Aku Pelakor?

Aku Pelakor?
Episode 25# Malam Pertama


__ADS_3

"Selamat ulang tahun, istriku" bisik Ardhan dengan lembut.


"Eh... emmm.. terima kasih, su.. suamiku" jawab Alea dengan sedikit keraguan untuk menyebut Ardhan suaminya.


"Kenapa lama sekali?" tanya Ardhan bertengger di pundak kiri Alea.


"Apanya?" tanya Alea menatap Ardhan dari cermin.


Tanpa menjawab, dengan satu tangan Ardhan meraih kapas dan cream malam yang baru saja di gunakan Alea. Dan menunjukkan pada Alea yang seketika tersenyum kikuk.


"Rileks saja Sayang" bisik Ardhan sembari meletakkan kembali apa yang ada di tangannya.


Ardhan kembali mendekap perut Alea yang tertutup piyama tanpa lengan seperti biasanya. Ardhan mencium leher jenjang Alea. Seketika. tubuh Alea meremang.


Namun Alea menutupinya dengan senyuman kikuk dimana hanya dia sendiri yang tau arti dari senyuman itu.


"Kamu sudah harum dan cantik, tidak perlu berlama - lama duduk di sini." Ucap Ardhan sembari kembali mencium leher Alea.


Bukan sekali ini dia mencium leher ku. Tapi kenapa kali ini rasanya sungguh berbeda.


Ucap Alea dalam hati.


"Abang?" panggil Alea lirih.


"Mulai sekarang panggil MAS!" potong Ardhan dengan menekan kata mas. "Semua teman ku kamu panggil Abang! aku tidak mau kamu memanggil ku sama dengan mereka!" jelas Ardhan.


"Haha! kenapa?" tanya Alea menoleh sedikit pada Ardhan yang masih betah memeluknya dari belakang.


"Status ku dengan mereka kan berbeda, Yaankk.. please deh!"


"Em.. iya iyaa, Mas suami" ledek Alea terkekeh.


Ardhan ikut terkekeh kecil.


"Ayok!" bisik Ardhan lembut.


"Kemana?" tanya Alea pura - pura tidak mengerti.


"Haruskah mas jelaskan?" tanya Ardhan dengan tatapan menggoda.

__ADS_1


"Hahahah!" Alea tergelak.


Tanpa menunggu jawaban Alea, Ardhan langsung berdiri dan mengangkat tubuh Alea.


"Aakh!" pekik Alea spontan mengalungkan tangan di leher Ardhan, karena kaget dengan ulah suaminya itu.


Ardhan membiarkan sesaat Alea dalam gendongannya. Menatap dalam mata Alea dengan senyuman manis.


"Mas?" panggil Alea lirih karena malu di tatap sedalam itu oleh suaminya.


Ardhan mendaratkan kecupan singkat di bibir gadis yang baru saja di gunakan memanggilnya itu.


Dengan perlahan Ardhan meletakkan tubuh Alea di atas tempat tidur Alea yang berukuran 160*200 cm itu. Sedikit demi sedikit kini Ardhan sudah mengungkung tubuh Alea sepenuhnya.


Tatapan mereka bertemu dengan pancaran teduh dan terlihat saling mengagumi. Ardhan membelai lembut wajah cantik Alea. Menyingkirkan anak rambut yang berkeliaran di wajah itu. Mengusap pelan pipi Alea dengan punggung jari jemarinya.


"Sudah lama aku menunggu malam ini, Sayang" ucap Ardhan lembut. "Tega - teganya kamu menunda - nunda."


Alea terkekeh dengan ucapan Ardhan. "Alea masih malu, Mas! lagi pula Alea juga tidak tau cara melakukan hal itu!"


Seketika Ardhan mengangkat kedua sudut bibirnya. Gemas sendiri dengan kepolosan istrinya itu.


"Ikuti naluri mu saja, Yank. Selanjutnya akan berjalan dengan sendirinya."


"Tjh! semua laki - laki juga pasti tau, Sayang" jawab Ardhan menahan gemas.


Alea tersenyum kecil, sembari menggigit bibir bawahnya. Melihat bibir bawah Alea yang di gigit itu, Ardhan semakin tergiur dengan bibir yang terlihat sangat manis itu.


Dengan pelan Ardhan mulai menciumi setiap inchi dari wajah Alea. Terakhir dengan lembut meraih bibir manis Alea. Spontan keduanya memejamkan mata mereka.


Ya! ini adalah kali pertama mereka berciuman, ciuman yang dalam dan menuntut. Meskipun Ardhan sering memberi kecupan di bibir Alea, tapi tak sekalipun Ardhan menggigit atau pun menggunakan lidahnya untuk mencium Alea.


Dan saat ini juga keduanya baru pertama kali berciuman seperti itu. Selama pacaran di SMK, Ardhan tak pernah sekalipun berani mencium kekasihnya pada masa itu. Kemudian menjomblo dan barulah bersama Alea dia melakukan hal itu.


Begitu juga Alea. Meskipun sudah pernah pacaran tapi tak sekalipun Alea berciuman. Alea menolak keras pada masa itu. Hingga akhirnya sang kekasih berkhianat.


Ciuman yang dalam itu, membuat keduanya merasakan kehangatan. Meskipun mereka sedikit kesulitan mengatur nafas. Tapi nyatanya mereka saling menikmati.


Dan benar saja naluri mereka mulai bekerja. Tangan Ardhan menyusup ke dalam baju tidur Alea, dan untuk pertama kalinya Ardhan menyentuh benda kenyal seperti itu.

__ADS_1


Kedua tangan Ardhan mulai bekerja di balik baju tidur Alea. Menyusup masuk ke dalam br* yang di pakai Alea. Sampai akhirnya melucuti baju dan br* itu satu persatu.


Dan seketika mata Ardhan menatap dua bukit kembar yang baru pertama kali dia lihat secara langsung. Sungguh indah dan menggoda batinnya.


Bagai menahan lapar berminggu - minggu, Ardhan mulai memainkan lidahnya di puncak itu. Sedang satu tangan lainnya asyik di puncak satunya.


Untuk Alea yang baru pertama kali mendapat sentuhan seperti itu tentu saja membuatnya menggeliat, mendes*h tanpa sadar juga mencengkeram rambut kepala Ardhan dengan erat. Karena menahan geli tapi sungguh terasa nikm*t batinnya.


Ardhan semakin bergairah, saat mendapati reaksi istrinya yang jelas terlihat menikmati sentuhannya.


Beberapa saat kemudian mereka sudah siap dengan posisi yang sama - sama menguntungkan. Alea tampak malu - malu saat tubuh polosnya terlihat oleh sang suami untuk pertama kali. Dia pun juga malu saat melihat tubuh polos suaminya.


Alea menutup matanya karena malu, membuat Ardhan semakin gemas. Ardhan memberikan efek rileks untuk Alea, sebelum akhirnya senjatanya masuk dengan sempurna.


Dan saat itulah, darah suci milik Alea menetes dengan sempurna. Tentu saja Ardhan dapat merasakan itu. Ardhan merasa bangga memiliki istri yang sama - sama baru kali ini melakukan hal itu.


Alea meneteskan air mata terharunya, saat pertama kali menjalani perannya sebagai seorang istri. Dimana itu akan menjadi kewajibannya setiap sang suami meminta.


Sedikit demi sedikit, hantaman cinta mereka menyatu dengan sempurna. Gerakan demi gerakan membuat keduanya lupa akan keadaan di luar kamar mereka.


Dimana ada beberapa orang yang memilih bergadang dengan bermain game dan lain - lain. Ada juga para perempuan yang tampak masih asyik mengobrol.


Hingga sampailah keduanya pada puncak bersama. Alea kembali meneteskan air matanya, saat menyadari dirinya kini bukan lagi seorang perawan. Melainkan seorang istri dari laki - laki yang sangat dia cintai.


Dan kamar berukuran 3x4 m, yang ia tempati sejak kelas 5 SD itu menjadi saksi bisu dimana dia melepas masa remajanya.


Alea menatap wajah tampan Ardhan yang masih berada di atasnya, setelah mengerang nikm*t. Ardhan mengusap lembut air mata yang menetes dari netra sang istri.


"I love you" bisik Ardhan sembari mencium kening Alea yang memejamkan matanya.


Alea tersenyum bahagia dengan apa yang baru saja mereka lakukan. Dalam hatinya masih tak percaya, ini semua terjadi saat usianya baru menginjak tepat 21 tahun. Meskipun sudah cukup untuk syarat menikah, tetap saja masih banyak teman - temannya yang menikmati masa lajang mereka.


.


.


.


•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√

__ADS_1


...Untuk Adegan 21+ di novel ini sengaja tidak mendetail ya kakak, harap maklum 🥰...


...Happy reading 🌹🌹🌹...


__ADS_2