Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 21


__ADS_3

Beberapa jam lalu janji suci pernikahan Regan dan Alun sudah terucap oleh kedua mulut mereka, baik Regan dan Aluna telah resmi menjadi pasangan suami istri secara hukum dan agama pernikahan mereka hanya di hadiri oleh beberapa bodyguardnya serta kepala pelayan mansionnya


Ini adalah pernikahan yang tak pernah Aluna bayangkan sebelumnya, pernikahan yang tak pernah terbesit dalam fikirannya, Aluna kira ia tak akan pernah merasakan sebuah pernikahan karena Luna berfikir jika kematian lebih dulu menghampirinya


Walaupun ini pernikahan sederhana dan tertutup Regan masih memberikan Aluna sebuah gaun mewah berwarna putih yang melekat di tubuh mungilnya


Semalam setelah makan malam Regan langsung mengutarakan bahwa besok ia akan menikahi Aluna besok pagi, awalnya Aluna hendak menolak namun ia berfikir kembali mengenai kondisi anaknya kelak bagaimana jika nanti ia meningal setelah melahirkan lalu siapa yang akan menjaga anaknya jika bukan papa biologisnya dan juga beberapa hari Aluna bersama Regan Aluna bisa mengenal jika Regan adalah pria bertanggung jawab serta baik dan lembut, membuat Luna merasa nyaman di dekat Regan


"Kau istirahat dulu ya aku ada urusan sebentar"Ucap Regan setelah mereka berdua sampai di mansion, Aluna menganggukan kepalanya dan setelah itu Luna berjalan menaiki tangga menuju kamar


Aluna melepaskan pakaiannya di dalam kamar mandi. Aluna berdiri di depan cermin dengan menyampingkan tubuhnya, ia memperhatikan perutnya yang sedikit membuncit


"Ternyata cepat juga ya gedenya"Kekeh Aluna, tangannnya mengusap lembut perutnya


"Sayang sehat sehat ya di dalam perut mama, papa kamu ternyata orang baik sayang walaupun mama baru mengenal dia tapi beberapa hari ini ternya papamu sangat baik dia sangat menyayangimu"ucap Aluna dengan senyum manisnya namun seketika senyumannya luntur saat mengingat keluarganya yang sudah membuangnya


ah tidak lebih tepatnya Aluna sudah di buang sejak ia balita, Aluna sedih karena di hari pernikahannya semua keluarganya tidak ada yang tahu namun apa di kata toh percuma walaupun mereka tahu mereka tak akan pernah peduli dengan Aluna


...***...


Sedangkan di sisi lain tepatnya di rumah sakit Xx terlihat wanita cantik yang terduduk di brangkar rumah sakit dan terus menanyakan perihal adiknya dengan sang kekasih


"Apakah kamu sudah menemukan Aluna kak?"tanya gadis yang tak lain Alea, dalam kondisi lemahnya Alea masih memikirkan kondisi aluna yang sudah hampir sebulan lalu meninggalkan kediaman Mahesa


"Belum sayang, kau bersabar ya kakak akan mencarinya tapi kamu gak boleh kaya gini kamu harus sembuh ya, ingat kondisi kamu Alea kakak gak mau liat kamu kaya gini sayang"ucap bian menasehati Alea yang beberapa Minggu ini kembali dalam kondisi lemah


"Tapi aku sangat khawatir dengan Aluna kak, hiks ini semua salah aku kak, mungkin Aluna sekarang membenciku aku tidak pernah tahu jika mama papa mengorbankan Aluna demi aku hiks"tangis Alea pecah


Ya Alea tak pernah tahu menahu siapa orang yang selalu mendonorkan darahnya, dia hanya tahu jika yang mendonorkan darahnya ialah relawan yang memang memiliki donor darah langka sepertinya


Katakan saja Alea sedikit bodoh karena tidak mengetahui lebih jelas siapa orang yang berada di balik pendonornya


"Kakak juga tahukan kalo selama ini Aluna yang dinorin darah buat aku? kenapa kakak gak pernah mengatakan hal ini sama Alea kak hiks, kasian Luna kak dia dari kecil selalu di beda bedakan sama Lea dan sekarang Lea yang buat Luna menderita! hiks Alea udah jahat kak!


"Sttt Alea gak jahat, Maafkan kakak sayang tapi kakak hanya tidak mau kau seperti ini, kakak juga awalnya kaget tetapi apa boleh buat darah kamu itu sangat langka Lea dan dari anggota keluarga kamu hanya papa kamu dan Aluna sayang, dan papa kamu juga tidak mungkin bisa melakukan hal itu karena umurnya"


"Tapi bukan dengan begitu caranya kak, aku kesannya egois kak aku jahat banget sama luna! dan sekarang Aluna tengah hamil bagaimana nasibnya di luaran sana kak hiks"


"Kamu tenang ya kakak yakin Aluna baik baik saja karen bayi yang di kandungannya itu anaknya Regan"


Alea seketika berhenti menangis saat Bian menyebutkan nama Regan


"Mm-maksud kakak Regan Anderson?"Bian menganggukan kepalanya


"Bukankah itu sepupu kakak?"tanya Alea lagi dan Bian kembali menganggukan kepalanya


"Iya dia sepupuku, walaupun dia bersikap dingin namun sebenarnya dia sangat baik sayang aku tahu dia, kakak sedang mencari keberadaan dia karena menurut informasi terakhir dari orang suruhan kakak Regan sedang pergi ke negara P sedangkan nomer teleponnya tidak aktif" selama ini Alea tak pernah tahu wajah Regan yang menjadi sepupu kekasihnya


"Kamu yang sabar ya kalo kakak sudah berhasil menemukannya kakak akan langsung menghubungi kamu"


"tapi benarkan Aluna akan baik baik aja?"tanya Alea lagi

__ADS_1


"Iya sayang percaya sama kakak ya, yang jelas kamu harus semangat sembuh kakak akan mencarikan donor terbaik buat kamu di plosok dunia sekalipun tapi kamu harus sembuh dan jangan seperti ini, Aluna akan baik baik saja"ucap bian sendu


Alea menganggukan kepalanya dan langsung memeluk Bian dengan erat


"Aku mencintaimu kak"ucap Alea lirih


"Kakak lebih mencintaimu Alea"


Cup


Bian langsung mengecup bibir pink Alea dan sedikit ********** di balas Alea yang membuat ciuman itu sedikit memanas, namun mengingat kondisi Alea membuat Bian segera melepaskannya takut ia akan kelepasan sama seperti sebelum sebelumnya


Bian mengelus kepala Alea lembut


"Kamu istirahat ya, kakak akan menemani kamu di sini"


"Aku mau pulang kak"


"iya tunggu beberapa hari lagi ya sayang"


"Tapi Alea gak mau pulang ke mansion papa, Alea benci mereka kak hiks"


"Gak boleh gitu sayang mereka itu sangat menyayangi kamu"


"Nggak mau pokonya aku gak mau ketemu mama papa dan kak Al!"


Hufhhh


"Yaudah kamu pulang ke apartemen aku aja ya"Alea menganggukan kepalanya dan setelah itu ia membaringkan tubuh Alea


Cup


"kakak gak ada pasien lagi?"tanya Alea, Bian mengelengkan kepalanya


"Satu Minggu ini kakak gak menerima pasien, kakak cuman mau jaga kamu"Alea tersenyum manis mendengar ucapan Bian yang sangat Romantis memang tak dipungkiri jika Alea sangat beruntung mendapatkan kekasih yang sangat mencintainya dan keluarganya yang juga sangat mencintainya


Bian duduk di kursi samping brangkar Alea, tangannya terus mengusap kepala Alea dengan sayang


"Sepertinya aku harus menemui Regan di perusahaannya lagi, siapa tau dia sudah pulang..."


...***...


Jam menunjukkan pukul delapan malam namun Regan baru kembali dari urusannya siang tadi. Regan masuk kedalam mansionnya dengan jas yang terlampir di salah satu bahunya


"Tuan apa anda ingin makan sekarang?"tanya kepala pelayan yang bernama paman yang


"Tidak paman, apa dia sudah makan?"


"Belum tuan nona tidak mau makan karena mual"ucap paman yang, Regan menganggukan kepalanya dan setelah itu Regan menaiki tangga menuju kamarnya


Cklek

__ADS_1


Saat masuk di dalam kamar, Regan tak melihat Aluna di kasur namun pandangannya terarah di balkon kamarnya, ia melihat Aluna duduk di salah dekat jendela dengan memeluk kedua lututnya dengan pandangan keluar


Regan mendekati Aluna setelah menyimpan jasnya di sandaran sofa serta mengulung lengan kemejanya sebatas siku


"Kenapa kau belum makan hmm? apa kau menungguku?"ucap Regan dengan mengusap kepala Aluna


Aluna sedikit terkejut mendapati Regan yang tiba tiba datang


"Kakak..."Regan Ikut duduk di depan aluna


"Kau belum menjawab pertanyaanku, kenapa belum makan?"Aluna mengelengkan kepalanya


"Aku mual saat melihat makanan kak"


"Kau harus makan kata paman yang kamu belum makan setelah pernikahan kita, kasian baby-nya"ucap Regan lembut, Regan berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya


Aluna mendongakkan kepalanya tak mengerti


"ayo makan, kakak juga belum makan?"Luna menerima uluran tangan Regan


Mereka berdua keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju ruang makan


"Kamu mau makan apa?"tanya Regan setelah mereka berdua di ruang makan


Aluna melihat semua makanan yang belum tersentuh itu di atas meja


Tidak ada yang menggugah seleranya, dan membuat Perut Aluna tiba tiba merasa mual


Huekk


Aluna segera berlari ke arah wastafel di dekatnya


Huekk


Tanpa jijik Regan mendekati Aluna dan memijat tengkuknya


"Udah?"tanya Regan, Aluna menganggukan kepalanya


"Kalo kamu mual aku buatin makanan lain mau?"ucap Regan


"Kakak bisa masak?"tanya Luna, Regan menganggukan kepalanya


"Beberapa makanan western dan Asia"Akhirnya Aluna menganggukkan kepalanya


"Mau makan apa hm?"


"Apapun kak"


"kamu duduk dulu ya, kakak akan masak sesuatu buat kamu"Aluna mengangguk


Setelah itu Regan langsung menuju dapur sedangkan Aluna duduk memperhatikan Regan yang akan memasak

__ADS_1


...TBC...


...Besok author tidak janji buat up ya karena ada kegiatan sama organisasi perkuliahan hihi...


__ADS_2