Aku Pelakor?

Aku Pelakor?
Episode 21# Jika Diizinkan!


__ADS_3

Ardhan masuk dan duduk di kursi tamu rumah Alea. Sedangkan Alea membuat koli untuk Ardhan. Dan Ibu juga Alea duduk di ruang tamu bersama ayah Alea.


Mereka berbincang santai dan menanyakan beberapa hal tentang Ardhan. Ardhan juga bercerita jujur tentang kedua orang tuanya yang sudah sudah meninggal. Menyisakan dirinya dan sang adik yang tinggal bersama neneknya.


Alea datang membawa kopi buatannya untuk Ardhan dan Ayahnya. Dia juga membawa sepiring camilan yang ibunya buat beberapa saat sebelum Alea datang. Setelah itu Alea ikut duduk bersama mereka semua.


Obrolan santai itu lambat laun berubah menjadi obrolan serius. Alea yang yang tidak tau maksud dari obrolan itu hanya melihat Ardhan dan orang tuanya secara bergantian.


Sungguh Alea yang polos sama sekali belum atau bahkan tidak paham arah pembicaraan mereka. Sedang Ardhan yang memang usianya 6 tahun lebih tua dari Alea tentu tau maksud dari pembicaraan orang tua Alea.


"Jika di izinkan, saya akan melamar Alea dalam waktu dekat!" ucap Ardhan di ujung percakapan, dan barulah Alea paham maksud dari obrolan mereka.


"Kami menyerahkan jawaban pada Alea," ucap Ayah Alea. "Jika Alea bersedia maka silahkan, jika Alea belum siap, maka jangan di paksa terlebih dahulu! mengingat umur Alea baru akan menginjak 20 tahun!" lanjut Ayah Alea.


Sedangkan Alea menajamkan matanya menatap Ardhan. Dia sungguh tak menyangka Ardhan memaksa ikut ternyata untuk melamarnya.


"Ini kan baru pertama kali Abang ikut Alea pulang!" ucap Alea lirih.


"Memangnya kenapa?" tanya Ardhan santai.


"Aku kan belum mengenal keluarga Abang!" ucap Alea. "Bagaimana kalau mereka tidak menyukai Alea, dan melarang Abang untuk menikah dengan Alea!"


"Mereka tidak akan berani ikut campur sampai sejauh itu!" ucap Ardhan bersungguh - sungguh.


Alea tampak bingung harus memberi jawaban Apa. Dia ingin sekali menerima Ardhan. Tapi di sisi lain, dia bahkan tidak pernah tau keluarga Ardhan.


"Baiklah, Alea mau!" jawab Alea.


"Kapan keluarga kamu akan datang?" sahut Ayah Alea.


"Setelah persiapan lamaran siap, maka saya akan membawa Nenek dan keluarga saya datang ke sini, Om!" jawab Ardhan.


"Baiklah, kabari saja! supaya kami bisa mempersiapkan diri untuk menyambut tamu."


"Baik, Om!"


Mereka melanjutkan dengan obrolan santai. Dan Alea di buat kagum oleh sikap Ardhan yang terlihat sangat mudah bergaul dengan berbagai usia. Termasuk dengan orang tuanya yang baru dia kenal hari ini.


Sungguh Alea merasa senang dan bangga ketika di lamar langsung di depan orang tuanya. Bahkan hubungan mereka terbilang singkat, tapi Ardhan sudah mantap untuk melamarnya.


Dan Alea juga di buat kagum dengan sikap Ardhan yang dewasa menghadapi Fahry, yang lambat laun akhirnya menerima hubungan mereka. Meskipun kedekatan Ardhan dan Fahry belum 100% normal.


Jam dua siang, Ardhan dan Fahry meninggalkan kediaman orang tua Alea setelah berpamitan akan kembali ke kota. Karena Alea pun besok harus shift pagi.


Sepanjang perjalanan Alea di buat senyum - senyum sendiri mengingat Ardhan yang dia pikir akan memutuskan hubungan mereka suatu hari, ternyata justru melamarnya tanpa bertanya lebih dahulu.


Ardhan membelokkan motornya ke arah lain, yang bukan jalur kembali ke kota.


"Abang mau bawa Alea kemana lagi?" tanya Alea.


"Rumah nenek ku!" jawab Ardhan.


"Apa!" pekik Alea.


Senyum di bibirnya menghilang sudah, menyisakan ekspresi wajah yang gugup dan ragu.


"Kenapa?"


"Alea masih gugup, Abang!"


"Kenapa gugup? kita bertemu nenek ku, bukan menemui hantu!"

__ADS_1


"Justru karena itu nenek Abang, jadi Alea gugup!"


"Sudahlah, santai saja, Ok!"


"Ck!" Alea berdecih kesal menatap bagian belakang helm Ardhan.


Citt!


Motor Ardhan berhenti tepat di sebuah rumah lawas, namun terlihat sangat rapi dan terawat. Jelas terlihat jika rumah itu adalah rumah klasik yang bisa di bilang mewah pada masanya.


Alea turun sembari melepas helmnya. Kemudian Ardhan juga turun dan langsung mengajak Alea masuk ke dalam rumah yang terlihat sepi itu.


"Nek!" panggil Ardhan sambil masuk ke dalam rumah neneknya.


"Kamu duduk dulu! aku panggilkan nenek ku!"


"Iya" jawab Alea sambil duduk di kursi panjang.


Mata Alea mengitari beberapa foto yang terpajang di dinding. Dan benda - benda antik yang tampak masih sangat terawat dengan baik.


Beberapa saat kemudian Ardhan keluar di ikuti seorang wanita yang di yakini Alea adalah nenek Ardhan. Spontan Alea berdiri dan tersenyum pada nenek Ardhan.


"Selamat sore, nek?" sapa Alea mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"Sore!" jawab nenek Ardhan menyambut tangan Alea. "Duduklah!" ucap nenek Ardhan setelah Alea mencium tangannya.


"Terima kasih, nek!" jawab Alea.


"Siapa namamu?"


"Alea, nek!" jawab Alea.


"Apa yang membuat kamu tertarik dengan Ardhan?"


"Oh!" nenek Ardhan mengangguk. "Kamu sudah tau Ardhan sudah tidak punya orang tua?"


"Tau, nek"


"Kamu anak orang kaya?" tanya nenek.


"Tidak nek, orang tua saya pedagang biasa."


"Baguslah, Ardhan pernah berpacaran dengan anak orang kaya dari kampung sebelah, dan nenek di datangi ibunya supaya Ardhan menjauhi putrinya. Karena Ardhan berasal dari keluarga miskin bahkan tanpa orang tua. Sejak saat itu Ardhan tidak pernah lagi mengenalkan seorang gadis pada nenek!" ucap nenek. "Karena nenek juga melarangnya untuk berpacaran dengan anak orang kaya!"


"Oh!" Alea mengangguk paham. Dan sedikit tercengang akan penjelasan nenek Ardhan.


"Itu rumah peninggalan orang tua Ardhan!" ucap nenek menunjuk sebuah rumah di sebrang jalan.


Sebuah rumah yang bisa di bilang mewah saat sepuluh tahun yang lalu. Desain yang unik, dan atapnya bahkan masih terlihat sangat kokoh. Pagar besi bercat hitam mengelilingi rumah itu.


Bahkan bisa di bilang jauh lebih bagus rumah orang tua Ardhan dari pada rumah orang tua Alea yang bahkan tidak ada pagar besinya.


Kalau rumah seperti itu saja di bilang miskin! apalagi rumahku!


Ucap Alea dalam hati.


"Jika kalian berkehendak, setelah menikah tinggallah di sana!"


"Menikah?" gumam Alea yang bingung dengan nenek Ardhan yang sudah membahas pernikahan.


"Bukankah Ardhan akan segera melamar kamu, nak?" tanya nenek.

__ADS_1


"Dari mana nenek tau?"


"Ardhan sudah bercerita sejak beberapa minggu yang lalu!" jawab nenek melirik Ardhan sekilas.


"Serius?" tanya Alea pada Ardhan yang terlihat sangat santai.


"Yaa begitulah!" jawab Ardhan santai.


Kali ini Alea di buat salah tingkah dengan keadaan di rumah itu. Alea sungguh tidak menyangka jika Ardhan akan bertindak secepat ini.


"Sudah, jangan di ambil pusing! nenek senang Ardhan tidak gegabah pada perempuan!" ucap nenek. "Ardhan mengambil sikap tegas dengan cepat melamar kekasihnya sebelum terjadi hal - hal yang kalian inginkan!"


"Kami inginkan?" tanya Alea menajamkan pendengarannya.


"Ah! jangan pura - pura bodoh anak muda!" ucap nenek dengan senyuman menggoda Alea dan Ardhan.


"Nek! please deh! jangan bicara yang aneh - aneh!" sahut Ardhan.


"Hehe! nenek hanya senang, ternyata ada yang mau sama cucu tertua nenek!"


"Emang nenek pikir Ardhan sejelek itu sampai tidak ada yang mau sama Ardhan!"


"Mungkin saja!" jawab nenek. "Mana ada anak perjaka tidak pernah bawa pulang pacar selain kamu!"


"Huuh!" Ardhan menghela nafas mendengar ejekan neneknya yang selalu begitu.


Beberapa saat kemudian sebuah motor bebek sederhana berhenti di depan rumah nenek Ardhan.


Seorang anak muda berpakaian seragam SMA turun dari motor sambil melepas helmnya, sembari berjalan masuk ke rumah.


"Assalamualaikum?" seru remaja itu yang belum menyadari jika Ardhan membawa Alea.


"Wa'allaikum salam!" jawab serentak.


"Ada tamu, nek?" tanya Adrian yang hanya di balas dengan senyuman yang menunjuk pada Alea. Seolah berkata kenalan sana!.


"Ini adikku, Adrian!" ucap Ardhan saat Adrian mengulurkan tangan pada Alea.


"Alea!" ucap Alea menyambut uluran tangan Adrian.


"Selamat sore kak Alea!"


"Iya, sore!" jawab Alea dengan seulas senyum manis.


"Saya masuk dulu, kak!" pamit Adrian.


"Iya!" jawab Alea.


Cukup mirip!


Batin Alea melihat wajah Ardhan dan Adrian bergantian.


.


.


.


•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√


...Menuju lamaran! 🥳🥳🥳...

__ADS_1


...Terus pernikahan atau bakal ada suatu konflik nih? coba tebak! 😁...


...Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya kakak 🙏😍😍...


__ADS_2