
"Tapi itu faktanya Clara, saat ini kamu kembali tengah hamil"ucap tuan Agra menenangkan istrinya
"Tidakk! aku tidak mau anak ini! anakku sedang sakit! aku tidak mau!" Tiba tiba Clara berteriak dan memukuli perutnya. Agra segera menahan tangan istrinya agar tidak kembali memukuli perutnya
"Clara tenang sayang... "
"Jangan begini, kamu bisa menyakiti anak kita dan dirimu sendiri"
"Aku tidak mau tidakkk! aku tidak sudi mengandung anak ini!"
"Clara tenang! bagaimanapun juga ini darah daging kita!" tuan Agra berkata dengan meninggikan ucapannya membuat Clara melemah
"Aku tidak mau pah. Alea tengah sakit, bagaimana nantinya aku bisa menjaga putriku "
"Bagaimanapun juga kita harus menerimanya Clara"ucap Agra
"TIDAK AKU TIDAK MAU ANAK INI! ALEA SEDANG MENDERITA!"Teriak Clara tak bisa tenang, terpaksa Agra memanggil dokter untuk kembali memeriksa keadaan Clara, dokter terpaksa menyuntikkan obat penenang agar Clara kembali tenang dan tidak menyakiti dirinya dan calon bayinya
Tuan Agra begitu terpukul karena dalam 2 kali dua puluh empat jam dia mengetahui dua fakta yang sama sama ia tak inginkan, satu sisi ada rasa senang saat Clara ternyata hamil lagi namun di sisi lain ketakutan Clara ada benarnya kondisi Alea tengah melawan penyakitnya ganas namun tiba tiba Clara di nyatakan mengandung anak ketiganya
Jika kalian bertanya mengenai tanggapan yang lain tentu saja kedua orangtuanya tuan Agra dan Clara sama sama merasa bahagia saat mereka kembali akan menerima cucu namun mereka juga sangat sedih saat cucunya yang lain menderita penyakit mematikan itu
...______________...
Setelah beberapa lama di rawat di rumah sakit Alea akhirnya pulang semua anggota keluarga begitu menjaga Alea kecil dengan hati hati
Meskipun begitu Alea harus menjalani pengobatan setiap minggunya untuk penyakitnya, tuan Agra tak mempermasalahkan hal itu ia hanya ingin jika anaknya segera sembuh
Sementara nyonya Clara ia sama sekali tak menerima kehadiran anak ketiga yang di kandungnya tuan agrapun ia lebih memfokuskan kondisi Putri kecilnya di bandingkan anaknya yang masih berada di dalam kandungan
pernah sekali nyonya Clara hendak berniat mengugurkan kandungannya karena ia sama sekali tidak siap dan tidak mau memiliki anak lagi di saat putrinya sedang sakit namun Tuhan berkehendak lain ternyata bayi yang di kandungannya sangat kuat meskipun Dokter mengatakan jika kondisinya lemah, namun buktinya Clara yang mencoba mengugurkan bayinya dengan cara meminum obat perontok janin akan tetapi janinnya masih ada
pertama kali ia melakukannya gagal karena ternyata janinnya baik baik saja, kedua kali tindakan Clara di gagalkan oleh ibu tuan Agra karena ia tak mau sampai menantunya membunuh cucunya
Tindakan Clara di ketahui semua keluarga, semuanya merasa kecewa dengan ulah Clara namun mereka juga tak bisa menyalahkan Clara yang memang kondisinya terguncang setelah mengetahui keadaan Alea
Tuan besar Mahesa sangat mewanti-wanti Clara agar tidak mengugurkan bayinya, jika Clara mau fokus dengan kondisi Alea tuan besar Mahesa siap untuk menjaga cucunya agar Clara fokus dengan kondisi Alea namun ia hanya meminta tolong agar Clara dapat menjaga kondisi kandungannya
"Kau jangan bertindak bodoh Clara! bagaimanapun juga itu cucuku, dia berhak hidup"marah tuan besar Mahesa
"Tapi pah! aku tidak bisa menerimanya bagaimana Alea dia pasti sangat membutuhkan aku pah!"
"Kau bukan ibu yang pertama kalinya hamil kau sudah memiliki dua anak! seharusnya kau bisa melakukan hal itu Clara bukan dengan cara kotormu untuk menyingkirkan bayi itu!"
"Jika kau takut tidak bisa menjaganya nanti serahkan saja padaku! aku akan mengurusnya kau bisa fokus dengan kondisi Alea jika itu maumu!"Ucap tuan besar Mahesa tegas penuh dengan wibawa
Clara menunduk mendengar ucapan mertuanya yang marah akibat ia mencoba mengugurkan kandungannya
Clara memang tidak berada di kondisi sikis yang baik karena kondisinya yang terguncang, ia sekakan menyalahkan bayi yang di kandungannya sebagai pembawa sial, dia menganggap jika hadirnya bayi itu Alea jatuh sakit
Namun dengan terpaksa Clara menerimanya ia tetap mempertahankan janinnya namun Clara sangat tidak memperhatikan kondisi kesehatan janinnya yang kadang membuat tuan besar Mahesa marah besar dengan ulah Clara yang tak memperhatikan kondisi kesehatan janinnya.
Alea kecil begitu bahagia saat mengetahui jika mamanya Tengah hamil mengandung adiknya yang selama ini ia inginkan
"Asiikkk Ale bakal punya adik cantik ya mah,"riang gadis kecil itu saat mengetahui mamanya kembali hamil, namun tanggapan Clara hanya tersenyum melihat Alea berwajah ceria saat mengetahui jika dirinya akan segera menjadi kakak
"Ale pengen punya adik cantik ya mah, cantiknya kaya Ale gak apa apa kok mah biar Ale ada temen buat main"
"Ia sayang,tapi Alea harus rajin minum obat dan mau di bawa buat ke rumah sakit ya"
"Iya mah Ale mau, Ale mau jaga adik Ale besar nanti dan Ale mau di panggil kakak Ale"ucap gadis kecil itu begitu polos
..._______...
Tepat di bulan ke tujuh usia kandungannya, Clara yang panik saat tiba tiba Alea memuntahkan cairan merah dari dalam mulutnya ia tanpa hati hati menuruni tangga meskipun dalam keadaan hamil ia tidak peduli sampai clara terpeleset dan jatuh dari tangga
Hal itu membuat semua pelayan berteriak histeris melihat Nyonya yang tengah hamil terjatuh terguling dari tangga
"Astaga Clara!"teriak Agra saat melihat istrinya terjatuh dari atas tangga, darah yang begitu banyak mengalir dari kepala dan atas pahanya
Agra panik ia segera membawa Clara ke rumah sakit terdekat, sedangkan yang lain membawa Alea yang kembali memuntahkan darah
Sesampainya di rumah sakit Clara segera di tangani oleh dokter, Agra begitu khawatir dengan kondisi bayi dan istrinya Samapai ia melupakan keadaan Alea
"Apa anda suami pasien?"tanya Dokter setelah keluar dari IGD
"Iya dok saya suaminya, bagaimana kondisi istri dan calon anak kami"
__ADS_1
"Maaf tuann, sepertinya tidak ada waktu banyak lagi kita harus melakukan tindakan untuk segera mengeluarkan bayi dalam kandungan Nyonya"
"Ap-apa jadi istri saya akan segera melahirkan dok?"
"Ya tuan, kami harus segera mengeluarkan bayi yang ada dalam kandungannya"
"Tapi bagaimana mungkin kandungan istri saya masih berusia tujuh bulan lebih"
"Iya tuan Kami terpaksa harus melakukan tindakan ini karena jika tidak kondisi keduanya tidak terselamatkan"
"Baiklah lakukan yang terbaik dok"
"Baik tuan, saya hanya memerlukan tanda tangan anda untuk persetujuan ini"
"Baik dok segera lakukan yang terbaik untuk anak dan istri saya"
"Baik tuan, kalo begitu saya permisi"Agara mengangguk, ia terjatuh dan duduk di kursi panjang yang ada di sana. Kepalanya ia tundukkan seraya berucap doa berkali-kali
"Yaa tuhan saya memang tak menginginkan anak itu hadir tapi tolong selamatkan anak dan istri saya"doanya, seketika ia teringat akan Alea
Agra segera meraih handphonenya untuk menghubungi papa dan mamanya yang membawa Alea
"Hallo Agra, bagaimana kondisi Clara dan cucuku?"tanya tuan besar Mahesa
"Clara terpaksa melakukan Cesar pah karena kondisi Clara sudah tak memungkinkan dan bayi kami kemungkinan akan terlahir prematur pah"
"Ya Tuhan, lalu sekarang bagaimana?"
"Dokter sedang melakukannya pah, lalu bagaimana kondisi Alea pah?"
"Alea sudah tertangani dia sudah lebih baik. Kau tak perlu khawatir papa mama akan menjaganya"
"Baiklah pah aku titip Alea"ucap Agra dan segera mematikan sambungannya setelah jawaban papanya
Tak berapa lama Operasi selesai di lakukan, Clara melahirkan bayi perempuan namun dalam kondisi prematur
Agra begitu lega begitu mengetahui keduanya baik baik saja namun Clara Masih tak sadarkan diri akibat obat bius dan sedangkan perawat segera membawa bayi perempuan itu ke dalam ruangan inkubator
Agra menamai bayinya dengan nama yang sangat indah yang tak lain ialah Aluna Zayyana Mahesa yang mana arti kata Aluna adalah 'keturunan' sedangkan Zayyana yaitu 'sesuatu yang sangat cantik' sedangkan Mahesa adalah marga keluarga besarnya yang berasal dari bahasa sansekerta yang berarti sebagai pemimpin besar, pemimpin hebat, atau pemimpin agung.
Agara tersenyum saat melihat bayi perempuannya yang sangat kecil nan cantik, hatinya tak bisa berbohong saat kebahagiaan muncul saat anak ketiganya lahir dalam selamat
Seseorang menghela nafasnya berat saat mengingat kejadian yang hampir dua puluh tahun lalu itu
"Hah!...."
Kemudian ia berdiri dari duduknya dan melangkah menuju sebuah ruangan
...___________________...
Di sisi lain tepatnya di salah satu rumah sakit terbaik di kota itu semua orang nampak panik saat tubuh Alea yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri kembali mengalami kejang
"Apa yang terjadi dengan anak saya dok!"ucap tuan Agra saat dokter lain berlari untuk memasuki ruangan Alea dan memeriksa Alea karena yang biasanya adalah Bian namun Bian sangat syok begitu mengetahui kondisi kekasih hatinya kembali drop membuat ia tak bisa menghandle Alea saat ini, Bian hanya menunggu dokter lain memeriksa keadaan Alea
"Tuan sebaiknya tenang dulu, saya harus memeriksa nona Alea"ucap dokter itu dan langsung masuk ke dalam ruangan itu
semua orang menunggu dengan cemas karena lagi lagi Alea dalam kondisi seperti itu
"Bagaimana ini pah, hiks bagaimana jika sesuatu terjadi dengan Alea putri kita?"tangi nyonya Clara begitu sendu saat kondisi Alea kembali melemah
"Tenang mah papa yakin Alea tidak apa apa"
"Hikss mama tidak kuat jika sampai terjadi sesuatu dengan Alea pah, ini semua salah wanita itu pah! jika sesuatu terjadi dengan Alea mama tidak akan pernah memaafkan dia walaupun dia mati sekalipun!"ucap nyonya Clara bertujuan untuk Aluna
"Tante, Tante Tidak bisa menyalakan Aluna Tan ini bukan salah Luna"
"Diamlah Bian apa kau mau membela ****** itu hah!"
"Bukan begitu Tan tapi sebaiknya kita jangan fikirkan hal lain dulu, kita harus fokus dengan kondisi Alea"
"Bian benar mah, tak ada artinya kau menyalahkan ****** itu"ucap tuan Agra
Tak berapa lama dokter keluar dari ruangan Alea, dokter menatap ketiga orang yang sedang menunggu pasiennya itu
"Bagaimana kondisi anak saya dok?"tanya tuan Agra
"Hufhhh...."
__ADS_1
"Apa yang terjadi dok, Bagaimana kondisi tunangan saya?" tanya bian
"Begini dokter Bian, tuan Agra. Seperti yang sudah kalian ketahui jika kondisi nona Alea sudah tak memungkinkan jika terus seperti ini, nona harus segera mendapatkan donor hati ginjal dan jantung namun meskipun begitu kami tidak bisa memastikan keberhasilan seratus persen karena seperti yang dokter Bian ketahui juga jika keberhasilan ini hanya seratus Banding dua puluh lima persen"Ucap dokter lain
"Jika rumah sakit ini tidak bisa meningkatkan dua puluh lima persen itu maka saya akan membawa putri saya ke dokter ahli sekaligus"ucap tuan Agra
"Silahkan jika tuan memang mau membawa nona Alea ke rumah sakit lain untuk operasi pendonoran tetapi yang kalian harus segera dapatkan yaitu pendonor "ucap sang dokter itu, baik tuan Agra, dan Bian sama sama membuang nafas karena memang mereka tak kunjung mendapatkan donor yang cocok untuk Alea selain Aluna
Nyonya Clara sudah kembali menangis ia tak kuasa membayangkan jika seandainya putrinya tidak dapat terselamatkan
"Namun tuan, nyonya dan dokter Bian....."ucap Dokter itu terhenti
"Ada apa lagi dok?"tanya bian begitu khawatir
"Maaf apa nona Alea tengah mengandung?"
Deg
semua mata membulatkan matanya terkejut
"Ap-apa yang dokter katakan, pu-putriku sedang mengandung? ma-maksud dokter Alea hamil?"tanya nyonya Clara yang terkejut
"Ya nyonya, saya menemukan kejanggalan terhadap tubuh pasien, sebelumnya saya tak yakin karena itu bukan bidang saya makanya saya bertanya kepada kalian apa nona Alea saat ini tengah hamil?"ucap Dokter itu, tuan Agra sudah bisa menebak siapa yang melakukan hal itu jika benar putrinya hamil, tuan Agra menatap tajam Bian yang saat ini diam karena ia sangat menyesali perbuatannya ia ingat saat terakhir kali melakukan hal itu kepada Alea ia lupa memakai pengaman Bian fikir itu tidak akan jadi mengingat baru satu kali ia tak memakai pengaman
"Saya akan menyuruh Dokter obygn memeriksanya dok"ucap bian walaupun ia sangat yakin Alea memang saat ini tengah hamil anaknya
"Baik Dokter Bian, kalau begitu saya permisi tuan nyonya"
Bian segera mendatangkan dokter obygn untuk memeriksa Alea, dan ternyata benar saat ini Alea tengah hamil dengan usia kandungan lima Minggu, Bian bingung antara sedih dan bahagia mengetahui hal ini. Sedangkan tuan Agra menatap Bian tajam
"Kalau begitu saya permisi keluar tuan, dokter Bian"pamit dokter obygn setelah memeriksa alea
Setelah kepergian dokter itu tuan Agra segera bertanya dengan Bian
"Apa yang bisa kau jelaskan Bian?"tanyanya tegas
"Maaf om, Bian mengaku kami memang sering melakukannya"ucap bian tertunduk
"Apa kau tidak bisa berfikir jauh Bian! kau itu juga seorang Dokter bagaimana bisa kau bertindak gegabah seperti itu!"
"Maaf om Tan, Bian ngaku salah terakhir kali kami melakukannya Bian lupa memakai Pangaman"ucap bian
"Bian fikir Alea tidak akan hamil mengingat Bian baru satu kali melupakan pengaman"
"Akhhh! tapi kenapa kalian tetap melakukan hal itu sebelum menikah hah!"
"maaf om Bian sangat mencintai Alea om"
"Tapi seharusnya kamu mengingat kondisi Alea Bian! dia sedang sakit! bisa bisanya kamu melakukan hal itu hah!"marah tuan Agra kepada Bian
"Maaf kan Bian om"
"Sudahlah pah toh kita tidak bisa merubahnya Alea saat ini tengah hamil mau bagaimanapun juga kita tidak dapat mencegahnya"ucap Nyonya Clara, tuan Agra menatap Bian dan Clara setelah itu ia meningalkan ruangan itu
...TBC...
...Ada yang dapat di menyimpulkannya dari dua part ini?...
...ada yang dapat menebaknya kah?...
...Wah sepertinya tebakan kalian mengatakan Aluna bukan anak kandung keluarga Mahesa kalian salah🤪...
...Okeyy pelan pelan aku bakal ungkapin satu demi satu misteri ini 🤗😆...
...selamat menduga duga bestieee👉👈🥰...
...PUAS BANGET DONG UP 2 PART HAMPIR 5000 KATA LOH INI KARENA AKU GAK MAU UP 5 PART MENDINGAN AKU SATUIN DALAM 1 PART AJA 😂...
...✨MARHABAN YA RHAMADHAN UNTUK KAKAK KAKAK YANG MENUNAIKAN IBADAH PUASA...
...MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN YA🙏...
...MAAF KALO ADA KELUHAN ATAU KATA KATA AUTHOR YANG NYAKITIN HATI KALIAN...
SIAPA YANG DI SINI PUASANYA TANGGAL 2?
...KALO AUTHOR INSYAALLAH TANGGAL 3 HIHI☺️ TAPI TAK APA TIDAK ADA YANG SALAH KOK MAU TGL 2 DAN 3 YANG SALAH YANG TIDAK PUASA DENGAN SENGAJA😂...
__ADS_1
...SELAMAT BERPUASA KAKAK KAKAK🙏...