Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 6


__ADS_3

Bintang terus mondar mandir mencari keberadaan aluna yang hilang ntah kemana, wajah manisnya ketara akan kekhawatiran terhadap Aluna


"Duh kemana si Luna, udah di cari kemana mana juga"gumam bintang lirih dengan wajah cemasnya terlebih handphone Aluna sama sekali tidak bisa di hubungi


Bintang bertanya dengan semua orang yang ia temui


"Permisi kamu lihat aluna nggak, dari tadi aku nyari dia tapi gak ketemu ketemu"


"Aku sih tadi terakhir lihat dia di toilet bin, coba kamu kesana deh"Ucap perempuan itu


"Oke terimakasih ya"ucap Bintang dan langsung berlari menuju toilet


"Luna kamu di mana Luna! Alunaa!"teriak bintang memangil Aluna namun sampai di toilet perempuan pun wanita dengan gaun pink itu tidak menemukan Aluna di manapun, wajahnya semakin cemas terlebih tadi Aluna sempat mengeluh pusing serta lemas


"Duh Aluna kemana si? apa dia udah pulang duluan ya? tapikan ini udah malam dan lagi kok gak ngabarin aku!"kesel bintang karena tidak berhasil menemukan Aluna, ia sangat khawatir dengan kondisi Aluna


Di saat ia hendak mencari kembali Aluna suara telepon bintang bersering tanda telepon masuk, ia fikir Aluna namun ternyata saat di lihat itu mamanya


"Hallo mi, ada apa"


"Kamu di mana sayang?"tanya nyonya Ratih mama bintang


"Bintang masih di pesta Caca mi, kenapa kok tumben mamai nelepon"


"Bin kamu cepet pulang ya nenek kamu meningal dunia, kita harus segera ke kota B"


"APA! NENEK MENINGAL!"


"iya bin makanya kamu cepet pulang ya ini mama papa sama kakak lagi nyiapin baju buat segera berangkat ke sana, kamu segera pulang ya"


"Iya mi bintang langsung pulang"Bintang semakin cemas saat mendengar kabar jika neneknya yang berada di kota B meningal dunia


"Ahh Aluna mungkin sudah pulang kali ya"Gumam bintang yang langsung berlari untuk pamit ke Caca, dalam hatinya ia masih khawatir memikirkan Aluna, perasaannya sangat tidak enak namun karena ia mendapatkan kabar dari maminya yang mengatakan jika neneknya meningal membuat ia memutuskan untuk segera pulang ke rumah untuk pergi ke kota B

__ADS_1


***


Di sisi lain Reyhan yang saat ini membawa wanita malam untuk menolong tuannya, namun saat ia membuka pintu dengan card lain matanya membulat sempurna saat melihat tuannya yang sedang bergumul di atas kasur hotel itu bersama wanita lain


wanita yang di bawa Reyhan sama sama terkejut, dengan cepat Reyhan langsung menarik wanita itu dan menutup pintu kamar hotel itu


"Tuan apa maksudmu, katamu aku di suruh menemani tidur tuhanmu tapi kau lihat itu dia sudah bersama wanita lain"


"Maafkan saya, saya akan membayarmu dua kali lipat, kau boleh pergi dari sini"ucap Rehan dengan kesan dinginnya ia sedikit melirik wanita dengan pakaian seksi itu dan tak lupa Reyhan memberikan sebuah cek untuk bayaran wanita itu walaupun dia belum melakukan tugasnya


Wanita panggilan itu dengan senang hati menerima cek itu dan langsung pergi dari hotel itu walaupun dengan rasa kesalnya karena tidak jadi, sedangkan Reyhan ia langsung Kembali ke kamar hotelnya yang tepat berada di sebelah kanan kamar tuannya


***


Pagi harinya


Aluna terbangun dan mengucek matanya dia terkejut karena berada di tempat asing, Perlahan dia merasakan rasa sakit yang menjalar di sekitar tubuhnya terlebih bagian bawah pertnya


Ia melihat laki laki asing yang masih terlelap dengan nyenyaknya, seketika ingatan kemarin malam melintas di otaknya, Aluna memejamkan mata, air matanya kembali turun, ia kira kejadian malam itu hanya mimpi namun sia sia, keperawanan yang ia jaga sembilan belas tahun sudah di rengut oleh seseorang yang tidak ia kenali


Regan yang merasa terusik terbangun dari tidurnya, kepalanya sangat pusing akibat efek lain dari obat perangsang, ia membuka matanya perlahan lahan dan pandangan pertama yang ia lihat adalah wanita yang sedang memeluk kedua lututnya,ia mendengar tangisan pilu wanita yang masih berbalut selimut itu


Seketika ingatan Regan mengingat kejadian tadi malam saat ia menarik wanita yang ia lihat saat berjalan


Regan cukup sadar mengartikan kejadian yang terjadi, terlebih saat ia melihat bercak darah cukup banyak di sprai putih menandakan ia dan wanita itu memang sudah melakukan hal itu


Dengan perlahan Regan menepuk bahu telanjang gadis itu


"Hei"Pangil Regan perlahan, Aluna yang yang saat ini tengah menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya mendongak melihat laki laki tampan yang sama telan*angnya dengan dirinya


Satu kata ketika Regan melihat wajah Aluna yang berurai air mata "Cantik"


"Mm-maafkan aku untuk kejadian tadi malam, aku sungguh tidak sadar, aku akan bertanggung jawab denganmu"ucap Regan, Aluna mengelengkan kepalanya dan langsung turun dari ranjang itu memungut bajunya dan segera memakainya di kamar mandi, Aluna hanya membasuh wajahnya beruntung baju yang ia kenakan tidak terlalu rusak

__ADS_1


Setelah memakai kembali bajunya ia langsung keluar, Regan yang melihat Aluna hendak keluar langsung menahannya dengan memegang pergelangan tangan Aluna


"Hei kau mau kemana biar aku saja yang mengantarmu"tahan Regan, namun tanpa di duga


Plak!


satu tamparan mengenai wajah tampan Regan namun bagi Regan tamparan itu sama sekali tidak sakit


"Itu balasan atas apa yang kamu lakukan!"Ucap Luna tajam, ia langsung melepaskan tangan Regan dari pergelangan tangannya dan segera meraih gagang pintu kamar hotel itu, Aluna. sejalan dengan menahan rasa sakit di sekitar tubuhnya terlebih bagian bawah perutnya


Ia berlari dengan air mata yang terus jatuh di wajah cantiknya, banyak orang yang melihat aneh sikap Luna


Sementara Regan hanya mematung saat mendapatkan tamparan dari Luna, namun seketika ia kembali sadar dan segera berlari keluar untuk menyusul Aluna, namun saat ia keluar ia sudah tak menemukan Aluna


"AKHH sial! bodoh bodoh kenapa enggak kau tahan wanita itu Regan!!"umpat Regan merutuki dirinya sendiri


Bertepatan dengan itu Reyhan keluar dari kamarnya, ia terkejut melihat tuannya yang hanya berbalut handuk kecil menutupi asetnya


"Tuan, ada apa?"


"Reyhan tolong segera cari wanita yang tadi malam tidur dengan ku, aku sudah merusaknya Reyhan"


"Tuan tidak perlu cemas, saya sudah menemukan nama wanita yang tadi malam anda tiduri"


"Kau serius Reyhan?"


"Ya tuan, saat saya melihat anda menidurinya saya langsung mengeceknya"


"Baiklah segera berikan kepadaku Han"ucap Regan sedikit lega karena ternyata asisten pribadi nya sangat cekatan


Regan langsung kembali ke dalam kamar hotelnya dan mulai membersihkan dirinya


Dalam pancuran air shower yang mengalir Regan mengingat kejadian malam yang menimpanya, serta wajah cantik wanita yang ia tiduri itu

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2