Aku Pelakor?

Aku Pelakor?
Episode 47# Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Alea masuk ke salah satu rumah makan sederhana. Ia memesan makan siang berupa soto daging dan es teh. Kemudian duduk di salah kursi yang berada di pojokan.


Aku harus meminimalisir pengeluaran. Supaya aku tidak terlalu banyak menggunakan uang Mas Ardhan! Supaya aku tidak terlalu berat saat mengembalikan nanti.


Ucap Alea dalam hati.


Tak berapa sebuah mobil putih berhenti di dekat warung itu. Alea menatap mobil yang mirip dengan mobil milik suaminya itu.


Dan seketika Alea membulatkan matanya begitu melihat siapa yang turun dari mobil itu. Dua orang perempuan turun dari pintu belakang, yang salah satunya adalah sekretaris suaminya.


Kemudian di susul suaminya turun dari pintu kemudi dan satu orang lagi yang di kenal Alea bernama Leon turun dari pintu penumpang bagian depan.


Apa orang seperti mereka makan di tempat seperti ini?


Tanpa Alea dalam hati.


Alea segera membuang mukanya. Meraih masker di dalam tas dan memakainya. Rombongan itu masuk ke warung bersamaan dengan pesanan Alea yang datang.


"Berapa mbak?" tanya Alea lirih.


"Dua puluh sembilan ribu, mbak!"


"Ini!" Alea menyerahkan uang 30 ribu pada sang penjual.


"Saya ambilkan kembalian sebentar"


"Ambil aja!" jawan Alea.


Rombongan itu duduk tepat di belakang Alea. Dengan posisi Ardhan dan Leon duduk membelakangi Alea.


Sedang dua sekretaris Ardhan tampak memesan makan siang untuk bosnya. Dan duduk di meja yang lain.


Aku harus cepat!


Tak di pungkiri, Alea makan seperti orang kelaparan. Dia memang lapar, tapi selapar - laparnya dia, dia tidak akan makan dengan cara seperti itu.


"Bagaimana kabar istrimu, Dhan?" tanya Leon.


"Baik sih!" jawab Ardhan seperti tidak yakin.


"Istri mu itu luar biasa ya, Dhan? padahal dia cantik, tapi tidak manja! Dia juga tetap memasak untuk mu meski ada pembantu!"


"Sebenarnya aku sedang bingung, istri ku tak seperti biasanya!"


"Kenapa?"


"Dia murung, tak banyak bicara. Jika biasanya setelah Andra tidur dia akan langsung memelukku dan bermanja padaku. Tapi ini sudah satu minggu dia malah keluar kamar dan tidur di kamar tamu. Bahkan dia tidak membuat sarapan untuk ku. Tidak pernah lagi menyambut ku saat aku pulang kerja. Awalnya karena dia sakit!"


"Apa kau melakukan kesalahan?"


"Kesalahan apa?" tanya Ardhan.

__ADS_1


"Lah, mana aku tau! perempuan kan sensitif, Dhan. Masalah kecil saja bisa jadi besar!"


"Tapi aku tidak merasa melakukan kesalahan!"


"Yakin? apa dia tau, setiap hari kau chatting dengan pacar masa lalu mu itu?"


"Dia tidak pernah memeriksa ponselku! lagian chat nya selalu aku hapus sebelum aku pulang. kalau pun membaca chat ku hanya obrolan biasa. Tidak ada yang serius!"


"Dhan, kau mana tau hati perempuan! Menurutmu chatting mu biasa saja tapi jika orang lain yang membaca bisa jadi chatting mu itu menyakitkan hati istri mu!"


"Apa benar begitu?"


"Bisa jadi sedikit banyak istri mu tau chatting kalian. Risih tidak, jika istri di rumah seperti patung yang panas jika di sentuh!"


"Bukan risih lagi, tapi sudah seperti rumah hantu. Isinya hanya suram dan tidak nyaman!"


Pak Leon bahkan tau kebusukan suamiku! Dasar suami lucknut! kau hapus sebelum pulang pun aku sudah membacanya!


Batin Alea menajamkan pendengarannya.


"Aku juga begitu. Mangkanya sebisa mungkin aku meminimalisir masalah di rumah! kerja juga nggak fokus kalau meninggalkan bini di rumah dalam keadaan emosi!"


"Coba deh, Dhan! ajak ngobrol baik - baik!"


"Iya!" jawab Ardhan tampak berfikir. "Dan kamu tau? dalam seminggu ini pengeluaran istri ku sangat kecil. Biasanya di akhir bulan dia akan pergi ke salon, klinik atau belanja, ini sama sekali tidak!"


"Oh ya?"


"Apa dia juga enggan menggunakan uang mu?"


"Masa sih, seorang istri enggan makai uang suaminya!"


"Nggak juga sih! apa istri mu punya teman kencan?"


"Heh jangan ngawur kamu! istri ku sangat setia!"


"Iya sih! yang ku lihat juga begitu!" jawab Leon. "Pikir lagi deh, Dhan! sepertinya istri mu curiga atau bahkan dia cemburu kau sering chat dengan pacar mu dulu, dan itulah yang membuat dia mogok!"


Ardhan tampak diam, dia tampak berfikir. Bersamaan pesanan mereka datang.


"Iya deh!" jawab Ardhan. "Makan dulu!" ucap Ardhan kemudian.


Sementara Alea yang memakan dengan cepat, kini sudah selesai. Alea segera keluar dari warung makan sederhana itu.


Di atas motor, Hati Alea terasa di tusuk - tusuk. Apalagi saat mendengar Ardhan selalu menghapus chat sebelum pulang. Sudah pasti jika sang suami memang berniat membohongi Alea. Meskipun Alea sendiri audah tau.


Alea memilih untuk kembali ke gedung Sentani Group. Menunggu pengumuman di sana sepertinya akan lebih baik meskipun dia akan menjadi pusat perhatian.


Alea duduk di tepian taman. Ada beberapa orang juga di sana yang duduk berjarak kurang lebih satu meter darinya. Alea sengaja memakai masker kali ini. Untuk menutupi raut wajah sedihnya.


Satu jam berlalu, seseorang keluar dari dalam gedung dengan membawa selembar kertas. Dan menempelkan kertas itu di pos satpam.

__ADS_1


Daftar Pelamar yang Lolos Seleksi Berikutnya!


Dengan berdesak - desakan dengan banyaknya pelamar, akhirnya Alea dapat melihat daftar nama pelamar yang lolos seleksi berikutnya.


Hanya lima orang yang lolos seleksi tahap pertama sebagai Cleaning service. Dan beruntung nama Alea ada di sana.


Alea memejamkan matanya lega, karena dia punya kesempatan untuk di terima.


Alea beserta empat orang lainnya masuk ke dalam gedung kembali untuk mengikuti test selanjutnya.


Lima orang itu melakukan psikotes sederhana. Yang mana hasilnya akan di umumkan di atas jam tujuh malam nanti.


Setelah itu tepat jam tiga sore Alea kembali melajukan motornya menuju sekolah Andra. Alea menunggu di depan sekolah, sampai Andra selesai dengan jam sekolah full day yang di ajukan Alea.


Tepat jam empat sore Alea membawa Andra pulang ke rumah mereka.


Alea menunggu pengumuman dengan harap - harap cemas. Dari lima orang yang mengikuti seleksi terakhir sebagai cleaning service, hanya dua orang yang akan di terima bekerja.


Jam lima sore, Ardhan sampai di rumahnya. Alea yang biasanya hangat, kini sedikit cuek dengan sang suami.


Alea langsung membuat kopi begitu mendengar mobil Ardhan datang. Tanpa membuka pintu dan menyambut sang suami. Menghidangkan kopi itu di atas meja makan.


Setelah itu Alea menyiapkan baju ganti untuk sang suami. Dan meletakkan di atas tempat tidur mereka.


Kemudian Alea menghampiri Andra yang tengah bermain di ruang tamu. Dimana ternyata Ardhan sudah duduk bersila bersama sang putra.


Ardhan mendongak, melihat kehadiran Alea di sana. Menatap dalam wajah datar Alea yang seolah cuek dengan kehadirannya.


Ardhan berdiri dan menghampiri Ale yang duduk di sofa dengan memainkan ponselnya.


"Ma?" sapa Ardhan duduk di samping Ale.


"Emm?" jawab Alea sekenanya.


"Bisa kita bicara?"


"Bicara aja, Mas. Kenapa harus minta izin?" jawab Alea sedikit ketus.


Ngasih uang perempuan lain saja tidak izin, padahal baru seminggu yang lalu di kirim 5 juta! dan kemarin dikirim lagi 3 juta! Hati istri mana yang tak tersakiti, Tuan!


Batin Alea berkecamuk. Mengingat semua itu. Mengingat bukti transfer yang bahkan sudah di hapus oleh Ardhan.


Ardhan menatap wajah istrinya yang terlihat seperti jengah padanya. Tapi dia tetap harus bicara dengan sang istri.


.


.


🪴🪴🪴


...Happy reading 🌹🌹🌹...

__ADS_1


__ADS_2