
Malam semakin larut namun Regan masih terjaga dari tidurnya, ia tak berhenti menatap wajah cantik istrinya itu melihat Aluna menangis ia jadi tidak tega untuk pergi meninggalkan Aluna walaupun itu hanya untuk beberapa hari saja, namun ia juga masih mempunyai tanggung jawab atas semua pekerjaan dia, walaupun Regan bisa menyuruh Rey atau yang lainnya namun kali ini ia seperti tidak bisa meninggalkan hal itu
huh
Regan membuang nafasnya berat seraya mengusap punggung istrinya itu dengan lembut, ia sekarang berfikir kenapa Aluna sekarang lebih manja padanya. Apa mungkin itu bawaan bayinya mengingat waktu awal awal Aluna tidak bersikap selayaknya ibu hamil yang bermanja-manja dengan suaminya
tangannya beralih mengusap perut Aluna yang saat ini tengah berbaring terlentang
"hey boy, bukannya Daddy tega dengan mommy dan dirimu tapi besok Daddy benar benar harus pergi sayang, Daddy janji Daddy akan segera menyelesaikan tugas Daddy dengan cepat. Izinkan Daddy pergi ya mommymu sangat mengemaskan jika menangis seperti itu hanya karena tidak mau di tinggal Daddy, tapi Daddy jadi tidak tega meninggalkan kalian akan tetapi Daddy juga tidak bisa meninggalkan itu semua, ini demi cuti Daddy sayang biar bisa menjadi suami dan Daddy siaga buat kalian "ucap Regan terkekah dengan nada bicara pelan agar tidak menggangu tidur Aluna
setelah berbicara sedikit dengan calon bayinya ia segera memejamkan matanya
...****************...
Besoknya Aluna tengah memasangkan dasi untuk Regan, ini kali pertama dia berani melakukan hal ini tanpa di minta, tubuhnya yang tinggi hanya sebatas dada Regan membuat ia sedikit berjinjit untuk memasangkan dasi suaminya
sedangkan Regan sedari tadi hanya tersenyum menatap istrinya yang pelan pelan mulai menunjukkan sifat aslinya yang cerewet dan juga pencemburu. Bagaimana tidak sejak pagi Aluna terus saja mengomel agar Regan tidak berdekatan dengan cewek manapun nantinya selama ia bertugas keluar kota
"iya sayang iya, aku gak bakal genit kok"ucap Regan menjawab perkataan Aluna dengan sedikit kekehnya
Setelah itu ia mengajak Aluna turun untuk mengantarkan dia kedepan
"Kamu hati hati ya, nanti kalo ada apa apa segera hubungi aku"
ucapan Regan setelah dia berpamitan pergi bersama sang Daddy
setelah mobil mewah yang membawa Regan dan daddynya itu pergi, Aluna berdiri diam sampai akhirnya raya mengajak Aluna masuk kedalam
__ADS_1
di sana nyonya Eva menatap Aluna penuh arti, wajah angkuhnya masih ia tunjukan meskipun tadi malam ia sempat mendengar obrolan raya dan tuan Ronald namun ia segera pergi dari mansion mewahnya itu
"mommy mau kemana?"tanya raya
"mommy mau pergi menghadiri arisan bersama teman teman mommy karena udah lama mommy tidak bertemu dengan mereka"jawab nyonya Eva yang menatap Aluna sekilas
"Baiklah, mommy hati hati di jalan"
...****************...
Sedangkan di sisi lain tepatnya di mansion mewah yang sudah lama menjadi neraka bagi seorang gadis cantik itu telah berkumpul semua keluarga, terlihat jelas jika keceriaan di mansion itu sudah lama hilang sejak tragedi beberapa bulan lalu
mansion mewah itu bak kuburan yang selalu sepi, penghuni keluarga sampai sekarang masih dalam keadaan berduka atas meninggalnya salah satu anak mereka yang sejak kecil mereka sayang dan banggakan. Sejak Alea meninggal, tidak ada lagi keceriaan yang ada di dalam mansion itu hari hari mereka lalui hanya dengan tangisan dan penyesalan yang tak berujung ntah penyesalan karena tidak bisa menolong anak yang paling mereka sayangi atau penyesalan sikap jahat mereka dengan anak bungsunya Aluna?
Namun semua itu tidak lagi ada artinya, tuan Arga yang sejak kepulauan putri pertamanya itu menjadi pribadi yang lebih dingin hari harinya selalu di penuhi dengan lamunan lamunan yang terkandang membuat ia menjadi tiba tiba mengeluarkan air mata
akan tetapi ia tidak bisa berbohong, terkadang ia memikirkan Aluna yang sampai sekarang belum sempat ia temui rasa benci dan marah masih ada dalam hatinya namun kadang juga ia merasa bersalah dan merindukan putri bungsunya itu tapi rasa marah dan benci masih menguasai hatinya. Seakan akan hatinya sudah tertutup dengan rasa gengsi yang tinggi hanya untuk mengakui jika selama ini Aluna tidak pernah salah anak bungsunya hanya menjadi korban keegoisan dan kesalahpahaman yang berakibat fatal padahal dia sendiri sama sekali tidak mengetahui fakta sebenarnya
hari harinya hanya dipenuhi dengan tangisan meratapi nasib putri pertamanya yang sudah meninggal tanpa memikirkan putri bungsunya lagi. Ia masih mempertahankan egonya yang tetap menyalahkan Aluna atas semua kejadian
Ntah terbuat dari apa hatinya sampai sampai hatinya beku hanya untuk melihat sebuah kebenaran yang memang seharusnya tidak perlu lagi di ungkapkan karena ia seorang ibu yang tidak pantas memperlakukan anaknya sekejam itu.
Tuan Arga berusaha melupakan semua deretan kejadian demi kejadian menyedihkan dengan pekerjaannya yang sebenarnya sudah harus ia serahkan kepada putranya Aldo namun ia tidak mau karena jika ia diam ia akan terus teringat kesedihannya kembali
Lamunannya terhenti saat melihat pesan seseorang dari orang kepercayaanya
Pesan itu berisikan informasi bahwa ia menemukan rekaman cctv yang menyelinap masuk kedalam kamar rawat Alea sebelum Alea menghembuskan nafas terakhirnya
__ADS_1
membuat ia mencurigai jika meninggalnya Alea di sebabkan oleh seseorang bukan karena murni karena terjatuh dari lantai kamar mandi
Matanya langsung membulat sempurna ketika membaca pesan itu dan melihat video salinan cctv
"Siapa orang itu? aku seperti pernah melihatnya tapi apa mungkin karena dia Alea meninggal?"tuan Arga masih ragu karena memang waktu itu ia tidak menemukan kejanggalan di balik meninggalkannya Alea
flashback on
Hari itu hari dimana semua orang bersedih atas meninggalnya Alea terdapat lelaki tampan yang tersenyum penuh kemenangan atas meninggalnya Alea
Sudah lama ia ingin membunuh alea karena rasa bencinya yang di akibatkan karena alealah alasan Aluna terluka, wanita cantik yang menjadi pujaan hatinya
Hatinya hancur setiap saat ia melihat Aluna di siksa di depan mata kepala dia sendiri, namun ia sama sekali tidak bisa menolong gadis cantik nan baik hati itu
ia selalu berjanji akan membalaskan satu persatu dendam pada orang orang yang sudah menyakiti Aluna, berita kehamilan Aluna beberapa bulan lalu membuat ia sangat terluka namun setelah ia mencari tahu jika kehidupan wanita yang dicintainya itu jauh lebih baik membuat ia rela melepaskannya karena sudah cukup Aluna menderita sejak kecil ia hanya ingin membuat Aluna bahagia dengan seseorang yang melindunginya
sampai pada waktunya untuk menjalankan rencananya ia nekat melakukan hal kriminal itu dengan membunuh alea pada saat di rumah sakit ketika alea di nyatakan kritis
Dan akhirnya ia berhasil mencapai tujuannya itu untuk membunuh alasan Aluna sakit
"Baguslah kamu meninggal, sehingga tidak akan ada lagi yang menyakiti Aluna dan Seharusnya kamu mati saja sejak dahulu, sehingga saya tidak pelu repot-repot memantau kamu, dan Aluna tidak pernah tersiksa hidup di keluarganya yang memiliki sifat iblis itu" dengan santainya dianberucap tanpa beban, bahkan sebelum pergi pria itu menendang bingkai foto Alea hingga terlempar beberapa meter kemudian menginjaknya
"Ja*ang munafik!!"Setelah itu dia pergi, menutup wajahnya dengan masker dan kacanata hitam
flashback off
...TBC...
__ADS_1
Kesannya kaya terlalu di paksain bngt ya haha, tapi emang ini udah mulai mendekati akhir Cerita gaes hanya tinggal bersabar aja Jadi mohon maaf sebesar-besarnya karena author hanya ingin segera mentamatkan ini tanpa keluar dari alur cerita yang ada dan juga aku gak berharap banyak pembaca dan suka atau komentar hehe gak suka tinggal SKIP!!🙏🏻
dan untuk yang bertanya ceritanya Bagas itu kapan di up? mungkin nanti gaes sampai aku siap karena ada beberapa hal. Sedangkan untuk cerita yang kisah tak berujung Zia itu hanya novel gabut yang aku buat pada saat aku lagi sedih aja gaes jadi kalo cerita itu up berarti author lagi sedih🤣 makanya judulnya Kisah tak berujung Zia itu terserah mau di baca apa ngga 😭🙏🏻