
Aluna keluar dari ruang kerja regan dengan menunduk, menyembunyikan air mata yang sudah kembali menetes
"Apa kak Regan selama ini bersikap baik denganku hanya karena rasa kasihan?" Fikirnya
Aluna duduk di ranjang berukuran king sizenya itu, Telinganya masih mendengar baik ketika Regan berbicara jika ia sedang mencari seseorang yang mungkin berarti bagi Regan dan ia akan menikahinya. Lalu apa maksudnya ia akan di madu?
Kenapa tuhan sekakan selalu ingin dia menderita? apa tidak bolehkah jika ia bahagia untuk kali ini saja. Baru beberapa jam Aluna merasa jika ia banyak di cintai namun Tuhan kembali memberikan sebuah luka
Baru saja Aluna merasa ia mempunyai sebuah payung untuk berteduh namun bagaimana nasibnya nanti jika payung yang ia harapkan hanya bertahan karena rasa salah dan kasihan
"Baiklah kau bukan wanita lemah Luna, ini lebih baik dari pada hidup penuh dengan siksaan keluarga, kau kuat dan kau tak lagi sendiri ada anakmu yang nantinya akan setia menemanimu lagian untuk apa kau berfikir jika kau akan hidup lebih lama, bukankah hidupmu sudah di tentukan nanti, hanya saja kau sedang mengandung"Batin Luna dengan mengelus perutnya yang sedikit membuncit
"Sehat sehat di dalam ya sayang, biarkan semuanya berjalan semestinya jika memang suatu saat nanti mama pergi kau harus hidup bahagia bersama papamu, kita ikuti alurnya ya"Ucapnya sendu kepada calon bayinya
Aluna memutuskan untuk kembali berbaring, mungkin dengan tertidur setidaknya mimpi jauh lebih indah dari kenyataan.
Regan tak lagi melanjutkan pekerjaannya, ia memutuskan untuk pergi ke kamarnya menyusul Aluna
Cklekk
Regan melihat Aluna yang ternyata sudah tertidur di atas ranjangnya. Regan memutuskan untuk pergi ke kamar mandi sebentar untuk membasuh mukanya sebelum ia ikut berbaring di samping tubuh mungil istrinya
Regan keluar dari dalam kamar mandi, ia membaringkan tubuhnya di samping Aluna yang tertidur memunggunginya
"Aku tak tahu bagaimana perasaan aku denganmu Luna, tapi kalo boleh jujur rasa sayang itu sudah ada. Aku tak bisa melupakan dia karena dia sangat berarti untukku tapi jika dalam waktu satu bulan ini keberadaannya belum di temukan aku akan mencoba benar benar untuk melupakannya."batin Regan
Regan menarik pelan kepala Aluna untuk berbantalan lengannya agar ia mudah untuk memeluk Aluna
Deg
Untuk sekian kalinya jantung Regan berdetak kencang ketika memeluk tubuh Aluna, terlebih tubuh bagian lain selalu merespon ketika ia berdekatan dengan Aluna
"Shhtttt sial kenapa harus berdiri si!?"umpatnya kesal, andai saja tadi Aluna tidak menolak waktu di ruang kerjanya sudah di pastikan saat ini Regan akan melakukannya kembali
Enghhhhh...
"Shhhhttt," Regan menepuk paha Alun pelan, hanya refleks seperti menenangkan bayi
"Gue ngapain?" Batin Regan langsung menghentikan aksinya, melihat Aluna yang kembali pulas malah mengundang dirinya untuk melakukan sesuatu, dia segera meraih tubuh Aluna dan merengkuhnya dalam dekapan hangatnya, mencoba memantapkan hati kepada siapa dia harus memilih.
Regan melirik kebawah, merasakan sebuah gundukan yang menempel pada perutnya, yaitu perut Aluna, dia langsung menunduk dan menurunkan tubuhnya hingga berhadapan dengan perut Aluna dia ingin melihat perut Aluna secara langsung.
Aluna yang memakai piyama terusan sebatas lutut. Perlahan lahan Regan menyibaknya ke atas sebatas dada, jiwa laki-lakinya kembali meronta saat melihat tubuh putih nan mulus itu terlebih ia melihat sesuatu yang hanya tertutup segitiga berwarna hitam
Regan mengelengkan kepalanya tanda ia harus tahan, ia tak boleh melakukan hal itu tanpa seizin Aluna meskipun ia harus mati matian menahannya demi mencium perut Aluna yang berisi calon anaknya
"Hi sayang, Daddy tidak tahu apa kamu berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, tapi Daddy harap kamu baik baik saja di dalam sini. Daddy janji tidak akan pernah melepaskan mommymu"
"Sehat sehat di dalam ya, Daddy mencintaimu nak"
Cup
Cukup lama Regan mencium perut Aluna dengan lembut, ia tersenyum setelahnya dan kembali menurunkan piyama Aluna dan kembali mensejajarkan tubuhnya dan menyelimuti tubuh mereka serta membawa Aluna kedalam pelukannya
__ADS_1
Dengan mati matian menahan tubuhnya yang bergejolak Regan terus mencoba memejamkan matanya dengan mengusap punggung Aluna lembut sampai tak berapa lama akhirnya ia ikut tertidur menyusul Aluna
Pagi harinya...
Aluna terusik dari tidurnya karena ia merasakan sesuatu yang berat menimpa pinggangnya
Mata cantik itu perlahan lahan membuka matanya, ia mengerjap lalu pandangan yang pertama kali ia lihat adalah tangan kekar Regan yang memeluk erat pinggangnya. Bukannya menyingkirkan tangan Regan, Aluna malah berbalik menghadap wajah damai Regan yang masih memejamkan matanya
Tangannya ia angkat untuk menyentuh hidung mancungnya Regan dan mengusap pipinya halus
"B**agaimana bisa aku tidak jatuh cinta jika kamu selalu membuatku merasakan kenyamanan kak"Batin Luna
Saat tatapan mata Luna menatap bibir seksi Regan, ia langsung terpana dan menyentuhnya dan ntah dari setan mana Aluna memiliki keberanian untuk mengecup bibir Regan yang beberapa kali sudah menjamah tubuhnya. Mungkin kah bawaan bayi?
Cup
Belum sempat Aluna melepaskan tautan bibirnya salah satu tangan Regan langsung menahan tengkuk Aluna, Tanpa aba aba Regan langsung ******* rakus bibir pink Aluna yang sudah menjadi candu untuknya
"Hmpppph kk-kak..."berontak Aluna yang terkejut dengan serangan tiba tiba Regan, Regan mengubah posisinya menjadi mengungkung tubuh Aluna dengan satu tangan yang menahan tubuhnya agar tak menindihi Perut Aluna
Regan terus melu*atnya rakus hingga ia merasakan pasokan udara menipis ia langsung melepaskannya
Huh, huh
Nafas keduanya tak beraturan, Regan tersenyum miring saat tautan itu terlepas
Sebenarnya ia sudah terbangun sejak Aluna bergerak membalikan tubuhnya, karena Regan begitu sensitif terhadap gerakan sedikitpun
"Kau harus tanggung jawab sayang, pagi ini kau tak bisa menolak lagi"Ucapnya lagi dan ia langsung melu*at kembali bi*Ir merah Cherry Aluna
Kalian bisa menbak apa yang terjadi setelahnya, Lenguhan serta erangan keduanya Saling bersahut sahutan
"Enghhh kakhh reganhhh"
"Alunahhh, akhhhh!"
Nafas keduanya memburu setelah melepaskan sesuatu yang membuat keduanya menjerit nama satu sama lain
Cup
"Terimakasih sayang" Ucap Regan yang di angguki Aluna
Setelah itu, Regan mengangkat tubuh Aluna untuk membersihkan tubuh mereka yang penuh peluh keringat di kamar mandi
...✨✨✨...
"Kamu hati hati ya di mansion, jaga babby kita. Kalau bosen kamu boleh telepon sahabatmu itu untuk ke sini lagi atau kalo mau keluar gakpp asal harus di temani ya dan jangan cape cape "Pesan Regan saat ia hendak berangkat ke perusahaannya. Tak lupa Regan juga mengecup kening Aluna dan mengecup perut Aluna lembut
Perlakuan Regan terhadap Aluna membuat siapa saja yang melihat nya iri tak kecuali beberapa pelayan mansionnya yang juga sangat iri dengan istri tuannya itu
"Iya kak, kakak hati hati di jalan"Pesan Luna tersenyum dengan melambaikan tangannya kepada Regan
Regan membalas lambaian tangan Aluna dan setelah itu mobil Regan langsung melaju keluar dari pelataran mansionnya. Pagi ini Regan menyetir mobil sendiri karena Rey sudah berangkat sejak pagi sedangkan Regan batu berangkat pukul sembilan pagi karena pergulatannya bersama Aluna tadi
__ADS_1
Setelah melihat mobil Regan keluar dari gerbang, Aluna kembali masuk ke dalam mansionnya
Sekarang ia bingung harus melakukan hal apa? menyuruh bintang kesini tidak mungkin karena bintang pasti masuk kelas. Aluna belum bisa masuk ke perkuliahannya sekarang sekarang karena ternyata beasiswanya sudah di cabut akibat beberapa minggu ia tak masuk
Namun, Regan sudah bilang jika hal itu tak lagi masalah karena ia yang akan membiayainya tetapi untuk saat ini Regan masih belum bisa membiarkan Aluna pergi kuliah kembali karena suatu alasan yang Aluna tak tahu
Ia tak mempermasalahkannya karena dengan ia masih bisa berkuliah saja Aluna bersyukur
"Apa aku buatkan cake buat kak Regan aja ya?"Fikir Aluna setelah beberapa saat ia bingung harus melakukan hal apa
Dengan senyumannya alunan berjalan menuju dapur untuk segera membuat cake karena rencananya ia akan mengantarkannya siang ini ke perusahaan
Saat di dapur ada beberapa pelayan dan koki yang sedang melakukan tugasnya masing-masing
"Eh nona apa ada yang perlu saya bantu?"tanya sang koki yang terkejut melihat istri tuannya masuk ke dapur
"Emm pak, apa saya boleh pinjam dapurnya? saya mau buatkan cake untuk kak Regan"ucap Aluna
"Maaf nona, bukannya saya tidak mau tapi saya bisa kena marah tuan Regan kalau sampai nona kecapean, lebih baik saya saja yang membuatkannya. Nona tunggu saja ya"Ucap sang koki itu, namun Aluna mengeleng
"Saya mau membuatnya sendiri pak, saya tidak akan cape kok"
"Aduhh nona lebih baik anda, duduk manis saja dari pada kita yang kena semprot tuan Regan"Ucap salah satu pelayan dengan sedikit ketus karena memang ia kurang menyukai Aluna yang di anggapnya merebut Regan dengan kelicikan
"Tapi pa-"Belum sempat Aluna menyelesaikan ucapannya bibi Laras datang
"Ada apa ini? kenapa ribut ribut?"
"Ada apa nona?"tanya bibi laras lembut
"Bibi alun hanya ingin membuatkan cake untuk kak Regan
"Maaf nona, tapi nona nanti cape lebih baik koki saja yang membuatkannya ya"
"Tidak mau bibi, Aluna gak cape kok kak Regan gak mungkin marah. Please bibi"mohon Aluna dengan bibi Laras
Hufhhhh
Melihat nona mudanya tetap kekeuh, bibi Laras tak tega akhirnya ia mengizinkannya
"Baiklah tapi biar bibi bantu ya non"Final bibi Laras yang di angguki Aluna dengan antusias
"Kalian boleh pergi, biar saya yang menemani nona muda"perintah bibi Laras. Membuat para pelayan dan koki meninggalkan dapur
...TBC...
...Bagaimana part ini🤔...
...Acak kadul ya?🤣...
...Maaf ya sejak pagi zia subuk lagi nyiapin buat kuliah hari senin jadi kurang greget dan sedikit bingung part-nya karena kalo lagi kebagi fikirannya suka kehabisan kata buat nyusun cerita yang udah ada hehe...
...Semoga kalian bisa menerimanya 🙏...
__ADS_1