Aku Kekasih Suamiku

Aku Kekasih Suamiku
Bab 21 Aku jadi kaya


__ADS_3

Suasana mendadak sunyi, mereka sama - sama terdiam dengan pikiran masing masing. Damar memundurkan langkahnya. Merasa tidak percaya dengan perkataan sahabatnya itu. Tidak mungkin kan laki- laki di hadapannya ini berbohong.


Mereka selama ini bersahabat sudah saling mengenal luar dan dalam. Tapi saat ini sahabatnya itu memeberikan kejutan yang luar biasa. Sahabtanya sudah menikah dan tidak ada satupun yang tahu tentang itu.


"Sejak kapan? " tanyanya, banyak yang ingin ia tanyakan tapi hanya itu kata - kata yang keluar dari mulut Damar. Dia belum bisa menghentikan keterkejutannya. Lalu bagaimana dengan Arabella pikirnya.


Meskipun dia juga menyembunyikan perasaannya setidaknya dia tidak menyakiti siapapun dan dia tidak merusak hubungan orang lain. Ya Damar menyukai Arabella sejak dulu namun semenjak Arabella berhububgan dengan Sahabatnya sendiri ia mundur. Dia tidak mau hubungan persahabatan mereka rusak hanya karena seorang wanita. Itu bukan gaya mereka, tapi entahlah apa mereka selamanya akan menyukai wanita yang sama.


"Setahun yang lalu" jawab Rama tegas, ia memilih untuk berkata jujur pada sahabatnya itu.


Damar tertawa mendengar penuturan Rama. "Apa kau bercanda, selama itu dan kau tetap berhububgan dengan Arabella"


"Keadaan yang membuatku menikahinya" Rama menceritakan awal pertemuannya dengan Nana sampai ia menikah.


Damar menjadi pendengar yang baik, dia juga tidak bisa menyalahkan Rama takdirlah yang mempermainkan mereka.


"Jangan bilang kalau sekarang kau mencampakkannya?" tebak Damar yang tak melihat Ara lagi, Damar sempat beberapa kali datang ke restoran tempat Nana bekerja, namun ia tidak bisa menemukan Nana disana.


"Aku menceraikannya tepat setahun kami menikah, dan dia setuju untuk bercerai denagn syarat menjadi kekasihnya selama satu bulan"


"Kau setuju? " Rama tidak menjawab, Damar sudah bisa menebak apa yang dilakukan sahabatnya itu. " Bodoh" lanjutnya menghina Rama.


"Kami sudah bercerai, tepat satu bulan dia pergi"


"Apa kau gila, kenapa kau menceraikan istri yang sudah mengisi hatimu" bentak Damar lagi, apa sebenarnya mau sahabatnya itu.


"Dia yang meninggalkanku" ucao Rama sendu.


"Ck... Kau yang melupakan keberadaannya setelah kedatangan Arabella" ucapan Damar selalu tepat sasaran


"Ya aku salah" Rama mengaku.


"Jangan serakah, kau sudah bercerai, jujurlah pada Ara, dia terus menanyakanmu padaku, jangan menghindarinya lagi"


"Aku tahu, aku akan mengatakan yang sejujurnya padanya"


"Lalu apa yang akan kau lakukan" tanya Damar lagi.


"Kau tak bisa jawab, kau tahu kenapa? karena istrimu yang saat ini mengisi hatimu. Jangan pernah menyesal dengan keputusan yang telah kau ambil. kau menyakiti hati dua wanita sekaligus dude?"

__ADS_1


Rama menghela nafas panjang. Apa yang dikatakan Damar benar sepenuhnya. Dia merindukan mantan istrinya itu, ia rindu semuanya. Tapi semua sudah selesai, Nana tidak mungkin bisa menerimanya jika dia kembali.


Apa yang dilakukannya terlalu menyakiti hati wanita yang pernah menjadi istrinya itu.


"Kau mencintainya?" tanya Damar lagi namun Rama hanya menatapnya.


Aku tidak tahu, apa aku mencintainya atau ini hanya perasaan rindu biasa karena terbiasa bersama dan sekarang dia pergi. Rama.


Kau terlalu berani bermain api. Damar.


*


*


Arabella melatih kakinya untuk bisa berjalan kembali, ia berusaha sekuat tenaga meskipun sering terjatuh. Biasanya Rama sang kekasih tidak pernah absen untuk menemaninya, tapi belakangan entah kemana kekasihnya itu. Ia sudah berusaha untuk menghubunginya tapi Rama seperti menghindarinya.


Keringat sudah bercucuran, tetap semangat untuk berlatih. Rasa sakit yang ia rasakan tak menyurutkan semangatnya untuk terus berjalan sampai ke ujung. Saat ia berbalik untuk melangkah ke sisi yang lain, tatapannya teralihkan akan sosok yang beberapa hari ini ia rindukan.


Rama. Apa aku berhalusinasi karena terlalu merindukannya.


Menggeleng - gelengkan kepalanya untuk memastikan penglihatannya. Menatap kembali ke arah depan, sosok di depannya masih ada.


Ara berusaha melangkah lebih cepat, secepat yang ia bisa untuk segera memeluk tubuh tegap di depannya.


Hap


Ara menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan Rama. Ia tersenyum bahagia.


"Bagaiaman kabarmu? " tanya Rama menatap wanita dakam pelukannya, sedikit melepaskan pelukannya.


"Sangat baik setelah melihatmu" jawab Ara dengan senyum yang mengembang.


Rama membantu Ara untuk membawa barangnya. Terapi telah selesai, Ara sudah bisa berjalan dengan satu tongkat.


"Sejak kapan kau memakai tongkat" taya Rama karena terakhir mereka bertemu Ara masuh di kursi roda.


"emmmm..... beberapa hari yang lalu, aku hebat kan? "Ara wanita yang ceria , baik dan cerdas. Mereka sudah menjalin hubungan sewaktu kuliah sekitar empat tahun.


Mungkin jika tidak ada Nana mereka akan tetap bersama namun siapa yang tahu misteri jodoh, hanya Allah yang Maha Mengetahui.

__ADS_1


"Bisakah kita bicara? " tanya Rama. Ara mengangguk.


"Aku juga ingin bertanya padamu" ucap Ara.


Semenjak kecalakaan itu mereka belum sempat untuk berbicara tentang hubungan mereka dan juga kepulangan Ara.


Mereka tiba di sebuah restoran Vip yang hanya ada mereka berdua disana.


"Apa yang ingin kau tanyakan? " tanya Rama seteleh mereka duduk.


"Siapa wanita yang bersamamu?" Arabmukai bertanya.


Rama menghela nafas pelan, sebelum menjelaskan apa yang terjadi. Tapi belum ia membuka mulut Ara berbicara kembali.


"Aku memaafkanmu, aku akan menganggap kau sedang khilaf" ucapnya tegas tidak ada keraguan dari sorot matanya.


Rama terdiam, tidak tahu harus bagaimana lagi. Ucapan wanita di depannya semakin membuatnya merasa bersalah.


"Tidak perlu menjelaskan apapun selama kita tetap bersama, aku mencintai semua yang ada pada dirimu, apapun itu" lanjut Ara.


Rama tersentuh dengan ucapan kekasihnya, tapi ada bagian hatinya yang tersentil, tidakkah wanita yang di hadapannya ini terlalu baik yang bisa memaafkan semua kesalahannya.


Tapi kenapa hatinya menolak, bukankah seharusnya ia bahagia mendapatkan maaf dari kekasihnya setelah melakukan kesalahan. Dia merasa butuh menjelaskan apa yang tejadi. Mungkin saat ini bukan waktu yang tepat.


*


*


Ini gaji pertamaku jadi penjual HP, ini gaji pertamaku jadi pelayan restoran, dan yang ini gajiku sebagai pemilik bengkel. Nana meletakkan semua gaji yang masih terbungkus rapi di atas nakas, lalu melakukan selfi bersama mereka.


"Wah bakal cepat jadi orang kaya nih" gumam Nana bahagia melihat amplop tebal berjejer rapi.


"Ayo kita buka, ehmmmm..... yang mana dulu ya" Nana mengambil uang pertama yang ia terima.


"Wah banyak sekali, tiga juta lima ratus, gaji pelayan restoran sebesar ini" pujinya. lalu kembali membuka amplop selanjutnya. Amplop yang diberikan bang Wawan.


"Wauuuu..... Wau..... " Mata Nana langsung berbinar. " Lima belas juta, aku bisa jadi kaya mendadak kalu begini terus" Nana berteriak saking senangnya. Kini giliran amplop yang ia dapatkan dari tempatnya bekerja sekarang.


"Disana gajinya umr, ditambah bonusan paling ya sekktar tiga juta, syukuri saja" gumam Nana sembari membuka amplopnya. " Keren banget, ayah bunda aku jadi orang kaya bu... lima juta, bonusnya banyak sekali, memang usaha tidak pernah menghianati hasil" ucapnya bangga.

__ADS_1


__ADS_2