Aku Pelakor?

Aku Pelakor?
Episode 58# Bersaing?


__ADS_3

Alea berjalan mendekati Andra. Alea mengambil mainan yang di tunjuk Andra, mencari - cari barcode harga nya. Dan membulatkan matanya saat melihat harga yang tertera Rp. 735.000 ,-


Alea tertegun untuk beberapa saat dengan mulut yang menganga, mata membulat. Kemudian Alea menoleh Andra yang berdiri di bawah dengan senyum kikuk nan sumbang.


Alea mengedipkan matanya, seolah mencari cara agar putranya mau menukar mainan itu dengan harga yang lebih murah.


"A.... Andra sayang, gimana kalau cari yang lain, ini terlalu besar, kita kan pakai motor. Mana bisa bawa sebesar ini?" ucap Alea lembut.


Ayolah nak, pilih yang lain. Yang lebih murah dan mudah di bawa. Mama juga akan malu dengan Papa mu jika mengajak kamu keluar tapi tidak mampu membelikan kamu mainan yang menarik untukmu.


Ucap Alea dalam hati dengan penuh harap.


"Hemm.. tapi Andra mau ini!" rengek Andra.


"Terus kita bawanya gimana?" tanya Alea memperkuat alasan. "Ini kan terlalu besar, kalau di taru di belakang pasti jatuh dan rusak!" ucap Alea.


"Kenapa tadi tidak bawa mobil saja!" Andra merajuk.


"Mama kan nggak bisa bawa mobil. Kalau nabrak bagaimana?" tanya Alea dengan nada menghibur. "Cari yang lain ya? yang lebih kecil."


"Hah! baiklah." Ucap Andra dengan bibir manyunnya.


Andra kembali mencari - cari mainan lagi. Sedangkan wajah Alea berubah lebih cerah. Senyum tipis terbit di bibirnya sembari mengelus dadanya karena lega.


Hari Ardhan semakin teriris melihat itu. Ia tak bisa membayangkan jika hal itu berlangsung lama. Melihat sang istri yang harus kembali mengatur uang yang hanya sedikit seperti saat masib bekerja di Galaxy store, dengan gaji minim namun harus menutupi semua cicilan.


Pilihlah mainan termurah yang ada di toko ini, nak! Papa akan membelikan apapun yang kamu inginkan, setelah Papa berhasil membuat Mama memaafkan Papa.


Ucap Ardhan dalam hati.


Maafkan Papa mu yang bodoh ini, nak!


Batin Ardhan serasa ingin menangis.


"Ini saja deh!" ucap Andra menunjuk satu set drum berukuran kecil.


Alea langsung mendekat, sedang Ardhan langsung menelisik apa yang pilih putranya.


Alea mengambil dan langsung mencari bandrolnya. Tertera harga Rp. 95.000 ,-


Alhamdulillah, anak pintar! kalau segini kan masih terjangkau.


Batin Alea tersenyum.


Ardhan pun ikut merasa lega melihat ekspresi istrinya yang tampak tersenyum dan tidak lagi keberatan.


"Ok, sayang! kita bayar dulu!" ucap Alea.


Alea langsung membayar mainan yang di pilih Andra. Dan langsung membawa keluar gerai, dengan wajah Andra yang sumringah karena mendapat mainan baru.


Ardhan tetap setia mengikuti langkah mereka dengan sembunyi - sembunyi.


Mata Alea menoleh pada gerai yang menjual tas wanita. Dan berhenti di depan dinding kaca gerai.


Ah! ingin rasanya aku masuk ke sana!


Mata Alea berbinar, namun dia menghela nafas. Mengingat harga tas di dalam sana masih di angka satu juta ke atas.


Masuklah, sayang! beli apa yang kau inginkan!


Ucap Ardhan dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan Alea melirik kembali tas yang ia pakai saat ini. Tas dengan harga hampir 3 juta, yang dia beli di toko itu beberapa bulan yang lalu. Menggunakan uang dari suaminya kala itu. Sehingga ia beli tanpa melihat harga.


"Alea!" panggil suara yang tak asing lagi.


"Bang Fahry!" pekik Alea melihat Fahry dan istrinya yang menggendong anak mereka.


"Iya, kenalin! ini Zahra, istriku!" ucap Fahry.


"Oh, hai! Alea!"


Alea dan Zahra saling bersalaman untuk berkenalan.


"Kenapa tidak masuk?" tanya Fahry.


Lidah Alea sedikit tercekat untuk menjawab Sedangkan Ardhan tidak sanggup melihat itu.


"Pengen sih, bang! tapi takut kemaleman!" jawab Alea beralasan.


"Halah, masih jam tujuh lebih!" ucap Fahry melirik jam tangannya. "Bukankah dulu kamu sering pulang kerja jam 10 malam!" ucap Fahry.


"Hehe, iya sih! masalahnya sekarang kan bawa anak!"


"Masuklah, jangan bilang gak punya uang! masak istri manager nggak punya uang!" ucap Fahry.


Yaa Tuhan, ni orang mulutnya masih aja sama! Yaudalah, aku akan hutang uang mas Ardhan. Aku akan bayar dengan mencicil nya. Daripada suami ku di hina seperti ini!


Ucap Alea dalam hati.


Mendengar itu hati Ardhan serasa terbakar.


Ingin rasanya aku robek mulutmu itu, Fahry!


Batin Ardhan dengan mengepalkan tangannya.


Ucap Ardhan dalam hati.


"Mama nggak masuk? biasanya mama selalu beli tas di sini!" ucap Andra dengan polosnya.


Alea berpura - pura melihat jam di tangannya, "Iya deh! ayo kita masuk sebentar saja!" ucap Alea kemudian.


"Nah, itu aku baru percaya kalau Ardhan beneran manager yang sayang istri!"


Kesal, Alea kesal sekali mendengar suaminya di hina. Ardhan sendiri ingin rasanya langsung membuang Fahry dari AutoGalaxy. Namun Ardhan bukan orang yang suka menjatuhkan lawan dengan kekuasaan. Sehingga ia hanya menahan diri.


"Mas Ardhan mah sayang sama Alea, bang! Bang Fahry nggak liat, semua yang pakai di beliin Mas Ardhan kok!" ucap Alea.


"Iya, iya tau nyonya Ardhan Bagaskara! aku hanya bercanda! haha!" ucap Fahry. "Ya udah duluan ya?"


"Iya!" Jawab Alea kesal.


"Duluan ya Alea!" ucap Zahra.


"Eh, iya Zahra!" jawab Alea.


Fahry dan istrinya masuk ke dalam toko itu, sedang Alea menatap sinis punggung Fahry.


Baiklah, aku akan membeli tas dengan harga si atas tas yang akan kamu belikan untuk istri mu, Fahry!


Ucap Alea dalam hati dengan ekspresi kesal yang di tahan.


Masuklah sayang! cepat!

__ADS_1


Ucap Ardhan dalam hati.


Alea menuntun Andra untuk masuk ke dalam toko.


Alea sengaja langsung masuk ke rak dimana tas dengan harga di atas dua juta berjajar. Sedangkan Fahry dan istrinya berada di rak tas dengan harga dua juta kebawah.


Kalau saja aku sedang baik - baik saja seperti sebelumnya, aku pasti akan ambil manapun yang aku mau!


Tapi ini kan sedang tidak baik - baik saja! aku bahkan akan minjem duitnya mas Ardhan.


Alea mengambil tas keluaran terbaru di toko itu, dengan bandrol harga 3,7 juta. Dan menyerahkan pada SPG yang berjaga.


Gila! ini sih sisa uangku!


Batin Alea terasa kecut.


Saat membayar di kasir, tak disangkanya mereka kembali bertemu.


Beli lagi, Yank! ambil sepuasmu!


Batin Ardhan yang menyaksikan istrinya dan Fahry seperti tengah duel dingin.


"Sudah selesai juga Zahra?" tanya Alea sembari mengeluarkan kartu yang di beri Ardhan.


"Iya, Alea!" jawab Zahra. "Wah! tas yang kamu pilih bagus Alea!" ujar Zahra.


"Eh, iya! ini keluaran terbaru! ada di sebelah sana!" Alea menunjuk dimana ia mengambil tas pilihannya. "Masih banyak pilihan warnanya! hanya saja aku lagi pengen warna Ivory! hehe!" ucap Alea dengan bangga, seolah menyindir Fahry karena bertepatan dengan saat kasir menyebutkan harga tas Alea.


"Iya sih! tapi kemahalan, sayang uangnya!" ucap Zahra.


"Tapi kwalitas sesuai harga, Zahra! Bang Fahry! coba deh, istrinya di ajak ke deretan sana! pasti di jamin suka!" seru Alea yang sebenarnya ingin menunjukkan rasa kesal. Karena tadi sempat di ejek.


"Mending uangnya di tabung, Alea!" jawab Fahry.


"Sesekali boleh lah, Bang!" ucap Alea, menahan tawanya.


"Kapan - kapan deh!"


"Eh, ya udah ya bang, Zahra! aku takut keduluan Mas Ardhan pulang! kasian kalau pulang kerja aku nggak di rumah!" ucap Alea menerima paper bag dan kartu debit nya.


"Iya!"


"Sampai jumpa lagi, Alea!" ucap Zahra.


"Iya, Zahra!" ucap Alea.


Alea dan Andra beranjak dari toko itu.


Terima kasih sudah menjaga nama ku, sayang! aku tidak menyangka sesakit apapun hatimu pada ku, kamu tetap menutupi aib suami mu! Maaf kan suami bodoh mu ini, sayang!


Ucap Ardhan dalam hati.


.


.


🪴🪴🪴


Happy reading 🌹🌹🌹


Jangan lupa tinggalkan like, komentar dan dukungan lainnya ya kakak 🙏

__ADS_1


Biar Othor receh ini semangat 🤩


__ADS_2