
Saat ini raya tengah berdiri di hadapan sang Daddy di ruang kerjanya
Setelah makan malam tuan Ronaldo langsung mengajak raya ke ruang kerjanya, saat ini tuan Ronaldo duduk di kursi kebesarannya yang menatap anaknya tajam seakan meminta agar raya menjelaskan apa maksud ucapan raya tadi terhadap Aluna, apa masih ada suatu hal yang ia belum ketahui tentang menantunya itu?
"Jelaskan apa maksud ucapan tadi kepada dad raya!"
Hufhhhh
raya membuang nafasnya berat dia duduk di salah satu kursi di sana
"Sudah kuduga Daddy dan mommy belum mengetahui sejauh itu tentang kehidupan Aluna"
"Maka dari itu tolong kamu jelaskan agar Daddy paham"
"Sebenarnya beberapa bulan lalu raya menerima pasien yang ingin memeriksa kondisinya apakah dia hamil atau tidak, dan wanita itu Aluna dulu Aluna datang ke tempat raya untuk mengecek kondisinya yang pada saat itu ternyata ia tengah hamil beberapa Minggu karena kejadian pemerkosaan yang dia alami pada saat dia menghadiri pesta ulang tahun tamannya, tentu Daddy sudah tau itu bukan? namun ada hal lain yang membuat raya waktu itu merasa kasihan terhadap Aluna."
"Dimana dia menceritakan kesulitan hidupnya yang sudah menderita sejak kecil atas perilaku kedua orangtuanya. Dan perlu Daddy ketahui lagi kondisi kesehatan Aluna saat ini tidak baik baik saja dad! dia lemah jantung akibat dulu dia harus menjadi tumbal keluarganya mendonorkan darahnya setiap Minggu untuk saudarinya, dia hidup menderita dad! dan karena itu saat mengetahui bahwa dia hamil Aluna sempat ingin menghilangkan janin yang ia kandung itu dan berniat membunuh dirinya sendiri agar bayi yang ia kandung tidak menderita seperti apa yang ia alami, lebih baik ia meninggal bersama bayinya dan mungkin itu akan mempermudah kedua orangtuanya mengorbankan dia untuk menjadi pendonor"
"Tanpa sadar dia menceritakan hal yang ia alami kepada raya dad! untuk itu raya mencoba memberi pengertian jika dengan hadirnya seorang bayi di dalam rahimnya tidak buruk justru itu akan membuat ia tak lagi sendiri karena masih banyak orang yang menginginkan kehadiran anak termasuk raya yang sampai sekarang belum bisa memberikan suami raya keturunan"Raya bercerita dengan nada bicara yang sangat sedih terlebih mengingat ia memang sampai usia pernikahan lebih dari lima tahun ia masih belum di karuniai seorang anak
namun beruntungnya raya memiliki suami dan mertua yang menerima kekurangannya, bagi suami raya anak bisa dia dapatkan dengan cara apapun tanpa harus mengandung karena bagi suami raya yang terpenting ia hidup selamanya bahagia dengan istri tercintanya
Sebenarnya masih bisa dengan cara bayi tabung namun suami Raya tidak mau karena takut ia memang terkesan menuntut raya agar hamil, biarlah waktu berjalan dengan sendirinya
Mendengar cerita dari anak sulungnya tuan Ronaldo sangat terkejut karena ia belum menyelidiki sejauh itu tentang menantunya, ntah mengapa ia sangat murka mendengar hal itu
"Untuk itu dad! tolong bujuk mommy untuk menerima Aluna, kasihan dia dad. Raya juga marah ketika Regan diam diam menikah tanpa memberitahuku sama sekali padahal dia masih tinggal di negara yang sama dengan raya dan raya lebih marah lagi karena ternyata Reganlah yang memperkosa Aluna, walaupun raya senang karena sepertinya Regan bertanggung jawab dan justru mencintai istrinya itu"
"Daddy baru mengetahui akan hal itu Ray! adik nakalmu itu sama sekali belum menceritakannya"
__ADS_1
"Sudahlah dad, raya juga yakin Regan tidak akan pernah tinggal diam untuk masalah itu"
"Ya kau benar, dia sama sepertiku!"
"Kalo begitu raya pamit ke kamar dulu ya dad!"
"Hmmm segeralah istirahat sayang"
...**********...
"Akhhh lebih cepat" ucap seorang lelaki gagah pada wanita yang ia bayar untuk memuaskannya.
Rasa nikmat yang menjalar ke setiap aliran darahnya hingga sulit didefinisikan dengan apapun ia rasakan saat wanitanya mempercepat ritme permainan, matanya terpejam karena begitu menikmati permainan wanita yang ia pilih di klub tadi, hingga akhirnya ia merasakan miliknya akan memuntahkan lahar, dia pun menekan miliknya agar masuk semakin dalam, dan tak lama kemudian pengaman yang membungkus miliknya sudah penuh dengan lahar yang ia keluarkan.
"Apa kamu puas dengan hasil kerjaku?" Bisik wanita bayaran itu di telinga lelaki gagah dan tampan itu
"Kamu bisa pergi sekarang!" Kemudian menarik isi dompetnya untuk diserahkan kepada wanita yang berhasil membuatnya melayang beberapa saat lalu.
"Terimakasih tuan tampan, lain kali kau bisa panggil aku lagi," bisiknya dengan suara erotis, walaupun kenyataannya dia yang begitu menikmati tubuh pria tinggi berkulit putih dengan enam cetakan otot di perutnya.
Lelaki itu ialah Bian Abimanyu, sosok lelaki yang saat ini tengah kehilangan setengah hidupnya setelah kekasih dan juga calon anaknya yang belum sempat melihat dunia sudah tuhan ambil dari sisinya. Bian merasa ini semua tidak adil kekasih yang ia cintai sudah sejak dulu menderita karena penyakitnya lalu sesaat ia bahagia karena kekasihnya tengah mengandung buah hatinya namun kenapa tuhan tega mengambil kekasih dan calon buah hatinya sebelum bayinya melihat dunia
Setelah kepergian Alea dan buah hatinya hidup Bian menjadi berantakan. Tidak ada lagi semangat hidup yang ia lakukan selama beberapa hari ini hanya mabuk mabukan dan juga bermain wanita untuk sekedar memuaskannya menghilangkan penat yang ia rasakan
"Cik, bahkan tidak ada wanita satupun yang terasa nikmat seperti alea"gumamnya dengan sorot mata tajam menatap kaca yang terbuka menampilkan langit malam
Bian tidak bisa menyalahkan orang lain atas kematian Alea, justru yang ia sesali andai saja ia bisa menahan nafsunya untuk menghamili Alea mungkin tidak akan seperti ini nasibnya
"Alea... aku merindukanmu sayang"gumam Bian, lagi lagi ia melampiaskannya dengan minuman minuman yang memang sudah ia siapkan itu hingga kini Bian mabuk dan akhirnya pingsan di dalam kamar hotel yang ia pesan itu
__ADS_1
...****************...
Sedangkan Regan saat ini tengah membujuk Aluna agar mau ia tinggalkan untuk beberapa hari kedepan karena ia harus pergi ke luar kota bersama sang Daddy, namun sejak mengetahui itu Aluna menangis tak mau melepaskan Regan
"Sayang, ayolah please izinin aku ya, janji hanya lima hari saja"
"Hiks, alun gak mau di tinggal sendirian lagi"Isak tangis Aluna di pundak suaminya. Saat ini ia memang tengah duduk di pangkuan suaminya dengan Regan mengusap usap punggung istrinya yang bergetar
"Kakak cuman sebentar aja ya inikan kakak kerja juga demi kamu dan anak kita"bujuk Regan padahal ia tak bekerjapun tidak akan membuat ia bangkrut tujuh turunan namun ini masalah tagungjawab ia dengan perusahaan
"Lagian kamu gak sendirian, di sini ada kak raya yang akan jagain kamu"
"Kalo gitu kita pulang aja kerumah ya, aku takut di sini hiks"
"No! aku gak bakal izinin kamu di sana sendirian. Lebih baik di sini ada kak raya yang nemenin kamu. Mama gak bakal jahat kok sayang"bujuknya lagi karena memangansion utama yang saat ini jauh lebih aman terlebih lagi kakaknya yang seorang dokter obygn ada di sini
"Kakak hanya sebentar saja sayang"Sejujurnya Regan tak tega melihat istrinya sampai menangis karena menahannya untuk tidak pergi namun mau bagaimana lagi ia tidak bisa meninggalkan hal ini juga
akhirnya Aluna mengizinkan Regan untuk pergi, ntah mengapa perasaannya tidak enak ia seperti merasa akan ada sesuatu yang terjadi
cup
"Udah ya jangan nangiss nanti cantiknya ilang"ucap Regan manis dengan mengusap air mata istrinya. Setelah itu ia mengangkat Aluna dan menidurkan dia di ranjang king sizenya
Regan membawa kepala Aluna di atas tangannya dan memeluknya erat
"Udah tidur sayang jangan nangis lagi nanti babby kita juga bakalan ikut sedih jika mommynya menangis terus"Aluna mengangguk ia merapatkan tubuhnya dengan Regan dengan nyaman tanpa takut bayinya ikut tergencet
...TBC...
__ADS_1