
Ardhan menghentikan motornya di depan rumah berukuran 5 x 10 meter itu. Mereka masuk ke dalam rumah setelah menutup pagar besinya.
"Welcome home!" ucap Ardhan sembari membuka kunci pintu. "Semoga kamu betah di sini tiga bulan!" lanjut Ardhan.
"Asal sama Mas mah, Alea pasti betah!" ucap Alea tersenyum senang.
"Pastinya!" sahut Ardhan.
Alea membuka pintu kamar mereka, sudah ada spons tebal di lantai yang di beli Ardhan sebelum mereka menikah.
"Seadanya dulu ya?" bisik Ardhan sembari melingkarkan tangannya di perut ramping Alea.
"Tidak masalah, ini sudah jauh lebih dari cukup!" jawab Alea.
"Mau di coba?" tanya Ardhan tersenyum jahil.
"Apanya?"
"Tempat tidurnya!" jawab Ardhan.
"Tidur sekarang? kan belum makan malam?"
"Tch!" Ardhan berdecih gemas.
Istrinya itu sungguh tidak peka dengan maksud dari ucapannya. Ardhan melepas dekapannya, lalu mengunci pintu utama. Kemudian kembali menghampiri Alea yang tengah membuka - buka lemari pakaian, untuk melihat baju - bajunya yang sudah tertata rapi.
Tanpa bertanya, Ardhan kembali memeluk Alea dari belakang. Namun tidak lagi melingkarkan tangannya di perut Alea, melainkan dengan kedua tangannya langsung mendekap dua benda kenyal milik Alea dan meremasnya pelan.
"Ah, Mas!" pekik Alea terkejut dengan ulah suaminya.
"Kenapa?" tanya Ardhan sambil mencium tengkuk leher Alea.
"Mas, ngapain sih?" tanya Alea sembari menahan geli di bagian bukit kembarnya, yang sangat cepat menjalar ke sekujur tubuhnya.
Sungguh Alea di rundung kebingungan dengan kegiatan seperti itu. Mengingat baru tiga hari dia mengenal aktivitas seperti itu.
"Tadi pagi kan sudah, Mas" ucap Alea lirih dnegan perasaan yang sama.
"Pengantin baru sudah biasa melakukan seperti ini tiap waktu, Sayang! kalau perlu sehari 3 kali, kayak makan!" ucap Ardhan yang mulai membuka kancing kemeja Alea satu persatu.
"Mas nggak capek?"
"Kalau beruurusan dengan hal satu ini, rasa capek akan langsung hilang, Sayang!" jawab Ardhan menurunkan kemeja Alea setelah berhasil melepas semua kancing.
"Iya?" tanya Alea.
"Hemm" Ardhan mengangguk sembari menebar kecupan menggoda di pundak, leher, bahkan punggung Alea yang hanya memakai tertutup br* itu. "Apalagi kita hanya tinggal berdua!" lanjut Ardhan.
"Apa hubungannya?"
"Aku bisa minta 5 kali dalam sehari!" jawab Ardhan.
"What!" pekik Alea.
Ardhan mulai melepas pengait br* Alea dan membuangnya ke sembarang arah. Membuatnya bebas memainkan dua bukit tang kini menjadi bagian favoritnya.
Ardhan memainkan puncaknya bersamaan, dengan posisi dia masih berdiri di belakang Alea. Hal itu membuat sekujur tubuh Alea seolah tersengat aliran listrik.
Pelan - pelan Ardhan melepas pengait celana jeans Alea. Saat hendak menurunkan resleting, tangannya terhenti oleh tangan Alea.
"Mas juga harus lepas baju, Alea malu kalau hanya Alea yang telanjang!" ucap Alea.
__ADS_1
Ardhan terkekeh gemas dengan kepolosan istrinya. Tanpa protes Ardhan melepas kaosnya, begitu juga dengan celana jeans nya, menyisakan CD nya.
"Puas?" bisik Ardhan seraya kembali menurunkan resleting celana Alea.
Alea dengan sigap membantu mempermudah suaminya melepas celana jeansnya yang ketat. Mereka sama - sama hanya memakai CD.
Ardhan langsung menarik pelan tubuh istrinya hingga terjatuh di spons setinggi 30 cm itu. Dan kembali membuat aksi panas di sana.
Hantaman demi hantaman dari Ardhan membuat Alea menggelinjang nikm*t. Begitu juga Ardhan yang dengan kuat menghentak - hentakkan wujud dari cintanya pada Alea.
Seketika tubuh Alea lemas, setelah Ardhan berhasil menyemburkan benih - benih cinta di dinding rahimnya.
Ardhan mengakhirinya dengan kecupan sebanyak - banyaknya di wajah Alea. Membuat Alea benar - benar merasa di cintai oleh suaminya itu.
# # # # # #
Keesokan harinya, Alea sudah kembali bekerja. Sedangkan Ardhan masih punya sisa cuti satu hari.
Jam setengah enam pagi, untuk pertama kalinya Ardhan mengantarkan Alea untuk bekerja.
Karena jarak dari kontrakan ke Galaxy store sedikit lebih jauh daripada saat di kostan, sehingga Alea berangkat 10 menit lebih cepat dari biasanya.
"Untuk pertama kalinya anterin istri kerja" ucap Ardhan saat Alea naik ke motor matic Alea yang di kemudikan Ardhan.
"Hihi, pertama kali di antar kerja sama suami!"
Ardhan terkekeh, sembari menarik gas motor matic Alea.
Cit!
Ardhan berhenti tepat di depan Galaxy store. Alea turun dan mencium tangan suaminya sebelum masuk ke Galaxy store.
"Siap suamiku, Sayang!" jawab Alea.
Alea masuk ke dalam Galaxy store, sedangkan Ardhan memutar motor dan menoleh ke mess AutoGalaxy di lantai atas.
Terlihat Randa dan Zaka menyunggingkan senyuman setengah mengejek. Ardhan pun terkekeh melihat dua sahabat terbaiknya di AutoGalaxy itu.
Ardhan menyebrangi jalan, dan berhenti tepat di depan AutoGalaxy. Seketika Zaka dan Randi bergerak turun.
Karena Ardhan sudah tidak tinggal di mess, sehingga kunci pagar di tarik oleh perusahaan. Dia hanya bisa masuk jika di bukakan oleh rekan kerjanya yang tinggal di sana.
"Selamat pagi pengantin baru!" goda Zaka membuat Ardhan tersenyum tipis.
"Kok bisa bangun pagi!" sindir Randi.
"Bisalah!" sahut Ardhan cepat membuat Randi terkekeh.
"Langsung apa tunda nih!" tanya Randi.
"Langsung lah!" jawab Ardhan.
"Wih! dah siap jadi bapak!" tanya Zaka.
"Umur sudah cukup kenapa di tunda!" jawab Ardhan sembari menyalakan batang rokoknya.
"Bener! Kau itu Ka, cepat nikah! keburu bangkotan!" ucap Randi.
"Tch! aku akan langsung mengundang kalian nanti!" jawab Zaka.
"Bang Ardhan!" teriak Yoga dari balkon mess.
__ADS_1
Ardhan menoleh ke atas tanpa berkata - kata.
"Gimana rasanya, Bang!" tanya Yoga sedikit berteriak.
"Gila!" jawab Ardhan pada Yoga yang tidak malu bertanya tentang hal itu.
"Hahaha!" Yoga tertawa misterius. Sedangkan Ardhan menggelengkan kepalanya pelan.
"Kecil - kecil cabe rawit!" gumam Zaka membuat Randi dan Ardhan tersenyum miring.
# # # # # #
Hari - hari berlalu, tak terasa sudah tiga bulan Ardhan dan Alea menikah. Dan hari ini mereka pindah ke rumah baru mereka di Gayama Regency. Lokasi yang tidak terlalu jauh dari kontrakan mereka.
Dan saat ini di rumah baru Ardhan dan Alea sudah banyak keluarga Alea dan Ardhan yang tengah berkumpul. Karena mereka tengah open house atau syukuran. Meskipun tetangganya juga tidak banyak karena deretan perumahan itu masih baru. Belum banyak penghuni.
Rumah berukuran 6x20 meter itu di buat menjadi beberapa bagian. Ruang tamu, dua kamar tidur, dapur, satu kamar mandi, tempat sholat, ruang tengah dengan teras yang cukup untuk satu mobil kecil dan tiga motor.
"Meskipun rumah ini mencicil, setidaknya ini rumah kita sendiri" ucap Ardhan pada Alea yang tengah merapikan beberapa perkakas dapur yang dia beli selama tinggal di kontrakan.
"Alhamdulillah Mas, Alea sungguh tidak menyangka akan punya suami yang sudah mempersiapkan semua ini!" ucap Alea. "Alea pikir kita akan benar - benar berjuang dari nol!"
"Aku ingat betul saat Papa dan Mama ku menasehati ku!" ucap Ardhan. "Mereka bilang, sebelum aku menikahi seorang gadis, aku sudah harus punya tabungan yang cukup! karena laki - laki wajib memberikan nafkah lahir, batin dan tempat tinggal yang layak untuk istrinya!" ucap Ardhan yang tengah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Hemm... Mas benar - benar mengingat pesan - pesan mereka?"
"Tentu saja, Sayang! karena apapun yang mereka pesankan pasti itu bermanfaat!"
"Mas hebat!" puji Alea.
Alea benar - benar bangga memiliki suami seperti Ardhan. Yang cukup mempersiapkan dengan baik masa depannya kelak.
"Bangga nggak sama Mas?" tanya Ardhan menoleh Alea yang sibuk memasukkan baju - bajunya ke almari baru mereka.
Alea menghela nafas sembari menutup almari. Kemudian menghampiri Ardhan dan duduk di bibir tempat tidur di samping Ardhan yang terlentang.
"Banget!" jawab Alea mendaratkan kecupan di pipi Ardhan.
Seketika Ardhan terkekeh dengan aksi Alea yang tiba - tiba.
"Nggak sabar pengen nyobain rumah ini" celetuk Ardhan.
"Nyobain rumah ini?" tanya Alea.
"Iya, Sayang! pengen bikin kamu mendes*h untuk pertama kalinya di rumah ini!" lanjut Ardhan dengan senyuman misterius.
"Dasar mesum!" pekik Alea mengusap muka Ardhan dengan kasar.
Alea beranjak dan keluar dari kamar. Meninggalkan Ardhan yang terkekeh geli.
.
.
.
•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√
...Happy reading 🌹🌹🌹...
...Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentarnya ya kakak 😍🤩...
__ADS_1