Aku Pelakor?

Aku Pelakor?
Episode 45# Masih Mogok


__ADS_3

"Sayang?" panggil Ardhan kembali menyentuh dan mengusap lengan Alea yang tertutup selimut. Ardhan tau Alea tidak tidur. Mungkin sakit membuatnya enggan membuka mata.


Namun Alea tak bergeming, dia tetap memejamkan matanya. Seolah enggan menatap wajah suaminya.


"Sudah minum obat?" tanya Ardhan mengusap dahi Alea.


Alea hanya mengangguk satu kali.


"Sejak kapan kamu sakit, Ma?"


Alea hanya sedikit menggerakkan kepalanya untuk merespon pertanyaan suaminya.


Ardhan melepas jas hitamnya dan meletakkannya di ujung tempat tidur. Ardhan naik ke atas tempat tidur. Berbaring di belakang istirnya, memeluk Alea dari belakang.


"Kita ke dokter ya?" bisik Ardhan.


Lagi - lagi Alea hanya menjawab dengan satu gelengan kepala.


"Maa.. kamu kenapa sih?" tanya Ardhan mengangkat kepalanya melihat istrinya yang menutup mata.


"Emm" Alea kembali menggeleng.


Ardhan menghela nafas panjang, menatap wajah pucat istrinya. Membelai rambut Alea yang di ikat ke atas.


"Maaa? ngomong dong, kamu pengen apa?"


Aku ingin kamu melupakan cinta pertama itu, mas!


Ucap Alea dalam hati.


Tiba - tiba saja air mata Alea menetes. Alea masih memejamkan matanya. Tangannya mengusap air mata yang jatuh membasahi bantalnya.


"Kamu kenapa menangis, sayang?" tanya Ardhan.


Lagi - lagi Alea hanya menggeleng.


"Biasanya istriku kalau sakit, pasti manja! minta ini minta itu. Sekarang minta apa?" tanya Ardhan lembut sembari menciumi rambut wangi Alea.


"Minta kamu!"


Ucap Alea spontan.


Ardhan mengerutkan keningnya. "Minta aku?" tanya Ardhan.


"Lupakan!" jawab Alea ketus.


"Maksudnya gimana sih, sayang? kamu minta aku? aku kan suami kamu, Maa. Minta yang bagaimana lagi?"


Alea hanya menggeleng cuek.


"Maa?"


"Mandilah, mas! aku mau tidur!" ucap Alea bahkan tanpa membuka matanya.


Ardhan melihat gelagat yang tak biasa pada Alea. Bertahun - tahun bersama membuat Ardhan hafal setiap perubahan istrinya. Hanya saja kali ini dia belum bisa menebak, apa yang membuat istrinya itu mogok bicara.


Dan malam itu di lewati dengan aksi diam Alea. Dia hanya tidur di kamar, tanpa mengajak bicara suaminya sama sekali. Bahkan saat Ardhan memijat kakinya. Alea hanya menjawab pertanyaan suaminya sekenanya.


Apalagi di sela - sela Ardhan memijat, tangan kirinya masih sesekali mengecek ponselnya. Hal itu membuat Alea semakin geram dan jijik dengan tangan Ardhan yang memijat kakinya.


Keesokan harinya, bahkan Alea enggan menyiapkan sarapan untuk Ardhan. Sakit kepalanya sudah sedikit berkurang. Tapi dia masih enggan untuk bicara dengan suaminya.


Dia bahkan tidak membangunkan suaminya untuk sholat subuh seperti biasa. Dia melakukan sholat subuh sendirian. Karena dia ingin menangis.


Karena semalam, saat semua sudah terlelap, Alea terbangun karena suara dering ponsel. Yang ternyata dari ponsel suaminya. Dan dari nama perempuan yang di anggapnya ****** itu.


Alea geram dengan panggilan telfon itu. Jam sudah menunjukkan tengah malam. Tapi perempuan dengan status tidak jelas itu masih mencoba mengganggu suaminya.


Alea memode silent pada ponsel suaminya. Kemudian dia menyempatkan dirinya untuk membuka chat suaminya dengan perempuan itu melalui ponselnya.


Sedang apa Ardhan?

__ADS_1


^^^Memijat istri, lagi sakit dia.^^^


Sakit apa?


^^^Demam biasa aja sih.^^^


Oh, nggak parah kan?


^^^Nggak kok.^^^


Brarti masih bisa sambil balas chat ku kan?


^^^Bisa, tapi dikit!^^^


Kasian, malam jum'at istri K.O! ๐Ÿคญ


^^^Iya nih, padahal waktunya ajib - ajib!^^^


Ajib - ajib ama aku aja gimana?


^^^Mana bisa!^^^


Vicall aja! tapi jangan pake baju ya!


^^^Hahaha! ngawur nih anak!^^^


Aku kasih deh! tapi vicall nya jauh - jauh dari istri kamu! aku juga lagi pengen ini! ๐Ÿคค


^^^Jangan gitu! tidak baik ๐Ÿคญ^^^


Kamu tau? sejak kita kembali kontak, kamu itu bahan fantasi ku tau!


^^^Ish! nggak jijik jadiin suami orang jadi bahan fantasi?^^^


Suami orang? ๐Ÿคจ heloo? pacar aku kali!


^^^Ya deh, terserah apalah itu namanya.^^^


^^^Dari tadi dia cuma diem aja, aku jadi bingung harus ngapain. Padahal biasanya kalau lagi sakit pasti manja banget. ๐Ÿ˜•^^^


Oh!


^^^Dah dulu ya, aku mau nemenin dia tidur dulu!^^^


Lah! ini kan masih sore Papa Cherly, eh Papa Ardhan ๐Ÿคญ


^^^Kasian istriku, dia butuh pelukanku ๐Ÿค—๐Ÿคญ^^^


Pacar mu j**uga butuh tau.


^^^Haduuh! ๐Ÿ˜ฌ^^^


Enakan peluk yang belum pernah di peluk!


^^^Maybe ๐Ÿค”^^^


Ya udah deh, tidur sana. ๐Ÿ˜“


Dan saat ini Alea kembali berbaring. Padahal jam sudah menunjukkan jam lima pagi.


Alea juga kasian jika suaminya kembali tidak sholat seperti subuh kemarin.


"Mas!" panggil Alea dengan posisi masih di balik selimutnya.


"Mas!" panggil Alea lagi saat Ardhan belum juga bergerak.


"Mas!" panggil Alea sembari mendorong lengan Ardhan.


Entah, Alea merasa sangat tidak nyaman hendak membangunkan secara halus seperti biasanya.


"Emh!" Ardhan bergerak. Menggeliat di balik selimut yang sama dengan Alea.

__ADS_1


Melihat Ardhan mulai menguap dan membuka matanya. Alea kembali berpura - pura tidur.


Ardhan mengedipkan matanya, melihat sang istri yang menutup mata di antara cahaya temaran lampu tidur di atas meja nakas.


Ardhan segera menghadap sang istri. Meletakkan punggung tangannya di dahi sang istri. Hangat, itulah yang di rasakan oleh tangan Ardhan.


"Sayang?" panggil Ardhan. "Kita ke dokter saja yuk? aku akan ijin cuti.


Alea hanya menggeleng pelan. Alea sam sekali tak mengindahkan ajakan sang suami. Yang ada dalam dirinya hanya geram, marah, sampai kondisinya makin.


Ingin rasanya ia menangis, tapi air matanya seolah sudah mengering. Dan enggan jatuh lagi untuk seorang suami yang bisa menjaga jarak dengan perempuan lagi. Meskipun itu dengan pacarnya yang belum pernah putus.


"Sayaang... seperti biasa dong. Aku senang jika kamu sakit dan manja seperti biasa. Tidak seperti ini, Maa"


Alea hanya diam saja.


"Aku akan ijin cuti, Papa akan menemani Mama dan Andra hari ini."


"Ja..ngan" ucap Alea lirih.


"Maa... aku tidak bisa melihat kamu mogok bicara pada ku seperti ini. Apa salah ku?"


Tidak ada! kau manusia paling benar di muka Bumi ini wahai Bapak Ardhan Bagaskara yang di hormati seluruh bawahan mu!


Itulah yang ingin di ucapkan Ale, namun nyatanya dia hanya mampu mengucapkan kalimat itu di dalam hatinya. Dan yang keluar hanya sebuah gelengan kecil.


Ardhan menghela nafasnya. Mengusap lembut rambut istrinya, mencium keningnya yang hangat dengan dalam.


Aku tidak mengerti akan sikap mu, Mas! kamu bersikap seperti ini padaku. Tapi kamu juga bersikap baik pada pacar mu itu!


Lebih baik kamu pergi bekerja. Dari pada di rumah dan aku terus saja melihat ibu jarimu yang menari - nari di atas layar ponselmu!


Perasaan Alea benar - benar kesal. Ingin rasanya dia menenggelamkan Ardhan sampai pada Inti Bumi. Agar hanya dia yang pernah memiliki tubuh Ardhan.


# # # # # #


๐Ÿ„ Satu minggu berlalu . . .


Alea masih dengan aksi mogoknya untuk tidak bicara banyak pada sang suami. Meskipun Alea sembuh dua hari setelah ia dinyatakan sakit.


Alea bahkan memilih tidur di kamar terpisah setelah Andra terlelap. Dan sebenarnya Ardhan mulai gelisah dengan hal yang tak biasa di lakukan istrinya.


Namun keegoisan dan perasaan masih senang chatting dengan Sofia, membuatnya tidak peka 100%. Dia bahkan masih bisa menahan satu minggu tidak menyalurkan hasratnya sebagai laki - laki normal.


Alea tak mendapatkan perkembangan yang memuaskan hatinya dari chatting suami dan pacar suaminya.


Mereka tampak masih LDR, tak terlihat hal nekat. Namun Ale kembali dongkol. Karena kemarin adalah tanggal Ardhan gajian. Dan lagi - lagi Ardhan mentransfer uang sebesar 3 juta untuk Sofia.


Sehingga mulai kemarin Alea memutus untuk tidak memakai uang belanja yang di transfer Ardhan untuknya. Selain untuk kebutuhan Andra, rumah dan gaji Nur.


Hari ini adalah hari pertama Andra masuk sekolah Play Group di salah satu sekolah favorit di Ibukota.


Sang Papa seorang Manager pemasaran dengan gaji mencapai puluhan juta, belum lagi bonus - bonusnya. Sehingga Alea memilihkan sekolah terbaik untuk Andra. Biarlah sang Papa yang membayar sekolahnya, pikir Alea.


Alea mengajukan jam sekolah full day untuk Andra. Karena mulai hari ini, dia ingin mencari pekerjaan. Agar bisa menghasilkan uang sendiri.


Sehingga suatu saat, jika suaminya hilang di ambil pelakor, dia masih punya pemasukan. Untung usia Alea masih 25 tahun. Jadi masih memungkinkan untuk mendapatkan pekerjaan bermodal ijazah SMK.


Pekerjaan paling rendah sekalipun, yang penting halal bagi Alea yang sebelumnya sudah terbiasa hidup mandiri.


.


.


๐Ÿชด๐Ÿชด๐Ÿชด


...Happy reading ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...**Jangan lupa mampir di -...


..."CINTA TUAN CASANOVA**"...

__ADS_1



__ADS_2