Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 38


__ADS_3

PLAK! PLAK! PLAK!


"KAMU APAKAN ANAK DAN ISTRI SAYA J***NG!!" bentak Tuan Agra di hadapan Aluna. Dalam diam Aluna menangis, perempuan itu berdiri kaku mengetahui jika keadaan Alea kritis karena jantungnya melemah. Sedangkan nyonya Carla baik baik saja dan dia kembali sadar setelah beberapa jam


Aluna Dia merasa bersalah tapi dia juga merasa telah melakukan hal yang benar, dia hanya membela dirinya dan mencoba membuat mamanya mengerti posisinya yang selama ini selalu menjadi bahan cadangan


Tuan Agra naik pitam karena Alunn tidak kunjung menjawab, pria paruh baya itu bertambah murka karena melihat perut buncit Aluna di hadapannya. Kepalanya terasa mendidih dan ingin melenyapkan calon bayi itu sekarang juga, ketika tangannya terangkat untuk memukul perut Aluna rupanya seseorang sudah datang disana, menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya.


Begitu tinjuan itu hendak dilayangkan kepada perut Aluna, laki-laki itu dengan sigap menahan kepalan tangan Arga dan mencengkramnya kuat


"JANGAN! SENTUH ANAK DAN ISTRI SAYA!"Ucapnya penuh tekanan dengan nada dingin. Ya akhirnya Regan disana, menatap mata pria paruh baya di depannya dengan kobaran emosi yang menjadi-jadi.


Tangan kekar itu meremat lebih kencang lagi membuat pria paruh baya di depannya ini agak kesakitan, tangan yang tidak pernah dia gunakan untuk melukai orang tua kini sudah tidak sesegan dahulu, tangannya yang ia anggap suci karena tak pernah membunuh orang dengan tangannya sendiri bahkan ingin sekali memukul telak rahang seorang Ayah bahkan ingin sekali Regan membunuh sosok pria paruh baya yang tega melukai putri kandungnya sendiri itu


"Kamu!" tunjuk tuan Agra tepat di depan wajah Regan, "Kemana rasa hormatmu kepada orang tua?! wahai Tuan Regan yang terhormat!" murka pria itu.


"Dasar sampah! kau yang membuat semuanya seperti ini jika kau tidak menghamilinya!"


Regan tersenyum miring, "Saya tidak perlu hormat dengan anda jika kelakuan anda saja sudah seperti sampah! jika saya mau saya bisa membunuh Anda dengan tangan saya sendiri!"Ucapnya penuh dengan penekanan dan nada dingin serta tatapan mata tajam Regan yang hampir kesabarannya habis karena melihat ayah dari istri kecilnya hendak memukul perut yang akan melukai calon bayinya dan juga istrinya.


"Kurang ajar kamu Regan!" Bentak tuan Agra!


Bugh!


Regan diam tidak membalas, bibirnya sudah dialiri darah akibat karena sobekan di sudut bibir. Aluna tambah menangis memandang Regan yang dipukuli oleh papanya, Aluna menutup mulutnya karena detik itu juga Regan di hempaskan ke dinding. Demi Tuhan dia sangat tahu bagaimana rasa sakitnya, tulangnya saja hampir patah dahulu ketika dirinya di hempaskan oleh sang papa ke dinding.


"STOP PAH!" seru seseorang yang baru datang.


Aluna menoleh bersama yang lainnya termasuk Regan, sosok yang baru datang itu adalah Aldo. Laki-laki yang lengkap dengan pakaian kantornya itu menghampiri papanya dan melepaskan cengkraman tangan pria paruh baya itu dari baju Regan.


Aldio menatap papanya datar, tidak takut sama sekali melihat wajah merah padam milik sang Ayah.


"APA APAAN KAMU AL!! KAMU MEMBELA DIA? KARENA DIA ADIKMU MENDERITA!" bentak tuan agra berapi-api. Al diam, tidak bergeming.


"JAWABB!" bentak Tuan Agra lagi.

__ADS_1


"Karena dia juga adik Al pah, Al sadar selama ini Al cuma dikelabui oleh kalian, sampai-sampai Al gak pernah paham kenapa Al benci sama adik kandung Al sendiri. Kalau sekarang Al peduli sama dia apa itu salah?" ujar Al santai.


Aluna mematung, tiba-tiba saja tubuhnya gemetar hebat mendengar ucapan kakaknya yang terasa berputar terus menerus di kepalanya. Regan yang menyadari itu langsung mendekat dan memeluk istrinya itu erat-erat, Aluna menatap Regan tak percaya dan beberapa detik kemudian perempuan itu pingsan di dekapan Regan.


"Alun! Alunn! Hey sayang! bangun!!!" panggil Regan panik. Laki-laki itu segera membopong tubuh Aluna dan membawanya pergi dari rumah sakit itu, Aldo meninggalkan keluarganya begitu saja dan menyusul Regan yang membawa Aluna. Tentu saja dia khawatir dengan keadaan adiknya, apalagi selama ini dia tidak pernah menyadari betapa kesakitannya Aluna menghadapi mereka, bahkan ketika nyawanya dipertaruhkan saja perempuan itu tetap diam dan merahasiakan semuanya


"Maaf Aluna saya memang bukan baik untuk kamu. Seorang kakak yang kakak yang harusnya melindungi adik-adiknya dan memberikan kasih sayang serta cinta malah menjadi alasan dari segala luka yang kamu rasa"Batin aldo


"Lagi-lagi saya menyesal selama 21 tahun hidup dalam kebodohan dan kebohongan yang diciptakan keluarga saya sendiri, maafkan saya alun" Batinnya saat melihat Aluna sudah di larikan ke arah ruang IGD


Fllasback Beberapa jam sebelumnya


Malam itu Aluna mendapatkan notifikasi pesan yang berada di salah satu sosial medianya, namun alangkah terkejutnya Aluna saat ternyata mamanya menghubunginya Lewat salah satu sosmednya


Awalnya Aluna sudah merasa bahagia saat Mamanya meminta ia untuk bertemu denganya dengan Aluna, namun karena Aluna takut Regan tidak akan mengizinkannya Aluna memilih kafe yang letaknya tak jauh dari supermarket agar ia punya alasan lain untuk keluar mansion


Pagi itu setelah regan pamit untuk pergi ke perusahaan Aluna mengajak bibi laras untuk berbelanja kebutuhan dapur yang sebenarnya sudah tersedia tetapi ntah mengapa Aluna berani berbohong hanya karena rasa senangnya jika mamany mengajak bertemu dengannya


Bibi Laras yang tengah fokus memilih milih buah buahan dan sayuran tak sadar jika aluna diam diam pergiii dari sana


"Astaga nona Luna mana!"panik bibi Laras saat ia baru menyadari jika Aluna tidak ada


Bibi Laras meningalkan troli belanjaannya dan berkeliling untuk mencari Aluna namun ia sama sekali tidak menemukan Aluna bahkan di tioletpun


Dengan wajah panik serta ketakutannya bibi Laras merogoh tasnya untuk menelepon *Regan


Tuttt.... Tut...


"Halo!"


"Hh-halo tuan!"


"iya bi ada apa?"Tanya Regan di sebrang sana


"Aa-anu tuan maafkan saya nona tiba tiba hilang"

__ADS_1


"APA! kemana dia bi?"


"Saya tidak tahu tuan, tiba tiba nona hilang saat saya memilih milih buah buahan dan sayuran, dan saya sudah mencariny Keman mana tapi tetap tidak menemukan nona Luna"


Tut


Tanpa sepatah katapun Regan langsung memutuskan panggilannya karena wajah lelaki tampan itu tersirat akan kekahawatirannya takut jika nanti Aluna dan bayinya dalam bahanya


Regan langsung menghubungi orang suruhannya yang selama ini menjaga Aluna kemanapun


"APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH?! KENAPA ISTRIKU BISA HILANG?!"Teriak regan murka kepada orang orang suruhannya


"Maaf tuan nona tidak hilang, hanya saja sepertinya dia bertemu seseorang wanita yang sepertinya mama dan kakaknya, tadi nona dan dua wanita itu sempat bertengkar dengan nona muda tapi nona muda tiba tiba mengamuk dan tanpa sengaja mendorong kedua wanita itu namun salah satunya terluka karena benturan di kepalanya dan satunya pingsan"


"Apa?! lalu kenapa kalian baru menghubungiku HAH?!"


"Lalu dimana istriku sekarang? apa dia baik baik saja?!"


"Saya berada di rumah sakit Xx tuan, tadi anak buah saya sudah mengantarkan dua wanita itu dan nona muda ikut ke rumah sakit "


"Baiklah jaga istriku jangan sampai dia terluka sedikitpun, atau kalian yang akan menanggung resikonya!"Tegas Regan dan langsung mematikan sambungan teleponnya


Regan langsung menyambar jasnya yang ada di kursinya ia segera keluar dari ruangannya tanpa sepatah katapun


Rey yang melihat tuannya dengan wajah panik segera menyusulnya


Tak berapa lama Regan sampai di rumah sakit yang di tunjukkan bawahannya


Mata tajamnya membulat dengan tangannya mengepal serta wajahnya yang memerah saat dengan mata kepala sendiri ia melihat istrinya di tampar sebanyak tiga kali dan Aluna? dia tentu saja hanya diam dan menangis menunduk


Dan kemarahan Regan sudah di ambang batas saat melihat tangan yang hendak melukai calon anak dan istrinya!


Dengan kemarahannya ia langsung mendekati Aluna dan menahan tangan itu agar tidak mendarat di perut istri kecilnya yang tengah mengandung anaknya


Flashback off

__ADS_1


Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa Aldo bersikap begitu?


...TBC...


__ADS_2