
Di sebuah restoran seorang gadis tampak merengek karena hal yang sudah di janjikan sesuatu kepadanya tiba tiba saja di batalkan
"Apa maksud Tante berbicara seperti itu?!"
"Bukankah Tante mengatakan jika Tante akan membuat Regan bersamaku? lalu mengapa tiba-tiba seperti ini? aku tidak terima Tan!"
"Pokonya aku mau Regan dan wanita itu segera bercerai dan aku mau Regan menjadi suamiku!"
"Maaf saf Tante kali ini tidak bisa memaksakan karena Regan sepertinya mencintai istrinya, kalo kamu mau Tante bisa jodohkan kamu dengan Erlangga"
"Apa?!"
"jadi Tante sekarang berpihak dengan wanita itu? aku tidak mau yang lain Tan! aku sudah rela meninggalkan negaraku demi Regan dan sekarang apa?! Tante seenaknya saja memutuskan janji yang sudah Tante ucapkan sendiri"
"Aku tidak mau selain Regan Tan!"Wanita itu Syafira, wanita yang kerap mengejar ngejar Regan sejak dulu namun sayangnya Regan sama sekali tidak tertarik dengan siapapun selain memantapkan hatinya untuk bayi kecilnya, sedangkan nyonya Eva tengah memijit hidupnya karena pusing Syafira tidak bisa di rayu agar berhenti meminta Regan karena itu semua tidak mungkin apalagi setelah beberapa saat nyonya Eva mengetahui semua kebenarannya, Wanita parubaya itu merasa bersalah dan merasa menyesal
Kali ini apa yang harus ia lakukan ketika Syafira tetap memaksanya meminta Regan, ia tidak Setega itu terlebih ia sekarang sudah mengetahui kebenarannya
Flashback on
Pagi tadi nyonya Eva pergi dari mansion dengan izin bertemu bersama teman teman arisannya, ia memang pergi namun di balik itu semua ia memiliki tujuan ingin menemui nyonya Clara, meskipun awalnya Clara ia tak ingin datang namun berkat teman teman yang lain yang mengajak Clara untuk berkumpul akhirnya ia mau walaupun di wajahnya tidak ada raut bahagia sekalipun ia terlihat lesu
semua nampak ceria karena telah berkumpul kembali setelah beberapa bulan tidak bertemu namun berbeda dengan raut wajah nyonya Clara yang sejak ia datang ia hanya menanggapi teman temannya seadanya namun mereka sadar Clara masih dalam suasana berduka
Clara berpikir jika ia berkumpul dengan teman-temannya ia akan bisa melupakan sejenak dukanya namun tidak, ia malah semakin mengingat Alea yang kerap kali ia ajak untuk hadir di arisannya bersama teman temannya
"Aku turut berdukacita atas kepulangan anakmu Clara"ucap nyonya Eva, nyonya Clara hanya tersenyum lirih
"Aku seperti kehilangan separuh jiwaku, aku sangat sedih kehilangan sosok Alea bagiku hanya dia putri satu-satunya aku yang paling aku sayangi"
"Hanya dia?"bingung nyonya eva
"apa kamu memiliki putri selain Alea Clara?"tanyanya penasaran
__ADS_1
Mendengar pertanyaan itu nyonya Clara tiba tiba diam, ia hanya menanggapi nyonya Eva dengan senyumannya
"mohon maaf sepertinya cukup hari ini, aku pamit"ucap Clara yang langsung membawa tasnya dan pergi meninggalkan tempat itu dengan meninggalkan sejuta pertanyaan dari teman temannya yang lain
"Dia sedang berduka, dan memang benar Clara memiliki putri lain selain Alea dan itu sengaja dia sembunyikan karena ia dan tuan Arga membenci putri bungsunya yang sampai sekarangpun aku tidak tahu alasan dia sampai membenci putrinya"ucap salah satu dari teman teman nyonya Clara dan nyonya Eva yang memang paling dekat dengan nyonya Clara
"apa kau tahu nama putrinya itu? kasian sekali putrinya jika dia dibenci kedua orangtuanya"ucap yang lainnya
"Ya kau benar, tapi bagaimana mungkin seorang ibu bisa membeci anaknya sendiri walaupun ia membuat kesalahan fatal rasanya itu tidak wajar jika kita membenci anak kita aku saja sangat sayang dengan anak anakku"
"Sudah mungkin Clara dan suaminya memiliki alasan lain, tapi apa kau pernah melihat putrinya?"tanyanya
"pernah hanya sekali saat aku berkunjung ke rumahnya, dia sangat sangat cantik dan lembut tapi dia juga sedang kuliah kok itu artinya Clara tidak Setega itu dengan putrinya"
"Ah tapi mengapa saat kita berkumpul kesana kita tidak pernah melihatnya ya?"
"mungkin pada saat kita berkunjung dia sedang pergi, ya setidaknya Clara masih memiliki anak perempuan lain yang menjadi penyembuh lara ketika alea meninggal ya jeng"
"iya jeng, semoga saja dia tidak lagi membeci anaknya itu"
"Tentu saja dia memiliki wajah yang sangat cantik aku saja berniat menjadikan dia menantuku tapi sayang anakku perempuan"kekehnya
"Apa dia orangnya?"tanya nyonya Eva sambil menunjukan foto Aluna yang masih ada di galeri handphonenya
"Hah? dari mana kau dapat foto anak bungsu Clara Eva?"
"Jadi benar dia anak dari Clara, apa kau tidak salah?"tanyanya memastikan
"Aku tidak mungkin salah memang dia, aku benarkan dia sangat cantik coba kalian lihat"semua orang orang di sana melihat foto Aluna yang memang terlihat jelas
"kau benar jeng dia sangat cantik dan terlihat lembut ah sayang sekali kenapa wanita secantik dia di benci, kenapa Clara tega sekali membenci anak secantik ini"
"iya kau benar bahkan wajahnya lebih cantik dibandingkan dengan Alea, kira kira apa ya alasannya mereka membenci anaknya karena aku lihat wajahnya sama sekali tidak mencerminkan kriminal"
__ADS_1
"Eva sekarang katakan padaku, bagaimana kau bisa mendapatkan foto anak Clara yang di sembunyikan apa kau mengenalnya?"
"Iya aku mengenalnya! maaf jeng sepertinya aku tidak bisa berlama lama untuk selanjutnya bisa berkabar saja ya aku buru buru"
"loh loh mau kemana jeng?"
"Ah aku ada urusan sebentar"nyonya Eva segera membereskan barang barangnya dan pergi meninggalkan teman teman arisannya yang menatap ia bingung
Nyonya Eva sangat terkejut mengetahui satu fakta dia meremas tangannya kuat karena membayangkan perkataan Raya tentang Aluna, Astaga berdosa sekali dia jika memang itu benar, namun yang menjadi tugasnya sekarang mencari tahu alasan Aluna di benci keluarga karena ntah mengapa tiba tiba ia menjadi sakit ketika ia mengetahui Aluna ternyata benar anak dari temannya yang selama ini tidak pernah dikenalkan
nyonya Eva hanya geleng geleng kepala ketika mengingat perlakuan Clara dengan anaknya Alea yang begitu lembut namun bagaimana bisa dia menyembunyikan anaknya yang lain sedangkan alea selalu di manjakan dan di pamerkan apa alasan Clara membeci Aluna?
Memikirkan hal itu Eva langsung segera merogoh tasnya untuk menghubungi seseorang yang ia minta untuk mencari tahu semua tentang Aluna dari A sampai Z dalam waktu 24 jam
Ia segera pergi kembali ke mansion utama, saat tiba Eva segera masuk kedalam kamarnya
Esok harinya akhirnya ia berhasil mendapatkan informasi tentang Aluna dan alasan tak logis orangtuanya membenci Aluna, hatinya sangat sakit bahkan ia sampai menangis membaca dan mendengarkan informasi dari orang suruhannya, Asta dia sangat bersalah sekarang dengan Aluna, apa yang harus ia lakukan untuk menebusnya
"Jahat sekali mereka memperlakukan anaknya seperti ini hiks!"
Nyonya Eva sampai di buat lemas kala ia mengetahui fakta ketika Regan menyelamatkan Aluna, di situ Aluna dan calon bayinya hampir tewas di tangan keluarganya yang sadis
sungguh ia sungguh menyesali perbuatannya yang tidak baik dengan Aluna.
"Astaga aku tidak menyangka hidup menantuku seperti itu sebelum bertemu anakku"
"tidak ini tidak benar aku harus memusatkan perjodohan Regan dengan Syafira, kasihan sekali dia yang sejak kecil di siksa kedua orangtuanya dan kakaknya"gumam nyonya Eva yang langsung mencoba menghubungi Syafira untuk bertemu dengannya besok siang untuk membatalkan perjodohannya dengan Regan
dan mulai saat ini ia berjanji akan mencoba menerima Aluna dan membuat hubungan mereka terjalin dengan baik, sebelum Regan dan Daddy Ronaldo pulang
Flashback off
...TBC...
__ADS_1
^^^mohon bersabar selama author belum up☺️🙏🏻^^^