Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 55


__ADS_3

Regan dengan telaten membantu istrinya memasak, sesekali kepalanya menengok melihat Aluna yang sangat telaten sekali dalam memasak, ini kedua kalinya Regan membiarkan Aluna masak, sebenarnya ia tak pernah mengizinkannya takut jika Aluna terluka. Jika sampai Aluna terluka maka ia sendiri yang merasakan sakitnya, ntahlah ia juga tidak tahu mengapa ia sangat berlebihan dengan Aluna namun bagi Regan hal itu wajar wajar saja Aluna kan istrinya


"Aww panas," seru Aluna tiba tiba mengibaskan tangannya yang terkena sengatan panas penggorengan.


"Astaga sayang!" Regan langsung berlari menuju Aluna, Dia lalu menarik tangan Aluna ke wastafel lalu mengalirkan air ke luka istrinya itu


"Ini sangat merah kau bisa kena iritasi nanti." ucap Regan penuh khawatir mengamati luka itu.


"udah ya jangan di lanjutkan lagi biar bibi saja lagian yang lainnya sudah siap tinggal menyajikannya sajakan" lanjut regan itu cemas meniup luka itu.


"Sini duduk dulu kakak ambil kotak p3k dulu"


"Ini tidak apa-apa kak, ini hanya hal kecil" ungkap Aluna


Regan langsung menatap Aluna itu dengan tajam.


"Apanya hanya hal kecil! tanganmu terluka sayang!"Ucapnya masih dengan mempertahankan nada bicara karena ia tak pernah tega membentak Aluna


"Ini akan infeksi jika terus di biarkan sayang, sudah duduk dulu"Regan langsung mendudukan Aluna di kursi makan ia langsung bergegas mengambil kotak p3knya


Setelah mengambil kotak p3knya Regan langsung berjongkok mengobati tangan Aluna, Aluna sadari mata Regan merah berembun menahan tangis


ia sangat kaget


"Kakak kenapa kok nangis?"Tanya Aluna


"Nggak kata siapa, aku gak nangis"


"Lah itu matanya berair"


"Maaf lagi lagi aku teledor menjaga kamu"Ucap Regan Aluna kaget bukan main atas ucapan Regan


"Kok kakak nyalahin diri sendiri si? ini gakpp kak cuman luka kecil"

__ADS_1


"aku gak mau liat kamu terluka sayang"Aluna terkekeh gemas melihat tingkah bayi suaminya


"Kakak jadi mengemaskan jika seperti itu"kekehnya sambil mengisap rambut hitam Regan


Regan yang di perlakukan seperti itu langsung memeluk Aluna erat


"Kamu harus menjaga diri sendiri sayang, aku tidak bisa lihat kamu terluka sedikitpun "ucapnya penuh khawatir


Aluna yang mendengar ucapan Regan justru terharu karena kehidupannya yang terdahulu jauh berbanding terbalik saat ini, dimana Regan tidak pernah membiarkan ia terluka sedikitpun sangat berbeda saat ia belum bertemu dengan Regan


.


.


.


Selepas makan malam bersama Regan Aluna terduduk di balkon kamar yang ada di villanya, Regan tengah pergi sebentar untuk sesuatu hal yang ia tidak tahu namun Regan tidak membiarkan Aluna sendiri begitu saja tanpa pengawasan, di setiap titik villa itu sudah di pantau kamera pengawas dan beberapa orang suruhannya


"Kira kira kak Regan lama tidak ya perginya, sepertinya saat berangkat tadi ia sangat panik. Apakah terjadi sesuatu padanya?"gumam Aluna cemas karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam namun Regan belum kembali juga sejak jam setengah delapan tadi


"Nona kenapa belum tidur?"tanya bibi tiba tiba saat melihat Aluna turun ke bawah seperti mencari sesuatu


"Apakah ada yang bisa saya bantu non?"tanya bibi


"Ah tidak bi, aku tidak bisa tidur jika kak Regan belum pulang. Oh iya bi apa bibi melihat Map coklat yang bibi beri tadi?"tanya alun


"Itu non ada di atas kulkas, sebentar saya ambilkan nona"bibi langsung bergegas mengambilkan map coklat itu dan langsung di berikan kepada Aluna


"Ini non mapnya"


"Ah iya bi, terimakasih banyak ya kalo gitu alun mau ke kamar lagi. Bibi jangan lupa istirahat, biar besok saja di lanjutkan ya bi"


"Iya nona ini saya lagi membereskan bahan bahan dapur saja kok non"

__ADS_1


"Sudah bi tinggalkan saja ya, ayo istirahat bi biar di lanjutkan besok saja"


"Baik nona, nona juga harus segera istirahat jangan menunggu tuan muda takut dia pulang malem. Ibu hamil tidak boleh tidur malem malem nona"


"Iya bibi Terimakasih ya, kalo gitu alun ke kamar dulu"ucapnya ramah yang di balas senyuman tak kalah ramah oleh bibi


Sesampainya di kamar alun langsung naik ke atas kasur king sizenya, ia segera membuka map itu


ntah mengapa ia menjadi penasaran saat melihat map coklat itu


"Apa ini? aku seperti tidak asing dengan foto anak perempuan kecil ini" Ya saat ia membuka map itu hal yang ia temukan ialah beberapa foto anak kecil perempuan bersama laki laki yang tengah duduk di atas pohon, namun gambar itu sangat tidak jelas karena berwarna hitam putih namun samar samar alun seperti mengingat sesuatu setelah melihat foto ini


Namun ia terkejut saat netra matanya melihat foto ia yang seperti di ambil diam diam, namun ini foto dia sebelum mengenal Regan


"Kenapa kak Regan mempunyai foto fotoku ini?"gumamnya


lagi lagi ia terkejut ketika melihat biodata lengkap dirinya beserta beberapa gambar saat ia masih kecil, dan di sana ada foto saat neneknya jatuh dari tangga, mengapa semua foto ini berada di sini? apakah ini ulah kak Regan? fikir Aluna


Tiba tiba matanya berembun tekala melihat foto ia kecil yang sedang di peluk oleh nenek dan kakeknya yang sudah terlebih dahulu meninggalkannya, dulu Aluna kecil memang hanya di perhatikan oleh nenek Mahesa dan kakek Mahesa, hanya mereka berdua yang sayang dengan Aluna.


"Nenek kakek..."Gumamnya lirihh, Aluna langsung memeluk foto itu. Walaupun ia tidak ingat sepenuhnya namun Aluna masih mengingat kala dulu ia bermain bersama nenek dan kakeknya, saat aluna kecil hendak di marahi oleh mamanya, maka nenek dan kakeknyalah yang terlebih dahulu memerahi mamanya


"Alun kangen nenek dan kakek"ucapnya lirih


"Nekk... kek... alun sudah besar, dan sekarang alun sudah menikah, alun udah gak sendirian lagi, ada kak Regan yang selama ini ngerawat alun, dia suami yang sangat baik nek, kek..., alun sayang kak Regan. Dan apa nenek kakek tau? sebentar lagi alun akan jadi ibu nek, tapi alun gak tau apakah nanti alun bisa merasakan menyusui bayi alun dan merawatnya. Alun sakit nek, kek, Tapi bayi alun punya Daddy yang sangat baik, Alun percaya jika suatu saat nanti alun pergi, Kak Regan akan menjaga bayi kita dengan baik"


"Tapi alun gak bisa bohong nek,kek. Kalo alun juga pengen banget ngerawat bayi alun dan kak Regan nantinya, Alun gak mau anak alun kehilangan sosok peran ibu seperti alun, Alun gak mau itu, tapi hidup alun gak lama lagi, Alun takut. Tapi gakpp alun percaya kak Regan, Alun seneng nanti alun bisa ketemu nenek kakek dan kak alea di sana"


"Doakan Aluna ya nek, kek. Biar Aluna kuat sampai Aluna lahiran nanti"


Ucapan Aluna terdengar sangat pilu, ia memeluk foto kakek dan neneknya itu


...TBC...

__ADS_1


...SLOW UPDATE GAES TAPI TETEP UPDATE KOK :))...


__ADS_2