Aluna My Little Wife

Aluna My Little Wife
Chapter 48


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari namun, Aluna masih menangis sesenggukan dalam gelap kamarnya dan Regan, wanita hamil itu memeluk perutnya dengan derai air mata yang tak berhenti keluar


Otaknya kembali bertanya tanya, dosa besar apa yang pernah ia lakukan sehingga tuhan seakan menghukumnya. Apa di kehidupan sebelumnya hidupnya ia bahagia sehingga kehidupanbya sekarang tuhan memberikan ia cobaan bertubi tubi. Kapan ia bahagia?, kapan hidupnya di inginkan, semua orang seakan meminta ia untuk pergi


"Hikss, kenapa tuhan kenapa. Apa sebegitu tidak pentingkah diriku sehingga semua orang menyuruhku untuk pergi"


"Tuhan aku ingin bahagia, izinkan aku untuk bahagia hiks. Sakit rasanya hidup seperti ini hiks. Kak Regan..."


Tap


Tap


Tap


Suara derap langkah kaki terdengar di dalam kamar itu, Aluna langsung menghentikan tangisnya. Seketika aluna kembali merasa takut kala derap langkah kaki itu semakin terdengar dekat dalam kamar gelap itu


"Ss-siapa itu?"


"Sayang ini kakak" ini suara bariton yang Aluna kenal


"Kk-kak..."


"Kenapa nangis Hmm?"Tangan kekar itu mengusap Surai indah Aluna yang duduk berjongkok


Aluna menatap dalam mata seseorang yang saat ini ikut jongkok di hadapannya, seketika itu Aluna langsung memeluk tubuh kekar itu kuat dan menangis di punggung seseorang yang beberapa bulan ini sudah berjasa baginya karena dia ia tau bagaimana rasanya di sayang, karena dia Aluna tau bagaimana ia di manja


"Hiks, kapan kakak pulang?"


"Ini kakak udah pulang sayang"


"Hiks mereka jahat ka, Aluna gak mau pergi Aluna mau untuk kali ini egois"


"Good babby"


Regan langsung mengangkat tubuh mungil Aluna ke gendongannya sementara wanita hamil itu Masih menangis dengan menyembunyikan wajahnya di cerluk leher Regan yang selalu membuatnya tenang


Click


Kamar yang semulanya gelap saat ini sudah terang, Aluna masih menangis di Bahau Regan


Regan mendudukan tubuhnya di salah satu sofa yang ada di kamarnya dengan masih memangku tubuh Aluna


"Lima menit kakak izinkan kamu puaskan menangis, lebih dari itu kamu akan tahu akibatnya sayang" Mendengar itu Aluna semakin memeluk Regan erat dan menumpahkan tangisannya


dan dengan begitu lembut Regan terus mengusap punggung Aluna dan menciumi rambut istri kecilnya itu


"Hiks mereka jahat ka"


"Kakak tau sayang"


"Apa tuhan tidak mengizinkan aku bahagia?"


"Bahagiamu denganku Aluna"


"Hikss, kakak jahat kenapa pergi ninggalin Luna"


"Kan kakak kerja"


Aluna menghentikan tangisnya ia melerai pelukannya dan menatap Regan


"Lalu kenapa sekarang pulang, bukannya tiga hari?"tanya wanita itu yang masih sesenggukan dan dengan mata dan hidung merahnya


"Karena gak mau istrinya menangis hanya karena merindukan suaminya"


"Ishhh nyebelin, hikss kakak jahat"


"Nggak jahat sayang lain kali kalo gini kamu ikut aja deh"Aluna semakin merapatkan pelukannya di tubuh Regan dan kembali menangis


"Udah cukup ya nangisnya, kamu gak boleh nangis lagi mommynya babby A gak boleh cengeng harus kuat"


"Babby A?"beo Aluna kembali memandang Regan yang juga menatapnya gemas


"Hm, nama anak kita nanti inisialnya A"


"Apa?"

__ADS_1


"Ada deh"Kalakarnya dengan mencolek hidung Aluna membuat ibu hamil itu cemberut


Cup, cup, cup


"Aku mau anak kita nanti baik perempuan ataupun laki-laki aku mau nama mereka berawal dari hurup A"ucapnya setelah menciumi kedua mata Aluna dan hidung Aluna


"Udah ya sayang jangan nangis nanti baby-nya ikut sedih kalo mommynya terus nangis"


Regan kembali memeluk tubuh Aluna erat sesekali Regan menciumi rambut Aluna


"Maafkan aku Aluna.."lirihnya


"Kakak janji akan selalu buat kamu bahagia Aluna, aku akan menjadi orang yang paling menyesal jika berani meninggalkan wanita sebaik kamu dan setulus kamu"ucap Batinnya saat ini Regan tengah mati matian menahan amarahnya kepada mommynya setelah mengetahui keadaan sebelum ia kembali pulang


Flashback On


Regan yang masih di Landa khawatir masih mencoba untuk menghubungi Aluna namun hasilnya nihil headphone Aluna tidak aktif dan telepon mansionpun sama sama tidak bisa di hubungi, ini baru pertama kalinya bagi Regan


"Shittt SIALL kenapa semua orang mengabaikanku!"umpatnya kesal dengan membanting handphonenya ke kasur


Sesaat kemudian panggilan lain masuk dengan tergesa-gesa Regan segera mengangkatnya tanpa melihat sang penelepon ia kira itu Aluna


"Hallo sayang, bagaimana kabarmu kenapa kau baru mengangkat teleponmu"ucap Regan tergesa gesa


"Mm-maaf tuan ini saya"ucap seseorang di sebrang sana, Regan tergelak ia kembal melihat nama penelepon yang ternyata orang suruhannya yang menjaga Aluna


"Shitt sial"malu, itulah yang di rasakannya saat ini karena ternyata bukan istrinya yang menelepon melainkan orang suruhannya


"Tuan?"panggil seseorang itu lagi dan Regan tersadar


"Ya ada apa?"jawab Regan dengan kembali mengubah nadanya kembali tegas


"Maaf tuan, saya hanya melaporkan jika ibu anda datang ke mansion dengan membawa seorang wanita di sampingnya tuan"


"Apa! kenapa kau tidak langsung memberi tahuku! apa ini penyebab istriku tidak mengangkat panggilanku hah!"


"Maafkan saya tuan karena sejak tadi siang saya sudah mencoba menghubungi anda namun tidak aktif"


"Baiklah lalu bagaimana dengan istriku apa dia baik baik saja? apa mommyku menyakitinya?"


"Maaf tuan nyonya besar sejak nona muda pulang dari kampusnya menyuruh nona membersihkan semua seisi mansion"


"BAGAIMANA BISA KALIAN MEMBIARKAN ISTRIKU MEMBERSIHKAN PEKERJAAN PELAYAN HAH! DIAMANA SAJA KALIAN HAH!"Bentak Regan murka, tangannya mengepal kuat dengan sorot mata tajamnya


"m-maafkan saya tuan kami semua tidak ada yang berani menentang nyonya besar!"


"SAYA YANG MENGGAJI KALIAN BUKAN MOMMY SAYA! JIKA SAMPAI TERJADI SESUATU DENGAN ISTRIKU HABIS KALIAN!""


Tut


Panggilan di matikan Regan sangat marah dengan info yang di bawakan oleh salah satu orangnya


Tak lama Rey masuk kedalam kamar Regan karena mendengar teriakan Regan yang Samapi terdengar dari luar


"Astaga tuan ada apa in!"


"Rey! siapkan jetku sekarang juga dalam waktu 10 menit! aku harus segera pulang!"


"Baik tuan"


tanpa bertanya Rey segera menyiapkan jet yang akan di gunakan Regan untuk segera pulang karena Rey tak berani bertanya melihat raut wajah Regan yang tak bisa di bilang baik


"Mengapa Bibi laraspun tidak menghubungiku! akhh sial tidak ada yang bisa aku percaya menjaga Aluna!!"


Fikirannya kalut karena ia sangat khawatir dengan Aluna dan juga bayinya


""Tuan jetnya sudah siap" Regan menyambar jasnya dan berjalan keluar menuju jet yang akan membawanya


"Kau urus semua keperluan di sini, Daddyku yang akan turun tangan langsung. Kau hubungi lah dia "ucapnya saat Regan hendak menaiki jetnya sendiri


"Baik tuan"hormat Rey dan Regan langsung masuk


Di sisi lain orang orang Regan saat ini tengah cemas karena tuannya yang murka mengetahui bahwa istrinya di perlakukan tak layak oleh ibunya sendiri, mereka pasrah menerima amukan Regan namun yang paling mereka takutkan adalah jika mereka di pecat dan jika sampai itu terjadi tidak akan ada pekerjaan yang bisa menerima mereka lagi, lalu bagaimana dengan keluarganya?.


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


Regan turun dari jet pribadinya dan langsung masuk ke dalam mobil yang sebelumnya sudah di siapkan


masih dengan amarah dalam hatinya, namun Regan sebisa mungkin untuk tidak meluapkan emosinya. Saat ini ia hanya ingin segera sampai ke mansionnya dan memeluk istrinya


Setelah beberapa menit akhirnya Regan sampai pada puku tiga dini hari, penjara mansionnya setelah mengenali mobil Regan langsung membukakan pintu gerbang yang sangat menjulang tinggi itu


Regan keluar dari mobil tanpa menunggu pengawalnya membukakan pintu mobilnya, tatapannya tajam saat melihat semua pengawalnya karena rasa kesalnya


dengan langkah lebar Regan masuk kedalam mansionnya, semua lampu sudah di matikan ia berlari ke arah tangga menuju lantai kamarnya, mendekati pintu masuk samar samar ia mendengar tangisan memilukan dari istrinya


pelan pelan ia mendekati suara itu, suasana kamar juga sama gelapnya. Ntah kenapa setiap mendengar istri kecilnya menangis Hati Regan seakan teriris hal yang sama saat dulu ia bertemu dengan bayi kecilnya Regan juga merasa hal itu saat dimana bayi kecilnya menangis mengadu jika lagi lagi ia di pukul


kedua tangannya mengepal kuat tanda tak tahan namun sebisa mungkin Regan menahannya untuk tidak kembali emosi


Flashback Off


Regan terus memeluk Aluna dan membawa ibu hamil itu tidur di atas pelukannya sampai sampai Aluna tertidur karena kelelahan


Cup


"Cukup aku yang menjadi alasanmu menangis, aku tidak akan pernah membiarkan air matamu kembali jatuh untuk sekian kalinya Luna"


...✨✨✨...


Pagi harinya regan yang tak bisa mentolerir perbuatan mommynya langsung menghadapi mommynya yang terkejut karena tiba tiba Regan sudah pulang


"K-kapan kamu pulang Regan?"


"Apa perlu mommy tau kapan aku pulang, sehingga bisa leluasa menyiksa istriku?"mata nyonya Eva membulat.


"Apa maksudmu? mommy tak menyiksanya!"


"Lalu bagaimana dengan mommy menyuruh Aluna untuk membersihkan seisi mansion!"


"Mommy tidak mengerti maksudmu! pasti wanita itukan yang mengadu kepadamu dan menjelekan jelekan mommy!"


"Dasar wanita ular!"


"Cukup mommy! Regan tau semuanya! Aluna tidak pernah mengatakan hal itu!"


"Asal mommy tahu rekaman mommy dan laporan dari orang orangku cukup membuktikan bahwa kemarin mommy melakukan hal itu dengan istri Regan!"bentak Regan murka


"Kenapa kau berani membentak mommy Hanya karena wanita miskin itu Regan!"


"Ingat aku mommy kamu! kenapa kau membelanya!"


"Karena dia tangung jawab Regan sekaligus istri SAH Regan mom!"katanya penuh dengan penekanan


"Seharusnya mommy bisa memperlakukan Aluna baik baik mom! bagaimanapun dia istri Regan dan saat ini mengandung cucu mommy!"


"Tidak! mommy tidak akan pernah mau menerima wanita yang asal usulnya tidak jelas itu! pokoknya mommy hanya mau Syafira yang menjadi menantu mommy!"


"Sebenarnya apa mau mommy? dulu sebelum Regan menikah mommy menginginkan cucu kenapa mommy tidak bisa menerima Aluna mom?"


"Dia istriku!"


"Karena wanita itu wanita miskin Regan! mau taro dimana muka mommy jika teman teman mommy tau kamu menikahi wanita asal asalan"


"Bagaimana bisa mommy mengkalim Aluna wanita asal asalan! sedangkan mommy tidak tahu siapa Aluna!"


"Lalu memang siapa wanita itu hah?! dia hanya wanita miskin jika dia punya keluarga mana keluarganya mana jika dia bukan wanita asal asalan!"


"Cukup mommy! jika mommy tidak bisa bersikap baik dengan istriku sebaiknya mommy dan wanita licik itu pergi dari mansion Regan sekarang!"


"Kau mengusirku!"


"Maaf mom, regan tidak bisa memberikan mommy berada di sini karena dengan itu Aluna akan sakit Regan tidak mau sampai bayi kami kenapa kenapa! untuk itu sebaiknya mommy pergi dari Mension Regan dan bawa wanita yang mommy sebut sebagai menantu idaman itu!"


"Mommy tidak mau! ini pasti wanita itu kan yang menyuruhmu mengusir mommy!"


"Regan aku ini ibumu!"


"Regan bilang cukup! jangan pernah lagi menyalahkan Aluna!"


"jika mommy ingin tinggal di sini maka jangan pernah mengganggu istriku!"

__ADS_1


"Setidaknya jika mommy tidak menerima Aluna mommy terima anak Regan bagaimanapun itu darah daging mommy sendiri!"ucapnya dengan penekanan


...TBC...


__ADS_2