
Setelah menceritakan hal yang di alaminya, Aluna di suruh untuk mengeceknya
"Silahkan masukan urine kamu kedalam tabung ini, akan saya priksa" titah sang dokter cantik itu
Aluna mengangguk, dia segera mengambil tabung kecil yang dibalut tisue dari tangan dokter, dokter wanita itu tersenyum dan mengusap punggung Aluna lembut, mencoba menenangkan jika tidak terjadi apa-apa
Dia juga berharap apa yang di takutkan pasiennya sekarang ini hanyalah perasaan remaja biasa, perasaan berlebihan yang sulit dikendalikan oleh remaja. Selang beberapa menit Aluna keluar dari toilet, dirinya menyerahkan tabung tersebut
Keduanya kembali duduk berhadapan dengan meja diantaranya, dokter ber nametag Rayana A. tersebut meletakkan tabung urine tadi diatas meja setelah dilapisi oleh nampan medis
Kemudian Dr.Raya mengambil sesuatu dari dalam kotak yang diketahui bernama testpack, hal itu membuat Aluna panas dingin
Dr. Raya mencelupkan testpack tersebut kedalam tabung urine, setelah itu ia menyerahkan testpack itu di depan alun agar alun dapat melihat perubahannya
Selang lima menit
Barulah hasilnya terlihat jelas, disana dua garis berwarna merah tertera sangat-sangat jelas membuat kedua bola mata Aluna ingin lepas saat itu juga, tubuhnya seketika seperti tak bertulang
Dr. Raya yang melihat alun seperti akan tumbang langsung mendekatinyabseraya menyuruh alun untuk meminum air kemasan yang tersedia di ruangannya
"Kamu tidak apa-apa?" tanya dr.Raya khawatir
"Ii-ini gak mungkin 'kan dokter? Saya nggak ha-hamil 'kan?" Alun menggeleng tak percaya, air matanya menetes satu persatu
Dokter Raya menatap Aluna kasihan, beliau memeluk Aluna dan mengusap punggung gadis itu, tubuh Aluna bergetar, hatinya sakit dan dia menolak percaya jika dirinya hamil
"Dokter, sa-saya gak mungkin hamil..."Tubuh Aluna semakin bergetar mengetahui fakta yang ia takuti
"Sabar ya, hamil di luar nikah bukan selamanya tentang hal buruk alun, kamu harus ikhlas menjalani takdir tuhan"Ucap dr raya mencoba memberi kekuatan terhadap Aluna yang terguncang
Saat ini Aluna sangat takut, takut menghadapi kemarahan dan amukan papa mama serta kakak laki lakinya, jika kesalahan kecil saja membuat kemarahan besar kedua orangtua serta kakaknya, bagaimana dengan hal mereka mengetahui fakta bahwa dia hamil di luar nikah? Sudah di pastikan kata kata pedas Kembali ia dengar
"Sudah ya, ayo saya periksa kandungan kamu"Ajak dr.raya lembut seraya menuntun Aluna untuk berbaring di berangkat
Setelah itu dr.raya menyibakan baju Aluna ke atas, dan mengoleskan gel bening
Setelah itu dr.raya mengarahkan alat monitor untuk melihat janin yang berada di kandungan Aluna
"Usia kandungan kamu baru sembilan Minggu, kamu bisa melihat titik kecil ini"Ucap dr.raya sambil menunjukan sebuah janin yang masih nampak kecil
Melihat itu hati Aluna mencoles sakit, ia tak menginginkan dirinya hamil untuk saat ini
Setelah beberapa lama alun turun dari berangkar itu, dr.raya menyerahkan resep vitamin untuk janin Aluna
"Aluna, saya tahu kamu masih belum siap, akan tetapi tolong jangan melakukan hal yang akan membahayakan janin kamu, dia sebuah anugrah yang Tuhan titipkan untuk kamu, Kamu kuat Aluna"Nasehat dr.raya seraya memeluk Aluna
__ADS_1
Aluna hanya mengangguk tipis, setelah itu ia mengungkapkan kata terimakasih sebelum ia meninggalkan ruangan dr.Raya
Dr. raya menatap iba punggung Aluna, hatinya merasa kasihan saat mendengar cerita Aluna
Aluna keluar dari rumah sakit itu setelah mebus vitamin kandungannya, ia menatap palatik yang berisi vitamin serta testpeck yang menunjukan dua garis merah, setelah itu ia berjalan dengan tatapan kosong
Ia sudah pasrah akan hidupnya, namun kemarahan mama papa serta kakaknya lebih menakutkan daripada kematiannya
Setelah beberapa saat, ia tiba di rumahnya, segera mungkin Aluna menyembuhkan kantong plastik itu di dalam tas kecilnya takut jika ada yang melihatnya
Saat masuk kedalam rumah, ia mendapat lega karena tidak melihat siapaun, namun dari arah dapur bibi Zhi yang melihat Aluna datang langsung mendekatinya
"Non, non sudah pulang?"
"Iya bibi"
"Non udah makan belum"
"Tadi alun sudah makan bibi, alun langsung istirahat ya, kepala alun pusing"
"Non sakit? apa mau ke dokter?"
"Tidak perlu bibi, alun hanya ingin istirahat sebentar"
"Yasudah non istirahat saja ya, kalo ada apa apa tinggal bilang ke bibi"
...*...
Saat tiba di kamar, alun segera mengunci pintu kamarnya
Aluna menumpahkan semua tangisannya di kamar, ia memeluk kedua lututnya, beberapa jam alun menangis hingga ia puas
mata sembab hidung merah menggambarkan kondisi Aluna saat ini, Aluna langsung berdiri dan duduk di pinggiran kasurnya
ia membuka kembali tasnya dan mengambil tespacknya, tiba tiba tangannya terulur mengusap perutnya yang masih rata
"Kenapa kamu harus hadir di saat kondisi yang tidak tepat? apa kamu tahu hidupku sangat sulit, bagaimana nantinya jika nyawaku sudah tak ada kamu belum sempat melihat dunia? kenapa kamu hadir di rahimku?"
"Baiklah, aku akan menyanyangimu sampai nafasku masih ada, tapi maaf jika nanti aku mengajakmu pergi, dunia ini sangat jahat"
"Kamu bersabar ya, jika kamu menginginkan hidup aku akan menyanyangimu dan merawatmu, tapi kamu harus kuat ya, kita jalani ini semua sama sama dan kamu juga harus bersandiwara bersamaku, jangan buat aku terus mual dan muntah"Ucap Aluna kepada janinnya seraya mengusap perutnya yang masih rata
Tak di pungkiri setitik kebahagiaan datang kepadanya, karena saat ini ia tak lagi sendiri ada bayi yang ada di dalam kandungannya, walaupun ia sudah pasrah dengan hidupnya namun di sisa waktu yang ada Aluna akan menyayangi bayinya
...***...
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain, tepatnya di sebuah rumah mewah negara A nampak Regan merasa cemas serta rasa yang tidak bisa ia jabarkan, beberapa menit lalu saat ia hendak istirahat setelah beberapa jam ia sampai di negara A, anak buahnya yang di minta mengawasi Aluna memberikan informasi yang membuat tubuhnya seketika tak bertulang
Ia mengetahui fakta bahwa Aluna tengah hamil anaknya
"Ternyata benar semua ketakutanku selama ini, dd-dia hamil"Lirihnya dengan memijit pangkal hidungnya
Belum sepenuhnya percaya ia kembali meraih handphonenya untuk menghubungi seseorang untuk mengetahui fakta sebenarnya, menyakinkan jika orang suruhannya tidak salah
Tutttt.... tutt.....
Tak berapa lama telepon tersambung
"Hallo kak, kau di mana?"
"Hallo, Ini baru mau pulang dari praktek, ada apa? tumben kau nelepon kakak"ucap wanita di sebrang sana
"Kak, apa benar tadi ada yang mengecek kehamilan sama kakak, seorang wanita muda berusia sembilan belas tahun?"tanya Regan takut
"Kok kamu tahu?"bingung wanita itu
"Sudahlah kak , katakan padaku apa benar kak raya yang menanganinya?"
Ya benar seseorang itu ialah Rayana Anderson kakak kandung perempuan Regan Anderson yang menjabat sebagai dr.Kandungan di rumah sakit pribadinya
"Iya memang ada, dia seorang wanita muda yang mengalami korban pemerkosaan"
Deg
Regan tanpa berkata apapun langsung memutuskan panggilannya, Tubuh Regan terduduk di sofa yang berada di kamarnya, ia menarik rambutnya kasar
"AKHHH! APA YANG HARUS AKU LAKUKAN?!"Teriak Regan frustasi dengan mengacak rambutnya
Setelah itu Regan masuk kedalam kamar mandi untuk menguyur tubuhnya dengan air dingin
...TBC...
...Kira kira bakal gimana ya?...
...Oh iya hari ini author gak janji bakal double up soalnya kondisi otor lagi nurun Bestie, gara gara cuaca gak nentu, pala puyeng, nafas sesek, tenggorokan sakit, ini juga di paksain up untuk jadwal up hari Minggu😁...
...berusaha konsisten up dengan jadwal yang otor pilih sebagai hari yang kurang kegiatannya...
...Minta doanya ya biar selalu sehat, dan otor doakan kakak cantik dan ganteng juga selalu sehat ❤️🤩...
...Tolong maklumi kalo ada typo hehe...
__ADS_1
...nnti tolong tandain ya biar nanti author revisi wkwk...