Aku Pelakor?

Aku Pelakor?
Episode 77# Bertemu Sahabat Lama


__ADS_3

🍄 Satu bulan berlalu . . .


Alea mendorong stroller baby Arsyila yang kini sudah berusia 3 bulan. Ia membawa Arsyila untuk berkeliling komplek, sekaligus untuk mengakrabkan diri pada para tetangga yang belum dia hafal namanya 100%.


Alea selalu menyapa siapapun yang ia temui. Demi mengakrabkan diri pada mereka dan tidak terlihat sombong.


***


Siang ini, untuk pertama kalinya, Alea menjemput Andra pulang sekolah di sekolah barunya. Antar jemput sekolah biasa di lakukan Nur, tapi karena Arsyila sudah berusia tiga bulan, jadi dia berkeinginan untuk berganti menjemput sang putra.


Sekolah baru Andra, tak kalah bagus dari Cambridge School. Hanya saja tidak seterkenal Cambridge School yang memiliki tingkat sekolah yang lengkap. Dari Play group hingga SMA.


Sekolah baru Andra ada di tepi perumahan itu. Alea sengaja memindahkan Andra di sekolah itu, agar tidak terlalu jauh untuk mengantar dan menjemputnya.


Sampai akhirnya mata Alea menangkap sosok yang sepertinya tidak asing tengah duduk di atas sebuah motor matic. Sepertinya dia juga tengah menjemput anaknya yang juga sekolah di sana.


Sosok perempuan berambut hitam panjang yang di diikat keatas, sambil memainkan ponsel itu pun membuat Alea tertegun.


Sangat tidak asing, bahkan seperti sangat dekat. Tapi ia takut jika salah orang karena sudah lama tidak bertemu. Terakhir kali saat ia menikah. Akhirnya ia bertanya pada salah satu ibu - ibu yang juga menjemput.


"Teh, teteh kenal sama dia?" tanya Alea menunjuk perempuan di atas motor.


Wanita setengah baya yang di panggil Alea teteh itu pun mengikuti arah yang di tunjuk Alea.


"Oh, itu Mamanya Naura, namanya Neng Luna!" jawabnya.


Alea pun tersenyum, benar dugaannya. Itu adalah Luna sahabatnya sejak kelas satu SMK. Teman sebangku, seperjuangan dan sama - sama tidak lanjut kuliah.


Karena suatu hal, membuat mereka loss kontak. Karena tidak ada grup chat sekolah membuat mereka kehilangan kontak. Di tambah dua - duanya tidak terlalu antusias di media sosial. Terutama perempuan bernama Luna itu.


Alea berdiri dan berjalan mendekati Luna yang masih asyik menunduk di atas motor sambil bermain ponsel.


"Luna!" panggil Alea menepuk pundak Luna.


Sontak perempuan di atas balkon itu menoleh ke bawah. Ia memicingkan matanya melihat sosok perempuan modis yang berdiri menghadap dirinya di balkon. Luna tampak bingung, ia terus menatap perempuan itu dengan dahi yang berkerut.


"Luna, aku Alea!" teriak Alea lagi.


"Kamu Alea!" pekik Luna setengah tertegun.


"Iya! Aleandra!" jawab Alea.


Sontak bibir keduanya tersenyum. Seolah baru saja menemukan jarum dalam tumpukan jerami.


"Beneran Aleandra Zavanya kan?"


"Iya Luna sayang!"


"Aaa... kenapa bisa ketemunya di sini?" seru Luna senang bukan kepalang.


"Anak aku sudah satu bulan sekolah disini?"


"Berarti masih baru?"


"Iya!" jawab Alea. "Kamu tinggal di daerah sini juga?"

__ADS_1


"Di Jalan Apel!" Luna menunjuk sebuah gang bertuliskan Jalan Apel.


Sebuah jalan berada di paling belakang perumahan. Komplek yang diketahui dengan harga jual standar.


"Oh!" Alea mengangguk.


"Kamu tinggal di jalan mana?"


"Jalan Strawberry!"


"Wihh! mantap! jalanan orang mapan itu mah!"


"Biasa aja sih, Lun!" jawab Alea santai.


"Mana ada rumah biasa di jalan Strawberry!" sela Luna.


"Sudahlah, jangan bahas itu! yang penting rumah milik kita sendiri! main ke rumah ku yuk!"


"Pulang sekolah ini ya!"


"Ok!" jawab Alea.


Andra dan Naura pun keluar satu persatu. Ternyata mereka seumuran tapi beda kelas.


Mereka pun kembali pada rencana awal. Mengunjungi rumah Alea dengan mengendarai motor masing - masing.


Alea mengajak Luna dan anaknya masuk ke dalam rumah. Dimana ada Arsyila yang tengah di gendong oleh Nur.


"Besar banget rumah kamu, Al! rumah ku separuhnya doang! nggak sebagus ini pula!"


"Duduk, Lun!" ucap Alea menunjuk sofa. "Andra, ajak Naura main ya?"


"Iya, Ma!" jawab Andra mengajak Naura bermain di halaman depan setelah melepas sepatu dan seragam mereka.


"Tinggal sama siapa saja kamu, Al?" tanya Luna menelisik rumah yang terlihat tidak terlalu banyak penghuni itu.


"Suami, dua anak kami, dan satu ART" jawab Alea, "Mbak Nur, tolong buatkan minuman!" titah Alea pada Nur setelah mengambil alih Arsyila.


"Ya, Bu!" jawab Nur.


Alea duduk di samping Luna dan Luna langsung merebut Arsyila dari gendongan Alea.


"Aku nggak nyangka kita bakal tinggal di perumahan yang sama, Lun! senengnya aku ketemu kamu lagi!"


"Aku juga masih nggak nyangka kamu baru di sini!"


"Mas Ardhan membangun rumah ini tanpa sepengetahuan aku. Tiba di ajak kesini saat semua sudah lengkap. Tinggal iso dan kami pindah saat Arsyila berumur 2 bulan."


"Yaa ampun, so sweet banget sih suami kamu. si Mas Ardhan itu!" puji Luna.


"Yaa ... begitulah" Alea tersenyum kikuk dan terlihat tidak tulus.


"Senyum mu kok gitu sih!"


"Sebenarnya rumah tangga ku baru saja mengalami badai, Lun!" jawab Alea menunduk.

__ADS_1


"Itu mah, biasa Al! namanya juga rumah tangga. Aku pun sama, hanya saja untung suami ku peka. Dan dia tidak akan membiarkan suatu masalah mengambang lebih dari 24 jam!"


"Aku butuh waktu dua bulan untuk membuat semua kembali normal, Lun!"


Nur datang membawa minuman dan beberapa cemilan ke ruang tamu. Dimana Alea dan Luna tengah saling bertukar cerita.


Obrolan terus berlanjut santai. Persahabatan Alea dan Luna kembali terjalin setelah lama berpisah.


Hari - hari berlalu dengan saling bergantian mengunjungi satu sama lain. Bahkan para suami pun mulai saling akrab dan sering membuat janji untuk bermain game bersama, ngopi bareng dan sebagainya.


Andra dan Naura pun kini menjadi layaknya sahabat akrab. Mereka pun terkadang saling tinggal di rumah.


Sampai pada akhirnya, Alea yang tau jika Luna suka menulis novel di aplikasi Online, membuat Alea tertarik akan suatu hal.


"Lun, coba deh! kisah ku dan mas Ardhan angkat jadi novel! aku ingin tau jika kisah ku dan mas Ardhan di jadikan novel versi kamu, akan seperti apa jadinya!"


"Hah! serius kamu?" tanya Luna.


"Iya, Lunaaa!" kekeh Alea.


"Tapi aku tambah - tambahin cerita dikit boleh ya?"


"Iya! suka - suka kamu! asal jangan sebut nama asli ku! biar mas Ardhan nggak tau!" lirih Alea.


"Emang dia suka baca novel online?"


"Nggak sih! nggak mungkin sempet! heheh!"


Mereka berdua pun tertawa bersama. Dan sejak hari itu Luna mulai mengetikkan kisah Alea di aplikasi novel nya. Dan membuat kisah Alea menjadi pelajaran juga dalam menjalani rumah tangganya.


.


.


...🌺🌺🌺 TAMAT 🌺🌺🌺...


TARRAAAAA 🤩🤩🤩


Kita sudah berjumpa! ☺️🥰


Itulah awal mula bertemunya kembali Othor dan tokoh aslinya Alea, Ardhan dan Andra. 🥰


Othor menempatkan diri sebagai Luna, Mamanya Naura. Tentu saja itu nama samaran Othor ya kak. Naura juga bukan nama asli Othor ☺️


Kisah ini di pantau langsung oleh sang pemilik cerita yang tak ingin namanya di sebut.


Selamat membaca 🌹🌹🌹


Semoga kisah Alea dan Ardhan bisa di jadikan pelajaran oleh kita semua. Bahwa orang yang pernah kita cintai di masa lalu, belum tentu orang terbaik untuk masa depan kita. Jadi hargai siapapun yang sekarang menjadi pasangan kita. Karena Tuhan pasti memberikan jodoh yang sesuai dengan kita.


Oh, ya! Othor mau kasih tau novel terbaru Othor, judulnya 🌹SANG MAFIA🌹


Jangan lupa mampir ya kak 🥰


__ADS_1


__ADS_2