Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 9


__ADS_3

Aluna gadis yang selalu ceria serta selalu membawa senyum kedalamaian dalam menjalani hari harinya penuh dengan kesabaran, namun setelah kejadian beberapa Minggu lalu, senyum yang selalu menghiasi wajah cantiknya tak lagi nampak


hal itu menjadi sebuah pertanyaan besar untuk bintang yang akhir akhir ini melihat perubahan sikap Aluna yang terlalu banyak diam dan diam


Seperti saat ini, bintang dan Aluna sedang duduk di kantin menikmati makan siangnya berdua namun sejak tadi makanan yang di pesan Aluna hanya di aduk aduk, mbuat bintang mengerutkan keningnya


"Alun?"Panggil bintang, namun Aluna hanya diam


"Aluna!"Teriak bintang cukup keras, membuat Aluna terlonjat kaget


"Eh iya bin ada apa?"


"Ada apa ada apa, justru gue yang harus nanya ke Lo, Lo kenapa si akhir akhir ini gue perhatiin bengong terus, ngelamun apa?"


"Nggak kok, mungkin perasaan kamu aja"


"Nggak aku gak mungkin salah, aku perhatikan setelah acara pesta ulang tahun caca kamu banyak diem lun, kalo kamu ada masalah cerita ke aku dong lun"


"Atau jangan jangan kamu gak nganggep aku sahabat kamu lagi ya?"Ucap bintang sendu, membuat Luna langsung mengelengkan kepalanya


"Nggak gitu bin, tapi bener ko aku baik baik aja, aku hanya sedikit pusing"


"Bener? gak boong kan?"tanya bintang dengan pandangan mengintimidasi, namun Luna hanya mengelengkan kepalanya seraya tersenyum melihat bintang sangat perhatian terhadapnya


"andai kamu tahu bin, aku cuman gak mau nyusahin kamu"ucap batin Luna


"Yaudah kalo gitu kamu cepet makan dong jangan di aduk aduk gitu, lihat tubuh kamu semakin hari gue perhatiin semakin kurus, apa Lo gak sadar?"


"Iya iya bawel aku makan nih"


Setelah makan siang mereka langsung beranjak dari kantin kampusnya menuju kelas karena ada satu jadwal lagi yang belum mereka selesaikan, setelan selesai perkuliahan Aluna langsung menuju kafe tempat ia bekerja dengan bintang yang mengantar Aluna terlebih dahulu sebelum ia pulang


Seperti biasa Aluna bekerja setengah jam kerja seperti biasanya, dan saat waktunya ia akan langsung pulang dengan berjalan kaki menuju rumahnya yang berjarak dua kilometer dari kompleks perumahannya


Saat ini Aluna tengah berjalan kaki namun tiba tiba tubuhnya semakin lama semakin merasa lelah


"Mana masih jauh lagi, kok aku sekarang mudah lelah ya"Gumam wanita cantik itu


"Akhhh, sebaiknya aku istirahat sebentar di sini"ucapnya sambil mendudukan tubuhnya di trotoar jalan untuk mengistirahatkan tubuhnya yang beberapa hari ini sangat cepat lelah


Namun tak berselang lama suara klakson mobil mengagetkan Aluna yang seda memeluk kedua lututnya


"Aluna!"Pangil seseorang yang berada di dalam mobil


Aluna langsung berdiri melihat siapa yang memanggilnya, ia melihat Rubicon yang tak asing berhenti di depannya dan seseorang turun mendekati Aluna


"Kamu ngapain di sini malam malam?"


"Kak Bian?"ya seseorang itu ialah Bian Abimanyu sang calon kakak ipar


"Kamu ngapain duduk sendirian di sini Luna? nggak pulang?"


"Luna cuman lagi istirahat sebentar kak, tadi Luna habis ke kerjaan"


"Kerja?"kaget Bian pasalnya ia baru mengetahui jika Aluna kerja sedangkan kedua orang tua Aluna adalah salah satu orang terkaya mengapa ia harus kerja


"Hem iya kak, Aluna habis pulang kerja tadi Aluna hanya sedang lelah jadi Aluna istirahat sebentar deh di sini"jelas Luna

__ADS_1


"Eh iya kakak kok tiba tiba lewat sini habis dari mana?"


"Baru aja kakak pulang dari rumah kamu, kalo gitu ayo kakak antar kamu pulang bahaya loh malam malam gini"


"Gak apa apa kak, Aluna bisa jalan toh udah Deket ko"


"Deket apanya? jalannya masih satu kilometer lagi loh, ayo biar kakak antar aja kamu"


"Tapi kak...."


"Nggak usah pake tapi tapian udah masuk!"perintah bian sambil membukakan pintu mobilnya untuk aluna


Dengan ragu Aluna masuk kedalam mobil Bian, dan Bian segera berputar untuk masuk kedalam mobilnya


ia segera berputar arah kembali ke kediaman keluarga Mahesa


Dalam perjalanan Aluna hanya diam, sejujurnya ia takut jika Bian mengantarkannya akan membuat kesalahpahaman terhadap keluarganya


"Luna..."Panggil Bian


merasa Bian memangilnya Luna menengok ke arah Bian


"Iya kak?"


"Apa kamu akhir akhir ini jarang makan?"Tanya Bian Karena ia melihat tubuh Aluna yang semakin kurus


"Aluna makan kok kak"jawab Luna dengan senyuman cantiknya


"Tapi kenapa tubuh kamu semakin kurus? kamu harus menjaga kesehatan kamu Lun, setiap Minggu kamu harus donor darah untuk Alea"Mendengar ucapan Bian Luna tersenyum getir


"Mm-maksud aku bukan seperti itu Luna, maaf"


"Nggak apa apa kok kak, emang faktanya seperti itu kan? sejak dulu Luna di biarkan hidup hanya untuk hidup kak Alea jadi kakak gak perlu khawatir toh Luna gak akan lama lagi hidup kak"


Ckittttt!


Dengan tiba tiba Bian menghentikan mobilnya mendadak membuat Aluna terkejut


"Kak ada apa?"


"Apa yang kamu katakan Luna?! walaupun kakak sangat mencintai Alea tapi kakak gak akan biarkan kamu yang menjadi korban untuk kesembuhan Alea, alea sangat menyayangi kamu dia gak akan pernah rela jika adiknya harus berkorban demi dirinya!"Tegas Bian dengan pandangan yang sulit di artikan


Lagi lagi Luna tersenyum getir mendengar perkataan Bian


"Apa Aluna bisa ngelawan mama papa dan kak Al kak? Nggak kak, Aluna sangat menyayangi mereka Luna juga sayang sama kak Alea, jika hal itu membuat papa mama dan kak Al bahagia, Aluna gak apa apa jika memang harus berkorban demi kak Alea, dan bukannya Aluna juga udah berkorban sejauh ini, jadi kak Bian gak perlu khawatir"


Bian menundukkan kepalanya, setelah itu ia langsung melanjutkan kembali perjalanan nya


Setelah percakapan itu baik Bian dan Luna hanya diam, Bian kembali memikirkan perkataan Aluna, di sisi lain ia sangat mencintai Alea dan di sisi lain ia menyanyangi Aluna sebagai adiknya sendiri, namun ia tak bisa melawan tuan Agra karena di sisi lain hanya darah Aluna yang cocok dengan darah Alea yang sangat langka


Setelah beberapa saat mobil Bian kembali berhenti di kediaman keluarga mahesa, Luna segera membuka seatbeltnya dan turun


"Terimakasih kak"Ucap Aluna saat ia sudah turun, Bian tak berkata ia hanya menganggukan kepalanya


Setelah itu Bian kembali berputar arah untuk segera pulang, sedangkan di sisi lain di arah balkon kamar terlihat seseorang yang mengepalkan tangannya saat melihat siapa orang yang turun dari mobil Bian


Sebelumnya ia bingung saat mobil Bian kembali datang, namun saat seseorang keluar dari mobil Bian yang tak lain Aluna matanya langsung menatap tajam dengan rahang mengeras

__ADS_1


Setelah melihat mobil Bian balik, ia langsung bergegas keluar dari kamarnya


Aluna yang hendak membuka pintu kamarnya di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang tiba tiba menarik tangannya dengan kuat


"Awhh kakak lepaskan kak sakit"rintih Aluna saat tangan kekar menarik tangannya kuat menuju halaman belakang


"Kaka Al lepasin Luna kak, sakit"Ya seseorang yang menarik Luna ialah Aldo kakak laki laki aluna


Setelah berada di halaman belakang dengan kasarnya Al mendorong Aluna hingga Aluna terduduk di lantai


Setelah itu Al dengan kuat kembali mencekram kuat dagu Aluna membuat gadis cantik itu menangis menahan sakit


"Bagus ya kamu deketin pacar kakak sendiri!"


"Apa-apa maksud kak Al, alun gak ngerti kak"


"Jangan pernah coba coba kamu deketin Bian! dia kebahagiaan adik saya dan penyemangat untuk dirinya hidup! kalau saya sekali lagi lihat kamu dekat dengan dia akan ku tengelamkankau seperti waktu itu!"


"Jj-jangan kak, ta-tadi kak Bian cuman nganter alun, alun gak sengaja ketemu kak bian di jalan kak dan kak Bian cuman nganterin alun"


Al langsung menjambak rambut alun kasar, Aldo Lengsung menghempaskan tubuh Aluna dengan kasar, matanya menatap tajam penuh kebencian terhadap Aluna yang sudah menangis akibat mendapatkan perlakukan kasar dari kakkak nya


Plak!


Satu tamparan kuat ia layangkan di pipi mulus Aluna, membuat tubuh Luna kembali terjatuh


"Jangan pernah main main kau anak sialan! dasar tak tau diri, ingat kamu hanya beban bagi semuanya, Karena kamu Aluna! karena kamu kekacauan hadir dalam keluarga saya! Mati saja kau sana!"teriak Aldo marah


Aluna tentu saja merasa sakit hati, dadanya begitu sesak mendengar perkataan kakaknya yang menyayat hati


Setelah mengatakan hal mengerikan Aldo langsung meningallan Aluna bersamaan itu hujan turun membuat tubuh Luna basah akibat guyuran air hujan,


Ia menangis histeris di bawah guyuran hujan, hatinya sudah tak kuat menerima semua perlakuan keluarganya yang semena menena dengannya


sekuat apapun ia menjadi wanita hatinya akan layu ketika berhadapan dengan keluarganya, dari kecil ia sudah di perlakukan bak sampah oleh keluarganya membuat Aluna tidak bisa berbuat hal apapun selain menunggu kematiannya


...TBC...


...Nyesek ya jadi Aluna, mau kuat aja gak bisa :)...


...kita doakan semoga kebahagiaan datang menjumpai aluna...


...Maafin othor ya Aluna huhuu😭...


...Yang gak suka skip skip skip ya Bestie🥱...


...Jangan lupa tinggalkan jejak Bestie, di akhir cerita ini bakal ada kejutan untuk kalian🤩🤩...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Bolehlah tambahin Gift wkwk...


...Seeu Bestie ❤️...

__ADS_1


__ADS_2