Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 47


__ADS_3

"Siapa yang menyuruhnya untuk bermalas-malas?! Aku sudah mengatakan padamu Laras untuk memperlakukannya sama dengan yang lain! Kenapa Kamu membiarkan dia bersantai dan enak-enakan begini ketika yang lain masih melakukan pekerjaan?!" nyonya eva datang sembari marah-marah. Aluna yang tadi ketiduran langsung terionjak kaget


"Maaf Nyonya tuan Regan memerintahkan saya untuk terus menjaga nona muda Nyonya. Kasihan dia Non Aluna dia tengah hamil"


" Aku tak mau tahu!. Jangan perlakukan dia dengan istimewa! Dia bukan siapa-siapa! Dia sama dengan kalian! Bahkan posisinya lebih rendah! Ingat itu!"


"Tapi nyonya non Aluna adalah istri tuan Regan!"


"Kau berani menentangku! aku tak pernah mempunyai menantu yang tak jelas babat bibit bobotnya seperti wanita itu! aku tak akan pernah menerimanya!"


"Tap-"


"Sudah bi tak apa, bibi tak perlu khawatir Aluna akan menyelesaikannya"


"Tapi non tuan Regan akan marah dengan bibi, nona lagi hamil"


"Tak apa bi Aluna sudah biasa"


"Baguslah kau tahu diri! jangan pernah menganggap dirimu spesial karena kau tak lebih dari wanita yang menumpang hidup dengan anak saya"


Mati matian Aluna menahan air matanya agar tidak tumpah


"Heh Kamu! Cepat turun dari tempat tidur dan kerjakan pekerjaanmu! Jangan Kamu pikir anakku menyediakan makan dan tempat untuk tidur ini gratis!"


"Dia sedang tak ada jangan manja kamu!"


"Ba-baik Nyonya. Sa-saya akan segera melakukannya..." Aluna turun dari tempat tidur dan mulai berjalan ke dapur. Mencari pekerjaan yang bisa di lakukannya.


Semua pelayan tak bisa berkutik sedikitpun karena ia juga takut dengan nyonya besar yang di ketahui ibu dari tuannya itu


Bibi laras sangat was was dengan nona mudanya yang tengah hamil ia tak berani, yang mampu menentang nyonya besar adalah suaminya paman yang namun paman yang tengah pergi


"Bagaimana ini jika tuan Regan tahu dia pasti akan murka"


Bibi Laras sangat cemas saking cemasnya kepala pelayan wanita itu tak bisa berfikir hal apapun


Dengan tubuh mungil itu Aluna mulai membersihkan dapur hingga membuat makanan untuk makan malam nanti, bibi Laras hanya menatap iba nonanya sedangkan ia tak bisa apa apa karena nyonya besarnya itu mengancam akan membuat Luna lebih dari itu


...✨✨✨...


Di sisi kota setelah tinjau proyeknya selesai Regan segera kembali ke hotelnya, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam setelah membersihkan tubuhnya Regan mengecek handphonenya namun tidak ada pesan apapun dari Aluna. Regan lupa untuk menghubungi istrinya itu


"Haihhh aku sampai lupa menghubungi Aluna, bagaimana dia hari ini"gumam Regan dengan meraih handphonenya untuk menghubungi Aluna


Satu dua panggilan masuk tidak ada jawaban dari istrinya


"Kemana Aluna? mengapa teleponku tak di jawab"


Rasa cemas tiba tiba menghampirinya, Regan mencoba menghubungi telepon rumahnya namun hal yang sama terjadi tidak ada yang menjawab teleponnya


"Shitt! sial mengapa telepon mansionpun tidak ada jawaban!"

__ADS_1


"Kemana mereka!"rasa kesal akan kekhawatiran Regan membuat lelaki yang sebentar lagi menyandung status Daddy itu menghubungi kepala pelayan yang tak lain paman yang


"Ya tuan?"


"Hallo paman, bagaimana istriku apa dia baik baik saja? mengapa teleponku tidak di angkat apa terjadi sesuatu?"tanya Regan beruntun


"Maaf tuan, saya masih belum kembali ke mansion, emang istri saya tidak melaporkan apapun?"


"Ah saya lupa paman, tidak paman telepon mansionpun tidak ada yang menjawab aku takut terjadi sesuatu dengan Aluna paman"


"Tuan tenanglah saya akan segera menghubungi yang lain dan menanyakan nona Aluna "


"Baik paman, Tolong segera hubungi saya"


"Baik tuan"


Tut


telepon di matikan


Regan mengumpat karena ia masih belum bisa mengetahui keadaan Aluna karena paman yangpun sedang berada di luar menjalankan tugas yang Regan sendiri tidak tahu apa namun ia yakin daddynya yang melakukan hal itu karena pria paruh baya itu tidak akan pernah meninggalkan mansion jika bukan dari tugas daddynya


Hufhhhh


"Apa besok aku harus kembali saja ya? perasaanku tidak enak aku takut terjadi sesuatu dengan Aluna"gumam Regan, ia merebahkan tubuhnya di kasur dalam kamar hotel yang ia gunakan itu


...✨✨✨...


Di dalam kamar pribadi Aluna dan Regan seorang wanita hamil itu tengah menangis saat mengingat ucapan nyonya Eva


Setelah makan malam yang penuh dengan drama Nyonya Eva dan Syafira mengajak Aluna untuk berbicara, Aluna tak bisa menolak walaupun ia pada saat itu tengah ketakutan


"Saya tidak mau berbasa basi lagi cukup dua kali pertemuan kita, sejujurnya aku aku tak rela jika Regan menikahi wanita lain selain wanita yang saya pilih"Aluna tertegun mendengar ucapan itu


"Apa alasanmu untuk bersama anak saya Regan?"


"Kamu cantik dan masih muda mengapa kau merelakan dirimu menikah dengan anak saya? apa karena harta?"tuding pertanyaan nyonya Eva kepada Aluna


Aluna mengelengkan kepalanya kuat tanda ia tak berniat seperti itu


"**-tidak nyonya"


"Lalu apa jika bukan karena harta Regan? kau munafik sekali jangan mentang mentang wajahmu polos kami tidak tahu akal busukmu itu!"ucap Syafira sarkas


"Tidak, saya tidak bermaksud untuk itu. Demi tuhan tidak ada fikiran saya untuk berbuat seperti itu"


"Lalu mengapa? jika kau benar benar bertahan untuk uang saya bisa memberikanmu uang 10 milyar untuk meningalkan anak saya"


"Saya sedang hamil anak kak Regan"ucap Aluna lirih dengan pandangan menunduk


"Saya tahu tapi maaf saya tidak bisa menerima kamu dan anakmu, ada perempuan yang jauh lebih baik dari kamu untuk anak saya karena sejak dulu keluarga Anderson tidak pernah memiliki menantu yang babat bibit bobotnya tidak jelas"ucap Nyonya Eva

__ADS_1


"Lalu apa yang nyonya mau dari saya?"Aluna memberanikan diri untuk menatap nyonya Eva


Nyonya Eva sejenak diam, ia menatap Aluna yang juga tengah menatapnya dengan tatapan sendu


"Tinggalkan Regan, saya akan memberikan kamu uang sepuluh milyar untuk meningalkan mansion ini dan anak saya!"


Deg


"Tapi-"


"Aku berbicara hal ini sesama wanita aku adalah calon tunangan Regan, kedua orangtuaku sangat menginginkan aku menikah dengan Regan mereka sudah tua, aku yakin jika di luar sana masih banyak orang yang akan Mau denganmu dan kamu bisa membawa uang sepuluh milyar untuk pergi meninggalkan Regan"sambung syafira


Aluna menunduk lemah, memang ia sadar jika sejak dulu kehadirannya di dunia ini tidak pernah ada yang menginginkan dan terbukti sekarang mertuanya dengan cara terang terangan memintanya untuk pergi


Jika kalian bertanya bagaimana perasaan Aluna saat ini? tentu sakit. Ia tak masalah jika dia tak di akui atau di terima namun kenapa anaknyapun harus di jauhkan dari ayahnya juga


Tidak Aluna tidak bisa memberikan hal ini, anaknya harus di akui atau setidaknya anaknya akan selalu bersama ayah kandungnya


"Kenapa kalian sangat egois? kalian sudah tau saya sudah menikah dengan kak regan dan saat ini saya tengah hamil, apa kalian tega memisahkan anak dan ayahnya?!"tanpa sadar Aluna meninggikan suaranya


"Aku tidak peduli jika kedua orangtuamu meminta kau bertunangan dengan kak Regan atau menikah tapi kak Regan sudah menjadi suamiku!"


Aluna semakin meninggikan suaranya karena ia tak mau jika suatu saat nanti anaknya akan bernasib malang seperti dirinya


"Jangan kurang ajar kamu gadis kampung!"karena kesal mendengar ucapan Aluna Syafira Langsung menjambak rambut Aluna kencang


Awshhhhh


"Lepaskan!"


"Kau itu rupanya tidak tahu diri ya! kami berbicara baik baik kau malah seenaknya merasa jadi nyonya kau hah!"ucap Syafira yang tak melepaskan jambakannya dengan Aluna


"Tinggalkan Regan untukku kau itu tidak ada apa apanya, kau memang siapa berani beraninya berucap seperti itu hah!"


"Kamu yang seharusnya siapa, kamu tidak berhak mengusir saya dan meningalkan kak Regan dia suamiku!"


"Diam kamu!"Nyonya Eva menatap tajam Aluna karena rupanya wanita itu berani


"Lihat Tante wanita polos ini menampilkan sifat aslinya, kau licik! kau sengaja tidak mau menerima uang sepuluh milyar karena dengan bersama kak Regan kau bisa mendapatkan semuanya kan!"


PLAK!


PLAK!


dua tamparan keras lolos mengenai pipi mulus Aluna sampai kepalanya menoleh ke samping


"Aku tidak mau tahu jika kau harus meninggalkan regan! aku tak peduli dengan bayimu itu atau posisimu saat ini!"


"Bila perlu gugurkan anak itu! Samapai kapanpun aku tak Sudi menerimanya!"


Setelah berucap demikian nyonya Eva dan Syafira meningalkan Aluna yang langsung terduduk di lantai dengan memeluk perutnya

__ADS_1


Flashback off


...TBC...


__ADS_2