
Dua hari kemudian...
Pagi hari seperti biasa Aluna melakukan rutinitas paginya sebelum ia berangkat kuliah, semalaman menangis membuat perasaan ibu muda yang baru mengetahui jika ia hamil merasa lebih lega
Dengan pakaian dress sederhana ia berjalan keluar rumah untuk pergi ke pangkalan ojek untuk menuju kampusnya, sepanjang jalan ia terus mengajak ngobrol janinnya
"Kamu jangan rewel ya, setelah mama kuliah mama harus bawa kamu kerja, kamu kuat ya nak"ucapnya seraya mengusap perutnya yang masih rata
tak berapa lama ia sampai di pangkalan ojek langanannya, setelah beberapa saat ojek yang membawanya sampai di depan kampusny, Luna turun dari ojek dan tak lupa membayar ongkos
"Terimakasih bang"Ucapnya kepada tukang ojek
Setelah itu Aluna berjalan memasuki kampusnya menuju gedung fakultas ilkom. Seperti biasa kedatangannya selalu menjadi pusat perhatian para lelaki yang mengagumi Aluna, namun Aluna tetaplah Aluna ia tak pernah meladeni laki laki yang mencoba mendekatinya
Aluna terus berjalan sampai suara kencang memekikan telinga memangil namanya, membuat Aluna Langsunh menoleh mendapati bintang yang berlari ke arahnya
"ALUNAAA!!"Teriak bintang yang membuat cukup keheboan di sekitarnya, saat di dekat Aluna bintang langsung memeluk Luna erat, membuat Aluna sesak nafas
"Eh bin, ya tuhan kamu tuh bisa nggak si gak perlu teriak teriak ini juga sesak tau"Ucap Luna berusaha melepaskan pelukan bintang
"hehehe maafin cantik, habisnya aku kangen banget sama kamu. Kamu kemana aja si, kok dua hari gak masuk kuliah terus hp juga gak aktif lagi"Ucap Bintang dengan memanyunkan bibirnya lucu
"Maaf ya bin kemarin aku sakit lupa ngabarin kamu"
"What? kamu sakit? sakit apa? parah kah? kok kamu tega gak ngehubungin aku si lun?"Tanya bintang beruntun
Aluna hanya terkekeh geli melihat tingkah bintang yang selalu heboh jika ia terjadi apa apa, inilah alasan Aluna yang selalu menyembunyikan lukanya dari sahabatnya ia takut bintntang akan terbebani dalam masalah pelik hidupnya
"Kamu tenang aja, Asam lambungku tiba tiba naik dan juga aku Emang sengaja gak ngaktifin hp"bohongnya
"tapi sekarang kamu bener baik baik aja kan?"Aluna mengangguk
"udah yu kita masuk kelas benatar lagi masuk"Ajak Luna, bintang langsung mengangguk setuju dan mengandeng tangan Luna
...***...
Di sisi negara lain
Regan berjalan memasuki rumahnya, tubuhnya sangat lelah dan lengket akibat seharian ia harus melakukan meeting serta pergi ke lapangan untuk mengecek proyeknya di tambah fikirannya yang sejak dua hari lalu memikirkan wanita yang di ketahui tengah mengandung anaknya
Semua art menyambut kedatangan Regan, karena sudah menjadi kebiasaan sejak zaman dulu
Regan ingin segera membersihkan tubuhnya dan istirahat, namun semua itu pupus saat melihat seorang wanita cantik dengan tampilan seksi memangil namanya
"Regan!"Ucap wanita itu senang karena laki laki yang ia tunggu setelah beberapa jam akhirnya datang
Regan yang terkejut karena kedatangan wanita yang selalu membuat moodnya rusak berusaha menutupinya dengan sikap dingin
"Mau apa kau datang kemari?"tanyanya terdengar dingin
"Aku ingin bertemu denganmu, aku sangat merindukanmu regan"ucap wanita itu dan langsung memeluk Regan
Regan yang tak suka jika tubuhnya di sentuh langsung mendorong wanita itu
"Jaga sikapmu Shela!"bentak Regan murka
Ya wanita itu bernama Arshela Divanka, sosok gadis cantik dan bertubuh seksi yang menjadi calon tunangan Regan
"Regan kau itu kenapa si? kita sebentar lagi tunangan loh kok kamu gitu si sikapnya"
"Sudahku bilang jika aku tak Sudi bertunangan denganmu!"
"Kau itu kenapa si? keluarga kita udah sepakat jika bulan depan itu acara pertunangan kita, lagian kamu datang ke negara ini untuk bertemu denganku kan?"ucapnya percaya diri
"Jangan kepedean kamu! aku ke sini untuk proyek raksasa ku! sedikitpun aku tak Sudi melihat wajahmu dan asal kamu tahu aku sudah memiliki calon istri yang tengah mengandung anakku!"Ucap Regan tajam dengan menatap tajam Shela
Mendengar hal itu Shela hanya tertawa sinis tak mempercayai ucapan Regan
"Jangan ngarang kamu! aku tahu kamu itu tidak akan mungkin menghamili wanita lain selain wanita sialan masa kecil kami itu! dia itu sudah mati hangus terbakar!"
"DIAM KAMU!"bentak Regan murka, wajahnya memerah tak menerima ucapan shela
__ADS_1
"Sebaiknya kamu pergi dari rumah ini sebelum aku panggilkan security!"
"Nggak, aku akan tetap berada di sini hingga pertunangan kita titik!"
"Dasar wanita tak tau diri!"
"SCURITY! SECURITY!""Teriak Regan mengema di rumahnya
Dengan terpongoh Pongoh tiga security rumah Regan langsung datang
"Ya ada apa tuan?"
"Usir wanita ini, jangan sampai dia datang lagi ke rumah ini!"Bentak Regan
Security itupun langsung menarik Shela untuk keluar
"Maaf nona mari ikut saya"
"Nggak! Regan kamu gak boleh gini sama aku! aku calon tunangan kamu Regan!"teriak Shela tak menerima
"Lepaskan saya bilang!"teriak Shela
"Cepat bawa dia keluar!"bentak Regan
Ketiga security itupun langsung menarik Shela keluar dari rumah mewah itu, Regan langsung menaiki tangga menuju kamarnya
saat di dalam kamar Regan mendudukan tubuhnya di bibir ranjang, tangannya terkepal
kuat
"Cik, bisa bisanya mommy tetap ingin menjodohkanku dengan wanita modelak sepertinya!"
"Akhhh sial aku lupa jika wanita itu tingal di sini!"kesalnya, ia langsung melepas jas beserta kemejanya membuat ia setengah telan*ang
"Aku harus segera pergi dari negara ini!"
Regan langsung meraih benda pipih yang berada di kantong celananya ia langsung menelpon asisten Rey
"Rey apa sudah tidak ada meeting dengan perusahaan W?"
"Tidak ada tuan namun pekan ini perusahaan W akan mengadakan jamuan tanda terjalinnya kerjasama pertahanan kita"
"Aku ingin segera menyelesaikannya Rey, aku tidak bisa menghadiri jamuan itu kau saja yang mewakili aku harus segera kembali ke negara I"
"Tapi tuan jamuan ini sangat penting untuk terjalinnya proyek itu"ucap Rey di sebrang telepon
"Saya tidak peduli Rey jika memang harus majukan saja acara itu lusa atau tidak sama sekali! dan setelah itu saya ingin langsung berangkat ke negara I!"
"Baik tuan saya akan mencoba menghubunginya"
Tut
Tanpa berkata apapun Regan langsung memutuskan panggilannya, ia membaringkan tubuhnya di ranjang king sizenya
"Akhhh semoga keputusan ini tepat, aku harus melakukannya karena bayi itu juga anakku"gumam Rey
namun sedetik bayangan masa kecilnya muncul
Flashback On
Seorang laki laki berumur sebelas tahun yang tak lain ialah Regan tengah menangis di bawah pohon
Regan kecil menangis akibat Nenek yang selalu merawatnya meningal dunia, selama ini Regan kekurangan kasih sayang mama papanya akibat mengurus perusahaan, membuat Regan kecil terpaksa harus di tinggalkan bersama sang nenek
namun hari itu ia harus kehilangan neneknya yang menyanyanginya akibat sakit serangan jantung
karena tak menerima Regan melarikan diri ke luar rumahnya dan menangis di bawah pohon
Saat menangis tiba tiba ia kedatangan seorang anak kecil berusia sekitar lima tahun menghampirinya dan memberikan lolipop untuk Regan
"Akakk apa angis?"Pangil gadis kecil itu dengan suara cadelnya
__ADS_1
Regan kecil mendongak saat mendengar suara
ia melihat gadis kecil cantik dengan rambut di kepang sambil memegang lolipop
"Akakk tak oyeh angis, ini aana Aci opipop"ucap gadis kecil itu
"Kamu siapa? "tanya Regan kecil
"acu aana? akakak tenapa angis?"
"Tidak apa apa"ucap Regan kecil ia langsung mengusap air matanya
Gadis kecil itu duduk di depan Regan kecil sambil menyerahkan lolipop dan Regan menerima lolipop itu
"Akakk angis tenapa? apa aka di pukul?"tanya lucu gadis kecil itu
Regan kecil mengeleng
"Nggak aku hanya sedih nenekku baru saja meninggal"gadis kecil itu mengangguk lucu
"Akak tak boyeh cedih, nenek aana cuka dah pelgi, cekalang aana cendili akek cuka pelgi tuhan lebih cayang nenek akak"
Mendengar celotehan gadis kecil itu Regan tersenyum, namun senyum itu pudar saat melihat luka kebiruan di dahi gadis kecil itu
"Dahi kamu kenapa kok biru gini?"
"Mama pukuy aana, aana nakay"jawab gadis kecil itu polos
"Apa sakit?"
"Cakit, badan aana kena pukuy mama papa aka aana, kata mama aana nakal"Jawab polos gadis kecil itu
mendengar itu Regan kecil semakin terkejut, ia melihat gurat kesedihan di mata gadis kecil itu
"Nama kamu siapa?"tanya Regan
"Aana"jawab gadis kecil itu
"Aana?"
"Kenapa di umur segini suaramu masih cadel kadis kecil kau seperti bayi lucu"ucap Regan kecil, sementara gadis kecil itu hanya tersenyum memamerkan giginya lucu
Melihat hal itu Regan kecil kembali terpesona melihat kecantikan gadis kecil itu
"Aku tak jelas mengetahui namamu, kalo begitu bagaimana jika aku memangil namamu bayi kecil"
"Ayi ecil?"
"Hu'um karena kamu lucu dan cantik seperti bayi"kekeh Regan kecil mengusap rambut gadis kecil itu, gadis kecil itu mengangguk setuju
"Kalo gitu kita berteman ya?"ajak Regan mnjentikan jari kelingkingnya, gadis kecil itu langsung melingkarkan jari kelingkingnya yang mungil dengan jari kelingkingnya Regan kecil
Sejak saat itu baik Regan kecil dan gadis kecil yang di sebut bayi kecilnya berteman, setiap hari setelah kedua orangtuanya keluar Regan kecil akan menemui bayi kecilnya membuat Regan semakin menyukai bayi kecilnya, namun di balik itu setiap hari oatak Regan bertanya saat melihat luka baru yang di dapatkan bayi kecilnya dan lagi lagi bayi kecilnya menjawab karena ia nakal, Regan kecil selalu menghibur bayi kecilnya, mereka melengkapi satu sama lain
"Kakak akan menjaga kamu bayiku, saat sudah besar kita akan menikah okey?"ucap Regan kecil dengan memeluk bayinya
"Menicah itu apa akak?"
"Kamu gak perlu tahu saat ini karena kamu masih sangat kecil, tetapi ingat pesan kakak jika besar nanti kakak akan menikahi kamu okey?"
"janji?"tanya bayi kecil itu dengan menjentikan jari kelingkingnya
"Janji"ucap Regan yakin dan bersungguh-sungguh
Namun beberapa bulan kemudian tanpa pamit Regan kecil harus meningalkan bayi kecilnya untuk keluar negeri bersama kedua orangtuanya meninggalkan bayi kecilnya
Hingga saat itu menjadi pertemuan terakhirnya setelah kepergiannya, dan pada saat ia kembali kabar buruk menimpanya ternyata rumah bayi kecilnya hangus terbakar membuat Regan kecil sangat kehilangan dan dia memutuskan untuk pergi kembali ke negara lain
Flashback Off
...TBC...
__ADS_1