Aku Pelakor?

Aku Pelakor?
Episode 40# Cemburu? Pasti Ada lah!


__ADS_3

^^^ðŸ“Ļ Ardhan Bagaskara^^^


^^^Berapa usia anak kamu?^^^


✉ïļ +62 857-1723-xxxx


Empat tahun. Dia perempuan, namanya Eleanza Nadira. Di panggil Dira.


^^^ðŸ“Ļ Ardhan Bagaskara^^^


^^^Apa dia cantik seperti mu?^^^


✉ïļ +62 857-1723-xxxx


Ya iyalah, kan anak aku! haha 😂


Kalau anak kamu, namanya siapa?


^^^ðŸ“Ļ Ardhan Bagaskara^^^


^^^Andra Deniel Bagaskara.^^^


✉ïļ +62 857-1723-xxxx


Pasti ganteng kayak kamu! ðŸĨ°


^^^ðŸ“Ļ Ardhan Bagaskara^^^


^^^Iyalah, kan aku ayahnya! 😋^^^


✉ïļ +62 857-1723-xxxx


Ardhan? kamu nggak pernah ke pulau ku?


^^^ðŸ“Ļ Ardhan Bagaskara^^^


^^^Nggak, pekerjaan ku hanya mencakup satu provinsi. Kalaupun ada meeting di luar provinsi itu hanya di Jakarta. Sebagai pusat perusahaan seluruh Indonesia.^^^


Obrolan Ardhan dan Sofia mulai semakin ringan. Tidak ada lagi ketegangan di antara keduanya. Yang semula seolah obrolan membeku, kini mencair dengan sendirinya. Canda tawa melalui pesan chat mereka lakukan di tengah - tengah kesibukan bekerja.


Selalu menyempatkan diri untuk saling balas satu sama lain. Entah semudah itu Ardhan terbawa alur. Kenangan masa lalu menjadi topik perbincangan mereka sekarang.


Sampai tak terasa, matahari sudah semakin condong ke barat. Ardhan mengakhiri obrolan karena jam sudah menunjukkan untuk waktunya pulang.


^^^ðŸ“Ļ Ardhan Bagaskara^^^


^^^Aku OTW pulang dulu, kalau sempat nanti di sambung lagi 😋^^^


✉ïļ +62 857-1723-xxxx


Okay bos tampan. Hati - hati di jalan 😚


^^^ðŸ“Ļ Ardhan Bagaskara^^^


^^^Yuhuu..^^^


Sebelum beranjak dari ruang kerjanya, Ardhan menyimpan nomor Sofia dengan nama SOFIA LARASATI.


sungguh tak biasa Ardhan menyimpan nomor seseorang dengan huruf besar semua. Bahkan sang istri pun di beri nama My Wife âĪïļ.


Ardhan melajukan mobilnya meninggalkan gedung Galaxy Company. Menuju rumah, dimana anak dan istrinya tengah menunggu kepulangannya.


Greekk!


Alea mendorong pagar besi, supaya mobil sang suami bisa masuk ke teras rumah mereka. Saat itu langit akan menggelap.


"Assalammualaikum?" ucap Ardhan sembari turun dari mobilnya.


"Wa'allaikum salam" jawab Alea meraih tangan suaminya dan menciumnya.

__ADS_1


"Andra di mana, Ma?"


"Lagi main di kamar, nggak mobil Papa deh kayaknya."


"Oh!"


Ardhan berjalan masuk ke dalam rumah dengan di ikuti Alea do belakangnya.


"Papa mandi dulu ajalah!" ucap Alea.


"Iya deh!" Ardhan langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa handuk yang di sodorkan Alea.


Alea beralih ke dapur dan membuat kopi untuk suaminya. Menyajikan secangkir kopi hitam di atas piring kecil dan menempatkannya di atas meja tamu. Tempat biasa suaminya menghabiskan waktu di rumah.


Setelah mandi, Ardhan menghampiri sang putra yang ternyata tengah asyik bermain lego di dalam kamar.


"Hai boy!" sapa Ardhan membuka pintu kamarnya.


"Papa!" teriak Andra berlari dan melompat meminta di gendong oleh sang Papa.


"Sedang apa anak Papa?" tanya Ardhan sembari membawa bocah itu kembali duduk di lantai kamar.


"Ini obing!" ucap Andra menunjuk lego yang di bentuk menyerupai mobil, tapi sama sekali tidak mirip.


[Maklum yang bikin masih 3,5 tahun 😁]


"Wow! keren! kalau ini?" Ardhan mengangkat satu bentukan lagi.


"Itu lumah obing!"


"Oh rumah mobil... pintar anak Papa!" puji Ardhan mencium pipi putranya.


Waktu terus bergulir, detik menjadi menit, menit menjadi jam, jam menjadi ngantuk pada akhirnya.


Yuhuuu... Andra sudah terlelap di tempat tidurnya. Berselimut biru bergambar mobil, dengan baju tidur yang senanda. Bocah itu sangat menyukai mobil.


Setelah memastikan Andra terlelap, Alea berjalan keluar menghampiri suaminya yang duduk di sofa ruang tamu.


Sungguh tak pernah sebelumnya sang suami seperti itu. Alea merasa aneh dan asing dengan aktivitas suaminya kali ini.


Bahkan biasanya saat tak terlihat oleh Andra, suaminya akan bermanja - manja dengannya. Mencium atau hanya sekedar memeluk sekilas. Atau membisikkan kalimat - kalimat yang berhubungan dengan kegiatan malam mereka.


Namun sejak pulang kerja tadi, tak sekalipun sang suami melakukan hal itu. Bahkan saat ini ia tengah duduk di sudut sofa menghadap suaminya. Tapi sang suami seolah tak menyadari keberadaannya.


"Papa ngapain sih dari tadi senyum - senyum sendiri?" tanya Alea.


"Eh, Ma! sini deh!" Ardhan menepuk sofa di sampingnya.


Otomatis Alea berpindah di sofa samping Ardhan. Dan mulai kepo dengan layar ponsel Ardhan.


"Tumben sih Pa, asyik banget sama ponsel?"


"Nggak nyangka aja, temen - temen waktu SD dulu kumpul lagi di grup!" jawab Ardhan.


"Oh ya?"


"Iya, sayang!"


"Terus ngobrolin apa kok sampek nggak fokus sama sekitar?"


"Mau tau?" tanya Ardhan


"Iya!"


"Baca deh!" Ardhan memberikan ponselnya pada Alea. Layar yang menunjukkan banyaknya obrolan dari berbagai nama di grup itu.


Satu persatu Alea membaca, dia sedikit tersenyum membaca sang suami yang seperti di ledek dengan nomor bertuliskan SOFIA LARASATI.


"Sofia sudah menikah, Pa?"

__ADS_1


"Katanya sih sudah, tapi di bilang suaminya pergi dengan wanita lain. Tapi suaminya tidak mau bercerai."


"Kenapa begitu?" tanya Alea.


"Mana aku tau, Ma! mungkin masih cinta, dan akan kembali setelah bosan dengan wanita itu!"


"Memangnya dia tinggal dimana, Pa?"


"Di luar pulau."


"Sudah punya anak?"


"Satu, umur empat tahun!"


"Cowok atau cewek?"


"Katanya sih cewe?"


"Kok kamu tau banyak sih Pa tentang dia?" tanya Alea masih dengan aktivitasnya membaca obrolan di dalam grup.


"Ya iseng - iseng aja, Ma. Ngobrol doang." jawab Ardhan santai.


Alea masih terlihat sangat santai menanggapi obrolan di dalam grup.


"Aku sudah menahan untuk tidak bicara dengannya, Ma. Tapi malah dia duluan yang chat aku!"


"Private chat?" Alea menoleh suaminya.


"Iya! baca aja!" Ardhan menunjukkan chatnya dengan Sofia, dari obrolan paling atas. "Ingat ya Ma, ini hanya obrolan biasa, nggak ada yang perlu di seriusin."


"Liat dulu lah!" jawab Alea.


Alea sedikit kaget ketika membaca nama yang di sematkan untuk Sofia. Karena memang tak biasanya Ardhan akan menyimpan dengan huruf besar semua dan dengan nama lengkap.


Ada sedikit rasa cemburu yang berdesir di hatinya. Namun dengan cepat dia segera menepisnya.


Alea mulai membaca dengan senyum - senyum sendiri. Dia tidak merasakan cemburu sama berlebih saat ini. Justru merasa lucu dengan kisah cinta di zaman suaminya masih ABG.


Tapi semakin ke bawah Alea mulai risih dengan emoticon - emoticon yang di sertakan Sofia. Meskipun Ardhan tidak pernah menyantumkan emoticon yang di luar batas kewajaran obrolan pertemanan.


Tapi sebagai sesama wanita tentu Alea merasa sedikit tidak nyaman ada perempuan yang mengirim emoticon seperti itu.


Ting!


Pesan dari nama yang tengah dia baca muncul begitu saja. Dan bertepatan Alea sampai di chat terakhir.


SOFIA LARASATI


Dhan, kok kamu menghilang dari obrolan grup? lagi sibuk?


Alea membaca pesan itu dengan sedikit aneh. Cemburu? sudah pasti. Tapi rasa percaya pada suaminya mengalahkan segalanya.


"Nih! di chat!" Alea menyerahkan kembali ponsel suaminya.


Ardhan membaca chat itu, dan menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.


"Nah kan, dia tuh kepo soal apa yang aku lakukan!" ucap Ardhan yang segera membalas pesan itu.


Alea merasa kikuk sendiri. Dia bingung harus berbuat apa. Mengingat kisah cinta mereka memang belum benar - benar usai.


Bisa di bilang Ardhan tengah chat dengan pacarnya. Dan Alea tidak berkutik, karena dia hadir di tengah - tengah kisah cinta dua insan yang belum usai.


.


.


ðŸŠīðŸŠīðŸŠī


Happy reading ðŸŒđðŸŒđðŸŒđ

__ADS_1


Jangan tanya kisah mereka akan happy ending or sad ending ya kaka 😑


__ADS_2