Aku Pelakor?

Aku Pelakor?
Episode 33# Ibu yang Sebenarnya


__ADS_3

Keesokan harinya, Alea sudah di izinkan pulang. Ibu Alea akan tinggal di rumah Ardhan dan Alea untuk membantu dan mengajari Alea cara merawat bayi.


"Alea, Alea! mandiin bayi aja nggak bisa!" ujar ketus Ibu Ida, melihat Alea yang tengah belajar memandikan Andra yang baru berusia dua minggu itu.


"Namanya juga baru kali ini punya anak, Bu" jawab Alea.


"Tch! mangkanya harusnya jangan buru - buru nikah! Belajar dulu sama kakak - kakakmu. Kalau harus berlama - lama di sini, Ibu kan jadi nggak bisa ngerawat Ayah kamu di rumah!"


"Maaf, Bu!" Alea menunduk dan fokus pada baby Andra. "Sedikit banyak Alea sudah bisa memandikan dan merawat Andra. Ibu boleh pulang kalau ibu memang ingin pulang. Mas Ardhan akan mengantarkan Ibu."


"Kalau suami mu kerja seperti sekarang, kamu yakin sudah sanggup di rumah sendirian jaga Andra?"


"Yakin, Bu" jawab Alea yakin tidak yakin, dia harus yakin.


Karena itulah sifat asli sang ibu kepadanya. Berbeda dengan cara beliau memperlakukan kakak - kakak Alea yang lain. Dan hal itu sudah biasa untuk seorang Alea. Untung saja kakak - kakaknya masih pengertian padanya.


"Minggu besok deh, Ibu pulang! kasian Ayah dan kakakmu Ari, mereka tidak ada yang pandai memasak!" ujar Ibu.


Bagai di hantam senjata tajam, hati Alea teriris dan ambyar. Mengingat dulu, saat Nadia, kakak iparnya yang melahirkan di kota ini, sang ibu membantu merawat sampai anak mereka berusia hampir tiga bulan.


Sedangkan dirinya, baru dua minggu saja sang ibunya sudah minta buru - buru pulang. Padahal dia anaknya sendiri.


"Iya, Bu!" jawab Alea pasrah, sambil memindah baby Andra ke atas tempat tidur yang ada di ruang tengah.


"Kalau kamu kwalahan, bayar pengasuh saja, suami mu kan manager! pasti kuatlah bayar pengasuh!"


"Iya, Bu!" Alea menjawab seadanya.


Menyakitkan untuk Alea. Tapi setidaknya Alea senang karena meski begitu, sang Ibu terlihat sangat menyayangi Andra.


Hari minggu yang di maksud Ibunya telah tiba. Sang Ibu sudah kembali ke kampung halaman dengan dipesankan taksi online oleh Ardhan. Ardhan tidak mungkin mengantar, karena Alea akan sendirian di kota.


Tak lupa Ardhan memberikan lima belas lembar uang ratusan ribu, kepada ibu mertuanya sebagai ucapan terima kasih sudah membantu merawat anak mereka di kota.


Tentu saja sang ibu sigap jika perkara uang. Karena hampir semua perempuan pasti menyukai uang. [Termasuk Author 🤭✌️]


Ada sedih dan ada lega yang di rasakan Alea. Sedih karena, merasa sangat di anak tirikan oleh sang ibu. Lega karena bisa menuruti keinginan sang ibu untuk pulang.


"Mas?" panggil Alea mendekati Ardhan yang tengah menatap layar laptop di meja makan, sembari menggendong baby Andra.


"Ada apa, Yank?" tanya Ardhan tanpa menoleh Alea.


"Maafin Alea ya, Mas?"


"Maaf?" Ardhan mengerutkan kening menatap Alea yang berwajah masam. "Maaf untuk apa, Yank?" tanya Alea.


"Mas sudah banyak berkorban untuk Alea. Semenjak Alea tidak bekerja, Mas yang melanjutkan cicilan motor Alea. Mas juga setiap bulan mengirim uang untuk Ayah dan Ibu. Tapi mereka tetap seperti tidak puas."


"Sudahlah, Yank! jangan memikirkan hal seperti itu. Mas menikahi kamu, itu artinya semua yang berurusan dengan mu adalah urusan mas!" ucap Ardhan menatap serius Alea.


"Tetap saja Alea merasa tidak enak, Mas!"

__ADS_1


"Yank? kita menikah, itu artinya milikku adalah milikmu, milikmu adalah milikku!" jawab Ardhan. "Mulai bulan depan, mas akan menambah jatah Ayah dan Ibu, biar mereka bis menganggap kamu ada."


"Tidak usah, Mas! Mas juga kan harus mengurus biaya untuk kelulusan Adrian tahun ini."


"Sayang, kamu tau?"


"Apa?"


"Kamu adalah istri terhemat!"


"Maksudnya?"


"Istri pada umumnya akan menghabiskan atau bahkan membeli apapun yang mereka inginkan! tapi Mas lihat kartu ATM yang kamu pegang jarang terpakai!"


"Emang Mas tau?"


"Taulah! kan Mas pegang bukunya! setiap bulan selalu Mas cetak!"


"Hahaha! iseng banget sih!" Alea terkekeh. "Alea cuma pengen kita tidak punya cicilan mas! jika uang tabungan Alea terkumpul, Alea pengen melunasi motor Alea yang masih kurang satu tahun lagi!"


"Jangan pikirkan itu, sejak gaji Mas naik, mas membayar dua kali cicilan setiap bulan! jadi sekarang hanya kurang empat bulan!"


"Hah! beneran mas?" Alea membulatkan matanya.


"Iya, Sayaang!"


"Kalau begitu lebih baik tabungan Alea di gunakan untuk melunasi saja, Mas!"


"Beneran?"


"Baiklah, Sayang! besok mas ambil uangnya!"


"Iya, Mas!" Alea senang sekali.


Gadis itu sebenarnya memang enggan berurusan dengan hutang piutang. Tapi yang namanya hidup, pasti ada saja yang membuat manusia melakukan hal itu.


# # # # # #


Dua tahun kemudian . . .


Kinerja Ardhan sebagai manager AutoGalaxy begitu di acungi jempol oleh pemimpin Auto Galaxy Putra.


Semenjak bengkel itu di pimpin oleh Ardhan, banyak inovasi baru yang keluarkan. Bahkan Ardhan menghadirkan seorang tutor untuk seluruh montir agar bisa memodif mobil sport juga.


Pemimpin Galaxy Company mengakui kinerja Ardhan sangat layak untuk di mutasi ke kantor pusat.


Sehingga tepat hari ini, Ardhan telah duduk bersama calon penggantinya. Ardhan tengah memberikan materi dan mengajari calon penggantinya nanti. Karena bulan depan Ardhan sudah harus pindah ke kantor pusat, Galaxy Company.


"Paham belum?" tanya Ardhan.


"Sudah, Bos Ardhan!"

__ADS_1


"Sekarang cara pengajuan gaji karyawan!"


"Ok, Boss!"


"Perhatikan, file nya ada di sini!"


Click!


Click!


Click!


Click!


Ardhan terus menjalankan kursor nya untuk memberikan pelajaran mendetail pada penggantinya.


"Kau memang pantas menggantikan aku, Nang!" ucap Ardhan pada Danang.


"Bisa aja kau, Boss!" Danang tersenyum malu.


Sesungguhnya dia sangat bangga bisa menduduki posisi ini. Menggantikan Ardhan yang akan naik ke kantor pusat.


"Aku justru tidak menyangka dengan mu, Bos Ardhan! kau bisa naik jabatan lagi dalam waktu dua tahun!"


"Do'a tulus anak dan istri sangat mempengaruhi karir kita, Nang! Menurutku semua ini tak jauh dari support dari istriku!"


"Betul itu, Bos!" Danang membenarkan ucapan Ardhan.


"Dan jangan lupa sedekah, Nang!" ucap Ardhan kemudian.


"Siap, Bos! Oh ya, Bos! meskipun kau sudah menjadi manager di kantor pusat kau tetap akan datang kan ke acara pernikahan ku nanti!"


"Pastilah! kirimkan saja undangannya ke rumahku!"


"Siapp!" Danang mengangkat tangannya hormat pada Ardhan.


Mereka kembali melanjutkan proses training untuk Danang. Ardhan mengajarkan dengan detail, dan juga mencatatkan poin - poin penting yang harus di kerjakan oleh seorang manager bengkel itu.


Ardhan juga memberi masukan - masukan untuk bengkel kedepannya. Bahkan Ardhan juga menyampaikan rencana yang ingin dia kerjakan untuk bengkel kedepannya.


Tapi sayang, belum sempat rencana itu terwujud, Ardhan sudah naik jabatan lagi. Ardhan berharap, Danang bisa bekerja lebih baik darinya.


Sedangkan di bawah kantor manager, ada dua montir baru untuk menggantikan posisi Danang. Karena bengkel semakin ramai sehingga di tambah lah satu montir lagi.


.


.


...•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√•√...


...🌺 Bekerjalah dengan hati, bukan hanya dengan pikiran. Karena hati yang bersih akan membuat pikiran juga bersih. ...

__ADS_1


...Tidak perlu terlalu peduli dengan mereka yang ingin menjatuhkan kamu di tempat kerja. Karena prestasi di dapat dari usaha, bukan sekedar cari muka. 🌺...


...Happy reading 🌹🌹🌹...


__ADS_2