
...Sebelum membaca part ini, Othor receh mau kasih tau dulu. Ini adalah tamu undangan spesial yang hadir di pesta pernikahan Aleandra Zavanya dan Ardhan Bagaskara....
1. 3 Cogan dan Ry (Author Mentary)
2. Cinta Tulus Mantan Office Girl (Author Kim O)
3. Silence (Author Yen Lamour)
...Jangan lupa kenalan sama mereka 🥰...
...Yang mau undangan juga boleh komentar di bawah. Nanti di undang kalau Ardhan dan Alea ada pesta lagi 🥰...
...🌸 🌸 🌸 🌸 🌸 🌸...
Seminggu telah berlalu. Rumah orang tua Alea di kampung hari ini telah berdiri tenda hajatan dengan berbagai hiasan bunga warna - warni yang mempercantik tenda itu.
Karpet berwana merah di gelar seluas tenda itu. Disertai pohon - pohon buatan berwarna putih di beberapa sisinya.
Sebuah foto prewedding Ardhan dan Alea berukuran jumbo terpajang di depan pintu masuk tenda. Agar tidak ada tamu undangan yang salah alamat.
Dimana foto itu adalah foto yang mereka ambil satu bulan yang lalu, melalui fotografer yang biasa melakukan foto prewedding. Gaun berwarna rose gold, dan jas berwarna senada mempercantik foto prewedding yang di ambil di salah satu tempat wisata di luar Ibukota.
Di salah satu sisi tenda, berdirilah pelaminan yang tampak megah dengan warna putih yang menandakan kesucian. Seperti cinta mereka yang suci.
Barisan kursi dengan di balut kain pembungkus berjajar rapi dan cantik di dalam tenda, tepat di depan pelaminan.
Meja - meja di penuhi hidangan untuk di jadikan camilan para tamu undangan. Di sisi lain, barisan meja catering untuk santapan para tamu undangan tak kalah panjang.
Orang tua Alea sengaja menyediakan beberapa menu untuk para tamu undangan, terutama tamu dari pihak keluarga Ardhan. Mengingat uang yang di berikan Ardhan cukup banyak.
Dan kini, Ardhan dengan jas hitamnya tengah duduk di depan seorang penghulu. Di sampingnya ada ayah Alea yang memakai baju batik. Di sisi lainnya ada beberapa saksi yang di tunjuk untuk menjadi saksi pernikahan ini.
Sedangkan Alea, dengan kebaya putih yang menjuntai ke bawah hingga melewati kaki, tengah duduk di ruang tamu untuk menunggu proses akad nikah.
Jantung keduanya cukup berdetak kencang saat ini. Meskipun keduanya berada di tempat berpisah, tapi seolah saling terpaut.
Ardhan yang mempersiapkan dirinya untuk mengucapkan janji suci dalam satu tarikan nafas. Sedang Alea merasa gugup, karena takut jika Ardhan gagal mengucapkan ijab qabul dalam satu tarikan nafas.
"Saya terima nikah dan kawinnya Aleandra Zavanya binti Edi Kurniawan dengan mas kawin berupa uang senilai Rp. 2.100.000 ,- di bayar tunai!" ucap Ardhan lantang dan jelas dalam satu tarikan nafas.
__ADS_1
"Sah?" tanya penghulu.
"SAH!" sahut saksi dan beberapa orang yang ikut menyaksikan pernikahan mereka.
"Alhamdulillah!" ucap Alea dan yang lainnya.
Dengan di dampingi Kak Farah, kakak ipar juga sepupunya, Alea keluar dari ruang tamu. Menghampiri meja dimana prosesi akad nikah di langsungkan.
Dengan hati yang lega dan perasaan yang bangga mendapat hadiah terindah di ulang tahunnya yang ke 21 tahun, Alea duduk di samping Ardhan.
Ardhan dan Alea saling menyematkan cincin pernikahan yang sudah mereka persiapkan sebelumnya. Sebagai tanda mereka kini saling terikat satu sama lain, dengan tali yang sah dan sakral.
Alea mencium punggung tangan Ardhan, dan Ardhan membalas mencium dahi Alea dengan memejamkan matanya.
Mereka menandatangani beberapa berkas, kemudian berfoto dengan buku nikah juga dengan sebuah box kaca, dimana uang senilai Rp. 2.100.000 ,- di bentuk menjadi sebuah masjid.
Acara adat telah berakhir. Para tamu dari keluarga Ardhan telah kembali ke kampung Ardhan yang masih berada di kota yang sama.
Menyisakan Ardhan dan Alea yang kini tengah menerima tamu undangan tak terduga. Saat ini mereka tengah duduk melingkar dengan tidak ada jarak kursi yang tersisa.
Ya! ada Fahry, Zaka, Randi, Yoga, Eza juga yang lainnya. Karena hari ini hari minggu, mereka kompak datang bersamaan menggunakan motor. Tak lupa Ibram dan Rafa ada di antara mereka.
Ada sedikit kecanggungan antara Alea dan Fahry. Tapi yang lain berusaha membantu menutupi itu. Dengan cara mengajak bercanda dan membahas selain masalah pernikahan Ardhan dan Alea.
Berbeda dengan Alea, Ardhan tampak sangat santai. Ya! sifat dewasa yang dimiliki Ardhan cukup mempengaruhi pola pikirnya.
"Kapan balik, Dhan?" tanya Zaka.
"Alea cuma dapat cuti tiga hari tambah libur satu hari, jadi Selasa sudah balik!"
"Udah nggak pulang ke mess dong?" sahut Randi teman sekamar Ardhan.
"Nggaklah, aku sudah menyewa kontrakan untuk di tinggali tiga bulan ke depan!"
"Kenapa cuma tiga bulan, Bang?" tanya Yoga.
"Aku sudah DP salah satu rumah di Gayama Regency. Dan sekarang masih sedikit di renovasi!"
"Enak ya habis nikah, langsung bisa DP rumah di Ibukota!" ucap Dimas.
"Mangkanya nabung!" sahut Zaka.
"Iya deh! aku belajar nabung!" jawab Dimas.
"Eh, balik yuk!" ucap Fahry tiba - tiba.
__ADS_1
Sontak semua menoleh ke arah Fahry. Mengingat mereka belum ada satu jam duduk di sana. Mengingat perjalan yang cukup jauh untuk mereka tempuh.
"Bentarlah!" sahut Ardhan tanpa ragu.
Fahry tampak menarik nafas panjang tapi dengan intonasi yang pelan agar tidak ada yang menyadari pergerakannya.
Bukan Fahry tidak merestui mereka, dia hanya dirundung penyesalan. Kenapa dulu tidak mendengarkan saran teman - temannya. Sampai pada akhirnya semua gadis yang tengah dekat dengannya menjauh satu persatu.
Setengah jam kemudian, barulah mereka berpamitan dengan membawa hand bag yang di sediakan khusus oleh Alea untuk tamu dari kota.
Jam dinding menunjukkan pukul sembilan malam. Alea yang sudah lelah dengan baju pengantinnya di bantu oleh perias untuk melepas baju dan hiasan kepalanya.
Kak Farah membantu menghapus make up Alea, dan mengembalikan rambut Alea yang kaku akibat hairspray.
...🌸 🌸 🌸 🌸 🌸 🌸 🌸 🌸 🌸 🌸...
Tepat jam sebelas malam, Ardhan dan Alea masuk ke kamar Alea. Suasana rumah sudah lebih sepi dari sebelumnya. Karena sebagian saudara sudah pulang. Menyisakan keluarga inti ayah Edi saja, dan beberapa tetangga yang bergadang.
Dan untuk pertama kalinya mereka berada di ruang yang sangat pribadi itu. Alea tampak bingung dan gugup dengan situasi itu. Dia seolah membuat dirinya sibuk di depan meja rias berukuran kecil itu.
Tidak munafik, jika sebenarnya Ardhan menunggu malam ini. Malam di mana dia akan menjelajahi surga dunia untuk pertama kalinya.
Ardhan bersandar di sandaran tempat tidur. Menyilangkan kaki dengan memakai celana boxer dan kaos oblongnya. Menatap punggung Alea yang duduk membelakanginya.
Sesaat kemudian, Ardhan mulai sadar jika Alea hanya mengulur waktu. Ardhan menatap tangan Alea yang sedari tadi mengusap - usapkan kapas di wajahnya.
Ardhan dengan sengaja menarik nafas gusar. Sembari berdiri dari rebahan nya. Alea yang melihat Ardhan berdiri dari pantulan cermin itupun seketika di landa kegugupan.
Dengan cepat Alea meletakkan kapas bekas itu dan beralih dengan cream malam. Ardhan tersenyum jahil menatap Alea dari pantulan cermin. Jelas terlihat jika istrinya itu di landa kegugupan.
Ardhan duduk di bibir ranjang, tepat di belakang Alea duduk sekarang. Karena ruang kamar Alea memang tidak terlalu besar. Sehingga semua perabot kamar berjarak dekat.
Dengan senyuman tipis Ardhan bergerak, membuat Alea semakin gugup. Ardhan memasukkan kedua telapak tangannya ke sela - sela lengan Alea. Dan berhenti tepat di perut Alea.
.
.
.
•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√
...Happy reading 🌹🌹🌹...
...Langsung cuss episode berikutnya ya kakak 🥰...
__ADS_1