
Regan langsung mematikan teleponnya, ia masih berusaha membangunkan ibu hamil itu lagi
Regan masih tidak mengerti mengapa Aluna tidak mengingat masa lalunya? dan mengapa tiba tiba ia jatuh pingsan setelah merasakan sakit di kepalanya
"Apa yang sebenarnya terjadi sayang, tolong jangan takuti aku seperti ini"
Beberapa menit kemudian Regan sampai di rumah sakit terdekat, ia segera menggendong Aluna, di sana sudah ada Mark dan Rey yang ternyata sudah tiba duluan dari perkiraan Regan ntahlah bagai mana bisa mereka tiba secepat itu namun ia tak peduli yang penting aluna segera mendapatkan penanganan yang baik
"Apa yang terjadi sebelumnya Regan?"tanya Mark
"Nanti akan aku jelaskan tapi tolong segera priksa keadaannya aku takut terjadi sesuatu dengan alun Adan bayi kami"
Mark dan beberapa suster yang lain mendorong berangkat menuju ruangan IGD untuk segera memeriksa keadaan Aluna, sementara Regan menunggu di luar bersama asisten Rey
"Rey tolong Carikan aku informasi tentang Aluna lima belas tahun lalu lebih detail lagi!"titah Regan yang langsung di angguki oleh Rey
"Baik tuan"
Tak berapa lama Mark keluar, ia menghela nafasnya setelah memeriksa Aluna
"Bagaimana keadaan istriku Mark!?"
"Dia baik baik saja dan bayinya juga baik baik saja, hanya saja kau tidak boleh meninggalkan dia sendirian dan merasa jiwanya tertekan"
"Apakah kau tadi meninggalkan Aluna?"tanya Mark di jawab anggukan oleh Regan
"Kau harus lebih perhatian lagi dengan kondisinya gan, kau harus selalu membuat dia bahagia. Hanya itu saja karena menyembuhkan sikis rusak sejak kecil tidak bisa sembuh secara instan"
"sepertinya Aluna juga memiliki trauma berat di kepalanya sehingga beberapa kepingan memori tidak bisa otaknya ingat kembali, kau hanya perlu sabar ini tidak terlalu buruk. Sebentar lagi Aluna akan di pindahkan ke ruang rawat"ucap Mark
"Thank Mark!"
Mark menepuk pundak Regan
Regan lega mendengar penjelasan Mark, syukurlah tidak terjadi apa apa dengan Aluna dan bayinya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ruangan rawat
"Apa kamu mau sesuatu hm?"tanya Regan
Aluna saat ini sudah sadar sejak beberapa menit lalu, ibu hamil itu tersenyum karena orang pertama yang ia lihat suaminya
"Mata kakak seperti mata panda, pasti kakak belum sama sekali tertidur"ucap Aluna yang langsung mengeser tidurnya
"Sini, aku cuman mau kakak tidur di sini"ucap Aluna sambil menepuk ranjang rumah sakit yang memang cukup dua orang itu
__ADS_1
Regan tersenyum dan langsung membuka jasnya dan ia langsung menaiki berangkar Aluna, Regan menjadikan lengannya sebagai bantalan ibu hamil itu
Cup
"Semalam kakak pergi kemana?"Tanya aluna
"Kakak hanya ada urusan mendesak bersama Daddy sayang, maafkan aku ya karena sudah meninggalkan kamu sendiriam di villa"
"Apakah setelah ini kita akan tetap pulang ke villa?"tanya Luna
"Daddyku ingin bertemu menantu cantiknya, dan kakakku juga tidak sabar bertemu adik ipar cantiknya"ucap Regan yang di balas senyuman oleh Aluna
"Apa Daddy akan menerimaku?"tanya Luna lagi
"Apa alasan Daddy tidak menerima menantu secantik dan sebaik kamu sayang, dan untuk mommy maaf karena memang dia keras kepala tapi percayalah dia adalah orang yang baik. Hanya saja dia masih merasa terkejut dan marah denganku yang menikah diam diam"ucap Regan
"Aku percaya nyonya orang baik karena dia juga melahirkan anak sebaik kakak"ucap Aluna yang mana membuat pipi Regan memerah
"Kamu jauh lebih berhati malaikat sayang, Aku tidak sabar melihat bayi kita nanti, semoga sifat baiknya menuruni sifat ibunya"
Cup
"I love you bayi kecilku"
"I love you more kak"jawab Aluna yang mengecup pipi Regan
"Bolehkah Aluna menolak?"tanya Aluna
"Why?!"
"Aku takut"
"Kamu tidak perlu takut lagi sayang, aku Daddy dan yang lainnya bakal terus menjaga kamu"
bukan itu yang aku takutkan kak, apa aku bisa hidup sampai nanti setelah bayiku lahir. Aku takut untuk merasa percaya diri yang akhirnya membuat luka baru untuk orang yang mencintaiku, Ya aku bahagia karena Tuhan mempertemukan kita dengan caranya
"Aku mengantuk sayang"Ucap Regan yang langsung memejamkan matanya
"Selamat tidur Daddy"ucap Aluna pelan yang masih di dengar Regan yang tidak bisa menyembunyikan rona merahnya lagi
Cup
"Kamu jangan coba coba bersikap mengemaskan jika tidak mau ranjang rumah sakit ini menjadi saksi kegagahanku sayang"Aluna terkejut ia langsung menyembunyikan kepalanya di cerluk leher Regan
Regan hanya terkekeh dan langsung tertidur memeluk ibu hamil itu karena memang Regan belum tidur sejak kemarin
...***********...
__ADS_1
Mansion Anderson
"Kapan Daddy tiba di sini?"tanya Erlangga saat melihat daddynya tiba tiba tengah duduk di ruang keluarga menikmati secangkir kopi bersama raya dan nyonya Eva
"Hi, son! Gimana kabarmu?"tanya tuan Ronaldo menyapa elang
"Kabarku tidak baik"ucapnya sedikit malas lalu duduk di salah satu sofa kosong
"Apakah kau sedang putus cinta?"tanya raya mengejek adik bungsunya
Cikk
"Jika kau ingin menjadi dokter hebat seperti kakakmu, kau harus belajar dengan giat son!"
"Memang benar ya urusan cinta itu merubah segalanya"sambung raya lagi yang lagi lagi membuat elang berdecak kesal
"Kaya kak raya nggak aja, siapa tuh yang dulu nangis nangis minta di nikahin gara gara mommy gak setuju waktu itu"
"Kenapa membawa bawa nama mommy, mommy bukan tidak setuju hanya saja mommy perlu tahu latar belakang calon menantu mommy dengan baik"
"Lalu jika seperti itu apakah setelah mommy mengetahui latar belakang istri dari kak Regan mommy akan setuju begitu?"
"Tidak mommy akan tetap menjodohkan Regan dengan wanita pilihan mommy begitupin dengan dirimu Erlang! pintar pintar lah memilih calon istri!"
"Aku tidak berminat mencari lagi, karena cinta pertamaku saja sekarang di rebut oleh kakakku sendiri "decak elang. Setelah mengatakan itu dia pamit pergi untuk ke kampus karena ia ada kelas pagi
"Kau belum sarapan elang!"teriak raya
"Elang sarapan di kampus!"
"Cik anak itu, semakin lama semakin susah di atur"gumam raya
sedangkan tuan Ronaldo mengangkat alisnya satu tanda bertanya tanya tentang perkataan anaknya tadi
"Ada yang bisa menjelaskan mengapa elang mengatakan seperti itu mommy?"
"Mommykan sudah bilang dad, Wanita itu bukan wanita baik baik, bisa bisanya dia membuat kedua putraku bertengkar hanya karena menyukainya!"ucap nyonya Eva
Tuan Ronaldo hanya menggelengkan kepalanya mendengar lagi lagi istrinya menghina menantu yang sebentar lagi melahirkan cucu pertamanya, sebaiknya ia akan tanyakan langsung dengan Regan nanti
"Mommy salah jika menilai istri Regan itu bukan wanita baik baik, raya pernah bertemu dengan dia sebelum Regan menikahinya dia anak yang sangat baik dan bukankah marga dia Mahesa? itu artinya dia anak dari salah satu tuan Mahesa"
"Kau jangan asal ngomong, mommy tau anak anak jeng Clara itu siapa saja dia hanya memiliki dua anak satu anak laki laki dan satunya lagi anak perempuan yang baru beberapa lama ini meninggal jadi tidak mungkin jika dia anak dari keluarga Mahesa"
Ya raya memang sudah mengetahui adik laki-laki sudah menikah dengan wanita yang dulu ia priksa, awalnya raya marah karena adik yang ia bangga banggakan dengan teganya menghamili wanita di luar nikah dan bukan tanpa sebab ia marah, mengingat dulu Aluna memeriksa kehamilannya raya ingat jelas jika sikis wanita itu tidak baik baik saja, belum lagi setelah ia mengingat cerita Aluna yang menyedihkan namun ia tak berani menceritakan hal itu dengan daddynya atau mommynya, ia membiarkan Regan sendirilah yang menceritakan tentang istrinya yang malang itu
Dunia memang sempit, ternyata pasiennya yang ia priksa itu adalah pasien yang tengah mengandung keponakannya sendiri
__ADS_1
...^^^TBC^^^...