Aku Pelakor?

Aku Pelakor?
Episode 35# Ruang Kerja Baru


__ADS_3

"Ma, mungkin masa kecil kita berbeda, tapi setidaknya sekarang kita harus saling memberi kebahagiaan."


"Iya, Pa! Alea sangat bahagia ternyata Allah mengirimkan jodoh untuk Alea yang akan menjadi seorang manager!" ucap Alea. "Untuk Alea yang hanya lulusan SMK ini, apa yang bisa di kerjakan selain menjadi Ibu Rumah Tangga? kalaupun bekerja juga pasti, cuma seperti di Galaxy store, atau mungkin hanya jadi OG!"


"Papa kan sudah jadi manager! semua penghasilan Papa adalah milik kamu, Yank!"


"Hihihi!" Alea tersenyum bangga.


"Dua atau tiga tahun lagi, kalau tabungan sudah cukup, kita akan renovasi rumah ini, Yank! kita buat menjadi dua lantai! kan gaji mas juga bakal naik!"


"Iya, Pa!"


"Eh, atau beli mobil dulu ya?" tanya Ardhan. "Biar kalau jalan - jalan tidak kepanasan!"


"Renovasi rumah dulu aja, Pa! soal mobil gampang!"


"Iya deh!" jawab Ardhan kemudian.


"Alea nggak nyangka enam bulan lagi rumah ini juga akan lunas!"


"Semua karena kamu yang rajin menabung, jadi cicilan kita cepat lunas!"


"Heheh! Alea takut kalau punya hutang Pa! karena yang di bawa saat kita mati selain amal kan hutang!" ucap Alea. "Hutang kan di bawa mati, Pa! sekecil apapun itu jika yang memberi hutang tidak ikhlas akan memberatkan kita di akhirat kelak! Jadi alangkah baiknya kita melunasi hutang dulu, baru kemudian gaya hidup! Karena kita tidak tau kapan kita mati."


"Istri Ardhan memang sangat cerdas! Si Ardhan itu benar - benar tidak salah menikahi perempuan!"


"Ya dong!" ucap Alea bangga.


# # # # # #


🍄 Satu bulan berlalu . . .


"Papa berangkat ya, Ma?" pamit Ardhan pada Alea.


"Iya Pa, semoga hari pertama ini lancar dan sesuai harapan!"


"Aamiin!" sahut Ardhan.


Alea mencium tangan suaminya, dan Ardhan membalas mencium kening istrinya.


Kemudian menghampiri Andra yang masih tertidur di kamar. Karena ini adlah hari pertama Ardhan masuk di kantor pusat, ia ingin sampai lebih awal.


"Andra sayang, Papa berangkat ya? cup!" pamit Ardhan sembari mencium kening dan kedua pipi batita itu. "Do'a kan Papa menjadi pemimpin yang amanah!"


"Aamiin Yaa Allah." Sahut Alea yang berdiri di ambang pintu.


Ardhan mengakhiri sesi berpamitan dengan si anak tunggalnya.


"Hati - hati di jalan ya, Pa!" ucap Alea setelah Ardhan mengeluarkan motornya dari teras rumah.


"Iya, Ma! Assalamualaikum!" ucap Ardhan sembari menyalakan motornya.


"Wa'allaikum salam" jawab Alea.


Alea tidak beranjak dari pagar sampai Ardhan menghilang di tikungan komplek. Barulah dia kembali masuk membantu Nur yang memasak.


# # # # # #


Ardhan memarkirkan motornya, dan langsung memasuki lobby Galaxy Company. Karena masih jam tujuh kurang seperempat kantor terlihat lengah. Hanya ada beberapa scurity dan resepsionis yang sudah berada di tempatnya.


"Selamat pagi, Mbak!" Ardhan menghampiri resepsionis itu.


"Ya, Pak? mau bertemu dengan siapa?" tanya resepsionis yang seumuran dengan istrinya itu.

__ADS_1


"Saya Ardhan dari AutoGalaxy. Ingin bertemu dengan Bapak Emanuel!" ucap Ardhan.


Resepsionis itu menunduk mengecek jadwal janji salah satu bosnya. Lebih tepatnya CEO Auto Galaxy Putra. Putra pertama pendiri Galaxy Company.


"Oh, Pak Ardhan Bagaskara?" tanya gadis itu.


"Iya, Mbak!" jawab Ardhan.


"Iya Pak, Bapak Emanuel sudah menginformasikan bahwa manager bagu dari AutoGalaxy akan datang pagi ini. Tapi berhubung Bapak Emanuel belum datang, Pak Ardhan bisa menunggu di lobby!" ucap gadis itu mengangkat tangannya menunjuk lobby.


"Oh baiklah, Mbak!" jawab Ardhan.


"Panggil saya Disty saja, Pak! Pak Ardhan kan atasan di sini."


"Oh, iya Disty!" jawab Ardhan. "Saya masuk dulu!" pamit Ardhan.


"Silahkan, Pak!" jawab Disty.


Ardhan meninggalkan area resepsionis yang ada di samping pintu masuk lobby Galaxy Company.


Sementara Disty yang di tinggalkan Ardhan menatap punggungnya dengan menutup mulutnya yang terbuka lebar.


Ganteng banget woey! Udah punya istri belum ya?


Ucap Disty dalam hati dengan mata yang tidak berkedip. Mengikuti punggung Ardhan yang semakin menjauh.


Dan tatapan mata Disty terputus ketika Ardhan menghempaskan tubuhnya di sofa lobby membelakangi Disty. Menyisakan ujung rambut Ardhan saja yang dapat di lihat oleh Disty.


"Mangsa baru nih! Angie kalau tau pasti pingsan!" gumam Disty lirih sambil senyum - senyum tidak jelas.


Disty melanjutkan aktivitasnya merapikan meja resepsionis sebelum jam kerja di mulai.


Sedang Ardhan mengeluarkan ponselnya, dan mengirim pesan pada istrinya.


✉️ Alhamdulillah, semangat suamiku! semoga lancar!


📨 Aamiin. Andra sudah bangun?


✉️ Sudah Pa! baru selesai mandi.


Alea mengirimkan sebuah foto Andra yang baru selesai berganti baju, dengan wajah yang segar.


📨 Gantengnya anak Papa!


✉️ Siapa dulu ibunya!


📨 Ibunya adalah Ny. Ardhan!


✉️ Hehehe! iya.


📨 Udah dulu ya, Ma! Sudah hampir jam tujuh! Papa harus fokus nungguin bos!


✉️ Ok, Suamiku! I love you!


📨 I love you too, Sayang!


Jam setengah delapan, Emanuel memasuki lobby dan menghampiri Ardhan setelah di beritahu oleh Disty. Karena dia salah satu bos, tentu saja dia bebas datang ke kantor jam berapa pun.


"Pak Ardhan?" sapa Emanuel, laki - laki yang berusia lima tahun lebih tua dari Ardhan.


"Selamat pagi, Pak!" jawab Ardhan seketika berdiri dari duduknya dan menundukkan sedikit kepalanya.


"Pagi juga, Pak Ardhan! selamat datang di kantor di pusat."

__ADS_1


"Saya sampaikan terima kasih, Pak!" ucap Ardhan dengan hormat.


"Mari ikuti saya!" ucap Emanuel mengajak Ardhan untuk masuk ke dalam lift khusus presdir.


Ting! suara pintu lift terbuka.


"Mulai hari ini anda bisa menggunakan lift ini! ini lift khusus petinggi di perusahaan ini!"


"Baik, Pak Emanuel!"


"Nanti staf akan mendaftarkan sidik jari anda supaya bisa memasuki pintu - pintu yang hanya bisa di lewati para petinggi!"


"Siap, Pak!"


Mereka sampai di lantai sepuluh. Satu lantai yang hanya ada ruang CEO, wakil CEO sekaligus asisten, dan para manager yang bertugas dalam Auto Galaxy Putra.


Di setiap pintu terdapat meja sekretaris masing - masing. Dan pintu bertuliskan Manager Pemasaran itulah yang akan di tempati Ardhan.


Di depan pintu itu sudah ada seorang sekretaris bernama Weni. Perempuan yang seumuran dengan Ardhan. Dia yang akan mendampingi Ardhan menjalankan tugasnya sebagai manager Manager Pemasaran.


"Weni, antarkan Pak Ardhan untuk mengenal ruang kerjanya!" perintah Emanuel.


"Baik, Pak!" jawab Weni.


"Mari silahkan Pak!" ucap Weni sopan.


"Jangan lupa untuk ikut meeting jam sembilan nanti!"


"Baik, pak!" jawab Ardhan dan Weni bersamaan.


Emanuel berlalu menuju ruangannya. Ruangan paling ujung dengan pintu paling besar di banding yang lain. Dan satu - satunya ruangan yang dindingnya bukan dari kaca buram dan paling luas.


Sedang Ardhan dan Weni masuk ke dalam ruang kerja Ardhan. Sebuah ruangan yang berdinding kaca buram di bagian depannya. Dengan ukuran 4 x 4 meter.


Di ruangan itu terdapat meja kerja berukuran besar, dan satu meja di sampingnya berbentuk lingkaran kecil yang menyatu dengan meja utama dengan ukuran lebih pendek.


Satu kursi khusus untuknya, dan dua kursi di depan meja itu. Sebuah laptop yang tertutup ada di atas meja itu. Dan ada berbagai berkas dan file yang tertata rapi di almari buku yang ada di sisi kiri. Serta sofa kecil yang hanya muat untuk dua orang saja.


"Sebelumnya perkenalkan nama saya Weni Lailia. Pak Ardhan bisa memanggil saya Weni!" Weni memperkenalkan dirinya.


"Iya, Weni!" jawab Ardhan.


"Tugas Pak Ardhan di sini tidak jauh berbeda dengan di AutoGalaxy. Hanya tugas kita adalah menyusuri pasaran di seluruh provinsi ini." ucap Weni.


"Baiklah, aku tau!" jawab Ardhan."


"Jam sembilan kita akan meeting di lantai sembilan, sekaligus untuk memperkenalkan Pak Ardhan pada staf di sini."


"Ya!" jawab Ardhan. "Boleh aku coba buka laptopnya?"


"Boleh, Pak!" jawab Weni. "Nanti manager yang lama akan membantu Pak Ardhan selama tiga hari!"


"Oh, iya! memangnya manager yang lama pindah kemana?"


"Beliau sudah pensiun, Pak!"


"Oh!" Ardhan mengangguk sembari duduk di kursi yang mulai hari ini akan menjadi singgasananya.


🪴🪴🪴


...Happy reading 🌹🌹🌹...


...Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya kakak 🥰...

__ADS_1


__ADS_2