Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 52


__ADS_3

Di kamar yang ada di villa itu Regan membawa Aluna kedalam pelukannya untuk menenangkan istrinya itu yang masih nangis


"Sudah ya jangan nangis lagi, kan kakak bawa kesini itu untuk hibur kamu kenapa disini kamu nangis terus"ucap Regan dengan terus mengusap kepala Aluna lembut


"Hiks Aku jahat ya kak ngomong gitu sama kak Al?"


"Nggak sayang kamu gak jahat, Istrinya kakak adalah perempuan paling cantik dan baik. Kakak ngerti kamu begitu"


"Aku nggak benci mereka kak"


"iya sayang Kakak tau"


"Udah ya nangisnya "


"Sekarang mending kamu makan ya, dari tadi pagi belum makan loh, mau makan apa hmm? nanti biar kakak masak"


"Nggak mau, masa di masakin terus "


"Ya gakpapa dong, kamukan lagi hamil takut kecapean "


"Tapi aku mau makan jagung bakar, seblak, ayam kampung kecap pedes manis sama nasi goreng seafood "mendengar itu Regan Terkekeh seraya mengacak rambut Aluna


"Banyak amat emang bisa habisin?"tanya Regan, Aluna mengangguk lucu


"Kan sama babby"Jawabnya lucu


"Yaudah nasi goreng sama ayam bakarnya kakak yang buat sisanya beli ya gakpapa?"jawab Alun mengangguk, sementara Regan segera menyuruh penjaga villanya untuk mencarikan makanan yang Aluna mau sedangkan ia membuat makanannya yang lain


selepas kepergian Regan dari kamar itu, Aluna tersenyum menatap punggung Regan yang berjalan keluar


Bertapa beruntungnya ia menemukan sosok lelaki seperti Regan, meskipun ia tak tahu apa Regan mencintainya atau tidak namun setidaknya selama ini regan selalu memperlakukannya dengan lembut penuh dengan kasih sayang ntah itu demi bayi yang dikandungnya atau memang rasa itu sudah ada tapi Aluna merasa hidupnya jauh lebih baik setelah ia bertemu Regan


"Aku seperti pernah melihat sosok itu namun dimana?"gumamnya


...✨✨✨...


Sepanjang hari yang dilakukan Aluna di villa itu hanya diam, tidak melakukan apapun bahkan perempuan itu masih setia bergelung dengan selimut tebalnya, badannya memang sedikit hangat hal itu juga yang membuat Regan khawatir


Tadi setelah ia membuatkan makanan untuk Aluna, saat kembali Regan malah terkejut akibat suhu badan istrinya tiba tiba hangat. Regan sudah membawakan dokter pribadinya namun Aluna menolak


Semenjak percakapannya dengan Al tadi Aluna benar-benar berubah, perempuan itu lebih sering melamun, atau kadang juga menangis diam-diam. Perubahan itu dapat Regan rasakan karena teramat begitu nyata. Aluna sulit diajak bicara dan bahkan untuk menjawab Regan saja dia enggan.


Seperti saat ini, Regan tengah berusaha membujuk Aluna agar mau makan karena seharian ini Alun belum makan, tak hanya itu bahkan suhu tubuh Aluna juga bertambah panas. Regan menghela napas dan duduk disebelah Aluna berbaring, perempuan itu menoleh sejenak guna melihat Regan lalu kembali pada posisi semula.


"Babby, anak Daddy laper gak sayang?" tanya Regan tiba-tiba sambil memegang perut Aluna. Aluna kaku, bukan karena sentuhan dari Regan tapi karena dia baru saja mengingat jika dirinya tengah mengandung.


Alun lagi-lagi menangis membuat Regan tampak frustasi, bahkan lelaki itu mengacak-acak rambutnya asal.


"Kak... hiks"


"Iya Sayangku cantikku..." sahut Regan dengan lembut


"Hiks..."


Karena Aluna tak kunjung berbicara Regan berinisiatif untuk mendudukan Aluna menyenderkan tubuh wanita berperut buncit itu pada kepala ranjang, Regan mendekat dan duduk tepat disebelah Aluna


"Mau apa hmm?" tanyanya kemudian.


Aluna menggeleng, "Kakak kenapa kaya gini sikapnya ke alun?" cicit Aluna pelan hampir menangis lagi. Regan segera memeluk Aluna menyendarkan kepala perempuan itu di dadanya


Regan terkekeh lirih mendengar hal itu,


"Kenapa nanya gitu?"

__ADS_1


"Hiks, kan dari awal kakak nikahin alun cuman buat babby, kenapa sekarang kak Regan memperlakukan alun kaya gini"


"Emang kakak pernah bilang ya kalo kakak nikahin kamu hanya untuk babby?"jawab Aluna menggeleng


"lah terus kenapa nanya gitu?"


"Kakak emang gak pernah ngomong ke alun tapi wak-waktu itu alun pernah dengar sendiri kakak bicara lewat telepon"


"Nggak sayang, kalopun iya maafkan kakak yang dulu ya, dulu kakak belum menyadarinya" Ujar Regan seraya menghirup aroma tubuh Aluna dalam-dalam.


"Tapi Kakak masih bisa dapetin cewek cewek cantik yang jauh lebih baik dari Alun, kondisi keluarga alun nggak seharmonis yang lain kak"


"Kamu ngomong apa si sayang, dengerin ya dan inget kata kata kakak, Kakak emang bisa dapetin cewek cantik berapa banyak kalipun tapi yang terbaik buat kakak ya ibu dari calon anak kakak"ujarnya dengan mencolek hidung mancung Aluna


"Dan yang jelas kakak gak munafik kalo kakak lebih suka gadis daripada wanita"


Cup


"Kamu gadisku sayang"


"Emang bedanya gadis sama wanita apa? kan sama sam perempuan"beonya lucu, Regan terkekeh seraya mengecup kening Aluna berulang ulang


"Anak kecil gak boleh tau hal urusan dewasa, mending kamu makan ya kakak suapin sini"


"Aku udah gede masa di bilang anak kecil"


"Lah orang tubuh kamu emang kaya anak kecil"


"Tapi aku udah gede liat, ini perut aku sekarang ada babbynya berarti udah gede"


"Ohhh udah gede, kalo udah gede mau dong jenguk babby"


"Ishhhh kok kesitu si"


"Nggak mau hiks, nanti aja sakit"


"Ututtt yaudah makan aja ya, mau kakak suapin?"


Penjelasan Al Kemarin sangat membuatnya tertekan, apalagi masalah yang dibahas adalah orang tua dan itu sangat sensitif untuk Alunn.


"Mau peluk dulu"


"Sini, manja banget si. Istrinya aku udah gede ya makin cantik lagi"


Pelukan hangat Regan dia berfikir bagaimana caranya agar dia bisa mengampuni keluarganya, meski yang selama ini dia dinilai tidak tegas itu benar, sebenarnya Aluna tengah menyiapkan benteng, benteng yang begitu besar dalam hatinya.


"Makan ya sayang, kamu belum makan dari pagi, kasihan babynya." bujuk Regan.


Aluna menunduk, menatap perut buncitnya dengan perasaan menyesal. Dia sampai melupakan anaknya yang butuh nutrisi hanya karena sibuk menangisi takdir yang seharusnya tidak perlu dia tangisi, toh semua itu sudah berlalu. Dia hanya perlu bersiap pada masa depan, masa yang akan hadir dalam hari-hari berikutnya.


"Jangan diem aja, ayo aaa kakak suapin" tegur Regan dengan menyendokan makanannya ke mulut Aluna


"Seblaknya nanti aja ya, kamu lagi sakit. Udah sembuh baru ya"


"Hiks tapi aku mau seblak "


"Nggak boleh sayang, orang kakak tadi nyobain pedes banget. gak baik buat babby, kamu juga lagi sakit" Aluna mengangguk dan menerima suapan Regan, tak lupa lelaki itu membuatkan Aluna susu ibu hamil juga di sana


Setelah selesai makan Aluna beranjak, dia duduk di sofa sambil menonton acara tv yang menurutnya tidak ada faedahnya, sebenarnya hanya mata yang tertuju ke layar tv tapi pikirannya melayang kemana-mana, sampai ketika Regan turun dengan keadaan sudah segar, sudah mandi dan sudah wangi.


"Mau nonton film nggak sayang?"


"Emang kakak punya film apa?"

__ADS_1


"Ada banyak film, mau apa?"


"Nonton apa aja asal yang seru"


"Kalo film yang bisa di praktekin mau nggak?"


"Emang ada?"


"Ada"ucap regan dengan senyuman semiriknya


"Yaudah gakpapa"jawabnya polos


Regan beranjak dari tempat duduknya untuk menyalakan film yang ia akan tonton bersama Aluna setelah itu ia kembali duduk di sofa dengan membawa kepala Aluna ke dadanya setelah itu Regan menutup tubuh Aluna dengan selimut begitu melihat gelagat perempuan itu seperti tengah kedinginan


"Dingin ya?


"Hu'um"Regan terkekeh


"Yaudah sini peluk ya"


Niat ingin bermesraan setelah menonton film namun ternyata aluna Perlahan-lahan mata bengkak Alun tertutup, dia tertidur karena lelah, lelah menangis tentunya.


Regan menatap istri kecilnya lama, rasanya sesak melihat Aluna sakit seperti itu, apalagi melihat air mata yang tak pernah berhenti mengaliri pipi mulus perempuannya, dadanya sesak dan perih. Regan mengecup pipi Aluna pelan kemudian ia mengusapnya.


"Sehat sehat sayang" ucapnya, sejurus kemudian tangannya beralih ke perut Aluna


"Jaga mommy kamu ya, dia wanita cantik dan baik kamu pas lahir nanti di dunia ini pasti jadi seseorang yang beruntung karena terlahir dari rahim ibu yang sebaik mommymu sayang"


"Daddy janji, Daddy akan jaga kamu dan mommy, melindungi kalian dan menyanyangi kalian sepenuh hati Daddy, kamu baik baik ya di dalam perut mommy. Dan terimakasih sudah hadir di perut mommymu sayang Daddy mencintai kalian"


Cup


Regan tersenyum tipis, tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya dengan wajah Aluna yang tampak tenang, menempelkan bibirnya pada bibir milik Aluna yang sedikit terbuka, mengecup pelan namun lama


Regan memejamkan mata, tiba-tiba otaknya seperti ditarik untuk memikirkan hal yang lebih gila, tapi lebih gilanya lagi Regan menurut dengan kerja otaknya, lelaki itu menggerakkan bibirnya lembut. Aluna terusik, matanya terbuka ketika dia merasa ada yang aneh pada bibirnya. Sontak mata Aluna membulat melihat wajah Regan yang begitu dekat dengannya, sangat dekat bahkan tak berjarak, detik itu juga Aluna sadar apa yang sedang terjadi.


Alun memukul-mukul pelan lengan Regan agar lelaki itu sadar. Regan tahu Aluna terkejut ia menciumnya, dia menjauhkan wajahnya sedikit, melepaskan apa yang sedang dia sesap


"Kenapa hmm?" tanyanya santai seolah tidak terjadi apa-apa.


"Ka-kakak ma-mau a- "


Cup


"Aku mau kamu boleh..." bisik Regan dengan suara beratnya. Regan tidak membiarkan Aluma menjawab dan langsung menyambar bibir perempuan itu, tidak ada ciuman yang kasar, semua lembut memabukkan. Otak Regan seperti tidak bekerja dengan baik, buktinya lelaki itu malah semakin memperdalam lumatannya sambil sesekali menggigit bibir Aluna. Puas dengan penyatuan bibir Regan menurunkan selimut yang membungkus tubuh Aluna


memimpin kepala Aluna agar sedikit mendongak guna memberinya akses menjamah leher putih Aluna, ini gila. Aluna tahu kemana nantinya semua ini, dia ingin berteriak ketika Regan menghisap lehernya kuat-kuat tapi yang dia keluarkan hanya lengguhan, telinga Regan sensitif sekali mendengar suara Aluna.


Suara Aluna malah terdengar merdu membuat dirinya semakin tersulut untuk melakukan hal yang lebih gila lagi.


"Kakhhhh" rengek Alumn begitu merasakan gerakan Regan semakin kebawah, tepat di dadanya. Lelaki itu menatap Alunn dengan mata yang sedikit sayu, jakunnya naik turun dan napasnya memberat. Regan terpancing dengan permainan yang dia mulai sendiri, dia tidak ingin berhenti, dia ingin kembali mengulang


Alun memejamkan mata begitu Regan kembali menyerang bibirnya, semuanya teriadi begitu saja sampai Aluna pun tidak sadar jika lengan dresnya sudah turun sampai bawah dada, mengekspos sesuatu yang menurut Regan lebih berisi dari sebelumnya, wajar karena Aluna wanita hamil.


...TBC...


...Hallo guys udah lama nunggu ya? hehe maafin ya karena seminggu ini sibuk nyiapin projects akhir😂...


...Besok juga udah mulai UTS aja, doain ya semoga lancar...


...Terimakasih banyak untuk kakak kakak yang masih nungguin cerita Zia🙏🥺🥰...


...Minal Aidzin Walfaidzin Yas semuanya🙏...

__ADS_1


__ADS_2