf istriku kelelahan" Ucapnya pada setiap orang yang melihatnya.
Banyak pengunjung yang kagum melihat pasangan yang romantis itu.
'Mungkin mereka pengantin baru yang baru honeymoon'
'Pasangan yang romantis, aku juga ingin digendong sepeti itu'
'Wah... mau dong punya suami seromantis itu'
'Mas gendong dong'
Banyak kata pujian yang ia dapatkan, laki - laki itu tak melepaskan sedikitpun senyuman di bibirnya. Meskipun wajahnya sedikit tertutup topi dan syal namun senyumnya masih bisa dilihat dalam jarak dekat. Ia sengaja keluar lewat pintu samping karena di pintu depan ada Rama yang masih menelpon.
Setelah sampai diluar ia segera menuju ke mobilnya, memasukkan wanita yang dibawanya ke kursi belakang. Mobilpun melaju meninggalkan supermarket itu.
Rama yang sudah mematikan sambungan teleponnya, segera masuk kembali ke dalam supermarket untuk mencari istrinya. Ia melangkah ke tempat yang tadi namun wanitanya sudah tidak ada. Ia menyusuri semua tempat namun belum bisa menemukan wanitanya. Ia mulai merasa khawatir setelah menemukan keranjang yang berisi belanjaan istrinya, ia masih bisa mengenali troli itu. Melihat ke kanan dan ke kiri tapi istrinya belum juga kelihatan.
Menunggu sepuluh menit kemudian, hatinya mulai merasa khawatir, gurat kecemasan muncul diwajahnya. Ia menghubungi ponsel istrinya.
"Shiit... " umpatnya ketika ia teringat istrinya meninggalkan ponselnya di kamar hotel.
Rama menyusuri seluruh bagian supermarket untuk kesekian kalinya, masih berharap istrinya itu hanya meninggalkan troli, atau mungkin istrinya ke arah toilet.
Rama melangkah ke arah toilet wanita, ia tidak peduli lagi, ia menerobos masuk ke dalam toilet wanita. Ia mengabaikan jeritan para wanita yang melihatnya masuk ke dalam toilet wanita. Lalu ia keluar kembali setelah tidak menemukan keberadaan istrinya disana.
Rama memejamkan matanya sejenak, menghela nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan.
Ia menekan nomer pak Jo. "Kerahkan anak buahmu cari istriku" perintah Rama tegas.
Lalu mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban anak buahnya. Lalu ia menghubungi nomer asistennya.
"Nana hilang"
Hanya kata itu yang ia ucapkan, Dimas selaku asistennya sudah tahu apa yang harus ia lakukan.
Rama melangkah ke dalam supermarket untuk melihat cctv. Setelah berbicara sedikit, seseorang membawanya ke ruang cctv.
__ADS_1
Ketika Cctv itu diputar, terlihat ia sedang berbelanja dengan istrinya, lalu ia meninggalkan sang istri. Wanitanya masih asik berbelanja, tak lama ada seorang laki - laki yang mendekati istrinya lalu menutup mulut istrinya dengan sapu tangan, yang mungkin sudah mengandung obat bius.