Aku Pelakor?

Aku Pelakor?
Episode 38# Nama yang Tak Asing


__ADS_3

🍄 Satu bulan berlalu, sejak mimpi Alea di malam itu . . .


"Win, kapan pembangunannya akan di mulai?" tanya Ardhan pada Wina.


"Minggu depan, Pak Ardhan! kontraktor sudah menyiapkan seluruh pekerjanya, supaya cepat selesai!" jawab Wina.


"Baiklah, kalau begitu!" ucap Ardhan, sembari berjalan ke arah pintu ruangannya.


Ardhan memulai dengan kesibukannya sebagai manager pemasaran. Kembali menyiapkan materi meeting bersama Sentani Group. Perusahaan yang paling banyak bekerja sama dengan Auto Galaxy Putra.


Kali ini meeting itu di langsungkan di gedung itu, Galaxy Company. Dan Ardhan kini sudah berjalan menuju ruang meeting bersama dengan sekretarisnya, Wina.


"Selamat datang, Pak David!" sapa Ardhan pada David, manager pemasaran Sentani Group.


"Terima kasih, Pak Ardhan!" jawab David, laki - laki berusia sekitar 40 tahun.


Meeting itu berlangsung dengan lancar. Dan kerja sama yang mereka lakukan selalu membuahkan hasil yang manis.


Jam makan siang pun tiba, Ardhan mengajak David untuk makan siang di kantin perusahaan. Mereka berdua masuk ke blok Hijau.


Sedang dua sekretaris yang mengikuti mereka masuk ke blok Kuning. Karena mereka tidak mungkin bergabung satu meja dengan bosnya yang melakukan obrolan santai.


Tak lupa Ardhan memberikan tips pada Weni agar membayar makan siang sekretaris David juga.


Obrolan ringan di antara keduanya membuat hubungan mereka semakin akrab. Mengingat dua perusahaan yang menaungi mereka memiliki kerja sama yang erat.


Tidak berapa lama munculnya Leon yang memilih untuk ikut bergabung bersama Ardhan dan David. Tentu saja obrolan semakin seru dan menimbulkan gelak tawa yang renyah di telinga.


Ting!


Ponsel Ardhan berdenting, menandakan sebuah pesan masuk ke ponsel miliknya. Ardhan segera mengeluarkan ponsel dari saku jasnya. Dan segera membuka aplikasi chat yang berbunyi.


Ardhan sedikit terkejut melihat pesan yang masuk. Ternyata sebuah undangan grup chat bernama Alumni SDN NUSA BANGSA.


Sebenarnya Ardhan cukup penasaran dengan obrolan di grup itu. Tapi berhubung saat ini masih ada rekan kerjanya, dia memilih mengubah mode getar, dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jas.


Selama Ardhan dan dua rekannya melanjutkan makan siang dan obrolan. Ponsel Ardhan tak henti bergetar. Pertanda penghuni grup tengah berceloteh menggunakan jempol masing - masing.


Jam istirahat telah habis, mereka bertiga kembali pada aktivitas masing - masing. Dan David pun meninggalkan gedung Galaxy Company.


Begitu juga Ardhan, kini dia sudah sampai di ruang kerjanya. Menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya.


Dia mulai membuka ponsel yang sedari tadi bergetar. Ada 124 pesan obrolan di dalam grup yang belum dia baca. Dan beberapa nomor baru yang mengirim chat padanya secara pribadi.


...💦💦💦...


[Author curhat : Jujur, sebenarnya Othor nggak sanggup mau melanjutkan part ini 🥺. Karena part ini awal dari 💔. Tapi Othor nggak mau mengecewakan para reader dengan menggantung cerita.


Dari awal Othor udah bilang, ini adaptasi dari kisah nyata. Meskipun tidak 100%. Tapi jujur, kisah ini cukup menyayat hati. Ikuti terus kelanjutannya ya kakak.


Dan pemilik cerita juga mengizinkan Othor untuk melanjutkan cerita ini.


Othor berusaha menguatkan hati dan jari, untuk bisa menulis part - part ini. Semoga para reader menghargai tulisan Othor receh ini. 😥]


...💦💦💦...


Click!


Ardhan memilih untuk membuka grup chat lebih dulu. Dan obrolan awal yang masuk ke ponselnya sudah mulai bisa di bawa. Berbagai nomor yang tak tersimpan di ponselnya muncul di sana.


Nomor - nomor yang hanya di ikuti nama pribadi di belakangnya. Ardhan hanya bisa menebak - nebak itu nomor siapa. Dan jika bertanya tentang nama - nama dari teman SD nya, tentu dia masih sangat ingat.


Beberapa pesan chat yang menanyakan keberadaan dirinya, menyebutkan namanya juga membicarakan tentang dia kini membuatnya tersenyum simpul.


+62 812-1568-xxxx ~Diki


Si Ardhan nggak muncul² sih!


+62 812-2547-xxxx ~Lia


Emang Ardhan dimana sekarang? terakhir dengar kabarnya, saat orang tuanya meninggal.


Riko


Dia di Ibukota, tinggal sama anak istrinya. Dia mah jadi orang sukses sekarang!

__ADS_1


[Nama Riko muncul karena di simpan oleh Ardhan. Sedang Riko di sini teman SD yang satu kampung dengan Ardhan.]


+62 812-2547-xxxx ~Lia


Serius? kerja apa dia?


Riko


Jadi Manager Pemasaran Galaxy Company. Tau nggak gedung Galaxy Company di Ibukota?


+62 856-0671-xxxx ~Romi


Aku tau! beneran Ardhan di sana?


Riko


Beneran!


+62 812-2547-xxxx ~Lia


Wah! Ardhan sukses ya sekarang!


+62 812-1568-xxxx ~Diki


Lah! kok aku baru tau sih? Ardhan jadi manager pemasaran di Galaxy Company? Padahal aku karyawan Galaxy Indonesia! pabrik minyak. Dia di anak perusahaan GC atau di GC sendiri?


Riko


Dia bilang, dia di anak perusahaan yang dulu menaungi bengkelnya.


+62 812-2547-xxxx ~Lia


Serius kau Diki?


+62 812-1568-xxxx ~Diki


Wih! jadi dia sekarang manager pemasaran Auto Galaxy Putra?


+62 856-0671-xxxx ~Romi


Riko


Apa lagi aku yang tetangganya! Mengingat semua tetangga tau perjuangan Ardhan seperti apa.


+62 812-4578-xxxx ~Indah


Nggak sia² perjuangannya. Dulu dia kuliah di kampung yang sama dengan ku. Tapi dia ambil kelas malam. Dan kami beda prodi.


+62 821-1265-xxxx ~Zio


Eh, Bos Ardhan muncul dong! udah di obrolin dari tadi nih nggak muncul². Sekalian kasih teman mu yang serabutan ini kerjaan, Dhan.


Dan masih banyak nama lainnya yang ikut berbincang. Ardhan mulai menyimpan satu persatu nomor teman - teman lamanya itu.


Akhirnya Ardhan sampai di chat terakhir. Barulah Ardhan mulai menggerakkan ibu jarinya untuk mengetik.


^^^Ardhan Bagaskara~^^^


^^^Assalammualaikum?^^^


Spontan grup yang semula hampir sepi kembali ramai, dan semua berbondong - bondong mengetikkan sesuatu.


+62 812-1568-xxxx ~Diki


Akhirnya yang di tunggu muncul juga!


+62 821-1265-xxxx ~Zio


Hai, Bos Aedhan! akhirnya muncul juga lo!


+62 812-2547-xxxx ~Lia


Kemana aja, Dhan?


+62 812-4578-xxxx ~Indah

__ADS_1


Wa'allaikum salam! Dhan, apa kabar?


Riko


Akhirnya muncul juga lo!


+62 856-0671-xxxx ~Romi


Dhan, tinggal daerah mana?


^^^Ardhan Bagaskara~^^^


^^^Sorry guys, nggak bisa balas satu²! yang jelas aku baik² saja, aku tinggal di Ibukota. Maaf baru sempet muncul!^^^


+62 812-2547-xxxx ~Lia


Yang penting kamu mau muncul, Dhan!


+62 821-1265-xxxx ~Zio


Seneng denger kawan sukses di Ibukota.


^^^Ardhan Bagaskara~^^^


^^^Tentu saja aku mau ngobrol sama kalian. Tapi mau gimana lagi. Ini jam kerja!^^^


+62 856-0671-xxxx ~Romi


Namanya juga manager pemasaran, pasti sibuklah!


+62 812-4578-xxxx ~Indah


Ya deh! kita paham kok, Dhan.


^^^Ardhan Bagaskara~^^^


^^^Haha! iya!^^^


+62 856-0671-xxxx ~Romi


Aku tinggal di Ibukota juga, Dhan! kumpul yuk! ajak anak istri juga!


+62 812-1568-xxxx ~Diki


Setuju! yuk! aku juga maulah ketemu petinggi Galaxy secara pribadi, hahaha!


^^^Ardhan Bagaskara~^^^


^^^Bolehlah! atur jadwal aja! kalau bisa weekend ya? Aku free nya kalau weekend.^^^


+62 856-0671-xxxx ~Romi


Siap Bos Ardhan!


+62 857-1723-xxxx ~Sofia


Ardhan? inget ngga sama aku?


Sebuah nomor asing, tapi dengan embel - embel nama yang sangat tidak asing di ingatan Ardhan, muncul begitu saja.


Seketika mata dan jari tangan Ardhan mematung. Ingatan demi ingatan kembali muncul begitu saja di kepalanya.


Hatinya yang teguh dan damai mendadak sedikit koyak. Entah perasaan apa yang tiba - tiba muncul di sana.


.


.


🪴🪴🪴


Othor mau pingsan ajalah! Nggak sanggup buat ngetik.


Kalian kepo nggak sih? kalau kepo Othor lanjut. Tapi gimana kalau Othor jadi baper? 🥺


Happy reading 🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2