Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 51


__ADS_3

Saat ini Aluna dan Regan tengah menikmati waktu mereka berdua di sebuah villa di kawasan puncak


Regan sengaja membawa Aluna ke sini untuk menghibur ibu hamil itu yang sudah beberapa hari ini tidak menampilkan keceriaannya, membuat Regan sedikit terganggu untuk itu karena ia tak bisa konsentrasi untuk mengerjakan pekerjaan, ia malah memikirkan istri kecilnya


lusa kemarin Rey menawarkan untuk dirinya lebih meluangkan waktunya untuk Aluna dengan mengajak Aluna berlibur sekali sekali, awalnya Regan menolak karena pekerjaannya masih belum ia selesaikan akibat masalah kemarin kemarin


Namun, akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Aluna berlibur kesini


"Kok istri kecilnya aku cantik banget si"ucap Regan saat keduanya duduk di dalam sofa villa yang nampak asri itu


"Gombal, orang tubuh aku jadi melar gini"


"Kan ada babbynya sayang, wajar dong tubuh kamu melar gini"


"Ohhh, jadi benar tubuh aku melar? terus kakak nggak suka gitu? mau nyari yang lain?"


"Haisshhh, kok jadi gini"


"Nggak sayang, kamu cantik banget, kakak malah suka kamu kaya gini daripada tubuh kurus gak ada gizi, kalo tubuh kamu kaya ginikan semakin seksi"ucap Regan dengan mengedipkan matanya sebelah


"Kamu lucu kalo cemburu kaya gini tau"


"Aku salah nggak kalo cemburuin kakak?"


"Loh kenapa nanya gitu? wajar dong sayang kamukan istri aku"


"Kalo gitu kakak harus janji"


"Janji apa hmmm?"


"Kakak gak boleh deket deket dengan wanita manapun"


"Really?"


"Hu'um"Angguk Aluna lucu


"Gemesss banget si, jadi mau minta cium"


"Sini kiss dulu"


"Nggak mau"


"Loh kok nggak mau, sinii mau cium"


"Nggak mau, nanti abis cium kakak merembet kemana mana"


"Gakpp dong sayang, pungpung kita lagi liburan itung itung honeymoon. Udah lama juga belum nengok babby kasian ini adik kakak"


"Adik?"Cengonya


"Kakak MESUM!"cemberut Aluna memalingkan wajahnya setelah ia paham kemana maksud Regan


"Ayo dong sayang cium"


Cup


"Udah"


"Loh kok di pipi, maunya si sini"ucapnya dengan menunjuk bibirnya


Cup


"Udah"


"Perlu di ajarin lagi kayaknya"Regan Langsung menarik tengkuk Aluna


"Hmmpttttttt"Regan mencium bibir Aluna dengan sedikit *******


"Nah ini namanya cium sayang"


"Kakak nyebelin"


"Biarin, istri sendiri ini wleee"gurauan mereka terhenti saat handphone Regan berdering tanda panggilan masuk


"Siapa si ganggu aja"Umpatnya namun ia tetap mengangkat teleponnya


"Hallo, siapa?"


"Tuan, dia sudah ada di depan gerbang villa apa langsung saya izinkan masuk?"


"Ah baiklah, suruh dia tunggu di halaman belakang saya akan segera kesana bersama istri saya"


"Baik tuan"


Tut


Panggilan langsung di putuskan oleh Regan, setelah itu ia menatap Aluna dengan tatapan yang sulit di artikan


"Siapa kak?"tanya Aluna


"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu sayang, ayo ikut kakak" Regan langsung mengandeng tangan Aluna


Aluna sendiri hanya diam mengikuti langkah suaminya

__ADS_1


Ia sedikit bingung saat Regan membawanya menuju taman belakang yang di dekat oleh pintu


Saat Regan membuka pintu


Aluna sedikit terseni melihat pintu yang di buka Regan menampilkan seseorang yang menjadi salah satu alasan rasa sakitnya , keduanya sama - sama mematung dengan ekspresi sulit diartikan , dalam diri Aluna ada rasa takut , bingung , dan berbagai macam arti lagi sedangkan dalam diri orang tersebut lebih di dominasi oleh rasa senang karena Aluna kembali melihat Aluna.


Lalu ada sepercik ketakutan jika Aluna menolaknya , dan juga ada perasaan sesak serta sesal . Alunaa menoleh begitu Regan mengusap kepalanya , tersadar dengan sesuatu Aluna segera memeluk Regan , dia mengira Aldo datang karena ingin melukai dirinya maka dari itu dia merasa takut , apalagi jika itu semua menyangkut anak dalam perutnya . " Kak... aku takut ... " adunya dengan suara sedikit bergetar .


Regan pun tidak menyangka jika reaksi Aluna akan seperti ini , bahkan perempuan itu menangis , memang tidak terlihat tangsinya karena Aluna malah menyembunyikan wajah di dadanya , tapi dia merasakan jika punggung perempuan itu bergetar , Regan melirik Aldo yang sepertinya kecewa , terbukti dari tatapannya yang terarah pada Aldo


Regan mengkode Al untuk ia masuk terlebih dahulu , dia akan mencoba menenangkan Aluna supaya mau diajak berbicara . Bagitu Al keluar Regan langsung meraih kepala Aluna .


"Sshht , ada kakak sayang . " ujarnya lembut .


" Hiks , takutt kak ... " Regan mengangguk dengan senyum tipis di bibirnya , kedua tangannya dia gunakan untuk menangkup pipi istri kecilnya .


" Jangan takut sayang, ada kakak, dia gak akan berbuat jahat lagi, dia hanya ingin berbicara dengan Aluna, mau ya? "


" T - tapi aku ta - takut dia apa - apain babby A"


Cup


Regan mengecup bibir Aluna, sedikit ******* lumayan lama sehingga membuat Aluna diam mematung


Regan sengaja melakukan itu karena bisa dipastikan Alun akan terus berbicara takut , takut dan takut jika tidak di hentikan . Disaat seperti ini dia mengambil kesempatan ******* bibir Alunn dengan membuka sedikit mulutnya , menyapukan lidahnya di area bibir perempuan itu yang berhasil membuat wajah sang empu memerah


" Dengerin kakak sayang , " titahnya setelah menjauhkan wajah .


" Selama kakak masih hidup gak akan kakak biarkan siapapun nyentuh milik kakak , kamu dan dia adalah punya kakak , hanya punya kakak , paham?" ujarnya sembari mengelus perut Aluna.


"Kakak kamu mau bicara , mau ya?" bujuk Regan setelahnya


Aluna diam, dia mencoba berfikir dan mengontrol dirinya, perasaan takut itu ada karena selama ini jika diingat labih jauh lagi Al adalah salah satu alasan kesakitan pada dirinya. Rasanya dia benar benar ingin menyudahi ini semua dengan melupakan keluarganya, melupakan kenangan buruk yang mereka lukis untuk hidupnya


Tapi Aluna sadar, keluarga dan masalalu memang sulit dilupakan , tapi masih ada masa depan yang bisa dia rubah. Disini Aluna memutuskan untuk menyetujui keinginan Al, dia akan memberi kesempatan kepada kakaknya itu


Aluna menatap Regan, " Tapi kakak disini , aku takutt .. " pintanya secara tak langsung menyetujui bujukan Regan. Regan mengangguk , " Iya sayang kakak akan temani kamu"


Kemudian lelaki itu melepaskan tangan Aluna dari genggamannya dan melangkah keluar , sesampainya diluar Al langsung mendekati Aluna namun Aluna malah bersembunyi di belakang Regan


"Gakpp hmm, ayo"


Jika istrinya itu memaafkan kakaknya maka dia juga akan memaafkan , jika tidak dia juga tidak bisa berbuat apa apa. Mau tidak mau dia harus menutup akses Al terhadap Aluna nantinya.


"Aluna beneran mau bicara dengan saya? " tanya Al tidak yakin , pasalnya ketika dia menatap Alun tadi perempuan itu memalingkan wajahnya


Regan memgangguk , " Dia cuman takut , ngomong pelan pelan dan gue yakin dia mau balas omongan lo" Al mengangguk, menarik napasnya guna meredakan kegugupan


Kemudian mulai melangkahkan kakinya mendekati Alun , pertama tama dia pandangi adiknya dari atas sampai bawah , semuanya baik . Al tersenyum pedih , luka luka Aluna sudah menghilang , dia yakin Regan merawat adiknya dengan baik , dia benar benar malu pada Aluna.


"Saya tahu kedatangan saya kemari mengganggu waktu liburan kalian, tapi saya tidak bisa berlama lama lagi karena mungkin sebentar lagi kita tidak akan pernah bertemu lagi, dan mungkin ucapan ini memanglah sudah telat , disaat kamu benar - benar menyerah justru disitu saya menyesal . " lelaki itu menjeda ucapannya sejenak .


" Maafkan saya , saya memang bodoh karena tidak pernah sadar jika sudah di bohongi oleh keluarga sendiri , seharusnya saya tidak percaya semua omongan mereka begitu saja dengan mereka tentang pernyakit kamu"


"Mereka mengatakan jika kamu adalah pembunuh nenek kakek saya kamu dan kamu juga yang membuat alea menderita. Saya bisa apa , saya mau mencari bukti dengan siapa , saya jauh, saya bodoh akan kebenaran waktu itu"sambung Al lagi


Lelaki itu menerawang jauh dimasa - masa yang sangat sakit jika dikenang lagi , bagaimana marahnya dia ketika diberi tahu tentang Aluna yang sering berbuat kasar dengan Alea, dan penyebab kematian neneknya yang berdasarkan pandangan saksi mata yaitu Nyonya Clara adalah Aluna yang mendorong sang nenek sampai jatuh dari tangga" sebutlah mereka bodoh dengan fakta bagaimana mungkin seorang anak kecil berusia kurang lebih lima tahun mampu mendorong tubuh orang dewasa


Dan lagi, tidak ada yang mencoba mengecek cctv pada saat itu sebelum Al satu satunya orang yang menyadari bahwa ada cctvz rekaman itu malah sudah tidak ada,


Hal yang sangat menganjal namun ntah mengapa Aluna malah di salahkan pada saat itu dan menjadi tersangka atas meninggalnya sang nenek


"Maafkan saya , saya memang tidak pantas menjadi kakakmu . Saya gagal menjaga kamu dan saya gagal melindungimu , seharusnya kamu mengutuk kami alun , tapi kamu hanya diam dan mengalah. Sekarang tampar saya , pukul saya dan kalau perlu bunuh saya " Al benar benar tidak bisa mencegah air matanya


Dadanya sesak , sangat sesak ketika membayangkan betapa buruknya dia memperlakukan Aluna dulu , dia harusnya dihukum , dia harusnya mendekam dalam sel tahanan karena tindakannya selama ini merupakan kekerasan . Aluna terdiam , dia tidak paham bagaimana maksud Al . Dulu lelaki itu memang sempat keluar negri, dan setelah dia pulang mulai saat itu juga dia diperlakukan kasar oleh Al, sebelumnya hanya di cueki dan tidak di perdulikan , tapi semenjak Al kembali lelaki itu berubah menjadi kasar padanya .


"Apa ma-maksud kakak selama ini Alun di benci karena kalian berfikir Aluna penyebab kematian nenek?"


Al diam, setelah itu ia mengangguk


"Maafkan kakak Aluna"


Pendarahan hebat di kepala nenek Mahesa membuat sang nenek meninggal di tempat tanpa mereka mempunyai kesempatan untuk bertanya


"Apa hanya itu alasan kalian membenci Aluna?"


Aldo mengeleng, yang berarti bukan hanya itu alasan keluarganya membencinya


Kala itu mungkin kalian masih mengingat alasan di balik semuanya


Waktu itu saat Alea menginjak usia empat tahun ia di vonis mengidap penyakit kangker dan pada saat itu juga ternyata Nyonya Clara di nyatakan hamil lagi, dan hal itu yang menjadi penyebab terguncangnya kejiwaan Nyonya Clara yang mana malah berimbas hingga sekarang


Pada saat itu dokter mengatakan kalau Alea bisa sembuh total ketika mendapat donor jantung , ginjal kiri dan hati, Dan harapan terbesar adalah salah satu keluarga mereka mengingat darah Alea yang langka, mereka sempat panik karna tak mungkin mengorbankan keluarga mereka sendiri.


Ntah dari mana bisikan setan disana Nyonya Clara bisa berfiki untuk mengorbankan bayinya nanti untuk Alea, hal itu tentu di bantah keras oleh tuan besar Mahesa kala ia mengetahui calon cucunya akan di korbankan untuk cucunya yang lain,


"Saya tidak setuju kau melakukan hal itu! apa kau iblis berwajah manusia Clara! Agra!"


"Cucu yang kau kandung dia pantas hidup dia cucuku! jangan pernah macam macam kalian dengannya atau saya sendiri yang akan memberi kalian pelajaran yang sangat setimpal!"


"Saya tidak segan segan membunuh Alea jika kalian juga menginginkan calon cucuku itu juga terbunuh!"


Semua anggota keluarga diam dan tertunduk takut karena melihat tatapan tajam dan kemarahan tuan Mahesa

__ADS_1


Mengingat hal itu membuat tuan Mahesa dan istrinya sepakat untuk menjauhkan Aluna dari ibu dan ayahnya sendiri, bukan menjauhkan namun, lebih tepatnya biarlah ia dan istrinya yang merawat cucunya itu daripada orang tua yang tidak menguntungkan kelahirannya


"Jika kalian tidak menginginkannya mengapa kalian menyipitkannya Hah! dasar bodoh!"


Namun siapa sangka ternyata kematian lebih dulu menjemput tuan Mahesa dan nyonya Mahesa membuat kehidupan Aluna kecil jauh dari kata kelayakan, dan disanalah semua penderitaan hidup Aluna bermula , dia di hidupkan tapi untuk dimatikan , dia di rawat untuk dimanfaatkan . Sejak saat itu mereka selalu memperlakukan Alea layaknya berlian yang harus dijaga


Sosok Aluna yang sejak kecil mendapatkan siksaan fisik dan batin membuat tubuh wanita itu tidak baik baik saja


Aldo membenci Aluna karena dia gadis yang kuat, ia benci dengan senyuman Aluna yang nampak baik baik saja meskipun ia dan semuanya sudah menyiksanya


Aldo membenci akibat Aluna yang lahir bulan diwaktu yang tepat, bodoh memang bodoh tidak ada kata kata lagi yang menggambarkan kebodohannya akibat asutan keluarganya yang lain


Pada saat ia mengetahui Aluna hamil, kemarahannya meningkat ia marah bukan dengan Aluna melainkan dengan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga Aluna


Namun, akhirnya ia sadar setelah Aluna pergi dari rumah itu, dan pelan pelan Aldo mencari tahu semua kebenarannya sampai pada akhirnya ia mengetahui kebenaran bahwa selama ini Aluna memang tidak pernah memiliki kesalahan hanya Keluarganya yang sangat sangat bodoh dan Al benci itu karena dia penyebab Aluna sakit


Al terperangkap dalam kubangan dusta keluarganya sendiri , bahkan saat itu dia merasa menjadi iblis neraka hanya untuk menyiksa Aluna


Cerita Aldo usai, lak laki itu menunduk kemudian mendongak menghalau air mata yang hendak kembali meluncur bebas di wajahnya


Sedangkan Aluna tidak pernah menyangka kalau rupanya dia lahir memang tak pernah diinginkan Apalagi alasan dia dihidupkan dan dibesarkan karena untuk menyelamatkan Alea , hancur , sudah dari dulu . Dan kini bertambah hancur karena cerita Al yang begitu amat menusuk hatinya.


Rupanya penyiksaan keluarganya hanya karena mereka mengira dirinya yang membunuh neneknya dan menganggap dirinya sebagai pembawa sial


Aluna menangis, dia sempat berfikir keluarganya membiarkan dia hidup karena memamg memiliki sepercik rasa sayang , tapi buktinya dia di biarkan hidup karena organnya amat dibutuhkan oleh Alea


" Maafkan saya Aluna maaf, saya bukan kakak yang baik, saya penyebab rasa sakit kamu" racau Al yang sudah tak bisa menahan tangisnya


sementara Regan ia hanya menyaksikan cerita pilu istri kecilnya itu, rasanya ia ingin membalaskan dendam untuk Aluna,


Regan memalingkan wajah , tidak sanggup menyaksikan drama menyakitkan antara kakak adik yang tidak pernah memiliki hubungan baik itu, Regan hanya mengusap kepala Alun dari belakang sambil terus memalingkan wajah ke arah manapun yang penting tidak melihat Aluna dan Al Karena hatinya ikut merasakan rasa sakit mendengar itu


"Kamu tahu , selama ini saya ingin sekali membunuhmu agar semua ini berakhir , agar kamu tidak merasa sakit lagi Aluna sebenarnya Hanya itu alasan saya, saya bodoh Aluna saya bodoh , apakah kamu tahu jika didalam hati saya ini ada sebongkah rasa sayang untuk kamu? " Al menjeda kalimatnya , menatap mata Aluna yang kini juga menatapnya nanar


"Saya frustasi , frustasi melihat mereka memperlakukan kamu seperti binatang . Saat saya menenggelamkan kamu di kolam disitu saya bergarap kamu mati , kamu dibuat menderita oleh mereka karena Ale dan saya ingin Ale merasakan penderitaanmu . Agar dia merasakan hidup dalam ketidak sempurnaan itu seperti apa karena penyembuhnya telah mati , saya memang salah , sikap saya tidak benar dan tindakan saya sudah sangat fatal . "


Aluna tergugu , dia tidak membuka suara sama sekali . Masih tetap mendengarkan cerita Al, dia sakit hati ketika Al mengatakan jika sebenarnya lelaki itu memiliki sebongkah rasa sayang untuknya , lalu kemana sebongkah rasa sayang itu pergi ketika melihatnya dipukul dan disiksa , lalu dicaci dan dihina ? " Kenapa baru sekarang ?? " tanya Alun lirih


"Kenapa baru sekarang kakak menyesalinya?! KENAPA KAK KENAPA?! KEMANA RASA SAYANG ITU SAAT ALUN DI PUKUL DI HINA DI CACIMAKI OLEH MEREKA! KEMANA KAK KEMANA JAWAB!? HIKS HIKS KALIAN KEJAM! HIKS"


" Aku gak mau lihat kakak lagi , sudah cukup semua omong kosong kakak sampai disini . Mulai sekarang jangan pernah datang temui Alun. Anggap aja adik sialanmu itu telah MATI!" pungkas Alunn dingin , wanita itu kemudian membalikan badannya menatap Regan yang menatap teduh dirinya


Al memejamkan matanya , tangannya mengepal erat . Tak menyangka ditolak oleh Alun akan semenyakitkan ini , tapi Al tahu sakit hatinya tidak sebanding dengan apa yang Alun rasakan selama ini . Maka dari itu tak ada alasan untuk menolak permintaan adiknya , ahh rasanya ia tidak pantas menjadi kakak untuk Aluna


"Sebaiknya anda segera pergi dari sini"titah Regan yang tengah memeluk Aluna


"Tolong biarkan saya sebentar di sini saja Regan"


"Hiks alun gak mau liat kak Al, hiks pergi kak Al jahat"tangis Aluna pecah di pelukan Regan


"Alunn sayang, hey sayang?"panggil Regan namun Aluna mengeleng


"Hiks gak mau"


Al menarik tubuh Aluna sedikit paksa kedalam pelukannya, Aluna berontak


"Biarkan seperti ini sayang please kakak mohon"


"Hiks nggak! kak Al jahat alun gak mau ketemu kak lagi pergi!


Cup


Al melayangkan kecupamnya dikepala Aluna seiring air matanya yang kembali meluncur dan menetes di pundak Aluna


" Saya akan melakukan apa yang kamu mau , saya akan pergi . Tapi tolong , biarkan saya seperti ini sebentar saja" Bisikan Al membuat Al kembali menangis, pedih sekali hatinya


" Saya merindukan kamu bayi kecil , terakhir saya menggendong kamu adalah ketika umurmu mengnjak 4 bulan , kamu imut , kamu cantik , saya pernah berjanji untuk terus menyayangi kamu dan menjaga kamu , karena dulu kamu lah adik kesayangan saya meskipun semua anggota keluarga tidak ada yang menerima kamu tapi saya dan serta nenek kakek sangat menyanyangimu alun"


"Maafkan saya sayang, kakak janji ini terakhir kalinya kita ketemu, kamu tidak akan pernah ketemu kakak lagi begitupun mama papa yang menjadi alasan rasa sakit kamu"


"Bahagialah sayang bahagia dengan suami dan anak anakmu"


Cup


Setelah itu Al benar benar pegi , menepuk pundak Regan beberapa kali sambil membisikan pesan agar Regan menjaga adiknya dengan baik , agar regan menyayangi adiknya dan mencintai adiknya , agar Regan memberikan Alun sesuatu yang bahkan tidak bisa dia berikan sebagai seorang kakak


"Kakak pamit alun, kamu jaga baik baik keponakan kakak ya sayang maafkan kakak"


Setelah kepergian Al, Aluna terduduk di atas tanah memeluk perutnya dengan tangisan pilu


"Sayang, hey jangan nangis udah ya"


"Hiks aku jahat banget ya kak? aku jahat gak mau maafin mereka"


"Aku boong kak, aku boong! alun sayang kak Al alun gak pernah benci kak Al alun sayang mama papa kak hiks"


"Iya sayang kakak tau, ututttutt istri kecil kakak gak pernah menjadi pendendam ayo kita masuk ya"


Regan segera membopong tubuh Aluna dan membawanya kembali ke kamar mereka


...TBC...


...Maaf atas keterlambatann upnya karena gak tau kenapa dari kmrn ini Masi riview mlu gak tau bakal ke post kapan🙏😂...

__ADS_1


...Selamat hari raya idul Fitri 1443H...


...Minal aidzin walfaidzin 🙏...


__ADS_2