
Jam sepuluh malam, Alea memilih untuk ke kamar dan tidur. Karena Ardhan masih menyelesaikan beberapa pekerjaan di laptopnya.
Akibat bekerja sambil chatting membuatnya tak kunjung menyelesaikan pekerjaannya. Sampai larut malam pun dia masih berkutat di depan laptop berlogo buah apel yang di gigit itu.
Jam 12 malam, barulah Ardhan menutup layar laptopnya. Dan beranjak dari sofa dengan membawa ponselnya ke dalam kamar.
^^^Ardhan Bagaskara^^^
^^^Dah, tidur dulu! besok kerja!^^^
Romi
Yakin lo langsung tidur?
^^^Ardhan Bagaskara^^^
^^^Kepo amat lo!^^^
Ardhan meninggalkan obrolan di chat. Sudah tak menghiraukan chat masuk di grup itu Namun saat hendak meletakkan ponselnya di atas nakas. Ponsel itu kembali berdenting.
Ting!
Ardhan langsung membukanya begitu membaca nama pengirim private chat itu
âïļ SOFIA LARASATI
Selamat malam, Papanya Andra ð
^^^ðĻ Ardhan Bagaskara^^^
^^^Selamat malam juga Mamanya Cherly!^^^
âïļ SOFIA LARASATI
Terima kasih ð
Ardhan membaringkan tubuhnya di samping sang istri dan memeluk istrinya yang tidur miring menghadap tempat tidur Andra.
Alea sendiri merasakan jari jemari tangan suaminya yang bergerak di perutnya. Alea kembali melanjutkan tidurnya, karena memang sangat mengantuk.
***
Suara adzan subuh membuat Alea terbangun. Dia melihat sang suami yang masih terlelap. Hanya posisinya saja yang berubah terlentang.
Alea segera turun dari ranjang. Alea sengaja tidak membangunkan suaminya untuk sholat subuh kali ini. Karena dia punya rencana tersendiri.
Alea memilih untu sholat terlebih dahulu, setelah itu langsung menyambar ponsel suaminya di atas nakas.
Alea membawa keluar ponsel suaminya dan duduk di sofa ruang tamu. Alea sungguh penasaran membaca percakapan suaminya dengan pacarnya.
Ya! mereka belum pernah putus. Tidak salah jika status pacaran masih tersemat di antara mereka berdua.
Alea mulai menyalakan ponsel suaminya, memasukkan sandi ponsel suaminya. Ponsel keduanya memang di beri nomor sandi. Tapi dengan angka yang sama. Jadi keduanya sama - sama tau sandi ponsel.
Click!
Alea mulai membuka aplikasi chat yang semalam di tunjukkan suaminya. Nama SOFIA LARASATI adalah tujuan utama Alea membuka ponsel itu.
Alea scroll sampai pada chat terakhir yang dia baca semalam. Dan yang pertama dia baca adalah balasan sang suami.
^^^Aku sedang mengobrol dengan istriku.^^^
Oh! salam ya!
eh! kalau aku mengenal dia boleh nggak?
^^^Boleh lah, kenapa nggak?^^^
Tapi dia mau nggak kenal sama aku? secara aku pacar kamu ðĪ
^^^Itukan dulu.^^^
Tapi kan kita belum pernah putus, Dhan! ð
^^^Ya udah kita putus deh.^^^
Nggak, Dhan! jangan! aku nggak mau ada kata putus di antara kita. Aku nggak mau putus sama cowok paling tampan yang pernah aku kenal.
^^^Memang suami mu tidak tampan?^^^
__ADS_1
Kamu jauh lebih tampan, Dhan! bahkan sampai hari ini aku belum bisa melupakan raut wajahmu yang sangat tampan jika di lihat dari samping.
^^^Kalau dari depan?^^^
Tetap saja tampan! pokoknya kamu paling tampan sedunia.
^^^Kalau kamu sekarang? masih cantik?^^^
Yaiyalah! ðĨ°
^^^Coba kirim foto deh!^^^
[Dua foto Sofia terpampang di ponsel Ardhan. Dan kedua - dua nya memakai baju yang nyaris ketat. Dan itu membuat hati dan kepala Alea nut - nutan. Sudah pasti cemburu, saat sang suami saling kirim foto pada perempuan lain.]
^^^Iya! masih cantik! cuma kelihatan lebih tua ya dari 20 tahun yang lalu ðĪ^^^
Ya iyalah Mas Ardhan ganteng! sekarang kan udah beranak. ð
^^^Tapi masih enak kok buat di lihat!^^^
Masih enak juga buat di pakek! ðĪ
^^^Maksudnya?^^^
Ah! jangan sok polos deh! hahaha
^^^Wah! rupanya kamu suka bicara bebas ya? ðð^^^
Cuma sama kamu aja, Mas Ardhan.
^^^Hahaha. Emang beneran masih enak di pakek?^^^
Iya doong! udah lima bulan di anggurin sama suami. Dan aku rajin rawat. Jadi sudah pasti masih enak!
[Sofia bicara tanpa rasa malu sama sekali sama reader!]
^^^Di pakek suami kamu berapa lama emang?^^^
Enam tahun sih. Tapi kan aku rajin rawat. Jadi tetep keset dan bersih. Mau coba nggak? bagian atas juga aku rawat. Jadi awet kenyal.
^^^Emang boleh?^^^
^^^Hahaha parah nih anak!^^^
Aku serius Ardhan, kalau kamu mau mah boleh! pakek sepuas kamu! tapi kamu yang dateng ke sini ya? ðĨ° aku nggak ada ongkos kalau kesana!
^^^Aku udah dapat dari istri ð^^^
Ah! cuma dapat dari istri kamu aja? kamu nggak akan tau rasa yang lain Ardhan ð
^^^Eh, kamu cewek tapi kok gamblang banget ngomong gitu ama cowok?^^^
Sama kamu Ardhan. Bukan sama sembarangan orang. Cuma kamu aja!
^^^Prett! ð^^^
Beneran ya main ke pulau X! nanti aku kasih jatah sepuas kamu. Aku juga udah lama nggak ada yang nyentuh. Kan pengen, Dhan.
^^^Jangan ngadi - ngadi! dosa melakukan hal seperti itu dengan yang bukan muhrimnya.^^^
Nikah siri deh kalo gitu.
^^^Kamu kan istri orang, mana boleh menikah lagi!^^^
Ih, kita nikah diam - diam. Kalau kamu mau, aku belain deh aku yang kesana. Tapi kamu kasih aku uang belanja perbulan ya.
^^^Aku sih sanggup aja belanjain dua istri. Tapi aku mengkhianati istriku kalau aku menikah diam - diam.^^^
Dhan, anggap aja kamu menolong janda.
^^^Kan kamu bukan janda!^^^
Tch! kalau seandainya aku benar - benar janda kamu mau nikahin aku?
^^^Emmm... ðĪ^^^
Ardhan?
^^^Apa?^^^
__ADS_1
Jangan di pikirkan, aku hanya bercanda. ð Eh, istri kamu tau nggak chat begini?
^^^Tau kok! tadi dia malah baca chat kita!^^^
Apa! ðą dia marah nggak?
^^^Wajahnya si datar aja. Istri ku tidak semudah itu cemburu.^^^
Lagian cuma chat an sama aku! aku kan pacar kamu sebelu dia kenal kamu.
^^^Lagian dia bukan tipe pencemburu berat.^^^
Beruntungnya dia dapat kamu, Dhan. Ganteng, mapan, punya banyak cinta. Yang pasti satu! paling keren. Hati aku aja sampai sekarang dag dig dug kalau ingat wajah kamu.
^^^Eaaaa.. ðð minta hadiah apa ini? pujiannya berhasil masuk ke hatiku.^^^
Jajan aja deh! buat Cherly ððĨ°
^^^Kirim rekening deh!^^^
Hah! beneran? ðē
^^^Iyalaah^^^
B*I 032636xxxx a/n Sofia Larasati
^^^Buat jajan Cherly!^^^
[Sebuah hasil screenshoot tersemat di pesan itu. Yang menunjukkan bukti transfer senilai 5 juta rupiah.
Sampai di sini nafas Alea mulai kembang kempis. Rasa kesal, cemburu dan tidak tau harus berbuat apa, bercampur menjadi satu.
Meskipun saat ini bagi Alea uang 5 juta cukup mudah di dapat mereka. Tetap saja Alea merasa kesal Ardhan membagi uang sebesar itu untuk anak perempuan lain.
Alea memegang dadanya, menguatkan batinnya. Menghalau perasaan curiga dan was - was yang menyelimutinya diam - diam.
Semalam chat kalian masih bisa aku anggap remeh. Tapi kalau sudah seperti ini. Aku benar - benar ingin marah! Aku cemburu Mas.
Alea menahan sesak di dadanya. Tapi dia tetap kepo untuk melanjutkan membaca chat itu.]
Ardhan? itu beneran 5 juta! ðą
^^^Iyalah! kurang?^^^
Ya ampun, Dhan! itu banyak banget! gaji ku sebulan saja tidak sampai 5 juta, Dhan!
^^^Tak seberapa.^^^
Kamu beneran ikhlas, Dhan?
^^^Beneran lah! sudahlah. Rejeki jangan di tolak. Buat jajan Cherly.^^^
Terima kasih banyak ya, Dhan ðððð
^^^Iya, sama - sama.^^^
^^^Eh, balik ngobrol di grup aja yok!^^^
Iya, Dhan ðĪ
***
Mendapati obrolan yang menurutnya semakin di luar kewajaran. Secepat kilat Alea memasang alat untuk membajak ponsel suaminya.
Hatinya benar - benar kacau akibat membaca chat itu. Tapi sungguh sejak semalam dia menunggu kesempatan untuk bisa membacanya.
Menyesal membaca?
Iya, jelas! tapi akan semakin tersakiti dan malu jika tidak tau ulah mereka di belakangnya.
Dengan nafas yang menggebu, Alea berhasil membuat ponsel suaminya tersambung pada ponselnya.
.
.
ðŠīðŠīðŠī
Ardhan? ð
__ADS_1