Aku Pelakor?

Aku Pelakor?
Episode 53# Di Sentani Group!


__ADS_3

Setelah pekerjaannya selesai dengan ruang meeting. Alea hendak pergi ke kantin belakang. Tempat biasanya dia sarapan. Kali ini dia sarapan sendiri karena yang lain sudah sarapan lebih dulu. Alea mengambil ponsel dan dompetnya, lalu beranjak dari ruang loker.


Setelah menerima sarapan pesanannya Alea membawanya duduk, dengan lahap Ale menyantap sarapannya.


Setelah selesai barulah Alea membuka ponselnya. Karena jam istirahatnya masih tersisa setengah jam.


Ale mengerutkan keningnya, saat membuka aplikasi chat, dan mendapati pesan masuk dari nomor yang tak dia kenali. Namun foto profilnya sangat tidak asing di mata Ale. Dengan segera Alea membuka chat dari nomor itu.


✉️ +62 857-1723-xxxx


Pagi?


Aleandra betul?


Untuk apa wanita ini pc aku? apa mas Ardhan memberikan nomor ku padanya?


Batin Ale.


Alea segera membuka chat suaminya. Dan benar saja, Ardhan memberikan nomornya pada Sofia.


Apa maksudnya mas Ardhan ngasih nomor ku pada rival ku! males banget!


Gerutu Alea dalam hati sembari kembali pada chat Sofia.


^^^📨 Aleandra Zafanya^^^


^^^Iya benar. Ini siapa ya?^^^


Aku Sofia, pernah denger Ardhan nyebut nama aku nggak?


^^^Sofia? Oh, pernah denger sih! kalo nggak salah mantannya mas Ardhan ya?^^^


What? 😳


Kami masih berstatus sebagai pacar looh...


^^^Oh iya! aku ingat! mas Ardhan pernah bilang kalau cinta pertamanya menghilang begitu saja, mungkin di telan Samudra Hindia, katanya.^^^


Hey! ngawur kamu! aku pindah kota karena keinginan orang tua ku, bukan menghilang untuk meninggalkan Ardhan.


^^^Oh, lagian itu mas Ardhan kok yang bilang! bukan aku!^^^


Dasar Pelakor!


^^^Apa? 😲^^^


^^^Pelakor? siapa yang pelakor kakak?^^^


Kamulah! udah tau Ardhan masih punya pacar! masih aja mau di nikahin!


^^^Hello Aku pelakor? bukannya situ juga sudah punya pacar kalau gitu? kok bisa beranak sama orang lain.^^^


Hey, jaga mulut mu ya! beranak - beranak! enak aja ngatain orang!


^^^Lah situ duluan yang malah ngatain aku pelakor! kalau pun sekarang ada yang di sebut pelakor, itu anda Nyonya! Anda yang sedang berusaha merebut suami orang! 😝^^^


Hey! aku yang lebih dulu mengenal Ardhan! kau hanya pendatang baru yang beruntung!


^^^Tapi aku yang lebih dulu di nikahi mas Ardhan! kalau pun kamu berhasil membuat mas Ardhan menikahi kamu, pernikahan kamu tidak akan sah di mata agama dan negara jika tanpa persetujuan ku! Dan satu lagi, kalau pun kamu berhasil membuat mas Ardhan menceraikan aku, aku yakin hidupmu dan mas Ardhan tidak akan tenang!^^^


Aku tidak peduli! dasar pelakor!

__ADS_1


^^^Haduh! apa jadinya kalau mas Ardhan tau cinta pertama nya sebodoh ini!^^^


Kau mengatai aku bodoh?


^^^Kau merasa?^^^


Hey anak kecil, bisa tidak kau bicara lebih sopan!


^^^Aku sopan pada orang baik, tapi jika pada orang tidak baik, maka kesopanan ku ikut di telan samudra hindia!^^^


Dasar bocah!


^^^Dasar labil!^^^


Tidak lama kemudian beberapa pesan chat di bawahnya di hapus.


Sebelum perempuan ular itu menghapus semua chat! lebih baik aku screenshoot!


Ucap Alea dalam hati, dengan tangan yang aktif di atas layar.


"Kau harus tau perempuan seperti apa yang masih kau simpan di hati mu, Mas!" gumam Ale lirih.


# # # # # #


🍄 Di sisi lain perusahaan Sentani Group . . .


"Tamu sudah datang!" ucap Vania pada Toni yang stand by untuk menjaga kebersihan di lantai satu.


"Iya! untung sudah bersih!"


Terlihat Ardhan dan beberapa orang lainnya mulai memasuki lobby setelah mengisi buku tamu.


Mata Ardhan menangkap keberadaan Vania dan Toni yang memakai seragam Cleaning service. Seketika otak Ardhan teringat akan ucapan Alea. Jika dia bekerja sebagai CS di salah perkantoran.


"Bagi dengan teman - teman mu!" bisik Ardhan.


"Siap, Pak Ardhan! terima kasih!" ucap Toni yang kegirangan mendapatkan tips dari tamu perusahaan.


Ardhan dan yang lainnya mulai memasuki lift. Sedangkan Toni dan Vania tampak sangat senang mendapat tips itu. Ardhan memang sering memberi tips. Tapi tak sebanyak pagi ini.


"Wow! banyak!" seru Vania.


"Alhamdulillah!"


# # # # # #


Setelah puas berurusan dengan Sofia, Alea beranjak dari kursinya untuk membayar makanannya dan meninggalkan warung itu.


Alea berjalan melewati parkiran, dan matanya menangkap mobil yang sangat ia kenali. Ya, mobil siapa lagi jika bukan mobil suaminya.


Karena di kaca belakang mobil itu terdapat sticker bergambar keluarga. Masing - masing bertuliskan Papa, Mama dan Andra. Dengan posisi gambar Andra di tengah.


"Oh, berarti Mas Ardhan ada di sini!" gumam Alea melihat mobil berwarna lemon itu.


"Kalau begitu sebaiknya aku menghindar! aku akan pergi ke lantai dua saja, duduk berdiam di pantry!" gumam Alea sembari memasuki gedung melalu pintu belakang kantor.


"Alea!" panggil Toni saat melihat Alea hendak masuk ke dalam lift.


"Ada apa, Mas?" tanya Alea melihat Toni berjalan ke arahnya.


"Ini untuk kamu!" ucap Toni menyerahkan uang 100 ribu.

__ADS_1


"Buat apa, Mas?" tanya Alea.


"Tadi aku di kasih tamu! dan harus di bagi dalam satu tim!"


"Oh, terima kasih ya, Mas!" ucap Alea.


"Iya, udah biasa kita dapat tips!""


"Emang yang ngasih bos, Mas?"


"Pak Ardhan, manager dari Galaxy Company!" jawab Toni membuat Alea berekspresi datar.


"Ooh!" Alea mengangguk pura - pura tidak mengenal Ardhan.


"Ya udah, kamu mau kemana?" tanya Toni.


"Mau ke pantry, Mas!"


"Oh, ya udah!"


"Iya, Mas!"


Alea masuk ke dalam lift dengan mengantongi uang 100 ribu itu.


Sudah menghindari untuk tidak pakai uangnya Mas Ardhan! tetep aja ketemu di sini!


Gerutu Alea dalam hati.


Alea sampai di lantai dua, dan masuk ke dalam pantry.


"Alea! untung kamu di sini!" ucap seseorang dari belakang Alea.


"Pak Fikri!" pekik Alea. "Ada apa, pak?"


"Buatkan kopi hitam 3, cappucino 2 dan teh 3 ya! antar ke ruang meeting!" ucap Fikri.


"What!" pekik Alea lirih. Menghindari bertemu Ardhan di lantai dasar. Justru di buatkan kopi dan di antar ke ruang meeting.


"Kenapa Alea?" tanya Fikri yang melihat Ale diam saja. "Kamu keberatan?"


"Oh, maaf! tidak pak!" jawab Alea.


"Ya sudah! saya tunggu ya? jangan lama - lama!"


"Baik, pak Fikri!"


Fikri meninggalkan pantry, sedangkan Alea geleng - geleng kepala di dalam pantry. Dia bingung harus berbuat apa.


Muncul di depan Ardhan saat ini, sepertinya tidak aman. Dia belum pernah merasakan gaji. Bisa - bisa Ardhan akan mengacaukan pekerjaannya ini. Mengingat Ardhan cukup berkuasa.


Akhirnya Alea menyalakan kompor dan memasak air menggunakan teko. Alea menata gelas sesuai pesanan di atas nampan.


"Ayo Alea, berpikirlah!" gumam Alea lirih. "Mas Ardhan pasti tidak akan melepas mu, jika dia tau kamu cs di kantor ini!"


Alea menuang kopi dan gula, juga kopi cappucino, tak lupa gula dan teh seduh.


"Kira - kira dia bisa bedain kopi ku nggak ya?" gumam Alea lagi.


.


.

__ADS_1


🪴🪴🪴


__ADS_2